Kehamilan adalah salah satu saat yang dinanti-nantikan dalam sebuah keluarga. Pasangan yang berencana menikah bahkan banyak yang sudah melakukan persiapan untuk merencanakan kehamilan. Sebagai sebuah proses dengan begitu banyak perubahan dan penyesuaian, maka kehamilan tidak bisa lepas dari pemeriksaan kehamilan. Bahkan pemeriksaan penting dilakukan sejak bulan pertama hingga masuk ke minggu-minggu jelang kelahiran sang jabang bayi. Seorang ibu hamil wajib memeriksakan kehamilannya minimal 4 kali periksa selama kehamilan.

Pemeriksaan sebanyak dilakukan sebanyak 4 kali, yaitu satu kali pada trimester I, satu kali pada trimester II, dan dua kali pada trimester III untuk memantau keadaan ibu dan janin dengan seksama. Ante Natal Care (ANC)/Asuhan kebidanan mencakup beberapa pemeriksaan yang terangkum dalam 14 T:

1. Ukur Berat badan dan Tinggi Badan (T1). Dalam keadaan normal kenaikan berat badan ibu dari sebelu hamil dihitung dari Trimester I sampai Trimester III yang berkisar anatar 9-13,9 kg dan kenaikan berat badan setiap minggu yang tergolong normal adalah 0,4 – 0,5 kg tiap minggu mulai Trimester II. Pengukuran tinggi badan ibu hamil dilakukan untuk mendeteksi faktor resiko terhadap kehamilan yang sering berhubungan dengan keadaan rongga panggul.

2. Ukur Tekanan Darah (T2). Tekanan darah yang normal 110/80 – 140/90 mmHg, bila melebihi 140/90 mmHg perlu diwaspadai adanya kemungkinan preeklampsi yang dapat membayakan proses kehamilan dan persalinan bila tidak ditangani.

3. Ukur Tinggi Fundus Uteri (T3). Tujuan pemeriksaan TFU menggunakan tehnik Mc Donald, yakni dengan perabaan, adalah untuk menentukan umur kehamilan (UK) berdasarkan minggu dan hasilnya bisa dibandingkan dengan hasil wawancara mengenai hari pertama haid terakhir (HPHT) dan kapan gerakan janin mulai dirasakan. TFU yang normal harus sama dengan UK dalam minggu yang dicantumkan dalam HPHT.

4. Pemberian Tablet Fe sebanyak 90 tablet selama kehamilan (T4).

5. Pemberian Imunisasi TT (T5) Imunisasi Tetanus Toxoid harus segera di berikan pada saat seorang wanita hamil melakukan kunjungan yang pertama dan dilakukan pada minggu ke-4.

6. Pemeriksaan Hb (T6). Pemeriksaan Hb pada ibu hamil harus dilakukan pada kunjungan pertama dan minggu ke 28. bila kadar Hb <11 gr%. Bila seorang ibu hamil dinyatakan Anemia, maka harus diberi suplemen 60 mg zat besi dan 0,5 mg Asam Folat hingga Hb menjadi 11 gr% atau lebih.

7. Pemeriksaan VDRL (Veneral Disease Research Lab) (T7). Pemeriksaan dilakukan pada saat ibu hamil datang pertama kali dengan cara diambil spesimen darah vena kurang lebih 2 cc. Apabila hasil tes positif, maka dilakukan pengobatan dan rujukan.

8. Pemeriksaan kadar protein dalam urin (T8). Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui apakah pada urin mengandung protein atau tidak untuk mendeteksi gejala preeklampsi.

9. Pemeriksaan Urine Reduksi (T9) untuk ibu hamil dengan riwayat kencing manis (Diabetes Melitus). Bila hasil positif maka perlu diikuti pemeriksaan gula darah untuk memastikan adanya Diabetes Gestasional (kencing manis pada kehamilan).

10. Perawatan Payudara (T10). Caranya dengan senam payudara atau perawatan payudara untuk ibu hamil, yang dilakukan 2 kali sehari sebelum mandi dimulai pada usia kehamilan 6 minggu.

11. Senam Hamil (T11).

12. Pemberian Obat Malaria (T12). Obat ini perlu diberikan kepada ibu hamil yang merupakan pendatang dari daerah yang endemis malaria maupun ibu hamil yang tinggal di daerah yang endemis malaria. Selain itu juga kepada ibu hamil dengan gejala malaria yakni panas tinggi disertai mengigil dan hasil apusan darah yang positif.

13. Pemberian Kapsul Minyak Yodium (T13). Diberikan pada kasus gangguan akibat kekurangan Yodium di daerah endemis yang dapat berefek buruk terhadap tumbuh kembang.

14. Temu wicara/konseling dengan bidan atau dokter kandungan anda (T14).

Bagi Anda yang tinggal di tempat yang tak bisa memenuhi pelayanan akan 14T, maka setidaknya seorang ibu hamil mendapatkan pelayanan minimal yang mencakup 7T. Tanyakan pada layanan kesehatan terdekat Anda untuk kehamilan yang sehat.

Artikel lainnya terkait kehamilan

  1. Mioma – Benjolan rahim, atau hamil, atau kedua-duanya?
  2. Hamil Anggur (Mola Hidatidosa) 
  3. Vitamin D dan vaginosis bakteri pada wanita hamil 
  4. USG tak melulu untuk ibu hamil 
  5. Ibu hamil dan minum susu 
  6. Morning Sickness 
  7. Periksa kesehatan saluran telur dengan HSG 
  8. Keputihan karena jamur pada masa kehamilan
  9. Remaja dan Kehamilan
  10. Hubungan sex aman di masa kehamilan 
  11. Merencanakan Kehamilan dengan Status HIV positif
  12. Seputar Kehamilan dan Infeksi HIV
  13. Pengaruh rokok pada kehamilan 
  14. Kehamilan Resiko Tinggi
  15. Menangani keluhan pada kehamilan
  16. Sedih saat hamil, apakah anda mengalami depresi?
  17. 14 Tips untuk wanita hamil

Sumber
Prawirohardjo. Sarwono. 2012. Ilmu Kebidanan. Jakarta

You may also like

Leave a comment