Apa yang terpikir oleh Anda ketika mendengat kata “anggur”? Kebanyakan orang akan memikirkan sejenis buah-buahan yang berwarna ungu, bergerombol, dan manis dimakan. Tapi tahukah Anda kalau ada istilah yang menyebutkan “hamil anggur”?

Istilah hamil anggur mungkin pernah beberapa kali Anda dengar saat menonton televisi atau membaca majalah. Hamil anggur atau dalam istilah kedokteran disebut mola hidatidosa adalah kehamilan abnormal berupa tumor jinak yang terbentuk akibat kegagalan pembentukan janin. Mengapa dipadankan dengan istilah hamil anggur? Janin yang terbentuk dalam kehamilan tak langsung berwujud seperti manusia, melainkan berawal dari sebuah gelembung ovum (sel telur) yang kemudian membelah kelipatan dua. Begitu seterusnya hingga nampak sebagai sekumpulan buah anggur. Pada kehamilan yang normal, pembelahan ini berlanjut menjadi bakal janin.

Pada kehamilan anggur, sperma membuahi sel telur yang tidak berinti, sehingga meskipun terjadi pembelahan, sel telur ini tidak menjadi bakal janin. Pembelahan yang terus terjadi mengakibatkan saluran yang mengalirkan darah dan nutrisi atau yang di sebut jonjot di rahim tetap tumbuh dan menggelembung. Dan gelembung yang mirip buah anggur ini akan membesar seiring dengan meningkatnya usia kehamilan. Wanita yang mengalami hamil anggur akan sampai pada satu masa di mana perutnya tak lagi membesar, dan biasanya ini lah yang membuat orang curiga ada masalah pada kehamilannya.

Kehamilan seperti hamil anggur dapat membahayakan nyawa. Maka ketika dokter sudah mendiagnosa kehamilan anggur, dokter akan menyarankan untuk dilakukan kuretase. Tindakan kuretase atau sering disebut kuret, perlu dilakukan sampai bersih, agar tak ada lagi sel dapat menimbulkan infeksi. Bila hamil anggur dialami oleh ibu yang cukup usia atau sudah memilki anak, biasanya dokter menyarankan untuk menjalani pengangkatan rahim. Selain mencegah berulangnya kembali hamil anggur juga menurunkan risiko kanker (koriokarsinoma).

Gejala-gejala pada Hamil Anggur

Pada hamil anggur, gejala yang dirasakan hampir sama dengan kehamilan normal. Tapi ada sedikit perbedaan yang bisa kita curigai bahwa itu bukan kehamilan normal, di antaranya:

1. Pada kehamilan anggur, mual dan muntah sering terjadi dan itu berlebihan.

2. Besar perut (tinggi rahim) biasanya lebih besar dari pada kehamilan biasa.

3. Keluar gelembung cairan mirip anggur bersamaan dengan pendarahan.

4. Ibu tidak bisa merasakan gerakan janin karena memang tidak ada janin di dalamnya.

Hingga saat ini masih belum banyak diketahui secara pasti penyebab hamil anggur. Tapi ada beberapa pendapat ahli yang menduga bahwa penyebab hamil anggur adalah:

> Gangguan gizi dan nutrisi pada janin.
> Perbedaan golongan darah ayah dan ibu.
> Gangguan kekebalan tubuh (imunologi).
> Kelainan Kromosom.
> Adanya riwayat keluarga yang hamil anggur.

Agar ibu yang pernah mengalami hamil anggur tidak mengalaminya lagi, setelah kuretase akan dilakukan pengawasan terhadap keluhan yang dirasakan. Misalnya adanya pendarahan atau terjadinya pembesaran rahim dan kadar hormon kehamilan HCG (human chorionic gonadotropin) yang masih positif. Selanjutnya akan direncanakan untuk melakukan pemeriksaan radiologi di tiga bulan pertama untuk melihat ada tidaknya penyebaran dari gannguan ini. Langkah ekstrim juga dengan melakukan kemoterapi pencegahan memakai metotreksat, untuk mencegah terjadinya keganasan (koriokarsinoma).

Artikel lainnya terkait kehamilan

  1. Vitamin D dan vaginosis bakteri pada wanita hamil 
  2. USG tak melulu untuk ibu hamil 
  3. Ibu hamil dan minum susu 
  4. Morning Sickness 
  5. Periksa kesehatan saluran telur dengan HSG 
  6. Keputihan karena jamur pada masa kehamilan
  7. Remaja dan Kehamilan
  8. Hubungan sex aman di masa kehamilan 
  9. Merencanakan Kehamilan dengan Status HIV positif
  10. Seputar Kehamilan dan Infeksi HIV
  11. Pengaruh rokok pada kehamilan 
  12. Kehamilan Resiko Tinggi
  13. Menangani keluhan pada kehamilan
  14. Sedih saat hamil, apakah anda mengalami depresi?
  15. 14 Tips untuk wanita hamil
  16. Mioma – Benjolan rahim, atau hamil, atau kedua-duanya?
  17. Hamil Anggur (Mola Hidatidosa)

Reference

Sumber
Manuaba, Ida Bagus Gede. 2008. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana. Jakarta. Salemba Medika.
Liewellym. Jones, 2007. Dasar-dasar Obstetri & Ginekologi. Jakarta, EGC.
Wiknjosastro. 2010. Ilmu Kebidanan. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Jakarta.
Mochtar, Rustam. 2008. Sinopsis Obstetry Jilid I. Jakarta, EGC.
www.bidanku.com

You may also like

Leave a comment