Hepatitis B adalah penyakit akibat virus hepatitis B yang menyerang liver/hati, dan merupakan penyakit liver serius yang paling sering dijumpai di dunia. Virus adalah benda asing yang bila masuk ke dalam tubuh dapat menimbulkan penyakit. Dan virus ini dapat berpindah dari satu orang ke orang lain yang disebut dengan penularan. Ketika virus hepatitis B masuk ke dalam tubuh seseorang, maka timbullah peradangan pada liver. Selain peradangan liver, virus Hepatitis B juga bisa menyebabkan timbulnya jaringan parut (sirosis), bahkan kanker pada liver. Akibatnya liver tidak dapat berfungsi normal.

Liver adalah organ yang terdapat di dalam rongga perut dan berfungsi untuk banyak hal seperti:

– Membersihkan zat kimia berbahaya dari dalam darah
– Melawan infeksi
– Membantu proses pencernaan makanan
– Menyimpan zat gizi dan vitamin
– Menyimpan energi

Organ ini sangat penting bagi kehidupan manusia, sehingga bila liver tidak berfungsi sempurna kehidupan kita pun terganggu.

Di dunia diperkirakan sudah ada 400 juta orang yang terinfeksi virus ini. Semua orang bisa saja terinfeksi oleh virus hepatitis B, tapi orang yang berisiko tinggi adalah:

– Bayi yang lahir dari ibu dengan infeksi Hepatitis B
– Memiliki kontak dengan darah, jarum, atau cairan tubuh di tempat kerja
– Tinggal bersama seseorang yang berstatus terinfeksi Hepatitis B aktif
– Memiliki lebih dari 1 partner seksual dalam 6 bulan terakhir atau memiliki riwayat infeksi menular seksual
– Sedang menjalani cuci darah (dialisis) – proses penyaringan sampah dan racun dalam darah pada orang dengan gagal ginjal
– Mengonsumsi obat-obatan yang menekan sistem imun seperti steroid atau kemoterapi
– Tinggal atau bepergian ke daerah yang banyak terdapat penyakit Hepatitis B
– Berasal dari negara-negara Asia-Pasifik
– Terinfeksi HIV atau Hepatitis C
– Menggunakan suntikan obat-obatan terlarang
– Bekerja atau tinggal di dalam penjara
– Pernah mendapat transfusi darah atau transplantasi organ sebelum tahun 1980-an
– Lelaki yang berhubungan seks dengan lelaki sangat berisiko tertular Hepatitis B

Begitu banyaknya orang yang dapat tertular penyakit ini menunjukkan bahwa cara penularanya pun sangat mudah. Kelalaian kecil saja bisa membuat kita tertular Hepatitis B, karena virus ini 100 kali lebih menular dibanding virus HIV! Prinsipnya, penularan terjadi melalui kontak antara tubuh seseorang dengan darah dari orang yang mengidap Hepatitis B. Selain darah, juga bisa menular dari cairan tubuh lain seperti semen. Kontak dapat terjadi dalam bentuk:

– Dilahirkan oleh ibu dengan infeksi Hepatitis B
– Tidak sengaja tertusuk jarum yang telah dipakai oleh orang dengan Hepatitis B
– Berhubungan seks tanpa pengaman dengan orang yang terinfeksi Hepatitis B
– Berkontak dengan luka terbuka atau terkena darah orang dengan Hepatitis B
– Berbagi jarum suntik atau bahan obat-obatan lain dengan orang yang terinfeksi
– Ditato atau tindik dengan alat yang tidak steril yang sebelumnya digunakan oleh orang dengan Hepatitis B
– Penggunaan bersama alat cukur, sikat gigi, atau gunting kuku dengan orang yang meimiliki Hepatitis B

Meski sangat mudah ditularkan, tapi Hepatitis B TIDAK DITULARKAN melalui:

– Berciuman (baik di bibir atau di pipi)
– Bersalaman atau berpegangan tangan dengan orang yang terinfeksi Hepatitis B
– Terkena semburan batuk atau bersin orang yang terinfeksi Hepatitis B
– Dipeluk oleh orang dengan Hepatitis B
– Duduk bersebelahan dengan orang yang terinfeksi Hepatitis B
– Berbagi alat makan
– Meminum air atau memakan makanan bersama orang dengan Hepatitis B

Seseorang yang telah tertular virus hepatitis B belum tentu langsung menunjukkan gejala. Tulisan mendatang akan membahas gejala yang tampak akibat hepatitis B berikut manajemen dan pencegahannya.

 

Referensi
National Digestive Diseases Information Clearinghouse (NDDIC) – U.S Dept. Of Health and Human Services
www.hepb.org

 

Hepatitis B (bagian 2)

You may also like

Leave a comment