Apakah Kandidiasis?

Kandida adalah sejenis jamur yang normal hidup di kulit dan membran mukosa (misalnya di hidung dan saluran pencernaan) manusia. Kandida merupakan jamur yang tidak berbahaya dalam keadaan pertahanan tubuh normal. Hal ini berbeda bagi orang dengan kekebalan tubuh yang rendah, terutama pasien yang menjalani pengobatan kronis. Dalam kondisi kekebalan tubuh yang menurun, Kandida dapat berkembang biak dengan cepat dan jumlahnya berlipat ganda sehingga menimbulkan penyakit yang disebut Kandidiasis.

Seberapa sering Kandidiasis terjadi?

Setiap orang memiliki Kandida di kulitnya, sehingga semua orang memunyai risiko mengalami Kandidiasis. Kandidiasis ditularkan melalui kontak, seperti melalui alat medis atau masuk melalui aliran darah sehingga menyebabkan infeksi sistemik. Kandidasis lebih banyak ditemukan di lingkungan rumah sakit. Di Amerika Serikat, Kandida adalah penyebab infeksi melalui aliran darah nomor empat terbanyak.

Tanda dan gejala

Kandidiasis Mukokutaneus Kronis

Tanda penyakit ini adalah ditemukan lesi yang tidak berbentuk di muka, kulit kepala, tangan dan kuku. Biasanya kandidiasis di kulit ini dihubungkan dengan sariawan dan vitiligo.

Oropharyngeal Candidiasis

Kandidiasis jenis ini terjadi di daerah tenggorokan. Seseorang dengan Kandidiasis Orofaring biasanya memiliki riwayat infeksi HIV, menggunakan gigi palsu, menderita diabetes mellitus, baru mengonsumsi antibiotik spektrum luas, atau mendapat inhalasi steroid. Seringkali pasien dengan kandidiasis orofaring tidak menunjukkan gejala.

Bila tanda Kandidiasis muncul, maka orang tersebut dapat mengeluhkan:

  • Nyeri dan rasa sakit di mulut
  • Mulut atau lidah seperti terbakar
  • Disfagia (sulit menelan)
  • Mukosa oral tampak tertutup lapisan tebal berwarna putih

Pemeriksaan fisik menunjukkan eritema yang difus dan lapisan putih yang timbul pada permukaan mukosa pipi, tenggorokan, lidah dan gusi.

Terdapat 5 tipe kandidiasis orofaring:

  • Membranous candidiasis – satu tipe yang umum dengan karakteristik selaput yang berwarna putih seperti krim,  lapisan tidak teratur pada permukaan mukosa
  • Atopik Kandidiasis Kronis (denture stomatitis) – yang juga merupakan bentuk penyakit yang umum, menunjukkan tanda dan gejala eritema kronis dan udem dari bagian dari yang terkena Kandida
  • Kandidiasis eritematosa – dihubungkan dengan gambaran eritematosa pada lempeng yang keras dan lembut
  • Cheilitis Angular – reaksi Inflamasi dengan karakter nyeri,  eritema, dan membuat saluran pada sudut mulut
  • Campuran – kombinasi antara tipe diatas

Kandidiasis Esofagus

Pasien dengan Kandidiasis esofagus dapat asimtomatik atau bisa dengan satu/lebih gejala sebagai berikut:

  • Mukosa oral normal (>50% of pasien)
  • Disfagia (susah menelan)
  • Odinofagi (sakit di mulut atau tenggorokan saat menelan)
  • Nyeri di daerah retrosternal
  • Nyeri epigastrium
  • Mual dan muntah

Pada pemeriksaan fisik biasanya ditemukan  juga Kandidiasis oral.

Kandidiasis nonesophageal gastrointestinal

Dapat ditemukan beberapa gejala sbb:

  • Nyeri epigastrium
  • Mual dan muntah
  • Nyeri abdomen
  • Demam dan mengigil
  • Ada massa dalam abdomen (pada beberapa kasus)

Kandidiasis Traktus Genitourinaria

Tipe kandidiasis di saluran kemih adalah:

  • Kandidiasis Vulvovaginal (VVC) – Vagina dan labia dengan eritematosa; keputihan yang kental; dengan gambaran serviks yang normal saat diperiksa menggunakan spekulum
  • Balanitis Candida – Gatal pada penis dan warna belang putih pada penis
  • Cystitis Candida – Seringkali asimptomatik tetapi ada invasi kedalam kandung kencing sehingga timbul frekuensi, keinginan buang air kecil, gangguan kencing, kencing berdarah dan nyeri suprapubik
  • Kandidauria asimtomatik – Biasa timbul pada pasien yang menggunakan kateter, biasanya akan mengalami kandidauria yang persisten
  • Ascending Pyelonephritis – Nyeri pinggang, kram abdomen, mual, muntah, demam, menggigil dan hematuria (kencing berdarah)
  • Fungal balls – Obstruksi saluran kemih secara intermiten dengan anuria (tidak dapat berkemih) dan dilanjukan dengan  insufisiensi ginjal

Diagnosis

Pemeriksaan untuk mendiagnosis Kandidiasis dilakukan sesuai dengan tipe Kandidiasis yang dialami. Secara umum, Kandidiasis dapat diketahui setelah dokter melakukan pemeriksaan mikroskopik untuk melihat mikrorganisme jamur. Jaringan yang diperiksa dapat berasal dari kulit, kuku, atau lapisan mulut maupun vagina. Bila Kandidiasis terjadi di kandung kemih, maka sediaan untuk diperiksa dapat diambil dari sampel urin. Secara detil, pilihan pemeriksaan untuk mendiagnosis Kandidiasis adalah:

  • Kandidiasis Mukokutaneus

Dibuat sediaan basah, kerokan atau bercak yang diperoleh dari kulit, kuku, atau oral atau vaginal diperika dibawah mikroskop, apusan KOH, pewarnaan Gram atau metilen biru sangat berguna untuk menemui sel jamur secara langsung.

  • Kandidiasis Cutaneous

Untuk sediaan, kerokan atau usapan dari kulit atau kuku dapat diperiksa di bawah mikroskop; usapan kalium hidroksida juga dapat digunakan.

  • Kandidiasis Saluran Kemih

Perlu dilakukan urinalisis, dan ada bukti sel darah putih, sel darah merah, protein, dan sel jamur. Dapat dilakukan kultur urin untuk jamur.

  • Kandidiasis Gastrointestinal

Endoskopi dengan atau tanpa biopsi.

Tata laksana

Secara umum, Kandidiasis yang terjadi di kulit dapat diobati dengan obat antijamur topikal (salep) seperti mikonazol, ketokonazol, dan nistatin. Bila kondisi ini berlangsung kronis, maka biasanya diterapi dengan obat antijamur oral. Obat-obatan oral bermanfaat untuk mengatasi infeksi Kandida yang terjadi di mukosa (tenggorokan, esofagus, vagina, dan kandung kemih). Obat pilihan untuk antijamur oral adalah flukonazol.

Pada pasien Kandidiasis Sistitis yang menggunakan kateter, kateternya harus dilepas atau diganti. Bila Kandidiasis tidak reda setelah kateter dilepas, maka pasien perlu diberikan obat antijamur oral.

 

Sumber
www.cdc.gov

You may also like

Leave a comment