Penyakit Kelainan Sistem Kekebalan Tubuh?

Penyakit Pengentalan Darah dalam bahasa medis dikenal sebagai Antiphospholipid Syndromes (APS) atau juga populer dengan nama Hughes Syndromes. Penyakit ini merupakan kelainan pada sistem imun (kekebalan tubuh), di mana sistem ini tidak mengenali sel tubuh sendiri sehingga malah merusak sel-sel tubuh (autoimun). Pada penyakit ini terdapat peningkatan risiko terbentuknya bekuan (clot) darah pada pembuluh darah nadi dan/atau pembuluh darah balik (vena) maupun keguguran jika terjadi pada wanita hamil.

Karena penyebabnya adalah kelainan sistem imun, maka penyakit ini bisa mengenai siapa saja termasuk bayi dan anak-anak, meskipun biasanya terjadi pada orang dewasa usia 18-40 tahun. Kejadian penyakit ini 5 kali lebih banyak didapati pada wanita dibanding pria.

Apa yang terjadi pada orang yang memiliki Penyakit Pengentalan Darah?

Mereka berisiko mengalami trombosis vena dalam (deep vein thrombosis, yakni terbentuknya gumpalan darah di pembuluh darah balik di tungkai bawah) dan trombosis arteri (gumpalan di pembuluh nadi yang bisa menyebabkan stroke maupun serangan jantung). Sementara pada wanita, risiko mengalami keguguran, kematian bayi dalam kandungan, maupun kematian bayi saat dilahirkan, meningkat dengan adanya penyakit ini.

Gejalanya seperti apa sich?

Kita perlu waspada terhadap penyakit ini dan segera konsultasi dengan dokter ketika mengalami beberapa hal berikut; sakit kepala atau migrain (pusing sebelah kepala) berulang, riwayat keguguran berulang, gangguan penglihatan seperti penglihatan ganda (double vision), pandangan kabur (blurred vision), bahkan sampai buta mendadak (amaurosis fugax), gangguan bicara dan memori, rasa kesemutan atau rasa seperti ditusuk jarum pada lengan dan/atau kaki, kelelahan yang berlebihan serta gangguan keseimbangan. Dapat juga terjadi gejala telinga berdenging bahkan sampai tuli, biasanya pada satu telinga. Keluhan seperti nyeri di salah satu tungkai bawah, bengkak dan kemerahan juga bisa menjadi pertanda adanya bekuan di pembuluh darah akibat darah yang kental.

Saat konsultasi ke dokter dan diperkirakan mengalami Penyakit Pengentalan Darah, maka akan dilakukan beberapa pemeriksaan untuk memastikan, misalnya dengan pemeriksaan laboratorium untuk mengidentifikasi antibodi dalam darah yang berperan dalam terjadinya penyakit ini. Antibodi yang diperiksa adalah anti-cardiolipin, anti Beta-2 Glikoprotein-1 dan lupus antokoagulan. Biasanya pemeriksaan darah dilakukan 2 kali atau lebih dalam selang waktu 12 minggu, karena dalam kondisi lain, antibodi ini juga bisa terdapat pada kondisi setelah infeksi atau saat mengkonsumsi antibiotik. Maka diperlukan pemeriksaan ulangan untuk mengkonfirmasinya. Diagnosis penyakit ini ditegakkan bila minimal ada 1 keluhan yang berkaitan dengan trombosis dan/atau kelainan kehamilan, yang dikonfirmasi dengan hasil positif pada pemeriksaan laboratorium.

Adakah obatnya?

Meski tidak ada obat untuk menyembuhkannya secara total karena penyebabnya autoimun, penyakit ini sangat bisa dikontrol dengan memberi agen pengencer darah. Orang yang terkena Penyakit Pengentalan Darah pun bisa hidup normal. Namun harus diingat untuk tetap berolahraga teratur sesuai kemampuan dan tidak merokok. Pengaturan pola makan dan jenisnya, serta penurunan kadar lemak (kolesterol dan / atau trigliserida) serta asam urat tubuh jika kadarnya tinggi ditambah dengan pengelolaan stres yang baik sangat diperlukan. Semoga tulisan ini bermanfaat.

 

Sumber
Dr. Mangatas Manalu, Sp.PD
nhs.uk
emedicine.medscape.com

 

Angsamerah | Penyakit Pengentalan Darah.pdf

You may also like

Leave a comment