Tes Pap adalah cara untuk melihat ada tidaknya perubahan yang terjadi di serviks (mulut rahim). Bila tidak cepat diatasi, perubahan ini bisa mengarah ke kanker. Jika dilakukan teratur, perubahan pada serviks bisa diketahui dan ditangani lebih dini.

Setiap wanita berapapun umurnya, yang sudah pernah melakukan hubungan seks. Sebaiknya melakukan tes Pap secara teratur sejak 2 tahun setelah melakukan hubungan seksual.

Karena sel-sel baru secara teratur menggantikan sel-sel lama dan tes Pap tidak 100% akurat, amat disarankan tes Pap dilakukan teratur tiap 2 tahun sampai umur anda mencapai 70 tahun.

Kapankah saya bisa melakukan Pap Smear?

Saat tidak sedang menstruasi, paling baik antara 10-20 hari setelah menstruasi hari pertama. 2 hari sebelum tes Pap, hindari penggunaan douche atau spermisida, krim, atau jelly (kecuali bila diperintah oleh dokter), karena dapat menyulitkan pembacaan hasil. Hindari berhubungan seks 1–2 hari sebelum tes Pap. Setelah tes dilakukan, wanita tersebut dapat melakukan aktivitas seperti biasa.

Bagaimana prosedur tes Pap?

Dokter/perawat akan melakukan pemeriksaan dengan speculum yang dimasukkan ke dalam vagina. Kemudian kuas halus diusapkan di serviks dengan lembut. Biasanya prosedur ini tidak memakan waktu lebih dari 5 menit dan mungkin memberikan sedikit rasa tidak nyaman.

Hasil usapan ditempatkan di kaca preparat dan dikirim ke lab untuk pemeriksaan mikroskop. 1 dari 10 hasil tes Pap akan menunjukkan hasil yang membutuhkan tindak lanjut. Biasanya masalah yang keluar adalah masalah minor – jadi jangan berpikir jelek dulu ketika anda disuruh datang kembali untuk mendiskusikan hasil tes Pap anda. Dokter akan memberitahukan tes atau penanganan yang dibutuhkan berhubungan dengan masalah tersebut. Sedini mungkin kelainan terdeteksi, semakin mudah ditangani.

Seberapa akurat hasilnya?

Tes Pap tidak 100% akurat karena berbagai alasan. Contoh, abnormal sel tidak ada di bagian yang diambil sebagai sampel, hasil sulit dibaca, atau ada sel abnormal pada kaca preparat yang tidak terlihat.

Apa arti hasil tes Pap?

  • Normal. Tidak ada sel abnormal terdeteksi.
  • Atypical squamous cells (ASC). Squamous cells adalah sel pipih dan tipis yang membentuk permukaan serviks.
  • Atypical squamous cells of undetermined significance (ASC-US), sel tidak semuanya terlihat normal, tetapi dokter belum mengetahui arti dari perbedaan tersebut. Kadang dihubungkan dengan infeksi human papillomavirus (HPV).
  • Atypical squamous cells cannot exclude a high-grade squamous intraepithelial lesion (ASC-H), sel tidak terlihat normal tapi masih belum diketahui arti dari perubahan tersebut. Kelompok ini dimungkinkan resiko yang lebih tinggi untuk menjadi prakanker.
  • Atypical glandular cells (AGC). Sel glandular adalah sel yang menghasilkan lendir dan berada di saluran endocervical (bukaan di tengah serviks) atau di sepanjang uterus. Perubahan yang terjadi pada sel ini masih belum dapat diketahui artinya.
  • Endocervical adenocarcinoma in situ (AIS), yaitu sel prakanker di jaringan glandular.
  • Low-grade squamous intraepithelial lesion (LSIL), ada perubahan awal dari bentuk & ukuran sel. Lesi berarti area tertentu yang tidak normal. Intraepithelial merujuk kepada lapisan sel yang membentuk permukaan serviks. LSIL diklasifikasikan sebagai abnormalitas ringan akibat infeksi HPV.
  • High grade squamous intraepithelial lesion (HSIL), adanya sel yang sangat berbeda dengan sel normal.

 

Referensi
mayoclinic.com
cancer.gov
fpnsw.org.au
bkkbn.go.id

 

Angsamerah | Pap Smear.pdf

You may also like

Leave a comment