Kalau selama bulan puasa kunjungan ke dokter dirasa kurang greget, nah berbeda nih dengan hari-hari setelah lebaran. Hari-hari pertama setelah lebaran, meski sudah sering terjadi di waktu yang lampau, kita akan menyaksikan apa yang disebut sebagai “Penyakit Pasca Lebaran”. Penyakit pasca lebaran merupakan suatu kumpulan dari berbagai penyakit yang terjadi selama dan sesudah merayakan lebaran. Fenomena ini disebabkan oleh beberapa faktor utama yaitu:

a) faktor kelelahan akiibat peningkatan aktivitas fisik.

b) faktor kekambuhan penyakit yang sudah lama diderita.

c) konsumsi makanan yang berlebihan.

Tentunya “Penyakit Pasca Lebaran” ini juga dapat dipicu oleh faktor stres psikis yang dialami menjelang dan sesudah lebaran. Selain itu juga bisa disebabkan oleh situasi lalu lintas yang rawan terjadi kecelakaan. Perubahan cuaca juga dapat memperburuk berbagai penyakit pasca lebaran.

a) Kelelahan akibat perjalanan mudik

Penyakit yang biasanya terjadi segera setelah seseorang pulang dari perjalanan mudik adalah penyakit infeksi saluran pernafasan bagian atas (ISPA) dan diare. Sebagaimana kita ketahui untuk sampai di kampung halaman saat mudik lebaran, seseorang harus melakukan perjalanan yang melelahkan. Begitupun sebaliknya, para pemudik harus berjuang kembali untuk pulang ke kota.

Kendaraan umum pada masa ini biasanya terisi oleh banyak penumpang, sehingga seseorang yang sedang dalam perjalanan mudik tidak dapat beristirahat dengan baik. Mereka yang membawa kendaraan pribadi untuk mudik pun mengalami kemacetan lalu lintas yang panjang dan melelahkan. Kondisi ini akan menyebabkan daya tahan tubuh menurun. Karena daya tahan tubuh menurun, maka rentan terkena infeksi seperti di saluran nafas (ISPA) dan/atau di saluran cerna (diare).

b) Kambuhnya penyakit kronik

Berbagai penyakit kronik cenderung akan mengalami kekambuhan setelah lebaran. Selama saling bersilaturahmi, biasanya komsumsi berbagai jenis makanan dan minuman akan meningkat baik dalam hal jumlah maupun jenis makanannya. Umumnya makanan tersebut berlemak, manis dan asin. Berbagai minuman kaleng bersoda dan bergula tinggi juga sering dikonsumsi orang selama lebaran. Tentunya makanan-minuman ini dapat menyebabkan kekambuhan pada orang yang berpenyakit kronik seperti diabetes. Penderita penyakit darah tinggi pun menjadi tidak terkontrol tekanan darahnya. Begitu juga pada penderita hiperkolesterol (kolesterol tinggi) atau penderita yang hiperurisemia (tinggi asam uratnya). Pasien yang sudah gemuk (obesitas) dan saat berpuasa sudah mengalami penurunan berat badan, maka sehabis lebaran cenderung berat badannya kembali seperti semula. Jika penderita obesitas makannya tidak terkontrol selama lebaran, berat badannya bahkan bisa bertambah.

c) Pola makan yang salah dan berlebihan

Sesudah lebaran, seringkali pasar belum buka sepenuhnya dan para asisten rumah tangga juga belum pulang dari kampungnya. Hal ini membuat makan keluar rumah menjadi pilihan kebanyakan orang. Padahal kita tahu bahwa makanan diluar rumah biasanya gurih, asin atau manis dan mengandung lemak tinggi. “Makanan Cepat Saji” menjadi pilihan alternatif, belum lagi jika disertai dengan minum bersoda, yang jelas kurang baik untuk pencernaan.

Pada saat lebaran juga sering terjadi stres psikis, khususnya pada keluarga yang tinggal di kota besar akibat perjalanan yang melelahkan, kurang tidur saat mempersiapkan perayaan lebaran, pekerjaan rumah tangga yang harus dikerjakan sendiri selama beberapa waktu karena ditinggal pembantu yang mudik serta keengganan untuk mulai bekerja kembali secara rutin. Akibat sres psikis ini bisa merubah mood seseorang sehingga ia bisa menjadi cepat tersinggung, marah-marah, dan sebagainya. Kelelahan dan kurang tidur dapat menyebabkan peningkatan kelalaian seseorang sehingga bisa terjadi kecelakaaan lalu-lintas saat perjalanan kembali ke kota setelah mudik.

Antisipasi

Penyakit pasca lebaran sebenarnya dapat diantisipasi. Kita harus ingat bahwa rangkaian lebaran dengan berbagai aktifitas, dapat membawa dampak yang kurang baik bagi kesehatan. Begitu juga proses mudik dan balik yang merupakan rangkaian perjalanan yang melelahkan.

Beberapa hal yang perlu dilakukan ialah:
1) Istirahat cukup dan usahakan mencari waktu beristirahat minimal 1 hari sebelum kembali ke pekerjaan rutin.
2) Tetap menjaga diri dalam hal makan, jangan makan yang terlalu asin atau terlalu manis. Kurangi minuman yang dingin dan makanan goreng-gorengan.
3) Ingatlah untuk membawa dan meminum obat secara teratur bagi para penderita penyakit kronis.

Jadi kata kunci untuk menghindari penyakit pasca lebaran ialah: Disiplin dan Pengendalian diri, agar kita terhindar dari “Penyakit Pasca Lebaran”

Semoga bermanfaat bagi kita semua.

You may also like

Leave a comment