Perdarahan perimenopause dan perdarahan setelah menopause

Apa itu menopause dan perimenopause ?

Menopause didefinisikan sebagai tidak adanya menstruasi selama 1 tahun. Usia menginjak menopause biasanya terjadi pada usia 51 tahun, dengan rentang normalnya dari 45 tahun sampai 55 tahun. Tahun-tahun menjelang menopause disebut perimenopause, yang berarti “sekitar menopause”. Fase ini bisa berlangsung hingga 10 tahun. Selama perimenopause, pergeseran kadar hormon dapat mempengaruhi ovulasi dan menyebabkan perubahan pada siklus menstruasi.

Apa sajakah perubahan umum yang terjadi dalam siklus haid selama perimenopause?

Selama siklus menstruasi normal, kadar hormon estrogen dan progesteron meningkat dan menurun dalam pola yang teratur. Ovulasi terjadi di tengah siklus, dan menstruasi terjadi sekitar 2 minggu kemudian.

Selama perimenopause, kadar hormon mungkin tidak mengikuti pola teratur ini. Akibatnya, Anda mungkin mengalami pendarahan tidak teratur atau bercak. Dalam beberapa bulan, mungkin masa menstruasi Anda menjadi lebih panjang dan lebih berat. Bisa terjadi juga bulan lainnya, mungkin lebih pendek dan lebih ringan. Jumlah hari antara siklus dapat lebih panjang atau pendek. Mungkin juga mulai tidak mengalami beberapa siklus menstruasi.

Bagaimana saya bisa tahu jika perdarahan tidak normal?

Perdarahan setelah menopause adalah tidak normal dan harus dikonsultasikan ke dokter. Meskipun siklus menstruasi menjadi tidak teratur selama perimenopause, Anda tetap harus waspada terhadap pendarahan yang tidak normal, yang dapat menandakan masalah yang tidak terkait dengan perimenopause.

Berikut perubahan kondisi siklus bulanan yang perlu Anda waspadai:

  • Perdarahan yang sangat berat
  • Pendarahan yang berlangsung lebih lama dari biasanya
  • Perdarahan yang terjadi lebih sering, kurang dari 3 minggu
  • Perdarahan yang terjadi setelah berhubungan seks atau antar periode

Apa penyebab umum perdarahan abnormal ?

  • Biasanya merupakan pertumbuhan non-kanker yang berkembang dari jaringan yang mirip dengan endometrium yaitu jaringan yang melapisi bagian dalam rahim. Masa non-kankerĀ ini menempel pada dinding rahim atau berkembang di permukaan endometrium yang dapat menyebabkan pendarahan yang tidak teratur atau berat. Polip juga bisa tumbuh di permukaan serviks atau di dalam saluran serviks yang dapat menyebabkan perdarahan setelah berhubungan seks.
  • Atrofi endometrium. Setelah menopause, endometrium bisa menjadi terlalu tipis akibat kadar estrogen yang rendah. Kondisi ini disebut atrofi endometrium. Saat lapisan menipis, Anda mungkin mengalami pendarahan yang tidak normal.
  • Hiperplasia endometrium, dalam kondisi ini, lapisan rahim menebal. Hal ini dapat menyebabkan perdarahan tidak teratur atau berat. Hiperplasia endometrium paling sering disebabkan oleh estrogen berlebih tanpa cukup progesteron. Dalam beberapa kasus, sel-sel dari lapisan menjadi abnormal. Kondisi ini, disebut hiperplasia atipikal, bisa menyebabkan kanker rahim. Bila hiperplasia endometrium didiagnosis dan diobati dini, kanker endometrium seringkali dapat dicegah. Pendarahan adalah tanda paling umum dari kanker endometrium pada wanita setelah menopause.
  • Hiperplasia endometrium, dalam kondisi ini, lapisan rahim menebal. Hal ini dapat menyebabkan perdarahan tidak teratur atau berat. Hiperplasia endometrium paling sering disebabkan oleh estrogen berlebih tanpa cukup progesteron. Dalam beberapa kasus, sel-sel dari lapisan menjadi abnormal. Kondisi ini disebut hiperplasia atipikal, bisa menyebabkan kanker rahim. Bila hiperplasia endometrium didiagnosis dan diobati dini, kanker endometrium seringkali dapat dicegah. Perdarahan adalah tanda paling umum dari kanker endometrium pada wanita setelah menopause.

Bagaimana perdarahan abnormal didiagnosis ?

Yang kami lakukan untuk mendiagnosis penyebab perdarahan perimenopause abnormal atau pendarahan setelah menopause yaitu:

  • Kami akan mempelajari riwayat kesehatan pribadi Anda dan keluarga Anda.
  • Kami melakukan pemeriksaaan fisik, termasuk di dalamnya pemeriksaaan panggul, dan mungkin juga diikuti dengan rujukan ke spesialis untuk pemeriksaan diagnostik yang lebih baik dalam mengidentifikasi penyebab seperti:
    • Pemeriksaan ultrasonografi (USG) vagina
    • Biosi lapisan endometrium
    • Histeroskopi yang memungkinkan dokter untuk melihat ke dalam rahim Anda dan mengambil sampel jaringan kecil untuk diperiksa dengan menggunakan instrumen mirip teleskop halus yang disebut histeroskop

Perawatan apa yang tersedia untuk perdarahan yang tidak normal ?

Pengobatan untuk perdarahan perimenopausal abnormal atau perdarahan setelah menopause tergantung pada penyebabnya.

Jika ada pertumbuhan seperti polip yang menyebabkan pendarahan, kemungkinan operasi pengangkatan polip diperlukan untuk menghentikan perdarahan. Atrofi endometrium dapat diobati dengan obat-obatan. Hiperplasia endometrium dapat diobati dengan terapi progestin, yang menyebabkan endometrium meluruh. Daerah endometrium yang tebal dapat diangkat dengan menggunakan histeroskopi atau kuretase.

Wanita dengan hiperplasia endometrium berisiko tinggi mengalami kanker endometrium. Mereka membutuhkan biopsi endometrium regular untuk memastikan bahwa hiperplasia terobati dan tidak kembali. Kanker endometrium pada kebanyakan kasus diobati dengan operasi, yaitu biasanya histerektomi dengan pengangkatan kelenjar getah bening di dekatnya.

Penting Anda mendiskusikan dengan dokter untuk memahami dan menentukan pilihan tindakan pengobatan yang paling sesuai untuk Anda.

Penting bagi Anda untuk berdiskusi dengan dokter agar memahami dan menentukan pilihan tindakan pengobatan yang paling sesuai untuk Anda.

 

ReferensiĀ 

www.acog.org

wwwn.nhs.uk

You may also like

Leave a comment