Aku mau nanya tentang hasil test HIV

Answered

dr. Gina aku mau nanya tentang hasil test HIV. Saya telah menjalani 3 kali tes anti HIV. Tes pertama dilakukan pada minggu ke 12 (90 hari) setelah perilaku beresiko hasilnya Non reactivee dgn metode rapid test, test kedua pada minggu ke 13 (94 hari) hasilnya Non reactiveif dgn metode rapid test. Dan tes yang kedua 14 minggu (98 hri) dgn metode CMIA hasilnya non reactive. Apakah ini sudah cukup membuktikan bahwa saya tidak terinfeksi HIV? Mengingat saya tdk melakukan lagi kegiatan beresiko. Tolong pencerahannya, karena sy stress berat dengan keadaan ini. NB: pasangan beresiko saya juga telah menjalani rapid tes 2 bulan yang lalu dengan hasil non reactive. terima kasi bnyak sukses slalu buat angsa merah… Bams

1 answer

Dear Bams, Keputusan Anda untuk melakukan tes HIV setelah adanya paparan merupakan langkah yang bijaksana. Infeksi HIV memiliki masa jendela 3 bulan, artinya dari waktu paparan hingga terdeteksinya virus HIV dalam darah seseorang bisa makan waktu sampai dengan 3 bulan. Bila tes dilakukan 3 bulan setelah terpapar risiko, maka hasilnya dianggap valid. Hasil tes Bams yang telah dilakukan 3 bulan setelah paparan menunjukkan hasil non reaktif, yang berarti saat ini Anda tidak terinfeksi HIV. Selanjutnya, penting sekali untuk menjaga diri dengan melakukan gaya hidup sehat dan menghindari perilaku berisiko agar tidaktertular virus HIV. Semoga jawaban ini dapat memberikan Bams pencerahan. Salam sehat.

#1
  1. Anonymous March 7, 2015
    Dear dr. Gina. Terima kasih bnyak atas pencerahannya. Dok saya telah menjalani kembali test anti HIV pada bulan ke 4 setelah paparan hasilnya juga Negative dgn metode rapid test. Dok apakah hasilnya bisa berubah setelah 6 bulan atau satu tahun kemudian, selama saya tidak melakukan lagi perilaku beresiko? Karena ada beberapa artikel di internet yang mengatakan waktu jendela HIV itu bisa sampai satu tahun. Dok, saya mohon sekali lgi pencerahannya... ini menjadi pelajaran yang sangat berarti dalam hidup saya dan saya akan berterima kasih sekali kepada dokter karena telah menumbuhkan semangat hidup saya lagi..
  2. Dear Bams, umumnya hasil pemeriksaan selewat bulan ketiga sudah valid, sehingga tidak diperlukan tes ulang. Hal ini berlaku dengan catatan bahwa setelahnya kita tidak lagi terpapar dengan faktor risiko infeksi HIV. Pun bila Bams tetap ingin melakukan tes kembali, maka hal itu dapat dilakukan di bulan ke-6. Yang terpenting dalam pencegahan infeksi HIV adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat, termasuk perilakunya.
  3. Anonymous April 6, 2015
    Dear dr. Gina. Oh iya dok, sy akan test lgi di 6 bulan (24 minggu). Dok, klo hasilnya non reactive brarti saya sudah dapat dipastikan 10000000% aman ya selama tidak melakukan perilaku beresiko lagi? MOHON pencerahannya lagi dok karena sebentar lagi inshaAllah saya akan menikah.
  4. Dear Bams, hasil pemeriksaan di bulan ke-6 bersifat valid karena sudah melewati periode jendela, sehingga dapat Bams jadikan pegangan untuk mengambil tindakan selanjutnya. Upayakan agar kita senantiasa bergaya hidup sehat dan menghindar dari paparan faktor risiko HIV. Selamat menempuh hidup baru Bams.
  5. Anonymous April 14, 2015
    Dear dr. Gina. Terima kasih bnyak atas penjelasannya selama ini. InshaAllah Allah juga akan memudahkan segala urusan dokter. Sukses slalu buat angsa merah.
  6. Anonymous September 27, 2015
    Halo dok.. Mau nanya gimna jika kita tdak pernah melakukan perilaku beresiko namun ketika di test dan pada hasil Rapid test menjukkan positif HIV-1..? Terimakasih
  7. Halo, terima kasih untuk pertanyaannya. Rapid test adalah suatu metode tes yang dilakukan secara cepat untuk mendeteksi infeksi HIV. Pilihan alat untuk melakukannya pun ada bermacam-macam. Metode tes ini dapat digunakan untuk skrining maupun diagnosis infeksi HIV. Di Klinik Angsamerah, hasil reaktif dinyatakan apabila telah melalui rapid test dengan 3 alat yang berlainan. Hal ini untuk memastikan bahwa bacaan tersebut benar-benar sahih. Infeksi HIV bisa terjadi bila ada kontak cairan tubuh dengan yang mengandung virus HIV. Selain melalui hubungan seksual, virus HIV juga bisa menular melalui pertukaran jarum (tato, tindik, suntik), transfusi darah, atau penularan dari ibu ke bayi. Semua hal ini adalah faktor risiko penularan HIV. Hasil tes HIV yang positif perlu dikonfirmasi dengan riwayat pertukaran cairan tubuh sebelumnya. adanya riwayat mendapat tindakan medis (operasi kecil maupun besar) juga bisa saja menjadi sumber penularan HIV bila alat yang digunakan terkontaminasi virus.Semoga jawaban ini bisa membantu Anda. Salam sehat.
  8. Anonymous September 29, 2015
    makasih dok informasinya. tapi selama ini saya belum pernah dilakukan tindakan medis operasi sama sekali dan mendapat donor darah, dan saat melakukan rapid test kebetulan karena ingin melakukan donor darah untuk pertama kalinya, saya juga tidak memiliki tato dan terakhir di suntik ketika masih SD sekitar 14 tahun lalu. Apakah mungkin hasil dari rapid test menunjukan reactive walaupun tidak melakukan tindakan beresiko yg dokter sebutkan..? dan bagaimana mengenai adanya hasil 'reactive palsu'..? Serta apakah rapid test dapat mengalami kesalahan dalam mendeteksi antibodi yg mirip terhadap antibodi hiv ? terima kasih dok..
    1. Metode rapid test ditujukan untuk melakukan skrining (uji penyaringan) dalam rangka deteksi awal infeksi HIV. Di Angsamerah, bila pada pemeriksaan rapid tes yang pertama menunjukkan hasil reaktif, maka perlu dikonfirmasi lagi sesuai dengan algoritma deteksi HIV. Bila hasilnya pun reaktif, barulah diagnosis infeksi HIV ditegakkan. Setelah itu pun pasien masih akan diminta melakukan sejumlah tes lain untuk mendukung diagnosis HIV. Bila hasilnya dirasa meragukan, maka petugas kesehatan di Angsamerah akan meminta dilakukan tes lain untuk melihat adanya infeksi HIV dalam tubuh seseorang. Reaktif palsu atau dalam bahasa medis disebut sebagai hasil tes positif palsu bisa saja didapatkan pada pengecekan dengan satu alat rapid tes, oleh karena itu diperlukan tes dengan alat lain untuk mengonfirmasi hasilnya. Hal yang bisa menyebabkan hasil positif palsu misalnya kesalahan pembacaan, kualitas alat tes yang kurang baik, atau adanya reaksi kontaminasi pada sampel darah yang digunakan. Bila Anda ragu dengan hasil tes Anda, sebaiknya segera datang ke dokter untuk berkonsultasi dan bila perlu melakukan tes HIV ulang. Semoga jawaban ini dapat meringankan pikiran ANda. Salam sehat.
  9. Anonymous March 22, 2016
    Kalo hasil tes pas hari ke 90 bisa kita katakan valid dok?? Mohon penjelasan nya dok.
  10. Anonymous April 30, 2016
    Tes hiv di minggu ke 12 yaitu 84 hari setelah terpajan apakah akurat dok?
  11. Anonymous May 24, 2016
    Dok apa orang yang terinfeksi virus HIV tidak bisa di sembilan dengan tuntas di darah dalam tubuhnya.. ??
  12. Keabsahan suatu tes HIV disepakati secara umum menggunakan batasan waktu. Durasi 3 bulan merupakan periode jendela berdasarkan hasil pengamatan klinis pada kasus HIV yang ditemukan.Penjelasan lengkap mengenai tes HIV, durasi, dan perjalanan penyakitnya dapat dibaca di tautan berikut:http://blog.angsamerah.com/berisikokah-aku-tertular-hiv/
  13. Anonymous August 6, 2016
    Dok gina sya mau bertanya ...Awalnya sy d fonis doktr terkena hpv dan d tes hiv jg hasil ny d jelas ny negatif dan d suruh tes kembali 3 bulan kemudian 3 hari kemudian sy pergi k rs utk oprasi hpv dok jg memeriksa yes hiv dn hasil ny reaktif,dan sebylan kemudian tes hiv non reaktif, sy sangat bingung dgn hasil tes ini dok...Tolong jelaskan ya dok
  14. Dear,mengenai hasil tes HIV yang demikian disebut sebagai inkonklusif, artinya belum dapat diambil kesimpulan mengenai status infeksi HIVnya. Ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi hasil tes HIV misalnya kehamilan, baru saja mendapat transfusi darah, mengalami infeksi virus lainnya di antara masa pengetesan, atau bahkan penyebab lain yang tidak diketahui secara pasti. Anda mungkin membutuhkan tes lainnya untuk memastikan status HIV Anda.Lebih baik bila Anda berkonsultasi langsung dengan dokter, sehingga dapat diambil keputusan yang menenangkan Anda. Bila Anda berada di Jakarta, silakan hubungi kami di Klinik Yayasan AngsamerahJl. Panglima Polim Raya 6Blok A, Kebayoran BaruJakarta Selatan 12140+62 21 724 7676+62 812 9056 4940 (sms, wa, line)untuk membuat janji temu dan menuntaskan ketidaknyamanan Anda.Salam sehat
  15. Anonymous October 29, 2016
    Dok..saya pernh melakukan tindakan berisiko dengan seorang wanita yg baru saya kenal. Tapi saya menggunakan pengaman(maaf). Saya tes hiv pada minggu ke 4, ke 8, dan ke 12(84 hari) apa tes perlu saya ulang dok..
  16. Dear,inisiatif untuk melakukan tes HIV merupakan langkah yang bijak bila kita melakukan perilaku berisiko. Tes HIV disarankan dilakukan setelah melewati periode jendela yakni 3 bulan setelah waktu paparan. Oleh karena itu, bila Anda sudah melakukan tes di minggu ke-12 (sama dengan bulan ke-3) dan hasilnya non reaktif, maka hasilnya dianggap valid.Tes HIV tidak perlu diulang kecuali bila kita kembali terpapar setelah melakukan tindakan berisiko. Salam sehat.
  17. Anonymous October 29, 2016
    Iya dok hasilnya non reaktif dari ketiga tes tersbut..brarti saya bebas hiv ya dok...terimakasih atas penjelasannya dok..sukses selalu
  18. Anonymous January 22, 2017
    dok saya mu tanya saya cb periksa dlm satu tahun ini berat badan turun sampai 10kg dan sering bab cair , stlh mnm obat diare bab kembali normal pas saya periks ke puskesmas dites hiv dan hasilnya reaktif , itu bagaiman ya dok ?
  19. Anonymous February 15, 2017
    Dok saya hubungan beresiko terakhir tanggal 31 oktober dan saya test di januari 6 2017 dengan waktu 99 hari 15 minggu menggunakan rapidtest 2 reagen dua dua non reaktif saya lakukan di rumah sakit yang ada vct.apakah hasil saya sudah akurat tidak terinfeksi hiv 100 persen??
  20. Dear,untuk hasil pemeriksaan HIV reaktif maka perlu dilanjutkan dengan pengobatan anti retroviral (ARV). Sebelum memulai pengobatan, hendaknya dilakukan pemeriksaan fisik dan laboratorium (tes darah lengkap) di fasilitas kesehatan yang memiliki layanan HIV. Anda bisa berobat ke puskesmas, RSU, atau ke klinik swasta yang menyediakan layanan HIV seperti di Angsamerah. Pengobatan ARV sebaiknya dilakukan segera untuk menjaga kondisi tubuh Anda tetap baik.
  21. Tes HIV yang sudah dilakukan melewati masa jendela (12 minggu setelah paparan) dianggap sahih. Bila hasilnya non reaktif maka Anda dianggap bebas dari infeksi HIV. Lakukan pemeriksaan secara berkala (tiap 3 bulan) bila Anda memiliki risiko tingi tertular HIV.
  22. Anonymous April 3, 2017
    Dok saya mau bertanya tanggal 16 desember 2016 melalukan perilaku beresiko menggunakan pengaman (kondom) dan penetrasi kurang lebih 1-2 menit tapi saya tidak klimax dok. Nah setelah itu saya tes hiv 5 hari setelah perilaku hasilnya non reaktif dok, terus saya tes lagi 80 hari setelah perilaku beresiko hasilnya non reaktiv lagi, dan saya lakukan tes lagi pada 94 hari setelah perilaku beresiko hasilnya non reaktif juga dok dan semuanya dengan menggunakan rapid tes dok, pertanyaannya apakah sudah sahih dok kalo saya ini bersih dan tidak terjangkit hiv dok, mohon penjelasannya dok
  23. Perilaku berisiko tertular HIV adalah melakukan hubungan seksual tanpa menggunakan pengaman dengan pasangan yang berganti-ganti. Upaya Anda menggunakan kondom saat berhubungan merupakan usaha untuk mengurangi risiko penularan HIV. Tes HIV yang dilakukan melampaui 90 hari (3 bulan) pun dapat dianggap sahih karena sudah melewati periode jendela. Semoga keterangan ini membantu Anda. Salam Sehat.
  24. Anonymous April 28, 2017
    Dok mau tanya... Apakah 3 bulan setelah pajanan adalah waktu yang akurat untuk melakukan tes HIV dok?.. mohon jawabanya...
    1. Tes HIV yang dilakukan setelah 3 bulan pasca paparan (melewati masa jendela), hasilnya dianggap sahih. Seseorang yang merasa berisiko tertular HIV sebaiknya melakukan tes setelah melewati masa jendela tersebut.
  25. Anonymous May 1, 2017
    Maaf dok, istri saya tes non reaktif rapid test 7 dan 14 minggu pasca hubungan dgn pria lain (maaf tanpa ejakulasi), lalu saya tes rapid negatif 6 dan 10 minggj pasca paparan terakhir dengan istri saya dok, namun saya merasakan banyak gejala sakit HIV dok, menurut dokter apakah karena sumber saya negatif seperti itu berarti sakit saya bukan HIV dok? Apalagi saya sudah negatif juga tesnya, terimakasih. Awan
  26. Orang yang melakukan tes HIV setelah masa jendela, maka hasilnya adalah sahih. Dalam hal ini, istri yang mengecek status HIV >3 bulan setelah hubungan dengan orang lain dan hasilnya negatif, maka ia tak memiliki virus HIV dalam tubuhnya. Karena itu, Anda tak mungkin tertular dari istri, kecuali bila Anda punya faktor risiko lainnya (menggunakan jarum suntik tak steril, berhubungan seksual dengan orang lain, dll). Bila Anda mengalami gejala fisik, silakan periksakan diri Anda ke dokter untuk diketahui penyebabnya.
  27. Anonymous May 3, 2017
    Tanya dok:Saya mulai tes hiv setelah tiga bulan beeresiko .tetapi hasil tesnya negatif...apakah saya perlu tes lagi?
  28. Anonymous May 4, 2017
    dok. saya mama nanya. ibu kandung saya sakit hiv. dan kami di tes negatif. tp kami menjaga ibu kami yg sakit. sampai ia meninggal. pa kah kami anak anaknya yg menjaga ibu kami. kami beresiko juga kena sakit dari ibu kami
  29. Anonymous May 4, 2017
    apa penyakit hiv itu sangat2 menular dok?.ibu kami sakit hiv. dan kami harus merawat nya. apa kami yg merawat ibu kami yg sakit juga beresiko sakit hiv juga dok. dan setelah ibu kami meninggal 2 bulannya kami tes hasilnya negatif. tp saya dan adik2 saya takut tes vct yg ke tiga bulan. apa org yg sakit hiv seperti ibu saya tidak boleh dirawat dan di jaga anaknya. dan kenapa kami anaknya yg harus mendapat kenyataan pahit ini
  30. Anonymous May 8, 2017
    Salam dokter, begini dok saya pernah melakukan perilaku beresiko dengan tetap menggunakan pengaman pada tgl 8 Februari 2017. Tgl 5 Mei 2017 atau 86 hari kemudian dari peristiwa tsb saya ikut tes VCT di puskesmas dengan rapid test dan hasilnya non reaktif, apakah hasil tsb bisa dikatakan tidak terinfeksi HIV? Terima kasih dokter
  31. Anonymous May 8, 2017
    Dokter, 12 minggu itu terhitung 84 hari atau 90 hari? Dan 86 hari sudah lewat masa jendela atau belum?
  32. Tes HIV yang dilakukan tiga bulan setelah paparan risiko dianggap valid. Lakukan tes HIV secara berkala bila Anda memiliki faktor risiko yang berulang.
  33. Merawat orang dengan HIV positif tidak berisiko penularan, selama dilakukan dengan cara yang baik dan benar (menggunakan sarung tangan dan menghindari kontak dengan cairan darah dan kelamin). Bila sudah melakukan tes dan hasilnya negatif, tanpa disertai faktor risiko penularan HIV yang lain (hubungan seks yang tidak aman, tidak ada riwayat penggunaan jarum yangtak steril), maka Anda tidak memiliki risiko tertular HIV.Semoga jawaban ini membantu Anda.
  34. Masa jendela yang digunakan sebagai patokan adalah 3 bulan atau 12 minggu, bila dihitung dalam hari berarti 90 hari pasca paparan.
  35. Anonymous May 15, 2017
    Dok...yg benar itu windows period 84 hari atau 90 hari...apabila di test vct di rshs hari ke 87 hasil ny non reaktif apakah sudah valid...biasa nya metode yg ada di rshs menggunakan apa ya dok
  36. Anonymous May 15, 2017
    Dok...yg benar itu windows period 84 hari atau 90 hari...apabila di test vct di rshs hari ke 87 hasil ny non reaktif apakah sudah valid...biasa nya metode yg ada di rshs menggunakan apa ya dok
  37. Salam mas/mbak, perhitungan masa jendela 12 minggu bisa diartikan sebagai 84 hari. Jadi hasil test anda bisa diterima sebagai hasil akhir. Mengenai alat test silahkan anda tanyakan pada petugas yang memeriksa. Umumnya instansi kesehatan pemerintah menggunakan metode uji cepat atau rapid test dengan mengukur antibodi.
  38. Anonymous May 21, 2017
    Dok saya sudah tes hiv 2 kali5 bln setelah beresiko dan 8 bln stelah beresiko dan hasilnya non reaktifApakah sy perlu melakukan tes lagiDan apakah 1 taun kemudian 2 tahun kemudia baru akan trdeteksiJika sy tidak melakukan prilaku beresiko
  39. Salam mas/mbak, bila anda sudah melakukan test melewati masa jendela 12 minggu dari perilaku berisiko terakhir maka hasilnya dapat diterima sebagai hasil akhir. Jadi test tersebut sudah cukup.
  40. Anonymous June 3, 2017
    Asssalam
  41. Anonymous June 3, 2017
    Dok,saya mau nanya dok,saya merasa punya gejala HIV,bagian pusar gatal2 bentuknya bisul2 kecil merah dan berair,gatalnya minta ampun dan sangat perih,gajala timbul dan sembuhnya lama sampai setahun bgt dok,setelah sembuh muncul lagi dok,terus mulut dan ujung lidah saya gatal dan sedikit perih tpi sama skli bukan sariawan dok,muncul bersamaan dgn gatal2 di bagian pusar,dan saya gampang lelah dan lesu dok,di sertai nyeri sendi yg lama dok.tpi tahun 2016 kmrin saya tes HIv hasilx negatif dok,2 bulan kemarin saya jg tes tpi hasil negatif,mhon infox dok,saya bingung.
    1. Dear, untuk mengetahui secara pasti diagnosis dari gejala yang Anda alami, Anda perlu bertemu dokter untuk dilakukan pemeriksaan fisik dan mungkin beberapa pemeriksaan lab tambahan. Gejala seperti bisul yang gatal dan berair bisa disebabkan oleh infeksi bakteri pada kulit, atau reaksi alergi yang mengalami infeksi. Ada baiknya bila Anda memeriksakan ke dokter kulit untuk keluhan ini. Bila Anda merasa ada keluhan fisik lainnya, bisa jadi diperlukan pemeriksaan menyeluruh untuk mengetahui penyebabnya dan mendapat terapi yang sesuai. Semoga jawaban ini dapat membantu Anda.
  42. Anonymous July 11, 2017
    malam dr gina ,saya 3 bulan lalu ada tugas keluar kota dengan teman sekantor, dan tinggal di kamar hotel yg sama. pas di hotel teman saya mandi dan kemudian pergi keluar. 1 jam kemudian saya mandi dan tidak sengaja tissue basah ( tissue basah merk cusson, bukan tissue kering yg kena air maksudnya ) bekas dia pakai sekitar 2 -3 lembar tidak sengaja kena ke kepala penis saya , saya tidak tahu apakah ada cairan ejakulasi atau tidak . saya cium sih tidak ada bau cairan sperma ya.yang jadi pertanyaan saya, anggap saja di dalam tissue basah itu ada cairan sperma dia ( taruh saja dalam jumlah banyak ) setelah 1 jam kena kepala penis saya , apakah bisa menjadi media penyebaran hiv dok ? itu saja.diluar itu saya mempunyai pola hidup sehat dan tidak melalukan perilaku resiko.sekian terima kasih
  43. Salam mas, tissue tidak menjadi media penularan. Jadi anda tidak perlu kuatir. Namun jika anda ingin memastikannya silahkan melakukan tes.
  44. Anonymous July 13, 2017
    Slmat mlm dr.sy mau tanya dok sy sudah 3 kali tes dengan rafid tes 3 reagen semua pda bulan 1 bulan ke 3 dan bulan ke 6 setelah pajanan hasil nya non reactive semua tapi setiap tes tidak di lakukan tes konfirmasi apakah hasil nya masih tetap di nyatakan valid,mhon jawaban nya dok krna di tempat sy konselor nya seperti blm benar2 paham
  45. Salam mas/mbak, bila tes sudah dilakukan di bulan ke 6 paska pajanan maka hasilnya dapat diterima sebagai hasil akhir.
  46. Anonymous July 14, 2017
    Walau pun semua tes hanya memakai alat dan methode yg sama (rafid tes),mhon maaf dok sy aga ngeyel sy sedang berusaha meyakinkan diri sy dan berusaha membuang kegelisahan sy slama hampir 7 bulan krna dri pihak konselor ttp keukeuh masa jendela 12 bulan,sy mohon sudi kira nya dokter bisa menjawab pertanyaan sy krna ini sangat membantu
  47. Salam mas , metode rapid tes sama saja hasilnya akan menjadi kesimpulan akhir.
  48. Anonymous July 14, 2017
    Berarti jika sy tes di angsa merah dengan kronologis yg sy jelaskan dokter akan bilang sy bebas hiv? Trimakasih dok atas jawaban nya klo ke jakarta mudah2an sy bisa mampir ke angsa merah
  49. Salam mas, iya benar bila dilakukan sesuai cerita anda tersebut maka hasilnya dapat dipastikan anda saat ini tidak terinfeksi. Silahkan membuat janji temu terlebih dahulu sebelum datang untuk memastikan anda mendapat waktu di tempat sesuai keinginan anda.
  50. Anonymous August 19, 2017
    Asm.siang dok,saya mau tanya dok..saya pernah melakukan pajanan 8 bulan yang lalu,,tetapi sudah tes di rumah sakit hasilnya non reaktif...tapi tesnya cuman sekali di bulan ke 7...apakah sudah di katakan falid,,dan apakah saya harus tes lg dok...mohon jawabanya dok makasih
    1. Waalaikumsalam, Tes HIV yang dilakukan setelah bulan ke-3, dianggap sahih dan dinyatakan sebagai hasil akhir yang sah. Bila Anda memiliki risiko penularan dan melakukan tes HIV di bulan ke-7, maka hasilnya dianggap sah. Tes HIV tidak perlu dilakukan ulang bila tes sudah dilakukan melewati masa jendela. Salam sehat.
  51. Anonymous August 20, 2017
    Asm..slamat pagi salam sejahtera..suatu kehormatan bagi saya karna dokter sudah menjawab dan membalas pertanyaan saya...sehingga saya tidak gundah dan gulana.saya berdoa semoga dokter dilimpahkan rezeki..diberikan kesehatan oleh allah/tuhan yang maha esa aminn..kalo dokter tidak keberatan bisa memberikan nomor..kantor atau pun wa supaya saya disini bisa membagi ilmu dengan teman teman dan masarakat agar bermanfaat..saya ucapkan terimakasih..wasalam..salam sejahtera
  52. Anonymous August 21, 2017
    Asm..oh iya dok ada yang mau saya tanya dok,,saya rencana mau cabut gigi dan bersihkan karang gigi cuman saya takut terkena HIV dok,,,bagaimana menurut dokter tentang kehawatiran saya ini dok.saya takut dengan alat yang di masukan ke mulut saya tertular HIV dok...tolong balasanya terimakasih.
  53. Wa'alaikumsalam, salam sejahtera juga bagi anda. Terimakasih atas doanya bagi kami semua. Mengenai nomor telepon anda bisa lihat di bagian bawah blog bagian ini. Namun nomor tersebut digunakan oleh bagian administrasi untuk membuat janji. Bila anda ingin bertanya bisa melalui blog atau ke email yang tercantum.

    Mengenai peralatan yang digunakan oleh dokter gigi dalam melakukan tindakan adalah alat-alat yang sudah melalui proses sterilisasi, setiap pasien menggunakan 1 set alat yang sudah steril tersebut. Jadi anda tidak perlu kuatir mengenai proses penularan.
  54. Anonymous August 22, 2017
    Terikasih dokter dudah membalas lg konsultasi tasi saya...semoga amal mulia dokter dapat di beri yang setimpal oleh allah..aminn.terimakasih sudah membuat saya tidak resah dalam benak dan pikiran.salam sehat sukses buat angsamerah
  55. Anonymous September 4, 2017
    Dokter saya baru saja berhubungan intim dengan seseorang yg baru saya kenal ternyata kondomnya jebol. sehari setelahnya saya gelisah terkena hiv. Kapan waktu yg tepat bagi saya untuk tes hiv?
  56. Anonymous September 4, 2017
    Assalamualaikum.. Sya mau tanya dok.. Saya pnah tes HIV hasilnya positif.. Tp alatnya kadaluarsa (lewat 1 tahun).Esok harinya tes lagi hasilnya negatif dengan alat yg berbeda dan masih baru.. Apakah alat kadaluarsa bisa menunjukkan hasil tidak valid ? Tolong jawabannya dok.Trima kasih sbelumnya..
  57. Salam mas, untuk pemeriksaan HIV terbaik adalah ketika kemungkinan terpapar pertama kali untuk melihat status HIV anda dan 12 minggu setelah perilaku berisiko terakhir.

    Memang alat periksa yang kadaluwarsa sering memberikan gambaran yang tidak akurat. Sebaiknya anda memeriksakan diri dengan beberapa alat tes dan atau dengan beberapa metode yang berbeda untuk memastikan status HIV anda
  58. Anonymous September 22, 2017
    Selamat sore dok, saya mau bertanya. Bulan maret lalu saya terdiagnosa TBC dan hrus pngobatan 6bln, lalu d bln april saya d anjurkan cek hiv dan hasil reaktiv saya syock bgtt saat itu. Sampai hormon n bb saya turun drastis, saya gk dpt menstruasi 4bln. Dan d awal bln juli saya terkena herpes simplex sembuh sekitar 2mgg, lalu d awal sept saya cek ulang hiv ke lab yg kompeten hasilnya msh reaktiv dok. Tp dgn catatn saya hrus ngulang cek 12mgg atw lakukan western blot.Klo sudah kondisi spti ituu apkah sudh d pastikan saya positif HIV atw ad kmngkinan cek tersebut bisa negativ ?Lalu jika ingin mulai pengobatan di mulai drmana dok ?
  59. Salam mbak, bila 2 dari 3 metode test yang dilakukan memberi hasil reaktif maka memang anda terinfeksi HIV. Saran saya segera temui dokter di layanan HIV seperti di puskesmas, rumah sakit atau klinik Angsamerah untuk melakukan persiapan minum obat. Dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan seperti ada tidaknya infeksi oportunistik, keadaan umum anda. Setelah siap maka anda akan diberikan obat sesuai kondisi anda. Harapan hidup orang dengan HIV yang melakukan terapi ARV cukup tinggi.
  60. Anonymous September 28, 2017
    Apakah aman dan diperbolehkan bagi seorang dokter ODHA melakukan tindakan medis bedah minor bagi pasien di igd ataupun di tempat praktek, dengan viral load baik dan CD4 baik. Mphon pencerahannya krna kemungkinan profesi dokter dapat tertular akibat tindakan medis kita. Apakah ada undang undang kesehatan yg mengatur perlindungan bagi dokter ODHA untuk melakuakn tindakan medis bedah minor. Trims
  61. Salam mas/mbak, memang tidak ada peraturan tertulis mengenai hal ini. Bila CD4 anda baik dan viral load tidak terdeteksi bisa saja anda melakukan bedah minor terutama tindakan life saving.
  62. Anonymous October 2, 2017
    Tes hari ke 88 setelah tindakan beresiko apakah hasilnya sdh valid?Tes d rmh sakit pemerintah, dengan reagen sd bioline..
  63. Masa jendela untuk penularan HIV yang disepakati adalah 3 bulan, sehingga hasil tes HIV yang dianggap valid adalah yang dilakukan 3 bulan pasca paparan terhadap faktor risiko.Dalam menghitung risiko, dokter perlu memertimbangkan jenis faktor risiko dan hal-hal lainnya. Oleh karena itu, biasakanlah untuk melakukan VCT (voluntary counselling and testing) saat memeriksakan status HIV agar mendapatkan keterangan yang jelas mengenai kondisi kita.
  64. Anonymous October 8, 2017
    Pagi dok.. Sy mau tanya.sy baru saja terima hasil tes hiv non reactive dgn indeks 0,217. Artinya apa ya dok? Sy prnh melakukan perilaku beresiko sekitar setahun yg lalu.Terima kasih.
  65. Salam mas/mbak, yang perlu diperhatikan dari hasil berupa angka adalah nilai rujukan dari laboratorium tersebut. Bila nilainya di bawah nilai rujukan maka artinya negatif, bila di atas nilai tersebut maka artinya positif. Bila nilainya terdapat di rentang borderline atau perbatasan maka sebaiknya melakukan tes kembali.
  66. Anonymous October 13, 2017
    Pagi dok. Jika misalnya sama-sama ada sariawan atau mungkin ada luka di mulut, lalu berciuman frenc kiss, dengan cewek yang belum jelas statusnya, bagaimana kemungkinan terinfeksi HIV. Terima kasih.
  67. Anonymous October 13, 2017
    Pagi dok. Jika misalnya sama-sama ada sariawan atau mungkin ada luka di mulut, lalu berciuman frenc kiss, dengan cewek yang belum jelas statusnya, bagaimana kemungkinan terinfeksi HIV. Terima kasih.
  68. Penularan HIV tidak terjadi melalui pertukaran air liur, sehingga berciuman dengan mulut tertutup tidak berisiko menularkan HIV. Penularan HIV melalui french kiss bisa terjadi meski kasusnya sangat jarang (extremely rare case).
  69. Anonymous October 23, 2017
    dok saya mao tanya saya perna melakukan seks beresiko dengan cewek karaoke tanggal 12 agustus 2017 kena gonore siap itu seminggu tanggal 18 agustus 2017saya ada main sama cewek pabrik yanf status g jelas.. cuma aq pakai pengaman.sama cewwk pabrik itu.siap itu aaq berobat...kata dokter aq d sembuh.disuru test anti hivtanggal 12 september 2017 test anti hiv non reactivesiap itu tanggal 8 oktober 2017 test anti hiv non reactive.baru tanggal 14 oktober 2017 aku bawa cewek karaoke itu test anti hiv non reactive siap itu tanggal 21 oktober 2017 aku test anti hiv lagi non reactivekalaw cewek kedua yang pabrik gtw dimana skrng itu itungan ntr masa windows 3bulan atau 6bulan dokkalaw kata dokter aq sich katanya uda valid soalnya ud test sampai 2 bulansifilis test negatifherpes negatifhepatitis b dan c negatifurine normalgonore negatifjamur negatif itu yang sifilis sama jamur semua di test tanggal 08 oktober 2017 apakah di bulan november tanggal 18 aq arus ambil anti hiv lagi.dan ulang 3 bulan lagi.
  70. Anonymous October 25, 2017
    assalamu'alaykum, permisi dok saya mau nanya nih, saya terkena diagnosa gejala HIV tapi hasilnya non-reactiv seminggu lalu, awalnya sempet saya kecing darah sama BAB susah banget tapi pas di check ke puskesmas dan dikasih obat saya bisa BAB lancara sama gak kencing darah, yg ada keluarin cairan nanah aja di saluran kemih saya, di saluran kemih masih ngilu kok, apa artinya saya kemungkinan bisa sembuh dan bagaimana cara mencegahnya secara alami? thx.
  71. Anonymous October 27, 2017
    Salam dok saya mau tanya, setelah selesai nifas, ada cairan ijo yg keluar dr miss v semacam keputihan yg berwarna ijo, tp tidak berbau, juga setelah selesai hub badan dg suami ada darah yg keluar dr miss v kejadian ini berlanjut kira2 sampai 2 bulan, setelah itu ada pembengkakan kelenjar getah bening d leher bagian kiri sy, dg uk 2.5x3.4 cm. Apakah ini gejala saya terserang virus HIV? Mohon jawabannya dok... Terimakasii
  72. Salam mas dan mbak sekalian, saya akan menjawab pertanyaan anda sekaligus. Kencing nanah atau gonorrhea tidak sama dengan HIV. Begitu juga dengan infeksi menular lain tidak identik dengan HIV. Untuk menentukan apakah seseorang terinfeksi HIV atau tidak hanya dengan pemeriksaan darah. Hasil pemeriksaan dapat diterima sebagai hasil akhir apabila dilakukan setelah 12 minggu dari aktivitas seksual berisiko terakhir.

    Bila anda terkena infeksi menular seksual seperti gonorrhea, syphilis, atau yang lainnya tentu harus dilakukan pemeriksaan sehingga mendapatkan pengobatan yang tepat.
    Pencegahan untuk infeksi menular seksual adalah penggunaan kondom yang konsisten dan benar.
  73. Anonymous October 28, 2017
    dok sayanmao tanya 2 bulan setelah seks beresiko ada perna kena gejala gonore.siap itu da sembuhsiap itu 1 bulan test antihiv non reactive2bulan test anti hiv non reactivesiap itu pass 2 bulan donor darah darah aq diterima ksrena tidak ada hepatitis b dan c dan sifilis dan hiv rencan 3 bulan mao cek lagi aq.soalnya dolo pass kena gejala gonore ada kena jerawat punggung sama demam dan diare dan sariawan. mual dan mao muntah gtw kebanyakkan mikir makanya mao mualaq k profesor katanya q kebanyakan mikir katanya 2 bulan sebenarnya d valid. aq r3ncana 3 bulan 6 bulan ambil apakah jika non reative aq arus ambil lagi. apakah beberapa tahun virus nie masi ada.. aq ufa g perna melakukan seks bresiko lagi ud g mao mao nikah aq uda
  74. Anonymous November 3, 2017
    Dok saya mau tanya, berhubungan sex dengan psk menggunakan kondom (belum exp) tanpa melakukan oral atau anal, cuma vaginal aja yang di lakukan. Apakah bisa terkena virus HIV?
  75. Salam mas/mbak, bila pernah terkena gonore dan sudah melaukan pengobatan sebaiknya anda melakukan tes kembali apakah sudah sembuh sempurna atau belum. Penggunaan kondom memang menurunkan risiko penularan HIV selama tidak robek, tidak lepas saat aktivitas seksual.
  76. Anonymous November 10, 2017
    dok saya perna melakukan seks bresiko tanggal 20 agustus 2017 dan 12 sep 2017 non reactibe27 sep 2017 non reactivedan siap itu 16 oktober ke pmi dan di nat dan di mltd katanya darah q aman apakah nat memperpendek windows period dan katanya q bole donor lagidan siap itu cek sifilis herpes semua negatif di tanggal 11 oktober 2017dan 20 oktober 2017 aq ambil anti hiv non reactiveapakah ntr tanggal 14 november 2017 uda dinyatakan valid. soalnya uda memasukan 12 minggu tu apakah arus 20 november ambil tolong jawab dok
  77. Anonymous November 10, 2017
    Salam dokter gina.Saya mau cerita sedikit dulu.Bulan febuari saya berhubungan intim tanpa pengaman.Gak lama dari situ saya flu, cuma kapan tepatnya.Lalu bulan juni saya sakit tenggorokan dan susah menelan dan saya minum obat dan sembuh.Lalu bulan oktober saya sakit gatal2 seperti biduran.Sebelum saya sakit tenggorokan tersebut, saya sudah tes hiv di carlo, kira-kira bulan mei, dan hasilnya negative.Mereka meminta saya datang lagi di 3 bulan kemudian.Karena saya ingat pernah sakit tenggorokan di bulan juni, saya datang lagi dan tes di bulan agustus, dan hasilnya sama masih negative.Pertanyaan saya, Apakah saya sudah pasti tidak tertular HIV dari hasil tes yang sudah sampai kedua kali?Meskipun saya ada tanda-tanda sakit sama seperti penderita HIV?Terima kasih dok atas jawabannya.
  78. Untuk Anda yang berisiko di bulan Agustus, Anda telah melakukan tes HIV berulang kali dengan hasil non reaktif. Pertimbangannya adalah Anda melakukan tes dalam periode masa jendela. Untuk melakukan tes lagi, perlu juga dipertimbangkan seberapa besar risiko Anda tertular HIV. Bila Anda tahu pasangan seksual Anda negatif HIV nya, maka Anda bisa saja tidak melakukan tes HIV lagi. Bagaimanapun pemeriksaan HIV dilakukan berdasarkan pennilaian risiko, bila dokter Anda mnilai Anda tak memiliki risiko maka tes HIV tak perlu dilakukan berulang kali. Semoga jawaban ini dapat membantu Anda.
  79. Halo Anda yang berisiko di bulan Februari, hasil tes HIV dibaca sahih (sebagai hasil akhir) bila tes dilakukan setelah masa jendela, yakni lewat 3 bulan dari paparan.Gejala yang Anda alami memiliki banyak kemungkinan penyebab dan bisa saja tidak berhubungan satu sama lain. Baiknya Anda tetap menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan ke dokter bila mengalami sakit tertentu supaya bisa ditangani secara tepat. Semoga jawaban ini dapat meringankan Anda. Salam sehat.
  80. Anonymous November 12, 2017
    tanggal 20 agustus 2017 perna terkena gejala gonore.siap itu tanggal 12 sep 2017 ambil anti hiv non reactivedan tanggal 27 sep 2017 ambil anti hiv non reactivedan tanggal 11 oktober 2017 ambil sifilis negatifhepatitis b dan c negatifgonore negatifspora negatifjamur negaitfdan siap itu tanggal 16 oktober 2017 pergi donor darah dan di NAT dan masuk k ruangan MLTD dan siap itu di cek aman dan katanya bole donor darah lagi aman dari hiv sifilis dan hepatitisdan kata orang PMI kalaw masa windows period pun kalaw di cek alat NAT antigen bibi hiv jika ada sedikit saja ketahuan karena sensitif alat NAT soalnya darah tidak sembrngan soalnya darah yang di donor arus di cek dengan bagus dan alat canggihsiap itu tanggal 20 oktober 2017 pergi ke lab cek anti hiv dan non reactivesiap itu ntr tanggal 12 november 2017 mao pergi ambil darah anti hiv apakah bisa dikatakan valid atau sudah melewati masa jendelaapakah arus ulang 6 bulan lagi
  81. Anonymous November 12, 2017
    apakah melakukan seks beresiko tanggal 20 agustus 2017 perna kena gejala gonore dan tanggal 12 november 2017 ambil test darah anti hiv apakah bisa valid uda soalnya uda 84 hari...apakah uda dikatakan valid atau belom dok
  82. Anonymous November 12, 2017
    Halo dokter gina.Saya melakukan hubungan suami istri di akhir desember tahun lalu.Lalu beberapa hari kemudian atau semingguan kemudian saya mengalami flu, dan terdapat benjolan getah bening dibelakang leher.Namun berat badan saya tidak berkurang, melainkan bertambah 5 kg.Yang saya tanyakan, apabila itu gejala hiv, mungkinkah dok berat badan bertambah dalam satu tahun terakhir ini?Atau, tidak mungkin untuk penderita terinfeksi hiv tahap awal mengalami kenaikan berat badan?Semoga jawabannya tidak mungkin bertambah berat badan pasca awal terserang penyakit hiv, karna saya takut sekali untuk periksa. Terima kasih dok.
  83. Anonymous November 12, 2017
    dok saya perna terkena gejala gonore tanggal 20 agustus 2017 siap itu tanggal 12 sep 2017.ambil anti hiv non reativedan tanggal 27 sep 2017 ambil anti hiv non reactivedan siap itu tangh 16 donor darah dan darah aq aman diterima dan di nat uda..tanggal 20 oktober 2017 ambil anti hiv. non reactivedan 13 november 2017 ambil apakah uds valid soalnya 84 hari uda.
  84. Anonymous November 14, 2017
    Siang dok, saya mau nanya dok, dileher saya ini ada benjolan dok, saya sangat khawatir akan hal itu, namun sebelum timbul benjolan di leher saya sudah 2 kali tes HIV dan hasilnya non reaktif, saya tes HIV itu dengan Jarak sekitar 4 bulan dok. Tong pencerahan nya dok. Trm ksh.
  85. Salam mas/mbak, gonore dan HIV merupakan penyakit yang berbeda. Untuk pemeriksaan HIV bisa diambil hasil akhir bila dilakukan setelah hari ke 84 atau 12 minggu.

    Penderita HIV bisa mengalami kenaikan berat badan bila masih dalam stadium 1, atau belum ada infeksi oportunistik, belum ada wasting syndrome, dan kalori yang masuk juga berlebih. Namun bila sudah ada infeksi oportunistik, wasting syndrome, kalori yang masuk kurang maka berat badan akan turun. Anda tidak perlu kuatir, silahkan periksakan diri anda untuk mengetahui status HIV anda.

    Mengenai benjolan di leher, silahkan anda memeriksakan diri untuk mencari penyebabnya. HIV hanya salah satu penyebab, ada banyak penyebab lain yang dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening.
  86. Anonymous November 14, 2017
    Apa mungkin dok benjolan saya di leher ini dikarenakan saya terkena Rinitis, dan bagaimana dengan hasil tes saya yg 2 kali negatif, apa kah itu final dok? Soalnya saya terakhir melakukan seks beresiko itu kurang lebih satu tahun lalu dok, tp Bru sekarang ini saya melakukan tes, dan hasilnya semuanya negatif.
  87. Anonymous November 15, 2017
    Dok mau tnya, dl sy pernah berhubungan 4 thn yg lalu dg org yg selalu minum obat terus. Bilangnya sakit kanker. Krn ada teman sy yg kena hiv dikantor sy jd kepikiran. Tp sampai saat ini sy blm tes juga blm ada gejala2. Apakah jika sy tes skrng bs terlihat hasilnya? Krn anak yg sy lahirkan sering flu, sy bw ke dokter spesialis paru ktnya alergi dan kapan hari ada kelenjar getah bening di tenggorokannya. Lngkah awal Apa yg hrs sy lalukan. Terimakasih.
  88. Anonymous November 17, 2017
    Selamat siang dok.Dok saya mau tanya tentang pengobatan alternative sengat lebah yang ada di Sragen tersebut.Apakah dokter pernah mendengar ada pasien yang sembuh dari sana?Sebab banyak sekali pasien HIV yang datang dan sembuh, dan hasil labnya pun negative.Apakah itu mungkin dok?Karna saya dengar sampai sekarang belum ada obat untuk menyembuhkan hiv.ARV pun hanya menghambat pertumbuhan virus saja, tidak bisa mengobati hingga 100%.Terima kasih dok, mohon dijelaskan.
  89. Salam mas/mbak, setiap hasil yang dilakukan setelah masa jendela terpanjang dapat diterima sebagai hasil akhir.
    Mengenai kelenjar getah bening, tanyakan pada dokter anda yang akan memeriksa lebih lanjut.

    Langkah awal bagi mereka yang merasa berisiko adalah melakukan tes. Dari hasil tes tersebut akan dapat meningkat pada langkah selanjutnya. Tanpa tes tidak dapat diputuskan apapun. Jadi sebaiknya anda melakukan tes. Jika anak anda sudah berusia 2 tahun lebih maka dapat juga dilakukan tes.

    Selama saya menangani pasien HIV, saya belum pernah mendapatkan pasien yang membaik dengan pengobatan alternatif. Bahkan sering kali pasien yang sudah melakukan pengobatan alternatif justru memburuk keadaannya dan sulit untuk diterapi. Jadi sampai saat ini baru ARV saja yang dikonsumsi secara benar dan teratur dapat meningkatkan kualitas hidup ODHA.

Please login or Register to Submit Answer

You may also like