HIV Paranoid

Hello guys…
Mau sharing pengalaman soal paranoid hiv nih…
Tepat 2 minggu setelah melakukan tindakan beresiko (condomless sex activity), saya mengalami pembengkakan getah bening di ketiak kiri, berlanjut dengan sakit sendi & otot selama 5 hari! Setelah membaca ratusan artikel terkait gejala awal hiv, saya mengambil kesimpulan bahwa 90 % telah positif hiv! Down, stress, panik, marah muncul secara bersamaan!
Saya berpikir untuk langsung melakukan test hiv, tetapi setelah mempertimbangkan soal ‘window period’, maka saya memutuskan untuk menunggu sampai lewat 3 bln agar memberikan hasil yang cukup akurat sampai dengan 99,7 % (base on artikel2 yang saya baca).
3 bulan menunggu berasa 3 tahun, di satu sisi saya ingin segera melakukan test untuk mengetahui kepastian status hiv, disisi lain saya merasa tidak akan siap menerima hasil test, dgn stigma di masyarakat, perasaan akan kehilangan org yg disayangi tentunya terus terpikirkan!
Berbagai gejala hiv lain terus bermunculan sampai dengan minggu ke-8 pasca melakukan tindakan beresiko, diantaranya sariawan dtg dan pergi, sekali pernah muncul dlm jumlah bnyk, sakit kepala berhari-hari, batuk kering, demam selama bbrp hari,! Dgn kondisi sperti ini, maka 99 % saya meyakinkan diri sendiri kalau saya telah positif hiv!
Moment of Truth…!
Akhirnya setelah 3 bln merasakan paranoid hiv, awal bln November ini saya melakukan pengecekan di klinik angsa merah,, setelah pengambilan darah, saya diminta menunggu 30 menit untuk mengetahui hasilny! 30 menit yang berasa 300 tahun! Walaupun saya telah meyakinkan diri sendiri bahwa saya positif HIV dan test ini sekedar untuk mengkonfirmasi kepastian saja, dalam hati kecil tetap Saya berdo’a agar hasil didapat adalah NEGATIF!!! Thanks God ternyata hasilnya negatif!
Moral from the story is…
JANGAN mengandalkan gejala2 hiv untuk ambil kesimpulan status hiv! Jika kita termasuk org yg beresiko hiv dan telah melakukan perilaku berisiko maka “get tested” karena hanya test hiv yg dpt diandalkan until mengetahui status hiv kita!
Saya mengalami paranoid hiv, setiap hari ‘googling’ puluhan artikel setiap muncul sesuatu pada tubuh, walau itu cuma muncul bentol dikit, saya lngsung berpikir itu ada hubungannya dgn gejala hiv! 3 bln energi saya habis untuk memikirkan hal-hal tersebut…
Dokter di klinik menyatakan bahwa berbagai gejala dpt muncul karena terlalu paranoid! Jadi dr pengalaman ini saya juga belajar untuk selalu safe sex! Jgn lupa pake kondom guys! Don’t take a risk just for short fun! Be safe…
Terakhir, maaf telah curhat di kolom ini! 😅 Tapi saya harap ini dpt dijadikan pelajaran buat qta bersama…

Regards,
Anonymous

1 answer

Salam mas, terimakasih atas cerita anda.

#1

Please login or Register to Submit Answer

You may also like