Saya ingin melakukan VCT konseling pra dan pasca test, bisa dilakukan dimana ya?

Answered
Anonymous asked May 29, 2015

Halo Dokter, Izinkanlah saya curhat, Saya termasuk pria yang sering jajan seks tapi selalu menggunakan kondom. Namun sial pada tanggal 22 April 2015 kemarin, Saya melakukan perbuatan beresiko dengan PSK di salah satu spa, Saya memakai kondom tapi pada saat selesai saya baru sadar kondom nya bocor, Saya sangat stres setelah kejadian itu karna mandinya air dingin tengah malam saya langsung menggigil, dua hari setelah itu saya meriang tapi satu hari sudah sembuh Dua minggu setelah kejadian, saya didiagnosa sama dokter kelenjar ludah bengkak, saya tambah stres dan hampir ga bisa tidur, besoknya saya ke RS Dharmais tapi tidak menemukan poliklinik HIV dan layanan konseling, akhirnya saya dirujukan ketemu dokter langsung, konsultasi sama dokter, disuruh test CMIA HIV, dan hasil nya non reaktif, kata dokter tidak apa2, disarankan dokter utk test 6 bulan lagi, tapi saya bilang bisa stress berat deh nunggu selama itu, apakah bisa 3 bulan lagi, dia akhirnya mengiyakan boleh juga. Hasil tes CD4 saya dalam ambang normal tapi rendah sekitar 451, kata dokter ini mungkin karna kamu terlalu stres. Apa ini karena saya masih dalam infeksi kelenjar ludah bengkak?
Saya tidak bisa konsen bekerja, dan khawatir setiap saat, sampai kadang-kadang ga bisa tidur, akhirnya saya memutuskan untuk menghubungi perempuan tersebut utk test, Dia setuju untuk test pada tgl 13 May (3 minggu setelah kejadian) di lab swasta, test HIV Ag/Ab Combo – hasilnya non reaktif Sampai saat ini saya masih kepikiran apakah saya terkena infeksi HIV, tiap hari saya terbayang kekhawatiran ini, Minggu kelima, tepatnya saat ini saya terkena sakit gastritis perut mules, kembung tapi saya tidak diare. Saya mencoba meraba2 ketiak, kalau posisi tangan kebawah ga terasa, tapi ketika tangan lurus keatas saya meraba meraba, terasa ada benjolan tidak sakit tidak berpindah2, saya pikir komplit sudah ini gejala KGB bengkak dan ini adalah gejala HIV, kemudian saya konsultasi ke dokter internist sekalian untuk pengobatan mag, apakah ini pembesaran KGB, katanya ini bukan, ini timbunan lemak kamu ga apa2. Saya sudah melakukan test hiv dua kali : pada tgl 7 Februari 2015 di lab swasta (Tes HIV Ag/Ab combo) dan terakhir tanggal 6 May 2015 di RS Dharmais, kedua nya hasil non reaktif. Medical checkup awal Desember 2014 berat badan saya 79 Kg, saat ini 74 Kg, memang selama ini makan malam saya agak kurangin.
Maaf kalau email ini kepanjangan, pertanyaan nya saya adalah:
1. Saya ingin melakukan VCT konseling pra dan pasca test, bisa dilakukan dimana ya? Karna kalau test di lab swasta harus memakai KTP dan harus tanda tangan bahwa hasilnya akan dishare ke DepKes, saya takut kalau saya positif, orang lain bisa jadi tahu
2. Bagaimana anda menilai resiko saya terinfeksi HIV ? bagaimana akurasi test CMIA dua minggu setelah kejadian?
3. Apa perbedaan test CMIA dan test Ag/Ab Combo?
4. Apakah hasil tes 3 bulan sudah conclusive?
Saya mohon email ini dibalas, saya ingin sekali konseling dan melakukan test HIV tanggal 4 Juni nanti dan mengulang lagi test di tanggal 22 Juli. Tapi saya sangat takut sekali kalau hasilnya positif dan bagaimana hidup saya selanjutnya, bagaimana saya harus kasih tahu orang tua dan saudara saya? Saya benar2 menyesal dan tobat kepada Tuhan, kenapa selama ini saya sebodoh ini melakukan perbuatan beresiko, saya benar2 tidak berguna Terima Kasih Chandra

1 answer

Halo Chandra, menjawab pertanyaan Anda yang pertama, untuk melakukan VCT Anda dapat melakukannya di Angsamerah, baik yang di Menteng maupun di Panglima Polim. Alamat lengkapnya dapat Anda lihat di bagian bawah lama ini. Angsamerah mengutamakan kenyamanan dan privasi pasien dalam mendapatkan layanan kesehatan. Silakan hubungi +62 21 391 5189 atau +62 21 724 7676 untuk membuat janji temu.
Mengenai pertanyaan Anda yang kedua, risiko Anda terinfeksi HIV adalah melalui hubungan seksual. Risiko ini diperkecil dengan upaya menggunakan kondom dan Anda sudah dengan baik mengajak partner seks Anda untuk cek status HIV yang hasilnya negatif. Anda sendiri telah melakukan tes yang hasilnya negatif. Metode CMIA untuk mengetahui infeksi HIV sangat sensitif dan spesifik dalam 2-4 minggu pasca paparan. Tes CMIA adalah tes HIV combo yang melihat adanya antobodi terhadap HIV serta protein tertentu yang berasal dari virus HIV. Tes Ag/Ab combo adalah tes yang mendeteksi adanya antigen dan antibodi HIV.
Keduanya memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi untuk mengetahui infeksi HIV. Tes Ag/Ab Combo adalah jenis tes rapid yang biasa digunakan di klinik untuk mengetahui status HIV seseorang. Kesimpulan tes HIV dianggap sahih setelah melewati masa jendela (window period) yakni 3 bulan. Perjalanan infeksi virus HIV biasanya mulai dapat dideteksi setelah hari ke-sepuluh pasca paparan. Mulai minggu kedua seetelah paparan, protein tertentu dari virus HIV sudah dapat dideteksi dengan tes CMIA. Biasanya setelah hari kedua puluh sudah mulai terbentuk antibodi yang dapat dideteksi dengan metode tes rapid (Ag/Ab Combo).
Untuk mengatasi ketidaknyamanan yang Anda rasakan akhir-akhir ini, ada baiknya Anda berkunjung ke dokter dan menyampaikan keluhan Anda. Proses konseling bermanfaat untuk membantu klien dalam melihat situasi dirinya dan bersama-sama mencari solusi terbaik agar Anda kembali dapat merasa nyaman dalam beraktivitas. Semoga informasi ini bermanfaat dan dapat menenangkan Chandra. Silakan hubungi kami untuk konsultasi lebih lanjut. Salam.

#1
  1. Anonymous November 12, 2015
    Slamat pagi dok. Nama saya denny. Sy masih bingung dok dng kondisi saya yang saya rasakan saya merasakan ada seperti nyeri di antara kedua selangkangan paha tetapi gag ada benjolan cmn kalau ditekan suka sakit. Trus dilidah saya seperti ada bintik2 merah dan ada pembekakan gusi yg kalau saya bula mulut pun sakit sama sariawan. Saya sempat kuatir dan saya sudah ke prodia ambil sampel darah untuk cd4 serta cd8 dan buat tes hiv CMIA. Dan hasilnya * Cd4 Absolut : 844.00* Cd4 % : 37.32 %* Cd8 Absolut : 766* Cd8 % : 33.83-Rasio Cd4: Cd8 : 1.10. Status normal.Dan hasil CMIA nya adalah non Reaktif. Tapi saya masih takut karna sy pernah melakukan perbuatan yg sangat beresiko dan itu tampa menggungakan alat pengaman. Sementara sy suka BAB yg kadang selisih 2 hari diare sampai skrg. Cmn tdk ada pembengkakan dileher atau diketiak. Cmn batuk saya sampai skrg belum sembuh2. Sy pernah ronsen dan hasil radiologinya bahwa saya ada Bronchitis dengan kedua paru agag emphysematous. Sy pengen melakukan konseling tapi bingung didaerah saya sulawesi tengah atau palu itu seperti vakum. Sy pernah ke dokter ahli penyakit dalam tapi sy seperti gag puas. Kira-kira apa sy harus melakukan pemeriksaan di prodia untuk yg kedua kalinya sementara hasil dari sema itu baru saya lakukan bulan ini. Sy pernah baca untuk lebih baiknya melihat hasil dari jumlah Cd4 -Cd8 dan viraload. Mohon penjelasannya dok baiknya untuk mendapatkan hasil yg lebih baik sy harus bagaimana dng fasilitas lab didaerah saya yg ada cmn prodia.
    1. Selamat pagi Denny, Terima kasih telah berkenan berbagi informasi mengenai kondisi yang Denny rasakan kepada kami. Membaca apa yang Anda sampaikan, akan sangat baik bila Anda dapat datang bertemu langsung dengan dokter spesialis penyakit dalam yang menurut Anda paling nyaman untuk diajak berkonsultasi. Keluhan-keluhan seperti ini sangat pas bila ditangani oleh dokter ahli penyakit dalam. Sebelum Anda melakukan tes, usahakan untuk mendapatkan layanan konseling oleh konselor HIV. Layanan ini sepertinya tersedia di laboratorium seperti Prodia, dokter puskesmas, atau klinik HIV di rumah sakit umum. Tujuannya adalah untuk menilai faktor risiko Denny terhadap infeksi HIV serta menimbang seberapa besar kemungkinan Denny mendapat infeksi HIV. HIV memiliki masa jendela 3 bulan, sehingga penting mendapatkan informasi mengenai kapan terakhir kali aktivitas berisiko itu terjadi. Bila Denny melakukannya sudah lama, dan sudah dites dengan hasil negatif, maka hasil yang dimiliki sudah valid. Hasil pemeriksaan laboratorium yang dilakukan sebelumnya menunjukkan hasil yang baik, sehingga Denny bisa merasa tenang dengan hasil tersebut. Bila merasa perlu, Denny dapat berkonsultasi secara langsung dengan dokter yang dianggap nyaman. Semoga jawaban ini bisa membuat Denny merasa lebih tenang. Salam sehat.
  2. Anonymous January 21, 2016
    Slamat Malam dok...nama saya syahrul,saya pernah melakukan hubungan sex yang saya anggap beresiko,karena setelah 1 jam saya melakukan hubungan itu,seluruh kelamin saya gatal dan muncul benjolan sebesar jerawat pada kepala kemaluan saya n jumlahnya banyak...awalnya saya acuhkan karena saya menganggap jika itu hanya bakteri biasa,tp lama kelamaan,penyakit di kelamin saya tak kunjung sembuh n malahan saya merasakn gejalahnya mirip hiv seperti yg pernah saya baca,,,mulai dari flu ringan,ruam pada kulit,badan terasa pegal keseringan,lidah terasa gatal,kelenjar getah bening di telinga sering membengkak,,, saya melakukan prilaku beresiko itu pada awal bulan 2 n pada awal bulan 11 ,saya melakukan tess hiv di RSUD di bagian PVT n hasilnya Non Reaktif,,,apakah hasil tess hiv hasilnya sudah betul atau tdak?karena sampai saat ini saya masih was was...trima kasih
  3. Selamat pagi Syahrul,skrining untuk infeksi HIV akan dibaca valid setelah melewati masa periode jendela. Artinya, dalam waktu 3 bulan setelah paparan infeksi HIV, seseorang yang memiliki risiko tertular HIV bisa saja memiliki hasi tes non reaktif. Oleh karena itu, tes perlu diulang setelah masa jendela 3 bulan ini terlewati.Bila Syahrul memiliki risiko tertular di bulan 2 dan bulan 11, pertanyaannya kapankah Anda melakukan tes HIV? Untuk mengetahui status infeksi HIV Anda, maka tes perlu dilakukan tiga bulan setelah kejadian di bulan 11.Mengenai gejala yang Anda alami, ada banyak kemungkinan infeksi yang bisa memberikan gambaran gejala serupa dengan HIV. Alangkah baiknya jika Syahrul bertemu langsung dengan dokter dan berkonsultasi apabila gejala tersebut masih dirasakan hingga kini.Salam sehat
  4. Anonymous January 23, 2016
    Terakhir Saya melakukan hubungan sexs pada bulan 2 Dok kemudian saya melakukan tess Hiv Pada bulan 11 dan hasilnya non reaktiv,,,apakah Hasil tess tersebut masih bisa salah dok?karena sampai saat ini saya masih merasakan gejalah mirip hiv trima kasij
  5. Anonymous January 23, 2016
    Prilaku beresiko saya lakukan pada awal bulan 2 Tahun 2015 dan tess hiv pada bulan 11 Tahun 2015 Dan Hasilnya Non Reaktif...Prtanyaan saya,apakah hasilnya Masih bisa Salah Dok?
  6. Bila demikian, maka Syahrul telah melewati 3 bulan masa jendela untuk penularan HIV dan hasilnya dapat dianggap valid. Sembilan puluh delapan persen orang yang terinfeksi HIV dapat terdeteksi dalam 3 bulan, sehingga hasilnya dikatakan sahih. Tes HIV ulang dapat dilakukan bila Anda memiliki faktor risiko penularan yang baru.Demikian, semoga jawaban ini dapat membantu Anda.
  7. Anonymous February 12, 2016
    Selamat sore dok, saya ingin bertanya, waktu saya sedang memperbaiki infuse teman saya yg didiagnosa terena hiv, secara tidak sengaja saya kontak langsung dengan jari2 tangan tanpa handscoon, sialnya ada luka lecet bagian luar dekat kuku, apakah kemungkinan saya terkena hiv besar?terimkasih
  8. Alat infus memiliki pipa plastik yang panjang yang masuk ke dalam pembuluh darah, sehingga risikonya minimal untuk kontak langsung dengan darah.Penularan HIV terjadi melalui kontak langsung darah dan cairan kelamin. Percikan cairan tubuh sampai saat ini tidak terbukti menularkan HIV.Mudah-mudahan jawaban ini dapat membantu Anda.
  9. Anonymous February 13, 2016
    di tambah pertanyaannya, ketika saya coba menganti plester(mikrofor) yang berlumuran darah saya mengganti tanpa menggunakan handscoon pada jari yang terkena lecet seperti luka kutikula terlepas di samping kuku, apakah resikonya besar dok?
  10. Risikonya sangat kecil untuk terjadinya penularan.
  11. Anonymous February 20, 2016
    Apakah pernah ada kasus yang serupa bisa mengakitbakan hiv dok? Seingat saya waktu sedang menyentuh darah di daerah plester pada infus, luka lecet seperti kacipura itu tidak mengeluarkan darah lagi
  12. Sepengetahuan saya tidak ada.
  13. Anonymous February 21, 2016
    selamat sore dok, saya pernah memperbaiki infusan px terinfeksi hiv, saat itu plester yang berlumuran darah saya ganti dengan plester yang baru, tak sengaja saya melakukan kontak langsung pada plester tsb dengan menggunakan tangan tanpa handscoon dan ada sedikit luka lecet di jari seperti (luka kacapuri atau kutikula terlepas) tapi seinget saya luka sudah berhenti darah, menurut dokter bagaimana? saya sangat cemas dok takut menular
  14. Anonymous February 22, 2016
    Dok saya ingin tanya saya perna jajan sekali saya memakai pelindung dan saat ini saya demam tapi saya tidak keringat di malam hari dan saya tidak diare apakah saya beresiko ?
  15. Penggunaan kondom saat melakukan hubungan seksual berfungsi untuk melindungi diri sari kemungkinan penularan infeksi. Demam dapat disebabkan oleh berbagai hal, tidak harus dari hubungan seksual yang Anda lakukan. Sebaiknya Anda berkonsultasi langsung ke dokter untuk mengevaluasi demam yang Anda alami.
  16. Anonymous February 28, 2016
    Doc.Saya melakukan perbutan berisiko pada bulan 11 kini sudah seminggu melepasi 3 bulan...saya menjalani pemeriksaan combo hiv generasi ke 4..hasilnya non reaktif..adakah ia akurat?
  17. Anonymous February 28, 2016
    Dan adakah saya selamat untuk berkahwin?
  18. Hasil pemeriksaan setelah melalui window period 98-99% akurat untuk mendeteksi infeksi HIV. Bila hasil Anda non-reaktif, maka hasilnya dianggap valid. Anda saat ini dinyatakan tidak memiliki infeksi HIV.
  19. Anonymous March 7, 2016
    Dokter saya terpengsruh teman tanggal 15 februari dan akhirnya jajan tapi saya memakai kondom dan tanggal 25 feb saya vct dan hasiknya non reaktif apakah saya besar resikonya dok ? Mohon jawabannya ..
  20. Penggunaan kondom mengurangi kemungkinan seseorang untuk terpapar infeksi HIV. Apa yang Anda lakukan untuk mengetahui status HIV Anda merupakan upaya yang baik dalam menjaga kesehatan.
  21. Anonymous March 8, 2016
    saya melakukan penetrasi tidak sampai semenit dok dan tidak ada cairan vagina keluar
  22. Penetrasi kelamin yang menggunakan kondom dapat mengurangi kemungkinan terpapar HIV.
  23. Anonymous March 11, 2016
    Dok, sy pernah brhubungan beresiko krn jajan tanpa kondom pd awal desember 2015 lalu & senggama pakai kondom dgn seseorang pertengahan januari lalu. tgl 7 maret lalu saya tes vct dgn hitungan jarak waktu jendela pada hubngan beresiko yg pertama & hasilnya non reactive. namun saya masih resah krn sex yg terakhir hingga saat ini belum melewati masa jendela. punggung saya ada ruam sejak lama sebelum faktor resiko terjadi & saya memang punya alergi dingin & debu yang bisa membuat saya flu, 4hari trakhir ini saya sedang radang tenggorokan berdahak tp jarang batuk. mengingat hal yang saya alami, saya jadi sulit menebak gejala di tubuh saya. adakah saran dokter yang bisa mengurangi keresahan saya? Dan bisakah saya tes vct sebulan setelah tes vct pertama dengan dasar ukuran dari masa jendela pada hubungan sex terakhir?apakah tes vct akurat?saya sangat takut. Mohon jawabannya, terima kasih
  24. Untuk pertanyaan pertama mengenai cara mengurangi keresahan Anda adalah dengan menenangkan diri. Hasil skrining infeksi HIV Anda menunjukkan hasil negatif, yang berarti Anda tidak terinfeksi. Keluhan yang Anda rasakan bisa disebabkan oleh infeksi virus lain, misalnya influenza. Untuk mengatasi keluhan Anda, sebaiknya Anda datang dan memeriksakan diri ke dokter agar dapat diketahui secara pasti sakit yang Anda alami.Pertanyaan kedua tentang tes VCT, tindakan yang Anda lakukan di bulan Januari risikonya kecil untuk terjadi penularan HIV karena Anda menggunakan kondom. Bila Anda mau melakukan tes sebulan setelah tes pertama, hal itu dapat Anda lakukan, namun tidak disarankan.Pertanyaan ketiga mengenai keakuratan tes HIV; 98-99% infeksi HIV dapat dideteksi oleh alat skrining yang diujikan setelah melewati 3 bulan masa jendela. Jadi, alat tes skrining HIV akurat untuk mendeteksi virus HIV dalam tubuh seseorang.Demikian jawaban kami, semoga Anda dapat merasa terbantu.
  25. Anonymous March 11, 2016
    masss , mas vct dimana mas?
  26. Anonymous March 14, 2016
    Hallo dokter Gina, ruam yang dimaksud pada hiv seperti apa?munculnya dimana?setelah terpajan terjadi saat kapan ruam hiv muncul?
  27. Anonymous March 15, 2016
    Dok, periode jendela yang benar itu 3 bulan atau 6 bulan??. Mohon dijawab. Terima kasih
  28. Halo, ruam pada HIV adalah kemerahan pada kulit (biasanya wajah dan dada). Muncul pada masa-masa awal infeksi dan terasa gatal. Bentuknya biasanya bulatan merah yang rata dengan kulit, meski kadang ada bagian yang membubung.
  29. Secara umum, batasan periode yang digunakan adalah 3 bulan.
  30. Anonymous May 18, 2016
    Dok. Mau nanya pertengahan bulan 7 2015 ada tindakan beresiko tanpa kondom. Dan 2 minggu setelah itu ada gejala demam, batuk, pilek, sariawan, sakit tenggorokan, bintik merah di tubuh dan selangkangan. Pada bulan 8 ada tes rapid test dan hasil non reaktif, bulan 9 test rapid test dan hasil juga non reaktif, pertengahan bulan 10 ada test PCR dan hasil virus tidak terdekteksi. Bulan 5 ini ada test rapid test dan hasil non reaktif. Dan saa ini ada gejala sakit tenggorokan, badan serasa gak enak, mag dan bintik merah pada bagian dada. Apakah gejala hiv dok? Untuk test rapid tes apakah sudah 99% karena range sudah 10 bulan dan pernah test PCR juga. Apakah mau di test lagi dengan metode Elisa? Apakah setiap lab berbeda hasil karena tes di 1 lab dan PCR di tempat berbeda. Mohon informasinya. Thanks
  31. Anonymous May 25, 2016
    Dok saya mau tanya pada pada bulan 11 saya ada melakukan perkara berisiko dengan pelacur..cuma oral seks saja.. Dan sekarang udah bulan 5 saya membuat ujian rapid test ternyata negatif..tapi saya mula di jangkiti penyakit oral trush pada lidah iaitu selaput putih pada lidah.. Dan benjolan di kelenjar getah bening di bawah peha.. Adakah keputusan rapid test itu boleh di terima pakai
  32. Untuk Anda yang sudah melakukan tes berturut-turut di bulan 8-9-10 dengan hasil nonreaktif, maka hasil yang diperoleh dapat dianggap valid selama Anda tidak lagi melakukan tindakan berisiko di antara waktu tersebut.Gejala sakit tenggorokan, tidak enak badan, keluhan perut dan bintik merah di bagian dada mungkin saja disebabkan infeksi virus lainnya.Dengan memertimbangkan riwayat, hasil tes, dan gejala saat ini, tidak diperlukan tes HIV tambahan. Akan lebih baik bila Anda berkonsultasi langsung dengan dokter untuk membicarakan keluhan Anda sehingga dapat dilakukan pemeriksaan yang tepat untuk menangani permasalahan Anda hingga tuntas. Salam sehat.
  33. Bagi Anda yang melakukan perkara berisiko di bulan 11, hasil tes Anda di bulan 5 dapat dianggap valid bila selama jeda waktu antara bulan 11 hingga 5 Anda tidak melakukan tindakan berisiko.Keluhan oral thrush serta benjolan kelenjar getah bening di lipat paha sebaiknya dikonsultasikan kepada dokter langsung. Salam sehat.
  34. Anonymous July 5, 2016
    Slamat mlm dok..dua hri yg lalu sya mlkukan hal terlarang dgn seorang psk..dengan memakai kondom..tp stelah ejakulasi sya tetep mlakukan penetrasi di vagina beberpa saat..yg sya takutkan ktika wktu sya mlkukan penetrasi disaat mr.p sya mulai mengecil kondom sdikit merosot..apkah ada kmungkinan sya bisa terinfeksi..? Sya mnyesal dan stress memikirkan hal ini..mohon pnjelasan dokter..trmksih..
  35. Anonymous July 15, 2016
    Dok saya mw tanya....saya teakhir jajan di awal bulan februari lalu sy tes pertama anti HIV di bulan Mei 2016 tgl 28 hasilnya noreaktif dan saya tes lagi di bulan Juli 2016 tanggal 11 hasilnya noreaktif juga apakah dr hasil tes ini dpt dikatakan sahih...
  36. Anonymous August 18, 2016
    Dok may naya , saya seorang petugas kesehatan Dan says bingung. Waktu saya Dinas di rumah sakit # saya melakukan membetulkan infus yang macet Dan tersumbat Dan tidak menggunakan sarung tangan , saya baru menyadari kalau pasien yang saya tangani ternyata megidap B20 dan jari saya Ada luka gores dan hampir kering .Apakah saya dapat terinfeksi virus ?Mohon dibalas ya dok ....Terimakasih
  37. Penggunaan kondom saat berhubungan seks berfungsi untuk menurunkan kemungkinan kita mengalami penyakit menular seksual. Risiko untuk tertular selalu ada selama kita masih melakukan hubungan seksual yang tidak aman, meskipun untuk kejadian Anda bersama PSK kemungkinannya kecil. Jika Anda ingin merasa yakin dengan status kesehatan Anda, sebaiknay mendatangi fasilitas kesehatan terdekat untuk mememeriksakan diri. Salam.
  38. Untuk hasil tes yang Anda lakukan pada bulan ketiga dan kelima setelah paparan, hasilnya dapat dianggap sahih karena sudah melewati masa jendela. Hal yang paling aman untuk dilakukan adalah melakukan abstinens hingga kita mempunya partner yang tetap dan bebas risiko penularan infeksi menular seksual.Salam sehat.
  39. Kepada Anda petugas kesehatan,penggunaan sarung tangan dalam melakukan tugas merupakan upaya perlindungan diri yang perlu selalu dilakukan. Penularan HIV terjadi bila ada pertukaran cairan tubuh, dalam hal ini darah pasien masuk ke dalam darah petugas kesehatan. Risiko penularan tergantung pada patogen yang terlibat, jenis paparan yang terjadi, banyaknya darah yang terpapar, serta jumlah virus yang ada dalam tubuh pasien.Pada kasus dimana darah pasien mengenai bagian kulit petugas yang tidak intak (lecet atau luka) maka risiko penularan sebesar 0,1%. Bila jumlah darah atau cairan tubuh yang terkena hanya sedikit maka hampir tidak ada kemungkinan terjadinya penularan.Sembilan puluh sembilan persen paparan HIV akibat tertusuk jarum tidak menyebabkan penularan. Hanya 1 dari 300 kasus yang kemudian menjadi HIV positif. Bila paparan terjadi melalui kontak dengan mata, hidung, atau mulut, maka risikonya sebesar 1:1000.Selalu gunakan sarung tangan untuk menjalankan tugas kesehatan, demi keamanan diri sendiri dan pasien. Bila terjadi hal serupa maka bersegeralah Anda mencuci dengan air mengalir dan laporkan kejadian tersebut ke instansi tempat Anda bekerja. Di rumah sakit biasanya tersedia unit yang menangani kecelakaan kerja, termasuk untuk melakukan tes HIV dan memberikan obat profilaksis bila dianggap perlu.Semoga jawaban ini membantu Anda. Salam sehat.
  40. Anonymous August 20, 2016
    Terimakasih atas jawabannya dokter gina, sebenarnya saya tidak terkena darah pasien tersebut tetapi saya haya khawatir dan merasa bersalah
  41. Anonymous August 21, 2016
    Selamat siang dokter gina saya juan, hari senin kemarin saya baru melakukan hubungan beresiko, saya stress dok karena tidak pakai pengaman, mohon bimbingannya saya mau test hiv dan kapan jeda waktu baiknya untuk saya melakukan test dok. Terima kasih banyak dokter gina
  42. Anonymous August 26, 2016
    Sama seperti saudara juan dok, sekarang saya merasakan badan sering meriang dan seperti flu, dan penis saya terasa nyeri dan sakit ketika buangair kecil.
  43. Anonymous August 26, 2016
    Apakah saya sudah terjangkit? Dan kapan saya bisa melakukan tes hiv dok?
  44. Anonymous August 28, 2016
    Dokter apakah test dg hasil non reaktif setelah 3bln it sudah pasti akurat tidak tetinveksi HIV..Kebetulan kakak Saya seorang perawat di sebuah RS Swasta, suatu ketika teman Kakak Saya terkena jarum suntik milik pasien HIV yg mereka rawat..Karena takut akhirnya setiap tahun secara diam2 dia melakukan test HIV sendiri di RS tersebut dan hasilnya selalu negatif..Menginjak th ke 7 ternyata hasilnya positif, karena shyok akhirnya kondisinya begitu buruk sampai tidak mau makan & benar2 drop kebetulan kakak Saya sendiri yang merawat dia sampai pada akhirnya 2 minggu kemudian dia meninggal..Berdasarkan informasi dari beberapa dokter, masa jendela bisa menunjukkan hasil non reaktif bahkan sampai lebih dari 10th tergantung kondisi tubuh orang yg sebenarnya sudah terinveksi tersebut..Mohon penjelasannya..Terim kasih..
  45. Dear Juan dan orang yang memiliki keluhan seperti Juan,tes untuk mendeteksi infeksi HIV sebaiknya dilakukan setelah melalui masa jendela, yaitu 3 bulan setelah adanya tindakan yang berisiko. Hal ini dikarenakan proses infeksi HIV memerlukan waktu dan tidak bisa secara cepat dideteksi dalam tubuh. Setelah tiga bulan, hasil tes diharapkan valid untuk menentukan status HIV seseorang. Semoga jawaban ini dapat membantu Anda sekalian.
  46. Dear,untuk kepastian keakuratan tes HIV setelah melewati masa jendela, memang tidak ada yang mencapai 100%. Alat yang digunakan untuk melakukan tes cepat dalam deteksi HIV memiliki tingkat keakuratan 98-99%.Masa jendela yang dialami tiap individu juga berbeda-beda. Umumnya patokan yang digunakan adalah tiga bulan, yang dihitung sejak terjadinya paparan hingga ada perubaha status di dalam darah (serokonversi). Dengan alat tes genereasi terbaru (generasi keempat) bahkan dikatakan masa jendela ini hanya berlangsung satu bulan.Kemungkinan penularan terjadi melalui kecelakaan kerja (tertusuk jarum suntik) angkanya sangat kecil, di bawah 1%. Tusukan jarum suntik mengenai bagian tubuh tertentu dan biasanya dangkal, dan menembus pembuluh darah kapiler yang ebrada di ujung-ujung bagian bawah kulit. Hal lain yang memengaruhi risiko penularan adalah seberapa kuat virus tersebut dan seberapa kuat daya tahan tubuh orang yang tertusuk. Semakin kuat daya kerja virus (virulensi) dan semakin lemah daya tahan tubuhnya, maka kemungkinan penularan akan semakin besar. Oleh karena itu, tindakan untuk melakukan pengecekan rutin adalah tindakan yang sangat bijaksana supaya tetap bisa mendeteksi bila sewaktu-waktu ada perubahan dan segera diberikan tatalaksana.
  47. Anonymous October 30, 2016
    Sore dok, saya pernah melakukan hubungan beresiko kan saya sudah menjalani test hiv pada Minggu ke 4&6 dengan metode rapid test dana minggu ke 8 dengan metode cmia. Pertanyaan saya berapa persen keakuratan pemeriksaan saya di minggu ke 8 tsb dok? Apakah saya perlu melakukan test ulang di minggu ke 12 ? Dan apakah ada kemungkinan hasil berubah di minggu ke 12 ? Saya sangat cemas karena stelah saya test di minggu ke 8 saya terkena cacar air, apakah dengan berdekatan sebentar dengan penderita cacar air bisa tertular dok? Karena 3 minggu sebelum saya terkena cacar air saya sempat menjenguk teman yang sedang menderita cacar air. Mohon balasannya dok.
  48. Anonymous November 1, 2016
    Selamat malam dokter.. Saya mau tanya, pacar saya pernah berkali2 berganti2 pasangan bahkan dengan wanita yg tidak jelas riwayat sex nya mungkin bisa dikatakan psk, pacar saya mengalami bentolan di kelaminnya dan setelah berobat ke dr kelamin positif kutil kelamin dan tertular dari salah 1 wanita yg pernah berhubungan sex dengannya. Saya mau tanya, apakah pacar saya memungkinkan terkena virus HIV juga dengan kejadian seperti itu? Beberapa tahun lalu sempat berhubungan sex dengan banyak wanita, oktober tahun kemarin ketahuan terkena kutil kelamin itu dan januari 2016 berhubungan sex dengan psk itu. Apakah memungkinkan terkena virus HIV ? Sampai saat ini belum pernah mencoba untuk test ke lab karena malu dokter.. Mohon jawaban dan informasinya. Terimakasih
  49. Anonymous November 1, 2016
    Maaf ada yg tertinggal dokter, saya juga tertular kutil kelamin itu , saya selalu merasakan gatal, perih, flu dan batuk sudah beberapa bulan ini tidak kunjung sembuh bahkan sering merasakan menggigil dan kondisi badan saya dari januari hingga sekarang mengalami penurunan dan selalu gemetaran. Apakah memungkinkan saya tertular virus HIV jika pacar saya juga terkena virus HIV? Karena pada awalnya saya tidak mengetahui bahwa pacar saya suka berganti2 pasangan. Terimakasih. Mohon bantuannya
  50. Anonymous November 5, 2016
    Salam hangat dokter, tolong dengan sangat pertanyaan ini dibalas karena sekarang saya sedang stres.Singkat cerita pada tgl 28 Okt 2016 lalu saya bermain dengan PSK namun kita tidak melakukan hubungan anal atau vaginal. PSK tersebut hanya memberikan saya pelayanan oral sex dengan keadaan penis saya memakai kondom. Namun satu ketika saya pun melakukan oral kepadanya hanya sebentar saja dengan keadaan dia hanya mengeluarkan pre cum tapi tidak mencapai orgasme, keadaan mulut dalam saya saat itu tidak ada luka atau sariawan terasa.Dalam beberapa hari sampai seminggu setelahnya saya merasakan gejala seperti masuk angin dok, saya tidak tau apakah ini gejala atau hanya pikiran saya saja dok.Apakah ada resiko tertular hiv dengan oral sex dok?
  51. Dear,95-97% orang yang terinfeksi HIV dapat dideteksi pada 8 hingga 12 minggu setelah paparan. Artinya, ada sekelompok orang yang pada masa tersebut (periode jendela) tidak menunjukkan antibodi HIV, dan perlu dilakukan pengecekan setelah melewat 12 minggu untuk memastikan status HIV nya.Cacar air, merupakan penyakit akibat virus Varicella Zoster. Penularannya terjadi akibat kontak langsung (menyentuh lesi cacar air) dan melalui udara (batuk dan bersin). Penyakit cacar air adalah penyakit yang mudah menular, sehingga bila kita berkontak dengan penderita cacar air, maka kita mungkin akan tertular.
  52. Dear,perilaku berganti pasangan merupakan perilaku yang berisiko tinggi terjadinya penularan infeksi menular seksual (IMS), termasuk kutil kelamin dan HIV. Dengan riwayat perilaku tersebut, ada baiknya bila pasangan melakukan tes HIV untuk mengetahui statusnya. Sebagai pasangan dari orang yang memiliki perilaku berisiko, maka kita juga berisiko tertular IMS bila melakukan hubungan seksual yang tidak aman (tanpa kondom). Penting bagi kita untuk juga melakukan tes HIV demi mengetahui status kesehatan kita.Penularan HIV di masa paling awal akan terasa seperti infeksi virus lainnya, berupa badan meriang, tidak enak badan, pegal linu, dsb. Keluhan ini akan menghilang dengan sendirinya, namun status HIV harus dibuktikan melalui pemeriksaan darah. Pastikan status Anda dengan mengunjungi layanan kesehatan yang Anda yakini, sehingga dapat diambil tindakan yang tepat. HIV dapat dicegah, dan infeksi HIV dapat dikelola untuk memertahankan kualitas hidup yang baik. Salam sehat!Artikel untuk IMS dapat dibaca di: http://blog.angsamerah.com/infeksi-menular-seksual/
  53. Dear,perilaku seksual apapun berisiko menularkan infeksi HIV, hanya saja tingkatannya berbeda-beda.Apabila Anda merasakan keluhan setelah melakukan oral seks, maka untuk memastikannya Anda sebaiknya pergi ke layanan kesehatan yang Anda percayai untuk melakukan pemeriksaan. Keluhan terkait kesehatan perlu diperiksa dan dibuktikan sebelum dapat diberi tatalaksana yang tepat. Salam sehat.
  54. Anonymous November 26, 2016
    Dok bulan lalu saya melakukan tindakan seks berisiko .. saya kenalan dengan wanita dan pacaran 1 bulan .. sy pernah melakukan intin tanpa mengunakan kondom .. ternyata wanita ini terinfeksi hiv setelah 1 bulan dr hubungan sy test hiv dan hasilnya sy non reaktif .. pertanyaan sy .. apakah hubungan dengan wanita terkena hiv tanpa mengunakan kondom pasti 100% .. persentasi nya ada ga kemungkinan sy tidak kena dok. Sy lg nuggu 3 bulan lg untuk di test kembali .. sy sangat gelisah dok .. apakah ada obat untuk mencegah dok soalnya masih baru .. mohon di jawab donk tq
  55. Anonymous November 27, 2016
    Dok saya mau tanya...saya pernah melakukan perbuatan yg beresiko karena tidak menggunakan pengaman itu saya lakukan bulan Agustus tgl 28 karena sangat takut banget terkena saya melakukan test tgl 25 kemaren bulan November dengan rapid test hasil pemeriksaan = Non Reaktif & Hasil Angka Normal = Non Reaktif btw Apa hasil itu udah valid Dok so kalo saya hitung masih 89 hari tp klo dihitung2' jg udah 12 minggu lebih beberapa hari apa itu udah masuk masa or periode jendela dok...??!!?? dan mau tanya lagi dok minggu2' ini keringat saya berlebihan dok pa tuh tanda or gejala HIV atau karena stress yg berlebihan dok pa saya harus melakukan test lagi dok..?!?! mohon dijawab ya dok
  56. Anonymous December 2, 2016
    Pagi dokter,Saya beberapa hari yang lalu berhubungam sex dengan terapis di panti pijit menggunakan kondom,2 bulan yang lalu.saya juga lakukan.Pasti nya 6 bulan kebelakang.Saya belum melakukan tes darah saya,karena saya takut.Namun beberapa hari ini muncul bintik bintik merah kulit tangan saya dan menyebar tidak terlalu banyak namun kecil.Saya ada sedikit berperasa leher sebelah kiri di bawah dagu agak sakit.Lalu saya ada merasakan mulut saya radang.Apakah itu sudah ada gejala HIV dokter.Mohon jawabannya
  57. Anonymous December 3, 2016
    Dok saya melakukan hubungan beresiko dengan psk,tanpa kondom satu kali,satu minggu setelah hubungan wanita tsb saya suruh tes viral load hiv hasilnya undetect,saya test hiv 60 hari , 82 hari ( cmia,vdrl,tpha ), 110 hari , 140 hari hasilnya non reaktif...Sekarang saya terkena bintik bintik merah di dada dan punggung,kata dokter itu adalah jerawat dan jamur,apakah itu tanda hiv dok,atau apa saya terbebas dari hiv
  58. Hasil tes HIV yang sudah dilakukan menunjukkan bahwa tidak ada infeksi virus HIV dalam tubuh. Untuk memastikan apa penyebab dari bintik merah yang dialami, langkah yang Anda ambil sudah bijak, yakni dengan berkonsultasi ke dokter. Pemeriksaan secara langsung diperlukan untuk melihat dan melakukan pemeriksaan tambahan bila diperlukan, sehingga dokter dapat memberi tatalaksana yang tepat untuk kondisi bintik kemerahan Anda. Bintik kemerahan bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari alergi hingga infeksi. Konsultasikan pada dokter Anda mengenai tatalaksana bintik tersebut dan apakah memerlukan pengobatan khusus. Semoga lekas membaik.
  59. Bagi orang yang memiliki risiko tertular HIV, sangat dianjurkan untuk memeriksakan dirinya agar diketahui status HIV nya. Hal ini bertujuan supaya orang tersebut dapat terhindar dari infeksi baru, serta mendeteksi secara dini untuk dapat diberikan pengobatan.Gejala infeksi HIV beragam, yang utama adalah demam/batuk.diare berkepanjangan, disertai gejala lain berupa pembesaran kelenjar getah bening yang menetap, bintik merah di tubuh, herpes zoster berulang, dan lain-lain. Infoemasi lengkap mengenai tes HIV, risiko, dan gejala dapat dilihat pada laman berikut: http://blog.angsamerah.com/perlukah-tes-hiv/
  60. Anonymous December 8, 2016
    dok, saya melakukan tes hiv di puskesmas dgn rapid tes pada hari ke 36 (5week1day), hari ke 47 (6week5day) dan hari ke 57 (8week1day) dgn hasil non reaktif. Berapa persen hasil ini bisa dianggap valid ? besar/kecilkah kemungkinan hasil berubah 4 minggu kemudian ? terimakasih sebelumnya
  61. Pemeriksaan HIV yang disarankan untuk dipakai adalah yang dilakukan setelah melewati masa jendela. Sehingga tes HIV di antara periode paparan dengan masa jendela sebenarnya tidak perlu dilakukan, mengingat efisiensi sumber daya pemeriksaan.Hasil tes HIV seseorang dipengaruhi oleh seberapa besar risiko orang tersebut terpapar HIV. Kemungkinan untuk hasilnya berubah tetap ada, meski sulit untuk menentukan persentasenya.
  62. Anonymous December 11, 2016
    dear, Dr.gina.. perilaku beresikonya saya melakukan hubungan sex heteroseksual dgn pacar saya tanpa menggunakan kondom. terjadi penetrasi didalam vagina. saya seorang perempuan dok
  63. Dear,apa yang Anda lakukan sudah sangat baik, hubungan seksual (penetrasi kelamin) tanpa menggunakan kondom adalah perilaku berisiko, sehingga perlu dilakukan tes HIV. Jenis kelamin tidak berpengaruh terhadap kerentanan penularan. Tes HIV yang sudah dilakukan 3 kali sudah cukup, namun bila Anda masih belum yakin, silakan cek lagi setelah melewati masa periode jendela (mingu ke-12).
  64. Anonymous December 24, 2016
    Dok, teman saya ada yang tes HIV dua tahun lalu dan reaktif, dan bulan ini dia meninggal akibat gagal ginjal dan hati kronis, apakah itu disebabkan oleh virus HIVnya? Thanks dok
  65. Anonymous December 24, 2016
    Kemudian saya kemaren melakukan tes HIV di rs carolus, dan sekarang tangan saya memerah dok, saya sangat takut dok walaupun hasil kemaren saya tes HIV adalah nonreaktif
  66. Anonymous December 25, 2016
    Permisi Dok.. Saya mau tanya, saya sering berhubungan intim dengan mantan saya lebih dari 3 bulan yang lalu yang mana saya sering takut karna dia dulunya suka jajan seks, tapi sekarang saya bertunangan dengan orang lain dan melakukan hubungan intim juga. Saya sering muncul ruam di kulit, sering kali di perut, dan di dada, lalu dulu pernah ada benjolan di ketiak setelah mencukur bulu ketiak tapi sekarang sudah tidak ada, ruam kulit muncul dan hilang, pernah konsul ke dokter tanpa dijelaskan perilaku tidak baik saya, dia fikir hanya sakit kulit biasa dan memberi betasone salep lalu ruam hilang. Dari sebulan yang lalu sampai sekarang sekarang saya sering sakit bergantian, batuk pilek, kemarin saya demam dan sakit perut, lalu sekarang sakit tenggorokan dan ruam muncul lagi di perut dan dada. Sedangkan Saya ingin tanya gejala ini ke dokter kandungan dok sekalian pemeriksaan full untuk persiapan pernikahan dan kehamilan. Bagaimana caranya.. Maaf sebelumnya, dan mohon jawabannya dok.. Terima kasih..
  67. Salam ma/mbak sekalian, saya akan menjawab pertanyaan anda sekaligus,
    1. HIV bisa juga menyebabkan gangguan fungsi hati karena kerusakan sel-sel karena invasi virus. Namun kerusakan hati dan ginjal tidak hanya disebabkan oleh HIV tetapi bisa karena infeksi lain atau karena zat seperti Napza atau obat-obatan.

    2. Tangan yang merah-merah bisa karena alergi, infeksi sifilis, infeksi virus. Coba anda test untuk test tersebut dengan menemui dokter anda

    3. Ruam kulit bisa karena alergi, iritasi. Dokter akan mencurigai bila pemeriksaan menunjukkan tanda-tanda tertentu. Bila anda akan menikah maka sebaiknya pemeriksaan STD perlu dimasukkan dalam medical check up anda dan pasangan. Selain sebagai deteksi dini juga sebagai persiapan untuk mendapatkan buah hati. Silahkan anda bisa mendatangi rumah sakit atau klinik angsamerah
  68. Anonymous December 27, 2016
    dok, saya mau bertanya.. seminggu yg lalu saya pergi ke panti pijit. saya tidak sampai melakukan hubungan seksual, blowjob pun tidak.. saya hanya di handjob oleh terapis nya dengan menggunakan cream / oil. Pertanyaannya, dapatkah hiv nebular melalui handjob, dok..? Terus terang saya sangat khawatir, dok.. Terima kasih atas jawabannya, dok..
  69. Perilaku berisiko untuk penularan HIV adalah hubungan seksual yang tidak aman (berganti pasangan, tidak menggunakan kondom, berhubungan seks dengan pengidap HIV), dan menggunakan jarum suntik yang tak steril (narkoba, tindik/tato, tindakan medis yang tidak bersih). Hand job tidak masuk dalam kategori perilaku berisiko karena tidak melibatkan pertukaran cairan kelamin maupun darah.Informasi lainnya mengenai tes HIV dapat dibaca melalui tautan berikut: http://blog.angsamerah.com/perlukah-tes-hiv/
  70. Anonymous January 6, 2017
    Halo angsa merah, sy mau bertanya Sy melakukan hubungan beresiko tanggal 28 agsts 2016 setelah 1 minggu dr kejadian muncul lesi di kelamin sy pada waktu itu saya sangat kawatir sekali dengan IMS apalagi setelah baca2 informasi di internet mengenai HIV makin gak karuan kekawatiran sy dok, 20 hr setelah melakukan hubungan beresiko sy test serelogi anti HIV dn Vrdl di rs carolus dn kedua hasil nya negatif, pada tanggal 28 sept 2016 1 bulan setelah beresiko sy melakukan test dengan menggunakan metode CMIA dn hasil nya negatif , dan pada tanggal 2 des 2016 lebih dr 3 bln setelah beresiko sy test kembali di lab swasta dengan metode yg sama yaitu CMIA Pertanyaan nya : 1. apakah hasil nya udh aman dok ? Apa harus test 3 bulan ke depan lagi jadi genap 6 bulan ? Kalo sy memikirkan tentang HIV badan lgsg lemes 2. Apakah hasil test sipilis setelah 20 hr pasca paparan hasil nya akurat ? 3. Sy sudah ke spkk pada bulan september 2016 tapi sy di vonis kena herves di kasih salep sama obat cuci luka nya blm kunjung sembuh sampai skrg (blm hilang) sy bingung luka nya berbeda sama info di internet kalo hervesMohon penjelasan nya dok Terima kasih sukses terus angsa merah
  71. Anonymous January 6, 2017
    Halo angsa merah, sy mau bertanya Sy melakukan hubungan beresiko di tanggal 28 agsts 2016 setelah beberapa saat melakukan hubungan saya buang air kecil agak panas di saluran penis sy setelah 1 minggu dr kejadian muncul lesi di kelamin sy pada waktu itu saya sangat kawatir sekali dengan IMS apalagi setelah baca2 informasi di internet mengenai HIV makin gak karuan kekawatiran sy dok, 20 hr setelah melakukan hubungan beresiko sy test serelogi anti HIV dn Vrdl di rs carolus dn kedua hasil non reaktif , pada tanggal 28 sept 2016 1 bulan setelah beresiko sy melakukan test dengan menggunakan metode CMIA dn hasil nya non reaktif , dan pada tanggal 2 des 2016 lebih dr 3 bln setelah beresiko sy test kembali di lab swasta dengan metode yg sama yaitu CMIA hasil non reaktif Pertanyaan nya : 1. apakah hasil nya udh aman dok ? Apa harus test 3 bulan ke depan lagi jadi genap 6 bulan ? Kalo sy memikirkan tentang HIV badan lgsg lemes 2. Apakah hasil test sipilis setelah 20 hr pasca paparan hasil nya akurat ? 3. Sy sudah ke spkk pada bulan september 2016 tapi sy di vonis kena herves di kasih salep sama obat cuci luka nya blm kunjung sembuh sampai skrg (blm hilang) sy bingung luka nya berbeda sama info di internet kalo hervesMohon penjelasan nya dok Terima kasih sukses terus angsa merah
  72. halo,1. tes HIV yang sudah dilakukan melewati masa jendela (3 bulan) hasilnya dianggap valid. Tes HIV dapat dilakukan lagi bila ada paparan terhadap faktor risiko yang baru.2. tes darah dapat mendeteksi infeksi sifilis paling cepat pada 1-2 minggu pertama setelah infeksi. pemeriksaan paling akurat didapat dalam tiga bulan setelah terinfeksi. informasi mengenai sifilis selanjutnya dapat dibaca di:http://blog.angsamerah.com/the-sting/3. bila Anda masih memiliki keluhan yang belum terselesaikan, ada baiknya Anda melakukan kontrol ulang ke dokter yang sebelumnya memberikan pengobatan untuk dicari tahu penyebab keluhan tersebut. seorang dokter perlu melakukan pemeriksaan fisik terhadap keluhan yang disampaikan supaya bisa mengobati dengan tepat. salam sehat
  73. Anonymous January 10, 2017
    Dok, test hiv di klinim angsa merah biayanya brp yaa ? Thx
  74. Anonymous January 11, 2017
    Saya baru kemarin melakukan hubungan seks dengan cewe tanpa alat pengaman. Dan saya merasa ini berisiko. Apa yang harus saya lakukan di awal ini? Dan saya baca ada obat profilasis yang efektif untuk pencegahan. Apa efek sampingnya? Dan perlukah saya mengkonsumsinya?
  75. Salam mas/mbak,
    1. Biaya test HIV di klinik angsamerah sekitar 215.000 sudah termasuk admin dan biaya konsultasi.

    2. Bila melakukan hubungan seks tanpa pengaman perlu dilakukan pemeriksaan status dari kedua pihak mengenai infeksi menular seksual. Profilaksis hanya ada untuk HIV namun itu tidak berarti meniadakan resiko hanya menurunkan saja. Efek samping yang umum terjadi sakit kepala dari ringan sampai berat, gangguan pencernaan (muntah, diare), ruam. Pada orang yang peka bisa terjadi reaksi alergi berat yang membutuhkan penanganan khusus. Apakah anda perlu mengkonsumsinya? Silahkan berkonsultasi pada dokter yang memang khusus menangani HIV.
  76. Anonymous January 17, 2017
    Dok, hr INI sy Dan kkuarga sedang mendpt khabar yg mengagetkan. Adik kandung sy kena HIV. Kami bingung, Apakah Kami bisa tertular? Kam di solo, Kami imgin melakukan test Dan knseling biar tdk stress, anak2 adik msh kecil, bafaimaba Kami hrs bersikap
  77. Salam mas/mbak, HIV tidak menular lewat aktivitas sosial biasa seperti bersalaman, berpelukan, berciuman, makan menggunakan peralatan makan yang sama, menggunakan handuk atau pakaian yang sama, tidur dalam satu ruangan bersama-sama, berenang bersama dalam satu kolam. HIV juga tidak menular melalui gigitan nyamuk atau serangga.Jadi tidak usah takut. Justru orang tanpa HIV sering menularkan penyakit kepada pasien dengan HIV positif karena kekebalan tubuhnya tergangguSebaiknya anda memotivasi adik anda untuk mendapatkan pengobatan sehingga tetap sehat, dapat beraktivitas dengan baik dan mempunyai harapan hidup yang panjang.
  78. Salam mas/mbak, HIV tidak menular lewat aktivitas sosial biasa seperti bersalaman, berpelukan, berciuman, makan menggunakan peralatan makan yang sama, menggunakan handuk atau pakaian yang sama, tidur dalam satu ruangan bersama-sama, berenang bersama dalam satu kolam.
    HIV juga tidak menular melalui gigitan nyamuk atau serangga.
    Jadi tidak usah takut.
    Justru orang tanpa HIV sering menularkan penyakit kepada pasien dengan HIV positif karena kekebalan tubuhnya terganggu.
    Sebaiknya anda memotivasi adik anda untuk mendapatkan pengobatan sehingga tetap sehat, dapat beraktivitas dengan baik dan mempunyai harapan hidup yang panjang.
  79. Anonymous January 19, 2017
    Selamat malam dok. Saya mau curhat dan bertanya. Kurang lebih 7 minggu yang lalu saya melakukan perbuatan yg sangat saya sesali, yaitu sex dengan terapis. Saya memakai kondom, namun ketika ejakulasi saya baru sadar kalau kondom sedikit terangkat ke pertengahan (maaf) penis. Dan tepat di pertengahan penis itu terdapat jahitan bekas sunat puluhan tahun lalu.1.bisakah virus hiv masuk melalui bekas jahitan tersebut?2. Sejak kejadian tersebut saya sangat menyesal dan bertobat. Saya melakukan tes 4 minggu di rs daerah dengan beberapa metode (saya lupa namanya), hasilnya non reaktif. Kemudian tes di lab swasta dengan cmia pada minggu ke 6 hasilnya non reaktif. Selama minggu ke 2 setelah hubungan sampai sekarang minggu ke 7 saya sering mengalami gejala masuk angin, nyeri otot dan sendi. Dan yang terakhir ada bercak merah seperti tergaruk di lengan kananbdan pembengkakan kgb di 2 telinga namun tidak besar tp terasa pegal. Bisakah infeksi hiv muncul pada minggu ke 7 mengingat hasil tes saya sebelumnya negatif?3. Beberapa literatur dari luar negeri menyatakan bahwa hasil tes pada minggu ke 6 dengan cmia bisa akurat sehingga saya cukup lega untuk sementara, namun mengingat gejala pada minggu ke 7 ini (meriang,bercak,kgb) saya langsung stress lagi dok, apakah ada kasus dimana seseorang tes negatif pada minggu ke 6, kemudian jadi positif di minggu berikutnya?Terimakasih banyak dok atas jawabannya, sungguh saya depresi dan menyesal, hidup saya terasa hancur :(
  80. Anonymous January 19, 2017
    Maaf dok, penjelasan tambahan, bekas jahitan sunat itu bentuknya seperti lipatan amplop. Dan bercak merahnya seperti bekas kerokan
  81. Salam mas, bila penis anda masih terlindung oleh kondom, kondisi tersebut masih aman. Bekas jahitan saat sunat baru akan memberi pengaruh bila sunat baru dilakukan kurang dari 14 hari atau luka sunat belum sembuh sempurna. Bercak kemerahan dan pembesaran kelenjar getah bening perlu diperiksakan penyebabnya karena tidak selalu disebabkan infeksi HIV. Perlu dipertimbangkan juga infeksi menular akibat hubungan seksual lain. Gejala awal infeksi HIV tercepat bisa muncul di minggu ke 2. Masa jendela sendiri adalah rentang waktu yang diperlukan oleh tubuh untuk membentuk antibodi spesifik untuk HIV. Jadi mungkin saja seseorang baru menunjukkan reaksi setelah minggu ke 12. Tergantung pada faktor risiko. Jadi saran saya berkonsultasi dan periksakan diri anda saja pada dokter yang memiliki kompetensi untuk infeksi menular seksual.
  82. Anonymous January 20, 2017
    Dok. Terimakasih jawabannya. Tapi pernahkah ada kasus dimana seseorang tes negatif pada minggu ke 6, kemudian jadi positif di minggu berikutnya?
  83. Kemungkinan perubahan status serologis HIV (dari negatif ke positif) dimungkinkan dalam periode jendela. Oleh karena itu, bagi yang sudah melakukan tes HIV sebelum periode jendela usai disarankan untuk melakukan tes ulang (konfirmasi) setelah melewati 12 minggu dari waktu paparan. Hasil yang dianggap sahih adalah hasil setelah periode jendela terlewati.Penting juga untuk menimbang faktor risiko penularan, misalnya penggunaan kondom yang benar saat melakukan hubungan seksual dapat melindungi pemakainya dari penularan hingga >90%. Bila Anda belum merasa yakin dengan kondisi kesehatan Anda, periksakan diri Anda ke dokter yang memberikan layanan infeksi menular seksual dan lakukan konsultasi serta pemeriksaan untuk memastikan.
  84. Anonymous January 29, 2017
    Selamat malam dokSaya ingin bertanya apakah IMS bisa terjadi pada bagian bokongKalau ada itu tipenya apa dok,dan cirinya apaSaya ingin test vct di daerah cibinong bogor namun saaya tidak tau tempaatnya.Terimakasih
  85. Anonymous January 30, 2017
    Selamat sore dok,saya ingin bertanya apabila dibagia. Kepala penis banyak terdapat kutil kutil kecil,Merupakan sakit yang berbahaya?Apa bisa disembukah?Mohon jawabannya dokThanks
  86. Salam mas/mbak, iya benar ada IMS yang muncul di anus, sama seperti pada penis dan vagina. Gonorrhea, sifilis, herpes, Chlamydia, kutil kelamin atau jengger ayam, semua bisa muncul. Gejala yang muncul pun sama seperti nyeri, luka, muncul kutil, keluar cairan dan yang lainnya. Anda bisa mengunjungi Puskesmas atau RSUD terdekat dan mendatangi klinik layanan IMS atau HIV.
    Kutil kelamin disebabkan oleh virus HPV. Bisa dihilangkan kutilnya namun umumnya virus menetap sehingga mungkin akan muncul kembali dalam beberapa waktu. Virus HPV memang diduga berkaitan dengan kanker leher rahim.
  87. Anonymous February 10, 2017
    Selamat malam dok, saya mau cerita sedikit saya bekerja disalah satu instansi rumah sakit pada suatu haru ada pasien yg mengidap hiv dok tanpa sengaja tangan saya tertusuk jarum sipenderita tanpa mengeluarkan darah sama sekali, saya lgsg melakukan tes hiv dan hasilnya negatif, saya mengalami stres berat karna rasa takut ini dok . dok kemungkinan besar tertular itu brp persen? Apa bisa saya mengkonsumsi obat anti virus hiv agar virus tidak berkembang? Bagaimana jika saya ingin meminta obat anti virus hiv ? Apa akan dikenakan biaya? Dan ditempat mana saya bisa mendapatkan obat itu.Terimakasih dok mohon jawabannya
    1. Halo, untuk kemungkinan tertular HIV melalui tusukan jaru persentasenya kecil. Ada baiknya Anda melakukan tes HIV ulang 3 bulan setelah kejadian tertusuk jarum (kejadian berisiko), untuk memastikan status HIV Anda. Pengobatan untuk mecegah berkembangnya infeksi HIV pada orang yang telah terpapar dapat menggunakan PEP (post exposure prophylaxis). PEP merupakan regimen obat anti retrovirus yang dikonsumsi selama satu bulan. Diusahakan orang yang berisiko mendapat PEP dalam kurun waktu 3x24 jam setelah terpapar dan sudah dicek HIV nya. Pengobatan PEP biasanya bisa didapatkan di instansi rumah sakit tempat kita bekerja, atau di Puskesmas, atau klinik seperti di Angsamerah. Untuk mengakses PEP, silakan hubungi kami di 021-7247676.
  88. Anonymous February 25, 2017
    Mlm dok saya mw bertanya dok saya merasakan banyak sekali keluhan terutama saat bernafas terasa berat sekali,badan sakit semua,kuliat saat di sentuh terasa sakit saya mw periksa tes hiv akan tetapi saya takut di rs atau di puskesmas akan di tau banyak orang,,untuk daerah sulteng dr. Tau tidak tempat yang bisa merahasiakan data pribadi..??
  89. Salam mas/mbak, keluhan yang anda rasakan bisa disebabkan oleh penyakit atau hal yang lain. Jadi memang harus diperiksakan status HIV anda, Maaf sementara ini memang yang saya tahu pemeriksaan masih di layanan kesehatan pemerintah seperti Puskesmas, rumah sakit. Hasil pemeriksaan anda adalah rahasia medis, jadi hanya anda dan team pemeriksa saja yang tahu.
  90. Anonymous March 18, 2017
    Dok, saya mau tanya sudah dr tahun 2014 saya pernah melakukan hubungan anal, lalu saya sakit terkena tb kelenjar getah bening,karena benjolan semakin besar, akhirnya dilakukan oprasi bedah,lalu di obati selama 9bulan untuk mencegah timbulnya bakteri tubc.dan di nyatakan sembuh.Lalu tahun 2016.saya terkena tipus ,selang beberapa bulan terkena dbd.. Saya mulai curiga.lalu tes vct, dan hasilnya reaktif(tetapi strip garis samar).saya syok,dan takut sekali..sampai tidak percaya.Yang mau saya tanyakan, apakah saya perlu mengulang ters tersebut? Apakah tes vct berpengaruh jika, kita mempunyai riwayat tb? Atau penyakit lainnya? Yang mengakibtan cd4 kita lemah?
  91. Salam mas, melihat cerita anda maka saran saya anda melakukan VCT kembali untuk melihat hasil tersebut. Bila masih meragukan, silahkan periksa dengan metode lain seperti combo tes/CMIA atau test lain.
    Bila menggunakan test antibodi spesifik terhadap HIV seperti rapid test maka TB tidak mempengaruhi test tersebut, namun bila test tersebut tidak spesifik terhadap HIV maka kondisi penurunan sistem kekebalan lain akan terpengaruh. Begitu juga CD4 juga terpengaruh kondisi tubuh. Oleh karena itu gunakan test lain untuk melihat status HIV anda. Namun bila dari 2 test tersebut menyatakan reaktif berarti memang demikian adanya.
    CD4 menurun bisa pada keadaan stress, kelelahan, malnutrisi, penyakit yang berkaitan dengan gangguan sistem kekebalan tubuh.
  92. Anonymous March 25, 2017
    Salam..dokter saya mau bertanya...saya pernh melakukan kgiatan berisiko dengan seseorang yg baru saya knal...saya mnerima oral seks tanpa pengaman..namun saat pnetrasi saya memakai pengaman..saya sudah tes pada minggu ke 4,8,12,16 dan 24. Semua hasilnya non reaktif. Saya tes mnggunakan 2 rapid dan satu elisa...apa tes perlu saya ulangi dok??? Karna blakangan ada ruam gatal d selangakangan saya dokter..mohon pnjelasannya...terima kasih dok
  93. Anonymous March 27, 2017
    Namun ruam gatal itu jga sudah ada sblum saya melakukan tes terakhir dok
  94. Salam mas/mbak, membaca cerita anda maka hasil tersebut sudah bersifat hasil akhir atau final. Jadi sudah cukup untuk melihat apakah anda terinfeksi atau tidak dari perilaku berisiko tersebut. Ruam yang gatal di area lipat kelamin anda bisa disebabkan banyak hal seperti alergi, infeksi jamur, infeksi virus atau bakteri. Jadi untuk mengetahui penyebabnya anda harus memeriksakan diri.
  95. Anonymous March 27, 2017
    Jadi dengan kata lain saya negatif hiv ya dokter...dan saya tidak perlu melakukan tes lagi slama saya tidak malakukan kgiatan berisiko..
  96. Anonymous March 28, 2017
    Halo dok, sy seorang petugas kesehatan. Kmrin malam sy terkena lecet kecil karena kertas (papercut) tdk mengeluarkan darah namun cukup perih. Subuh paginya sy menolong partus, namun sepertinya air ketuban ibunya merembes ke handscoon sy. Apabila ibu tersebut terkena hiv apakah sy beresiko kena? Apa yang harus sy lakukan skrng?
  97. Salam mas/mbak, risiko yang anda alami termasuk rendah untuk penularan HIV. Hal yang tercepat dan termudah untuk dilakukan adalah melakukan pengecekan pada ibu hamil tersebut. Bila memang reaktif, anda bisa melakukan konseling dan mendapatkan test juga layanan PEP (bila kurang dari 72 jam) di fasilitas kesehatan yang memiliki layanan HIV.
  98. Anonymous April 22, 2017
    Slamat malam dok,sy mau tanya apakah sipilis bisa mempengaruhi hasil tes VCT..dan apakah pengidap HIV,berat badannya bisa naik?,jika melakukan pola hidup sehat
  99. Salam mas/mbak, infeksi sifilis tidak mempengaruhi hasil test HIV karena setiap bakteri, virus, dan parasit memiliki antibodi masing-masing. Sehingga tidak saling mempengaruhi.
    Orang dengan HIV bila hidup sehat dan mengkonsumsi ARV akan dapat mempertahankan berat badan dan kesehatannya karena sistem kekebalan tubuhnya tetap terjaga sehingga tidak mudah terserang penyakit. Namun bila ia tidak mengkonsumsi ARV maka sistem kekebalan tubuhnya akan turun sehingga mudah sakit dan tentu saja berat badan pun ikut turun.
  100. Anonymous April 30, 2017
    Halo slmt malam. Saya ingin bertanya apakah bekas darah hiv yg sudah mengering di bed dan sy sentuh kemudian sy menyentuh mukosa saya apa dapat menularkan hiv? Terimakasih sebelumnya
  101. Anonymous May 1, 2017
    Sore dok, saya melakukan hubungan dgn psk menggunakan kondom stlh 11 hari saya sakit demam disertai sakit kepala linu dan sakit tenggorokan/menelan air liur sakit (kelenjar getah leher dibawah telinga agak membesar)Apakah saya resiko dok?
  102. Hai,kontak dengan darah yang sudah mengering di bed tidak akan menularkan HIV. Penularan terjad melalui pertukaran langsung cairan tubuh (darah dan cairan kelamin), atau melalui kontak dengan darah dalam jumlah besar ke jaringan luka.
  103. Selamat malam,penggunaan kondom mengurangi risiko penularan HIV. Perlu dipastikan apakah kualitas kondom terjaga (tidak bocor) dan pemakaian kondom benar (tidak lepas saat melalukan hubungan seksual). Bagi orang yang berisiko mengalami penularan HIV (berganti pasangan, tidak menggunakan proteksi saat berhubungan seksual), maka disarankan untuk cek HIV setelah melalui periode jendela, yakni tiga bulan setelah melakukan tindakan berisiko.
  104. Anonymous May 4, 2017
    Dok apakah droplet air liur orang hiv yang terciprat ke bibir orang sehat bs menularkan hiv? Sy ngobrol dengan teman sy yang hiv dan dia muncrat pas ngomong ke bibir sy...
  105. Salam mas, air liur tidak yang terpercik, menempel di alat makan tidak cukup untuk menjadi media penularan HIV.
  106. Anonymous May 16, 2017
    Dok permisi mau tanya.. Saya melakukan hal yg beresiko bulan 2 tgl 10. Dan saya priksa bulan 5tgl 16.. Hasilnya negatif tapi saya di suruh balik lagi dok sama dokternya katanya saya masih masa jendela.. Saya suruh balik lagi bulan agustus.. Apakah prosesnya betul seperti itu.. Atau gimana dok
  107. Salam mas/mbak, berdasarkan cerita anda, perilaku berisiko dilakukan tanggal 10 Februari, maka masa jendela akan berakhir pada tanggal 10 Mei di tahun yang sama. Saya tidak tahu mengenai wawancara anda dengan dokter tersebut. Mungkin saja alat yang digunakan baru dapat mengukur apakah anda terinfeksi atau tidak setelah masa jendela 6 bulan. Perlu anda tanyakan standar tindakan pemeriksaan di tempat tersebut untuk mendapat informasi yang jelas.
  108. Salam mas/mbak, berdasarkan cerita anda, perilaku berisiko dilakukan tanggal 10 Februari, maka masa jendela akan berakhir pada tanggal 10 Mei di tahun yang sama. Saya tidak tahu mengenai wawancara anda dengan dokter tersebut. Mungkin saja alat yang digunakan baru dapat mengukur apakah anda terinfeksi atau tidak setelah masa jendela 6 bulan. Perlu anda tanyakan standar tindakan pemeriksaan di tempat tersebut untuk mendapat informasi yang jelas.
  109. Anonymous June 15, 2017
    Dok saya mau konsultasi dulu, pak saya pada tgl 21 mei kemarin kilaf kencan dgn psk tanpa kondom, terus skitar seminggu demam cukup lama dan sakit di selakangan kanan, apakah itu gejala hiv? Saya bener2 nyesel soalnya waktu itu juga gak sadar (lagi mabuk) pdhal umur saya baru 18 tahun.. saya takut mau bilang orang tua.Tolong solusinya dok.
  110. Anonymous June 15, 2017
    Saya tambah sedikit nyeri diselakangan pada paha kanan saja tanpa ada benjolan dan tenggorokan sakit tapi 1 hari langsung sembuh, namun pileknya cukup bertahan lama, apakah itu termasuk gejala dok?
  111. Anonymous June 15, 2017
    Dok bulan lalu saya melakukan tindakan seks berisiko .. saya kenalan dengan wanita dan pacaran 1 bulan .. sy pernah melakukan intin tanpa mengunakan kondom .. ternyata wanita ini terinfeksi hiv setelah 1 bulan dr hubungan sy test hiv dan hasilnya sy non reaktif .. pertanyaan sy .. apakah hubungan dengan wanita terkena hiv tanpa mengunakan kondom pasti 100% .. persentasi nya ada ga kemungkinan sy tidak kena dok. Sy lg nuggu 3 bulan lg untuk di test kembali .. sy sangat gelisah dok .. apakah ada obat untuk mencegah dok soalnya masih baru .. mohon di jawab donk tq
  112. Salam mas sekalian, hal yang paling penting anda lakukan adalah melakukan test untuk infeksi menular seksual. Karena semua keluhan tersebut hanya dapat dipastikan melalui pemeriksaan. HIV tidak dapat dicegah selain dengan penggunaan kondom secara benar dan konsisten. Memang penularan HIV melalui hubungan seks tidak selalu ada, sekitar 30%.
  113. Anonymous July 9, 2017
    dok saya mau tanya nih kan sayang sudah tes vct pada bulan ke 3 setelah tindakan beresiko dan hasilnya non reaktif.. Trus saya tes lagi pada bulan ke 5 setelah tindakan beresiko dan hasilnya non reaktif.. Apakah itu bisa di pastikan non reaktif dok..
  114. Salam mas/mbak, bila tes sudah dilakukan melewati masa jendela 4-12 minggu dari perilaku berisiko terakhir maka hasil tersebut sudah bersifat hasil akhir dan dapat untuk memastikan status anda saat ini.
  115. Anonymous July 10, 2017
    Dok permisi nama saya muktar. Saya tes vct itu sudah 2x. Nah saya tes pertama bulan ke 2 setelah melakukan hal beresiko dan hasilnya non reaktif, trus saya priksa lagi pada bulan ke 4 dan hasilnya non reaktif. Apakah itu sudah bisa di bilang non reaktif..
  116. Salam mas Muktar, bila tidak ada perilaku berisiko tertular HIV lagi, maka hasil pemeriksaan anda dapat diterima sebagai hasil akhir.
  117. Anonymous July 26, 2017
    Halo dok, tgl 13 juli ini saya tes hiv di puskesmas dekat rumah, ketika pengambilan darah dokter tersebut tidak membuka jarum suntik di depan saya yg mana ketika saya masuk ruangan jarum suntik sdh terbuka(tanpa plastik) di atas meja..Adakah kemungkinan saya terpapar virus?Saya tes hiv dan hepatitis b waktu itu untuk persyaratan pra nikah, dan hasilnya negatif..Terima kasih
  118. Anonymous July 27, 2017
    Apakah gusi yang tidak sengaja tertusuk ujung peniti hingga mengeluarkan darah beresiko terkena hiv dok? Perlu kah saya melakukan tes hiv atas kejadian tersebut? Untuk tindakan beresiko lainnya tidak pernah saya lakukan. terimakasih..
  119. Salam mas/mbak, memang ada beberapa layanan memiliki ruangan tersendiri untuk alat-alat laboratorium. Namun umumnya memiliki standar yang sama untuk pengambilan darah menggunakan jarum sekali pakai.
  120. Anonymous July 28, 2017
    Terima kasih atas jawabannya dok..Jadi saya aman yaa?Atau perlu cek ke tempat lain 3 bln lg?
  121. Salam mas/mbak, untuk pengambilan darah risiko justru terjadi pada petugas pengambil darah. Bila anda ingin memastikan bahwa tidak ada penularan dalam proses tersebut, silahkan anda periksa. Namun bila anda yakin bahwa layanan kesehatan memang aman anda tidak perlu memeriksakan diri lagi
  122. Anonymous July 28, 2017
    Tes apa yg perlu saya lakukan?Krn msh 2 minggu berjalan..Apakah viral load atau vct dok?
  123. Salam mas/mbak, untuk tes HIV disarankan menggunakan tes antibodi untuk menegakkan diagnosa. Jadi sebaiknya anda tes VCT untuk status awal anda dan setelah minggu ke 12 untuk melihat apakah ada penularan atau tidak
  124. Anonymous October 20, 2017
    Dok saya mau tanya. Saya pertengahan bulan juni lalu terkena kencing nanah. Terus selama 25 hari saya sembuh. Karena bingung dan panik pertengahan bulan agustus sya cek VCT diRSUD. Hasil na negatif. Trs bualn september saya cek lagi hasilna negatif. Akhir bulan september cek lag negatif juga. Terus cek terahir tgl 18 oktober ini dok juga negatif. Tp saya merasakn bibi dlmr saya ad bintik" kecil. Trs tenggorokan sakit. Apakah saya masih harus tes lg dok. Soalna sekrng saya kaya orng stres berat dr awal sya tes VCT. Apakah klo tanda" seperti itu klo dicek hasilna akurat dok?
  125. Anonymous October 20, 2017
    Maaf dok tanya lg 1.apakah kencing nanah sama dengan hiv.? 2.Dan apakah penderita kencing nanah pasti positif hiv?
  126. Anonymous October 23, 2017
    Dok... Mohon dijawab dok... Saya depresi berat kayana gara" ini. Apakah yg pernah kena kencing nanah trs bibir na sama tenggorokan na sakit pasti HIV y dok. Padahal saya sudah cek 4 kali juga sudah lewat masa jendela dn hasil negatif ap saya bisa jd positif dok.? Ap sariawan dan sakit tenggorokan bisa dipicu karena stres dan depresi dok?
  127. Anonymous October 23, 2017
    Apa saat tanda" atau gejala hiv keluar bila dicek darah hasil na pasti akurat dok?
  128. Salam mas, kencing nanah adalah suatu gejala yang salah satu penyebabnya adalah infeksi menular seksual. Kencing nanah belum tentu terinfeksi HIV juga. Pemeriksaan terbaik untuk mengetahui apakah anda terinfeksi HIV adalah dengan pemeriksaan darah 12 minggu setelah aktivitas seksual yang berisiko. Pemeriksaan HIV menggunakan antibodi spesifik yang artinya antibodi yang khusus mengenali virus HIV. Jadi tidak terpengaruh dengan infeksi lain yang sedang anda alami. Bila anda masih merasakan berbagai keluhan, silahkan anda kembali berkonsultasi dengan dokter anda untuk mencari penyebab dan mendapatkan pengobatan yang tepat.
  129. Anonymous October 28, 2017
    Halo dok saya baru mendapatkan hasil tes anti hiv ag/ab combo dengan hasil 0.08 dengan asumsi 1.00 reaktif. Dengan jendela 7 bulan setelah perilaku beresiko, apakah hasil ini sudah akurat dok? Dan seharusnya di angka berapa hasil tes ag/ab combo untuk manusia yang hidup sehat dok?Mohon pencerahannya thanks
  130. Anonymous October 31, 2017
    dok saya mao tanya.tanggal 12 agustus 2017 saya perna lakukan sesks beresiko kena gonoresiap itu sembuh seminggutanggal 18 agustus ada main sama cewek pabrik cuma pakai pengaman cuma masi merah ujung penis aq tidak luka cuma merah doanksiap itu tanggal 20 agustus 2017 aq suru cewek aq yang uda pacaran 3 tahun emut..dan hanya bentr g sampai 5menitsiap itu aq takut q berobat tanggal 12 september 2017 aq test anti hiv non reactive27 september 2017 test lagi non reactivetanggal 11 october aq bawa cewek karaoke itu test anti hiv dia non reactive. ..dan aq test sifilis non reactive herpes non reactivehepatitis b dan c non reactivesiap itu cewek kedua gtw kmna.siap itu tanggal 16 oktober 2017 aq ke pmi donor darah. .siap itu darah aq aman..aq tel ke pmi katanya darah aq aman dan bisa donor lagi katanya aq bebas dari hiv dan hepatitis dan sifilis.tanggal 20 oktober 2017 aq ambil test anti hiv non reactivesiap itu aku ke dokter spesialis penyakit dalam katanya aku uda aman karena pmi memakai alat nat uda bisa kedetect apalagi uda mao 2 bulan atau 8 mingfu uda...pasti uda bisa dicek sama alat nat.ada bibit hiv atau gx.dan itu pun pmi udah bilang aman bisa donor lagi.aq rencana tanggal 20 november 2017 mao ambil anti hiv apakah bisa berubah atau gx hasilnyaatau mao ulang lagi ke 3 bulan lagi ntrpass di oral sex penis aq ujung masi merah dan cewek q sariawan pula aq takut banget sampai tidak bisa tidur uda nie
  131. Salam mas, angka di tes CMIA atau Combo milik anda masih di bawah angka rujukan jadi artinya tidak terinfeksi HIV saat ini. Nilai normal dalam tes tersebut tentu dibawah angka rujukan. Untuk anda yang terinfeksi gonore, ada baiknya anda kembali melakukan pemeriksaan setelah pengobatan untuk melihat hasil pengobatan anda tersebut.
  132. Salam mas, angka di tes CMIA atau Combo milik anda masih di bawah angka rujukan jadi artinya tidak terinfeksi HIV saat ini. Nilai normal dalam tes tersebut tentu dibawah angka rujukan.

    Untuk anda yang terinfeksi gonore, ada baiknya anda kembali melakukan pemeriksaan setelah pengobatan untuk melihat hasil pengobatan anda tersebut.
  133. Anonymous November 14, 2017
    Malam dok...Saya pengen vct karena syaa pernah ganti2 pasangan dan pernah kena raja singa...Yg saya takutkan....
  134. Salam mas/mbak, memang sebaiknya anda rutin melakukan pemeriksaan infeksi menular seksual setidaknya sekali setahun agar dapat ditangani secara dini seandainya terinfeksi
  135. Anonymous November 26, 2017
    selamat malam dok,,maaf dok mau tnya untuk hasil test nya biasanya berapa lama ya bisa di ketahui,terimksh
  136. Salam mas/mbak, tergantung pada tes yang anda lakukan. Untuk pemeriksaan HIV, sifilis, gonore, hasilnya dapat diketahui dalam waktu sekitar 30 menit.
  137. Anonymous December 5, 2017
    mlm dok. Mau tanya saya hbz mmbntu mnolong persalinan dgn bidan. Saya kecipratan air ketuban Trnyata stlah diperiksa ibu itu hiv positif. Bagaimana dok apa saya bisa tertular
  138. Anonymous December 5, 2017
    Maaf ada tambahan lg dok. Bagaimana kalau air ketubannya muncrat kemuka apa bisa terkena dok.
  139. Anonymous December 6, 2017
    Low risk sekali terkecuali muka ada luka sebesar 10cm dan masih basah luka nya...kalau gk ada luka...gk ada penularan sama sekali...cek 3bulan valid....!
  140. Anonymous December 6, 2017
    Ada kemungkinan masuk mata gak ya dok. Trz klo sampai masuk mata apa beresiko sekali
  141. Anonymous December 8, 2017
    Dok, bulan november awal saya membantu saudara yg terjatuh dikamar mandi dengn beberapa luka berdarah, saya beberapa kali membopongnya ketika membawa kerumah sakit. Saya punya kebiasaan mengorek2 jerawat dan kuku jari kaki sampai berdarah. Dikemudian hari baru saya tau saudara saya tersebut penderita aids. Apabila ada percikan darah yg tidak saya sadari dijari saya yg kemudian saya gunakan utk mengorek2 jerawat atau kuku jari kaki sampai berdarah apa saya bisa tertular hiv. Saya takut sekali karena dua hari ini tiba tiba saya mengalami sakit nyeri otot dan kemudian demam tinggi selama dua hari. Saya baca2 infeksi hiv baru muncul sebulan setelah kejadian. Tolong sarannya dok.
  142. Anonymous December 10, 2017
    Untuk low risk gan...virus hiv itu penularannya sangat amat susah terlebih jika terkena udara maka virus akan mati.Cek hiv 3bulan setelah beresikk hasilnya adalah Valid menurut depkes dan who...
  143. Anonymous December 10, 2017
    Untuk low risk gan...virus hiv itu penularannya sangat amat susah terlebih jika terkena udara maka virus akan mati.Cek hiv 3bulan setelah beresikk hasilnya adalah Valid menurut depkes dan who...
  144. Anonymous December 11, 2017
    terimakasih responnya gan, seingat saya sih saya sama sekali tidak menyentuh daerah atau bagian apapun yg bawah. saya saya membantu mengangkat badan dan kepalanya ketika mau di angkat ke mobil.tetapi saya takut kalau sehabis mengangkat itu saya ga sengaja menggaruk bekas luka tipis di jidat (kebetulan saat itu di kening saya ada bekas luka garukan yg suka gatal) dan seinget saya sampe rumah sakit pada saat iseng menunggu saya congkel2 kuku jari kaki sampai berdarah.nah sekarang kira2 pas sebulan kemudian, saya tiba panas tinggi dengan didahului sakit2 di persendian. setelah di bawa ke dokter , 2-3 hari sih udah sembuh demam dan sakit sendinya.Sekarang yg muncul pasa paranoid tertular hiv, sampai semalem ga bisa tidur sampai pagi kebayang2 masa depan ....aduuhhh tolong gan, mau cek hiv takut saya kebagian yang apes yg low risk itu
  145. Anonymous December 11, 2017
    terimakasih responnya gan, seingat saya sih saya sama sekali tidak menyentuh daerah atau bagian apapun yg bawah.--> maksudnya yg basah/berdarah , bukan bawah
  146. Anonymous December 12, 2017
    Tenangkan diri lebih baik gan untuk kasus agan tidak pernah terjadi kalau tertular karena itu...hampir sebagian kasus hiv tertular dri penggunaan jarum suntik secara bersamaan dan hub sexual tanpa kondom,terutama anal seks.untuk kasus agan lebih baik diperiksakan pemeriksaan penyakit menular lainnya sperti herpes,hepatitis,sifilis dan lain2nya...dan juga hiv...untuk menjaga ketenangan agan harap dilakukan 3bulan setelah beresiko maka hasil valid.
  147. Anonymous December 12, 2017
    terimakasih Pak, mudah2an ini memang benar akibat dari rasa takut yang berlebihan.hari ini kondisi badan saya masih lemas dan jalan sempoyongan, mudah2an ini juga karena efek sehabis demam 2 hari yg lalu yang belum pulih benar.
  148. Anonymous December 12, 2017
    Kondisi badan lemas dan sempoyongan karena disebabkan bapak krng istirahat dan rasa cemas yang terlalu berlebihan...infeksi hiv biasanya tidak bergejala sehingga orng yang terinfeksi tidak mengetahui bahwa dirinya terinfeksi dan menularkan ke orang lain karena merasa dirinya tidak terinfeksi.maka jika bapak merasa melakukan peristiwa beresiko dapat melakukan test hiv lanjutan untuk membuat rasa cemas bapak hilang.
  149. Salam mas/mbak, HIV tidak menular melalui percikan cairan tubuh, sentuhan. Jadi menolong proses persalinan dan terpercik cairan tidak menyebabkan terjadinya penularan. Begitu pula saat menolong orang sakit. Bila masih ragu anda bisa mengunjungi dokter di layanan HIV untuk mendapatkan penjelasan.
  150. Anonymous December 22, 2017
    Selamat sore dokSaya mau tanya apakah test vct valid setelah melakukan hibungan lebih dr 3 bulan?Jika saya test vct setelah lebih dr 3 bulan (1tahun) setelah hubungan dinyatakan non reaktif apakah bs dikatakan tidak terinfeksi?Namun saya mempunyai gejala mirip hiv belakangan ini
  151. Salam mas/mbak, benar hasil pemeriksaan dapat diterima sebagai hasil akhir bila dilakukan setelah 12 minggu dari perilaku berisiko terakhir. HIV tidak memiliki gejala yang khas, bisa mirip dengan gejala penyakit lain. Jadi silahkan anda mendatangi dokter terdekat untuk mencari penyebabnya.
  152. Anonymous December 29, 2017
    Sore dok mau nnya ne tangan kaki suka nyeri sendi dan otot dtambah ksemutan jg plus diare tp gk cair leher atau tegorokan terasa pegel dan dahi suka berkeringat pas dsentuh dingin dan kulit jg klo kena hmbusan angin tersa dingin dr blkang kpla leher tangan badan Batuk hnya ssekali apa itu termasuk gejala pnyakit kelamin ya mhon pnjelasannya dok Cemas-Cemas ne saya.. Trmksh
  153. Anonymous December 29, 2017
    Tambahannya lg dok maaf tidur kadang suka kebangun subuh" gtu trus daerah ketiak sukar gatal" gtu.. Trmksh mhon pnjlasannya jg..
  154. Anonymous December 30, 2017
    Dok mau nanya, saya sudah demam sekitar 1 bulan lebih, pertama kiranya tipea tapi pas cek darah normal, ada batuk kering sedikit, ruam kalau tubuh panas kelihatan merah setelah itu hilang, KGB gk ada yg bengkak, sya mlakukan hub sexual dgn org yg dlu kenalan di cafe sudah 1 tahun lwbih, apakah demam ini yg tidak sembuh berhubungan dgn hiv? Tolong dijawab ya dok
  155. Anonymous December 30, 2017
    Siang dok sy mau nanya kdang" suka keringat di dahi tp bgtu dpegang dingin baik siang atau pun malam pas tidur suka kluar gt di sertai nyeri otot dan sendi serta telapak tangan sperti panas gtu bgtu jg dengan kaki dok dtambah diare tp tidak cair fases tidak sperti sosis bntuk nya macam lunak gtu serta nyeri daerah leher/tngorokan dan mslah gnguan tidur tidak pd umumnya Tmbhannya dok sering ksemutan baik di tangan atau pun kaki seringnya sblah kanan Apa itu trmsuk gejala HIV dok..mhon pnjlsannya dok sy kpkiran dan sngat cemas trmksh..
  156. Penyakit menular seksual adalah penyakit yang terjadi bila didapatkan riwayat kontak seksual, sehingga perlu diketahui apakah Anda memiliki kontak seksual yang berisiko. Mengenai gejala nyeri sendi dan otot, kesemutan, dan seterusnya, ada banyak kemungkinan kondisi medis yang dapat menyebabkan keluhan macam itu. Untuk memastikannya, Anda perlu bertemu langsung dengan dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan menyeluruh.
  157. Keluhan demam lama bisa terjadi pada beberapa kondisi medis selain HIV, misalnya infeksi paru-paru. Untuk memastikan apakah Anda mengalami gejala penykit tertentu, perlu dilakukan pemeriksaan langsung, baik melihat fisik maupun pemeriksaa penunjang yang diperlukan. Kalau Anda memiliki risiko tertular HIV, perlu juga untuk melakukan tes HIV agar status Anda dapat dipastikan untuk kepentingan pengobatan.
  158. Anonymous December 31, 2017
    selamat malam dok,sebelumnya saya fery mengucapkan Selamat Natal 25 Des 2017 bagi yg merayakannya serta Selamat Tahun Baru 01 Jan 2018.sebelumnya sy pernah melakukan beresiko terakhir antara bln oktober/nopember 2016,sekitar bulan Desember 2016/January 2017 terkena kutil kelamin,lalu tgl 30 maret 2017 dilakukan tindakan dgn dicongkel,seminggu sebelum tindakan s/d 01 mei 2017(kl 1 bln 1 minggu)minum obat isprinol serta menggunakan salep,,,lalu dimulao tgl 02 mei 2017 saya melakukan VCT HIV dengan setiap bulan sampai bln nopember 2017 dgn metode berbagai macam metode sperti rapid test,elisa dgn hsl selalu NR dan terakhir dgn CMIA hsl nilai rujukan 0,23 dan non reaktif.semenjak bln mei 2017 sy mengalami gejala2 mengarah hiv sperti mual,rasa muntah,gatal2,sakit tenggorokan,nyeri KGB di lipatan paha,ketiak dan leher serta keringat berlebihan,semua gejala berlangsung smp 4-5 bln dgn silih berganti terkecuali nyeri sendi dan otot berpindah-pindah msh berlangsung smp saat ini. Sekitar 11 nop 2017 sy melakukan test HSV dgn hsl :HSV 1 IgG 4,62HSV 1 IgM 0,50HSV 2 IgG 0,29HSV 2 IgM 0,70lalu sy periksa ke berbagai dokter SpPD dan SpKK dgn tanggapan tdk perlu diobati.tetapi dlm bbrp hari ini kembali timbul gejala2 persis diatas yg tlah sy uraikan....Sampai saat ini sy mikirin itu terus..Dengan ini sy mohon bantuan penjelasan dr Dokter Angsa Merah.G B U
  159. Anonymous January 1, 2018
    Mas/mbak nya sehat2 aja... sudah dibuktikan dengan semua hasil diagnosa dokter dan hasil lab. Hasil NR testing HIV setelah 3 bulan dr resiko terakhir itu hasil akhir yg akurat dan valid dan tak perlu dipertanyakan lagi. Dari beberapa dokter yang anda temui sudah bilang anda sehat dan tak perlu ad yg diobati. Anda mau tanya sama dokter apa lagi??? Mau tes lab apa lagi??? Tak ada yg perlu diobati, kecuali jiwa anda sendiri yg perlu diobati, anda butuh psikiater, krn semua keluhan anda lahir dari jiwa anda yg tak stabil. Anda mengalami psikosomatis yg lahir dr anxiety disorder. Obati jiwa anda, maafkan masa lalu anda, rubah pola pikir anda, mndekatklah sm tuhan anda dan rubahlah perilaku anda.
  160. Anonymous January 1, 2018
    maaf mas/mbak,knp ucapan anda kasar sekali...sy hanya bertanya knp gejala2 yg saya alami lalu knp timbul lg?
  161. Anonymous January 1, 2018
    serta apakah HSV1 IgG positif bs diobati?
  162. Anonymous January 1, 2018
    padahal disini sy bertanya dgn dokter??
  163. Anonymous January 1, 2018
    Mas/mba nya, mhn maaf jika kata2 saya dianggap kasar, saya tidak kasar kok, mgkn krn ini bahasa tulisan saja. Sekali lg mohon maaf ya...
  164. Anonymous January 1, 2018
    Dok,apakah HSV1 IgG positif bisa di sembuhkan atau konsumsi obat tuk herpe
  165. Anonymous January 1, 2018
    herpes?
  166. Anonymous January 1, 2018
    maaf dokter ada tambahan,,,knp gejala2 nya bs timbul lg dok?apa dokter mengetahui sesuai pengalaman dokter menangani pasien yg sma dgn saya?trimakasih sblumnya
  167. Anonymous January 1, 2018
    Saya bantu jawab yah gan...Hasil test hiv setelah 3 bulan atau lebih dikatakan valid...seperti yang dikatakan mas sbelumnya mungkin semua gejala mengarah ke anxiety disorder..dan menyebabkan gejala2 datang dri pikiran.untuk herpesnya tidak perlu diobati.karena herpes akan selalu muncul jika daya tahan tubuh menurun.maka jika daya tahan tubuh menurun akan terjadinya herpes yang timbul.untuk herpesnya jika ada lesi dapat diobati dengan acyclovirdalam bentuk salep ataupun oral dengan dosis 500mg..jangan digunakan dengan sembarangan harus perlu dilakukan konsultasi dengan dokter spkk.untuk Hsv igg nya tidak akan bisa negativem.karena akan selalu positive terus karena hsv adalah virus dan akan selalu positive teekecuali igm.jika igg nya positive brrti anda terinfeksi masa yg lampau..jika igm nya positive brrti anda sedang mengalami infeksi yang baru2 ini...diharapkan menggunakan kondom jika anda melakukan hub seksual trhdp pasangan anda.Jika hsv igm positive tetapi tidak ada lesi/lentingan yg melepuh muncul maka tidak perlu dilakukan pengobatan.tetapi jika ada lentingan yg muncul maka perlu dilakukan pengobatan.saran dokter anda sudah benar untuk tidak dilakukan pengobatan.harap anda sabar dan menaikan daya imun anda untuk melawan virus hsv anda...dan jangan stress..karena jika anda stress maka hsv anda bisa muncul..semoga membantu...
  168. Anonymous January 2, 2018
    Maaf yah gan, mas/mbak... Mungkin tuk hsl hiv stlah 3 bln atau lebih saya bisa trima. Yg menjadi pikiran atau pertanyaan sya knp gejala2 diatas timbul kg termasuk sering nyeri di bag dlm mulut, serta nyeri sendi dan otot berkepanjangan. Apa Dokter dan mas/mbak di sini mengetahui penyakit sya lainnya dgn gejala2 yg timbul terus menerus. G W U
  169. Anonymous January 2, 2018
    Maaf,,, tambahan. Memang tuk gejala yg timbul sekarang ini baru beberapa hr sya rasakan/keluhkan.terkecuali nyeri sendi dan otot yg timbul tdk pernah jeda. Sy sdh tdk melakukan seks lg stlah beresiko terakhir (1 tahuanan yg lalu), bgitu jg berhubungan seks dgn istri terakhir antara bln feb/mrt 2017 krn sy mengatakan ingin sehat dl dr IMS lalu, istri mengerti jg. Dan istripun mengalami gejala2 apa yg sy alami selama ini.
  170. Anonymous January 2, 2018
    siang dok sbulan lalu sy hub beresiko tnpa pengaman bisa di bilang saya pasif untuk hub sex, dan tiap malam kadang suka keluar keringat dr dahi smpe kepala blkang dan pungung nyeri sendi dan otot kadang berdekup gtu dok dan susah tdur, ex tdur jam 11 kbngun jam 1 an truss pksain tdur lg dok Dan klo disaat cuaca panas siang hari kulit trasa dingin gtu kena hibasan angin pdhal cuaca panas dan lengan ataupun telapak tngan kadang trsa panas sprlti kbkar gtu Dan tngorokan sperti pegal"/kyak ad tusukan gtu serta kdang" panas turun gtu serta perut sperti mual /bunyi"..apa itu semua termasuk gejala beresiko dok Mohon penjelasannya..? Dan tes cmia itu untuk mngetahui gejala apa saja ya, ? Trmksih mohon penjelasannya
  171. Anonymous January 2, 2018
    Yuph...menerima hasil akhir berarti bisa diterima dengan lapang dada adalah hal yang patut ditanamkan diri sendiri.bukan hanya pemahaman dari hasil test.Penyebab yang dirasakan kemungkinan masih adanya infeksi herpes mulut dan herpws genital walaupun tidak menimbulkan lesi lentingan seperti yang dokter katakan.kemungkinan daya tahan tubuh mas nya swdang melawan atau membuat antibody2 untuk melawan hsv 1 dan hsv2.jadi Untuk Hsv 1 itu menyerang dari punggung keatas..sedangkan Hsv2 otu dri punggung kebawah...Saya tidak bisa memberikan saran atau nasehat.dan mungkin dokter adiyana juga tidak bisa memberikan solusi pengobatan apabila anda tidak datang sendiri ke dokter adiyana untuk melakukan pemeriksaan.karena dengan dilakukan pemeriksaan secara langsung dokter adiyana ataupun dokter yang lainnya dapat melakukan solusi terbaik apabila gejala yang berlangsung parah.Sebaiknya anda konsultasikan ke dokter penyakit dalam atau ke dokter di angsamerah yang berpengalaman untuk menangani kasus anda.karena Jika dilihat dari hasil Hsv 1 dan 2 anda dua duanya positive baik igg dan igm..artinya anda terinfeksi masa lampau dan swdang terinfeksi lagi masa sekarang..cara dan solusi untuk anda sekarang adalah dengan memakan suplement2 khusus menaikan daya imun anda agar proses infeksi semakin membaik bukan salam arti virus hsv anda akan hilang...tetapi akan selalu positive..karena herpes dan kutil termasuk golongan virus yang akan selalu kambuhan jika daya tahan tubuhnya menurun.termasuk flu.saran saya jika anda masih belum.menemukan solusi silahkan anda konsultasi ke dokter spesialis penyakit dalam.gejala yang anda rasakan sama seperti yang saya rasakan.adabaik nha jika anda mencari jalan untuk menemukan jawaban anda di dokter lain maupun di dokter angsamerah.semoga sehat selalu salam damai selalu.....Gbu..
  172. Anonymous January 2, 2018
    oke makasih mas/mbak tuk penjelasannya... mas/mbak diatas mengatakan "gejala yg sy rasakan sama sperti yang mas/mbak rasakan"?lalu kira2 suplement apa yg cocok dan bagus tuk menaikan imun?..G B U
  173. Anonymous January 3, 2018
    Komsumsi vit c 500mg sehari sekali dan lycoxac harus ada resep dri dokter..dan stimuno forte sehari sekali dan olahraga cukup mnum air putih yang banyak dan olahraga selama 15menit sehari....cukup untuk menaikkan imun makan buah2an merah ato yg lainnya sehari sekali dan 1 lgi jangan stress..karna stress adalah salah 1 faktor penyebab imun anda turun..maka kenapa odha tidak bokeh stress karena dapat mempengaruhi imunnya yg turun...komsumsi vitamin dan suplemetn harus dikonsumsi dalam jangka waktu tertentu tidak boleh secara terus menerus..jika anda mau secara alami anda dapat mengkomsumsi buah2an dan sayur2an hijau...Ingat mas jangan stress..faktor dri herpes kambuhan adalah termasuk stress berlebih....sama2 mas....semoga saya bisa membantu anda...salam angsamerah....
  174. Anonymous January 5, 2018
    siang dok sbulan lalu sy hub beresiko tnpa pengaman bisa di bilang saya pasif untuk hub sex, dan tiap malam ,pagi,siang sore kadang" suka keluar keringat dr dahi smpe kepala blkang dan pungung nyeri sendi dan otot kadang berdekup gtu dok dan susah tdur, ex tdur jam 11 kbngun jam 1 an truss pksain tdur lg dok Dan klo disaat cuaca panas siang hari kulit tangan badan dan lungung trasa dingin gtu kena hibasan angin pdhal cuaca panas dan lengan ataupun telapak tngan kadang trsa panas sprlti kbkar gtu Dan tngorokan sperti pegal"/kyak ad tusukan gtu serta kdang" panas turun gtu serta perut sperti mual /bunyi"..apa itu semua termasuk gejala beresiko HIV dok Mohon penjelasannya..? Dan tes cmia itu untuk mngetahui gejala apa saja ya, ? Trmksih mohon penjelasannya
  175. Anonymous January 6, 2018
    selamat siang dokter,sebelumnya saya fery minta maaf mengulangi keluhan saya ini.apakah benar ini perjalanan virus hiv dr NR menjadi Reaktif,krn sy dpt dr googling dan bbrp ODHA yg mengatakan bhw virus hiv itu lambat berrkembangnya bagi kekebalan tubuh yg kuat.sebelumnya sy pernah melakukan beresiko terakhir antara bln oktober/nopember 2016,sekitar bulan Desember 2016/January 2017 terkena kutil kelamin,lalu tgl 30 maret 2017 dilakukan tindakan dgn dicongkel,seminggu sebelum tindakan s/d 01 mei 2017(kl 1 bln 1 minggu)minum obat isprinol serta menggunakan salep,,,lalu dimulai tgl 02 mei 2017 saya melakukan VCT HIV dengan setiap bulan sampai bln nopember 2017 dgn metode berbagai macam metode sperti rapid test,elisa dgn hsl selalu NR dan terakhir dgn CMIA hsl nilai rujukan 0,23 dan non reaktif.semenjak bln mei 2017 sy mengalami gejala2 mengarah hiv sperti mual dan rasa muntah,gatal2 dan timbul bintik2 dlm 1-2 hr hilang timbul,BAB sperti diare 2X sehari,sering kesemutan pada telapak tangan dan kaki,sakit tenggorokan,telapak tangan berkerut,nyeri KGB di lipatan paha,ketiak dan leher serta keringat berlebihan,semua gejala berlangsung smp 4-5 bln dgn silih berganti terkecuali nyeri sendi dan otot berpindah-pindah msh berlangsung smp saat ini. Sekitar 11 nop 2017 sy melakukan test HSV dgn hsl :HSV 1 IgG 4,62HSV 1 IgM 0,50HSV 2 IgG 0,29HSV 2 IgM 0,70lalu sy periksa ke berbagai dokter SpPD dan SpKK dgn tanggapan tdk perlu diobati.tetapi dlm bbrp hari ini kembali timbul gejala2 persis diatas yg tlah sy uraikan....Sampai saat ini sy mikirin itu terus..Dengan ini sy mohon bantuan penjelasan dr Dokter Angsa Merah dgn jujur dan akurat.G B U
  176. Anonymous January 6, 2018
    Salam gan, mgkn bs mmbntu mnjelaskan, dari kterangan agan, jika mmg benar perilaku beresiko terakhir nop 2016 dan tk ada faktor resiko lg stlh itu, dan sdh tes hiv mulai mei SETIAP BULAN smpe nop 2017 dg rapid, elisa, cmia dg hasil NR. Itu artinya agan tdk terinfeksi hiv krn sdh lewat dr masa jendela terpanjang 3 bulan. Bersyukurlah gan dan perbaiki diri. Dari hasil tes HSV agan brrti ada infeksi herpes. Dari cerita agan yg melakukan tes hiv TIAP BULAN dr mei smpe nop, sepertinya menggambarkan agan sdg mengalami kecemasan yg berlebih. Kecemasan it jg menimbulkan sakit gan. Jika tes hiv ad VCT nya dan dr mei-nop pasti ad konselor/dokter yg konsen dibidangnya yg menjelaskan jk agan tdk terinfeksi, tp agan sptx blm percaya dan msh cemas. Dan agan malah mikirkan hasil googling yg blm jelas sumber dan kebenarannya. Belajarlah memaafkan masa lalu dan perbaiki masa kini... mgkn nanti dokter disini bisa menjelaskan. salam sehat...
  177. Tes HIV yang dilakukan setelah masa jendela (3 bulan pasca perilaku berisiko) hasilnya dianggap valid. Sehingga bila Anda memiliki risiko di akhir 2016 dan sudah melakukan tes HIV berulang kali sepanjang tahun 2017 dengan hasil non reaktif, maka Anda dinyatakan saat ini tidak terinfeksi HIV.Gejala yang dirasakan seperti mual, muntah, gatal, bintik kulit yang hilang timbul dan lainnya bisa dipicu karena aktivasi sistem saraf autonom. Sistem saraf autonom bekerja untuk mengatur berbagai proses biologis dasar dalam tubuh yang akan bekerja lebih aktif ketika kita berada dalam tekanan, baik tekanan fisik maupun psikologis. Anda perlu memeriksakan diri Anda ke dokter untuk melihat apakah ada tekanan fisik (stress fisik) yang memicu aktifnya sistem saraf autonom Anda, misalnya dengan pemeriksaan tekanan darah, nadi, dan observasi fisik. Bila hasilnya normal, kemungkinan Anda memiliki tekanan psikologis yang memicu aktifnya sistem saraf autonom Anda, dan berpengaruh terhadap gejala yang Anda rasakan. Tekanan psikologis dapat berupa kecemasan, yang bila mengganggu kehidupan harian Anda maka memerlukan penanganan ahli, dan bila perlu mendapat pengobatan. Tentunya untuk memastikan hal ini, Anda perlu datang dan memeriksakan diri ke tenaga kesehatan, bahkan ke psikiater.Mengenai hasil tes HSV, Anda sudah melakukan hal yang tepat dengan berkonsultasi ke dokter penyakit dalam dan kulit kelamin. Meniliki hasil yang Anda tuliskan, dan tidak adanya luka herpes yang timbul, maka saya bersepakat dengan tanggapan dokter Anda sebelumnya.Semoga jawaban ini dapat meringankan pemikiran Anda. Salam sehat.
  178. Untuk Anda yang mengatakan bahwa Anda pasif dalam hubungan seks, keluhan berkeringat banyak tidak selalu berhubungan dengan infeksi HIV. Ada berbagai kondisi medis yang muncul dengan gejala berkeringat, misalnya penyakit paru-paru atau kecemasan. Perlu dicari tahu apakah ada gejala lain yang menyertai untuk bisa menentukan kondisi Anda. Oleh karena itu, penting untuk berkonsultasi langsung dengan dokter supaya dilakukan pengecekan fisik yang lengkap. Semoga jawaban ini dapat membantu Anda untuk mengambil tindakan. Salam sehat.
  179. Anonymous January 7, 2018
    selamat pagi dok untuk akurasi tes metode NAT apakah hanya akurat untuk masa awal terpajan?bagaimana jika sudah berbulan bulan melewati masa jendela tapi menggunakan metode NAT apakah masih akurat?terimakasih kasih penjelasanya
  180. Anonymous January 7, 2018
    adakah konsultasi via telfon di angsa merah ?terimakasih
  181. Anonymous January 7, 2018
    Sehingga bila Anda memiliki risiko di akhir 2016 dan sudah melakukan tes Terimakasih untuk penjelasan dari Dokter Gina Anindyajati,tapi seblumnya maaf,Dokterr ada mengatakan: "Sehingga bila Anda memiliki risiko di akhir 2016 dan sudah melakukan tes HIV berulang kali sepanjang tahun 2017 dengan hasil non reaktif, maka Anda dinyatakan saat ini tidak terinfeksi HIV",saat ini saya tidak terinfeksi HIV,berarti dengan seiringnya waktu berjalan nilai rujukan (0,23 metode cmia bln nop 2017)saya akan bertambah dlm arti menjadi HIV+, walaupun saya sdh tidak melakukan beresiko sejak 1 tahunan lalu(akhir thn 2016)sampai selamanya??Salam Sehat
  182. Anonymous January 7, 2018
    #RALAT#Terimakasih untuk penjelasan dari Dokter Gina Anindyajati,tapi seblumnya maaf,Dokterr ada mengatakan: "Sehingga bila Anda memiliki risiko di akhir 2016 dan sudah melakukan tes HIV berulang kali sepanjang tahun 2017 dengan hasil non reaktif, maka Anda dinyatakan saat ini tidak terinfeksi HIV",saat ini saya tidak terinfeksi HIV,berarti dengan seiringnya waktu berjalan nilai rujukan (0,23 metode cmia bln nop 2017)saya akan bertambah dlm arti menjadi HIV+, walaupun saya sdh tidak melakukan beresiko sejak 1 tahunan lalu(akhir thn 2016)sampai selamanya??Salam Sehat
  183. Anonymous January 9, 2018
    Agan ferry saya rasa anda sudah free dri hiv jika anda tidak melakukan perbuatan resiko lagi.Beberapa odha yang mengatakan itu memang benar.jika daya tahan tubuh yang kuat maka perkembangan hiv sangatlah lambat.maka odha disarankan untuk memakan makanna yang sehat dan bergizi serta berprotein tinggi dan juga mengkomsumsi arv tepat waktu.sehingga virus hiv didalam darah berkebang sangat amat lambat.tetapi perlu digaris bawahi.Jika tubuh tahan anda kuat dan virus tersebut lambat maka tubuh tetap akan memproduksi antibody2 yg dilwpaskan didalam darah.jadi hasil 3bulan lebih atau 1 tahun lebih tetap menghasil kan antibody2 didalam darah yang akan menghasilkan positive jika di lakukan test hiv dengan benar.Jadi kalau pasien2 yamg lain seperti anda diposisinya audah sangat lah tenng denagn hasil 1tahun.seperti ibaratkan anda terinfeksi hsv1 dan hsv2..sudah dapat teedeteksi di igm dan igg anda..karena memang tubuh selalu melalkukan perlawanan jika ada protein2 yang masuk didalam tubuh/darah...swmoga saya membantu mengurangi kecemasan anda.salam angsamerah..
  184. Salam mas/mbak sekalian, Klinik Angsamerah tidak menyediakan konsultasi baik melalui aplikasi sms, whatsapp, maupun telepon karena keterbatasan tenaga medis yang ada. Selain itu konsultasi tidak langsung tidak akan memberi jawaban yang memuaskan karena tidak dapat memberikan ilustrasi secara visual mengenai perjalanan penyakit.

    NAT tidak dapat digunakan sebagai dasar diagnosa karena berpotensi memberikan hasil yang salah. Pemeriksaan antibodi lebih disarankan untuk pemeriksaan dalam menegakkan diagnosa apakah seseorang terinfeksi HIV atau tidak.

    Angka pada pemeriksaan CMIA atau test HIV lain yang menggunakan antibodi, bila berada di kisaran nilai negatif maka diabaikan walaupun angka tersebut memiliki kecenderungan naik. Angka tersebut baru bermakna bila berada di kisaran nilai positif atau reaktif.
  185. Anonymous January 10, 2018
    pagi dokterdok apabila pasien hiv di rawat di rumahdengan kondisi susah makan dan menelan kondisi mulutnya putih2 nggak tahu karena sariawan atau jamurbagaimana keluarga yang merawatnya dok?terus apabila ada anak kecil atau orang yang tidak sengaja minum sisa nyaadakah orang yang tertular tanpa hubungan sex atau jarum suntik menurutbpengalaman dokterterimakasih penjelasanya
  186. Anonymous January 11, 2018
    Siang dok saya prilaku bresiko sebulan lalu dan itu pertma x nya sya hub tnpa pngaman krn dlam keadaan mabuk ( dlam sex saya bisa dblang pasif dok ) dan gjala saya sprti batuk ssekali, sakit tngorokan yg kdang suka pindah" dr kiri ke kanan dst klo lg jalan kaki ke tmpat makan malam swaktu makan suka kluar kringat dkit kepala ataupun pungung suka keram sendi dan otot dan mata trsa berat trus ( tidur kurang dari 7/8 ham prhri) perut suka bunyi" gtu dok sprtti lg lapar serta badan trasa hangat dan saya sudah tes 2minggu stlah beresiko hsil nya NR baik hiv,sfilis dan GO dok sy lg nungu 2 blan lg untuk tes lg,. Apakah tes cmia lewat 1 blan sudah bisa mndeteksi masuk apa enga nya vrus trsbut dok..? Dan apakah gjla sya tsb bisa masuk ktegori pnyakit klamin dok..? Mhon penjelasannya trmksh
  187. Salam mas/mbak, tidak perlu ada perlakuan khusus dalam merawat orang dengan HIV/AIDS, sama seperti merawat pasien lain. HIV tidak menular melalui penggunaan peralatan makan, toilet, ruangan yang sama, pelukan, ciuman, makan dan minum bersama. Bahkan HIV tidak menular melalui gigitan serangga seperti nyamuk. Jadi tidak usah kuatir.

    Gejala yang anda rasakan bisa disebabkan oleh banyak hal. Temui dokter terdekat untuk melakukan pemeriksaan dan menentukan penyebabnya. Untuk tes HIV tentu terbaiknya adalah setelah melewati masa jendela terpanjang yaitu 12 minggu.
  188. Anonymous January 13, 2018
    Pagi dok,, Sy mohon pengarahan dan petunjuk dari dokter,, Sy mahasiswa semester akhir disalah satu perguruan swasta, kemaren dengan kecerobohan sy melalukan perilaku beresiko dan sy sangat menyesal atas kecerobohan sy yg menuruti hawa nafsu,, Pada bln september 2017 pasangan sy mengalami kerisauan dengan kondisinya sehingga ia melakukan tes hiv di puskesmas yg menyediakan tes HIV dan hasilnya reaktif, sy dekat dnganya tergolong singkat sehingga sy tdk tau sepak terjang kehidupannya,,, mendengar hasil tesnya membuat sy drop bahkan menunda penyusunan skripsi karena tdk fokus dengan memikirkan kondisi sy,, lantas sy memeriksa darah sy di puskesmas Yg sama Di bln oktober 2017 dan keesokan harinya hasilnya keluar dan statusnya non reaktif (negative),, selama ini tdk ada gejala pembengkakan getah bening,, namun kerisauan sy begitu over hingga sy tdk bisa menyelesaikan study sy di thn 2017,,,Pihak puskesman menyuruh sy kembali tes lagi di bln desember 2017, dan alhamdulillah hasilnya non reaktif,, dari bln september sy tdk berhubungan dengan pasangan sy karena sy tdk mau melakukan kecerobohan lgi sy sangat menyesal di takuti bayangan bayangan dampak sosial dari lingkungan sy terutama keluarga bila mengetahui benar sy pengidap hiv 😢😢..Yg sy mau tanyakan dok,, Apakah akurat? metode tes hiv di puskesmas ..melewati masa jendela dengan hasil negatif apakah sy sudah aman tdk tertular?,, Apa yg harus sy lakukan untuk meyakinkan benakku bahwa saya benar tdk terinfeksi,mohon bantuannya dok,,, sy menanggung tekanan ini seorang diri Sy sangat berharap masukan dri dokter Mengenai gejala pengalaman sy saat ini.Terimakasih
  189. Anonymous January 16, 2018
    Siang dok sya perilaku bresiko sbulan lalu dan di bulan kedua sya berhub intim dgn istri sya, apakah sya ttep pke window jndla yg lama apa pke window jndla yg baru dok.. Dan gjla sya sperti sering mrasakan pegal otot dan sendi tngan kaki pngung, kdang" suka batuk serta pala nyut" an dan bunyi perut juga kadang" sprrti kyak mual Mohon pnjlasannya dok prihal gjala saya itu krna yg saya baca itu trmasuk gjla pnyakit sksual mohon pnjlasannya prihal gjala dan window periode nya.. Trmksh dok sya cemas
  190. Salam mas/mbak, pemeriksaan di Puskesmas, Rumah Sakit Umum baik pemerintah maupun swasta sudah menggunakan alat yang sudah sesuai standar Kementerian Kesehatan Indonesia. Kementerian Kesehatan menggunakan standar yang dipakai oleh badan kesehatan dunia, WHO. Saran saya adalah melakukan konseling dengan dokter di layanan HIV tersebut.

    Hubungan seks dengan pasangan tetap, dalam hal ini istri lebih mudah memeriksanya. Anda berdua tinggal mengunjungi fasilitas kesehatan yang memiliki layanan HIV dan IMS untuk mendapatkan pemeriksaan. Bila anda berdua negatif tentu tidak ada yang perlu dikuatirkan.
  191. Anonymous January 24, 2018
    Jadi dok untuk jendela periodenya saya pake yang lama apa masuk jendela yg baru karna hub bresiko bulan 11 dan hub tidak bresiko pd bulan 1 dalam hal ini (istri).. Dan gejala saya brupa pegel otot dan sendi kluar keringat saat tidurndan terbangu sbuh" krna kringat Bab mudah hancur sperti diare tapi gk mncret batuk ssekali dan sendawa..mohon penjelasannya dan sran saya hanya cemas dan kpikran saja..trmksh dok
  192. Anonymous January 25, 2018
    Malam mas, yg mas alumi sma sperti yg sy alami 9 bln sampai saat ini (melakukan beresiko terakhir 13-14 bln lalu) pdhal sy rutin test VCT dgn berbagai macam metode VCT dgn hasil NR serta bervariasi jg jawaban dokternya VCT tuk masa jendelanya. Kesimpulannya sy sdh pasrah apa pun hslnya di waktu akan dtng, sy tetap test VCT rutin tuk menjaga tdk terjadi drop.
  193. Salam mas, untuk yang hubungan seks 11 bulan lalu tentu sudah melewati masa jendela. Sedang dengan istri anda, harus diketahui status HIV istri baru dapat diperkirakan apakah ada penularan HIV atau tidak.
  194. Anonymous January 31, 2018
    Malam dr. Sy mau tanya td pagi teman sy meninggal krn hiv dan sy br tahu dia terkena hiv. Seminggu yang lalu dia dirawat di rumah sakit. Sy sebagai teman menjenguk dia di RS. Sampai disana waktu sy komunikasi sm dia .dia dapat tindakan medis injeksi dari perawat dan pas di injeksi cairan infus merembes jatuh kelantai.dan sy tidak sengaja menginjak cairan infus yg jatuh dilantai tersebut.tp cm sedikit dok di jempol kaki saja. Dan kaki sy tidak ada luka.cm sy khawatir dok apakah sy bs tertular hiv.mohon sarannya karna sy bingung mau tanya sm siapa.
  195. Salam mas/mbak, HIV tidak menular melalui hal tersebut.
  196. Anonymous February 3, 2018
    Dok saya awal perna melakukan hubungan beresiko di tahun 2012 dan saya terakhir melakukan hubungan beresiko di tahun 2015 , kemarin 2018 ini saya baru cek hiv dan hasil ny nonreaktif apa saya harus cek lagi atau gimana dok? Tapi setelah 2015 saya gak perna berhubungan beresiko lagi sampai 2018 ini malah berhubungan intim pun gak perna .. jadi gimana ya dok harus cek atau sudah cukup dgan hasil itu ? Saya binggung karna banyak yg bilang ada masa jendela ada yang bilang juga sudah cukup karna sudah 3 bulan lebih . Terimakasih dok
  197. Salam mas/mbak, hasil tes yang dilakukan setelah 12 minggu setelah aktivitas berisiko tertular HIV terakhir maka dapat diterima sebagai hasil akhir dan disimpulkan apakah anda tertular atau tidak.
  198. Anonymous February 12, 2018
    Selamat malam dokDok, bbrapa hari yg lalu saya melakukan pemeriksaan darah lengkap di salah satu RS di Makassar.Pengambilan darah dilakukan oleh petugas kesehatan, beliau menggunakan hanscoon yg terdapat bekas darah kering kemungkinan bks darinpasien sebelumnya. Sebelum pngambilan darah si ibu melakuka palpasi pada daerah vena sayadengan menggunakan hanscoon yg trdpt bekas drh kering trsebut, selanjutnya pwtugas trsebut melakukan disenfeksi namun petugas trsebut sempat pula melakukan palpasi, dan selanjutnya beliau mngambil drh saya.dan ada bbrapa artikel yg saya bacakan bahwa virus dapat ttp hidup dalam suhu yang rendah sekalipun darah sudah mengering.Yg ingin saya tanyakan, apakah dari cerita tersebut tindakan yg dilakukan petugas kesehatan dapat menularkan virus dengan tidak mengganti hanscoon.Dan apakah kasus seperti yg saya alami pernah menularkan penyakit kepasien?Karena beberapa hari ini saya sangat merasa cemasMohon balasannya dok
  199. Salam mas/mbak, virus HIV akan mudah mati di udara terbuka dalam suhu ruangan. Virus tertentu seperti influenza dapat bertahan suhu yang sangat dingin dibawah nol derajat celcius, bukan suhu tempat dengan pendingin ruangan. Darah yang mengering umumnya yang bertahan adalah jenis bakteri dan jamur. Bila merasa tidak nyaman anda bisa meminta petugas kesehatan tersebut untuk mengganti sarung tangan yang digunakan.
  200. Anonymous 2 days ago
    Pagi dok.sblmnya akhir"ini sekitar pangkal mr.p saya gatel bngt bnr"sangat gatel dok....yg Saya ingin tanya apa gejala yg saya alamiini masalah serious apa engga? Klo serious pngobatan apa yg harus Saya jalanin dok.Trimakasih
  201. Anonymous 2 days ago
    hallo dok.. saya mau tanya.. tmn saya terkena tbc dan hasil rontgennya pun ada.. sudah berobat selama 2bln dan skrg sudah di nyatakan negatif utk tb nya... masa pengobatan tmn saya mngeluhkn sakit efek samping dri obat tersebut.. dan memang kta dokternya jg itu adalh efek samping obt tsbt.. tiba2 tmn saya harus cek hiv.. dan ternyata hasilnyapun postif.. tp selama ini dia gk prnh merasakan ciri2 gejala hiv.. ko bisa ya tiba2 dri tb jd hiv? pdhl dia tdk pernah melakukan seks bebas.. ada kah kekeliruan? klo emg ada ke keliruan dgn vctnya mungkin gk org yg sedang masuk angin dinyatakn hiv krne cd4nya sedang turun?
  202. Anonymous 1 day ago
    Yya mungkin orng yg terkena hiv bisa terkan tb karena daya tahan tubuh nya menurun jadi bakteri pneumonia gamoang masuk kedalam tubuh hingga membuat cd4 nya turun...penyebab tb adalah hiv karena daya tahan tubuhnya menurun sehingga diserang okeh berbagai bakteri...biaaanya orng gg terkena tb sudah masuk ke tahap IO...maka harus dilakukan pengobataan terhadap tb nya baru dialakukan terapi arv...orng masuk angjn jelas tidak akan diyatakn hiv jika test antibody nya negative...jika masih penasaran silahkan test hiv dengan metode yang berbeda...sudah cek cd4 ya gan?brapa cd4 bya?cepat dilakukan terapi arv jika tidak ada io yg menyertai selain tb...karna tb nya uda negative bokeh di cek io2 yg lainnya mngkn jika tidak ada bisa dilakukan terapi arv untuk menekan laju perkembangan virus tsb didalam darah....awal2 terapi arv mngkn ada efek samping..ada juga yang tidak ada...jadi semoga harapannya masih panjang...Gut Luck..Gbu.
  203. Anonymous 17 hours ago
    Selamat siang dok saya mau tanya ... Saya pernah berhubungan beresiko pada tahun 2014 dengan mantan pacar saya ..dan pada ahun 2015 saya m3nikah dan langsung hamil ...Di tahun 2016 saya dirujuk untuk test vct dipuskes hasilnya NR dok .. Dan ditahun 2018 saya coba cobe test di puskes hsilnya NR dok . Apakah itu sudah dinyatakan hasil akhir dok ? Karena saya takut sekali dok ... mohon pencerahannya

Please login or Register to Submit Answer

You may also like