Angsamerah Articles Sebaik dan seburuk perkataan adalah doa

Sebaik dan Seburuk Perkataan Adalah Doa

Orang bijaksana akan berkata “hati-hati dengan kata-kata, karena perkataan sejatinya adalah doa”. Hal ini tampaknya hampir disadari oleh semua orang, meski kenyataannya banyak yang hanya sekedar tahu dan tidak mengayominya. Kendati demikian, masih saja banyak yang “termakan” oleh kata-kata karena apa yang mereka katakan menjadi kenyataan. Nah lho!

Dalam kesempatan yang baik ini, saya akan membahas sedikit masalah kekuatan kata-kata sebagai doa. Dan ada baiknya setelah Anda membacanya, segera praktikkan, serta hindari untuk mengucapkan kata-kata yang tidak perlu, sehingga pada hasilnya Anda tidak usah menderita karenanya.

Kaitan kata-kata menjadi doa erat dengan status pikiran, ketika kesadaran seseorang dan gelombang otak bekerja menerima informasi dari kata-kata yang didengarnya dari orang lain maupun dari mulutnya sendiri. Di saat gelombang otak bekerja di frekuensi Alpha atau Theta, kata-kata yang terucap atau yang terdengar akan langsung masuk dan tersimpan di pikiran bawah sadar dan segala bentuk sikap akan berdasarkan memori di pikiran bawah sadar ini, bahkan kekuatan dari pikiran bawah sadar ini mencapai 88%.

Semisal pada pagi hari ketika baru bangun tidur dimana otak lebih dominan bekerja pada gelombang Alpha, Anda mengatakan pada diri Anda sendiri “Ah hari ini hari yang sial!” maka yang akan Anda dapatkan bisa saja Anda mengalami serangkaian hal yang membuat Anda benar-benar sial, seperti terlambat datang ke pekerjaan, ditegur oleh atasan, bahkan bermasalah dengan teman sepekerjaan, karena memang Anda sudah menyisipkan kata “sial” maka yang terjadi akan sial sepanjang hari tersebut. Sebaliknya, seperti apa yang saya alami setiap harinya, saya selalu bangun pagi-pagi sekali pukul 3 dan melaksanakan ibadah malam, dan saya sisipkan kata-kata dalam doa di ibadah malam saya bahwa hari ini adalah hari yang indah dan saya akan menjemput banyak rejeki. Maka yang terjadi kemudian sesuai dengan apa yang saya katakan dalam doa, sepanjang hari saya bisa tersenyum dan memancarkan aura positif ke sekitar dan teman-teman kerja serta tetangga sekitar rumah, seolah-olah semua orang tersenyum menyambut saya.

Salah satu hal yang paling membuat saya prihatin adalah pada anak-anak. Ketika orang tua dan atau guru mengatakan pada anak-anaknya bahwa “mereka demikian” lantas yang akan terjadi sesuai dengan apa yang mereka katakan. Seperti contohnya yang dialami oleh anak tetangga saya, dimana ibunya selalu mengatakan bahwa “Budi kamu itu pemalas sekali” sehingga pada akhirnya, yang terjadi Budi menjadi sangat malas sekali dan kerap membolos sekolah. Ingat, otak anak-anak lebih banyak bekerja pada gelombang Alpha, sehingga informasi apapun akan langsung diserap oleh otaknya. Termasuk siaran hiburan di televisi pun harus mendapatkan perhatian yang cukup baik dari orang tuanya, karena seperti dampak kekerasan cenderung membuat angka kekerasan di kalangan anak-anak. Begitupun juga ketika orang tua menasihati anak-anaknya hendaknya memberikan kata-kata yang baik bukan kata-kata yang negatif.

Ya, sekali lagi hati-hati dengan kata-kata yang diucapkan oleh Anda, karena baik itu kata yang bijak maupun yang buruk, semuanya bisa jadi doa. Selalulah berprasangka baik, dan segala bentuk kata ulangan yang Anda ucapkan pun bisa menjadi kenyataan! Karena itulah hebatnya sebuah pikiran, karena Anda pun bisa mati karena pikiran! Ya pikiran mampu membunuh Anda! Bijaklah terhadap segala sesuatu yang Anda pikirkan!

You may also like

Leave a comment