Apa itu seks oral?

Seks oral adalah aktivitas seksual dengan memberikan rangsangan pada penis laki-laki, alat kelamin wanita (termasuk klitoris, vulva, dan vagina), atau anus dari orang lain dengan menggunakan bibir, mulut, dan lidah. Saat ini, semakin banyak orang tertarik untuk mempelajari dan mempraktekkan bentuk hubungan seksual ini. Selain memang menimbulkan sensasi tersendiri bagi sebagian orang, banyak orang beranggapan bahwa seks oral adalah aktifitas yang aman karena tidak berisiko menyebabkan kehamilan, atau/dan aman dari penularan infeksi menular seksual (IMS). Kenyataannya tidaklah demikian, seks oral memang tidak menyebabkan kehamilan tetapi tidak menjamin aman dari penularan IMS, apalagi bila tidak menggunakan kondom atau pengaman lainnya.

Berdasarkan bentuk kontak rangsangan, seks oral dibedakan atas 3 jenis yaitu:

  • Fellatio adalah istilah teknis yang digunakan untuk menggambarkan kontak oral dengan penis.
  • Cunnilingus menggambarkan kontak oral dengan klitoris, vulva atau vagina.
  • Anilingus (kadang-kadang disebut “rimming”) mengacu pada kontak oral dengan anus.

Dapatkah saya tertular IMS melalui seks oral? 

Ya, Anda dapat tertular IMS ketika sedang memberikan dan menerima seks oral. Tidak menggunakan kondom atau pelindung lainnya menempatkan setiap pelaku seksual yang melakukan seks oral beresiko lebih besar lagi tertular IMS. 

Berikut beberapa jenis IMS yang umum ditularkan selama seks oral, seperti:

Herpes

Herpes adalah jenis IMS yang paling umum ditularkan melalui oral seks, dimana penularan terjadi melalui kontak kulit ke kulit ketika ada lesi terbuka atau ketika dalam proses mulai menunjukkan gejala peradangan, seperti adanya tanda-tanda ruam sampai dengan lesi berupa bintil-bintil yang berisi air, lecet dan luka bisa disertai demam. Virus ini dapat ditularkan dari mulut ke alat kelamin dan/atau dari alat kelamin ke mulut ketika orang yang memberikan atau/dan menerima seks oral mempunyai gejala-gejala tersebut.

Lengkap artikel tentang Herpes Genitalis

Gonore

Penularan gonore melalui seks oral bisa terjadi ketika bakteri gonore ada dalam cairan tubuh seseorang yang menerima seks oral, atau di tenggorokkan dari orang yang memberikan seks oral mengandung bakteri gonore.

Lengkap artikel tentang Gonore

Klamidia

Jenis IMS ini memilki cara penularan yang sama dengan penularan kuman gonore tersebut di atas. Banyak penelitian membuktikan, bila seseorang terinfeksi dengan gonore, kemungkinan besar orang tersebut juga terinfeksi klamidia. Karena itu setiap pengobatan untuk seseorang yang terdiagnosa dengan gonore, maka pengobatan untuk kuman klamidia juga diberikan, demikian pula sebaliknya bila seseorng terinfeksi klamidia, maka orang tersebut akan mendapatkan juga pengobatan untuk gonore.

Lengkap artikel tentang Klamidia

HPV (Human Papilloma Virus)

HPV ditularkan melalui kontak kulit ke kulit, dan dapat ditularkan dari vagina, penis atau anus ke mulut atau sebaliknya. Risiko kanker orofaringeal (kanker di daerah tenggorokan, amandel dan pangkal lidah) yang disebabkan HPV diyakini terkait erat dengan jumlah pasangan seks oral, dan intensitas kegiatan seks oral yang dilakukan seseorang.

Lengkap artikel tentang HPV

Sifilis

Sifilis dapat menular diantara pelaku seksual yang memberi dan/atau menerima seks oral. Sifilis sangat mudah menular, dan biasanya karena adanya kontak dengan lesi terbuka di permukaan kulit atau mukosa yang ada di sipenderita. Sayangnya, lesi terbuka ini sering kali tak terasakan dan tak terlihat karena tidak ada sakit dan bisa segera menghilang dengan sendirinya dalam waktu cepat. Selain itu gejala infeksi awal sifilis awal bisa berupa gejala lain yang sering tersamarkan seperti gejala flu biasa, ruam di tubuh, sehingga cukup umum penderita yang mengandung kuman sifilis tidak menyadari ada infeksi.

Lengkap artikel tentang Sifilis

HIV

Risiko penularan HIV dari pasangan yang terinfeksi melalui seks oral jauh lebih kecil daripada risiko penularan HIV dari seks anal atau vaginal. Mengukur secara tepat besarnya risiko penularan HIV akibat seks oral sangat sulit. Karena biasanya bentuk kegiatan kontak seks yang dilakukan bervariasi dan jarang hanya oral seks saja. 

Risiko infeksi HIV lebih besar untuk pasangan yang memberikan seks oral. Untuk orang yang menerima seks oral, kemungkinan tertular HIV ada, tetapi lebih kecil. Dalam kasus fellatio (memberikan seks oral pada seorang pria), secara teoritis virus HIV bisa masuk dari mulut ke lubang saluran kencing penis, atau melalui luka terbuka pada penis. 

Untuk cunnilingus (oral seks pada wanita), kemungkinan penularan HIV tetap ada dengan risiko lebih kecil lagi. Seorang wanita yang menerima cunnilingus lebih berisiko terkena herpes atau gonore dari pasangannya daripada terinfeksi HIV.

Seseorang seharusnya tidak melakukan seks oral pada seorang wanita yang sedang haid, karena darah haid bisa membawa virus HIV. 

Penelitian membuktikan bahwa risiko penularan HIV melalui seks oral semakin tinggi dengan adanya luka, sariawan di dalam mulut, luka tergigit atau riwayat seks oral setelah perawatan gigi.

IMS lain yang dapat ditularkan melalui seks oral, meskipun kurang umum, meliputi: Hepatitischancroid

Apa saja gejala IMS di mulut?

Jika Anda memiliki infeksi IMS di mulut. Anda mungkin merasakan gejala seperti sakit tenggorokan, radang tonsil/amandel, lesi berupa lecet-lecet, sariawan, luka atau bintilan yang berisi air, bisa disertai demam atau tidak. Namun, lebih banyak lagi kasus IMS di mulut yang tidak menunjukkan gejala. Jika pasangan Anda terinfeksi dengan IMS, sebaiknya Anda juga datang berkonsultasi untuk memeriksakan diri dan mungkin saja mendapatkan pengobatan.

Informasi lebih lanjut tentang IMS

Bagaimana penanganan IMS di mulut?

Diagnosis, perawatan dan pengobatan sama seperti penanganan IMS di alat organ lainnya, dimana diagnosis dan pengobatannya bervariasi bergantung jenis penyebab dan berat ringannya penyakit. Yang sedikit berbeda misalnya untuk pengambilan sampel/contoh sekret untuk gonore dan klamidia diambil sekret dari mukosa rongga mulut.  

Bagaimana saya bisa melindungi diri sendiri?

Anda dan pasangan seksual anda perlu secara terbuka mendiskusikan kemungkinan ada atau tidaknya risiko penularan IMS atau riwayat pernah terinfeksi IMS. 

Pilihan paling aman adalah dengan menggunakan kondom atau Dental Bam selama dan setiap tindakan seks oral. 

Menggunakan kondom atau dental bam selama oral akan mencegah IMS ditularkan melalui kontak kulit ke kulit atau dengan transmisi cairan. 

Berikut beberapa tips dalam menikmati kegiatan seksual Anda, khususnya bila Anda tidak mengenali secara baik kesehatan pasangan seksual anda.

  • Gunakan kondom dari awal sampai akhir dari oral seks.
  • Menggunakan kondom yang tanpa pelumas. Kondom dengan kandungan spermisida tidak dianjurkan karena dapat membuat mulut mati rasa, selain rasanya tidak enak.
  • Jangan gunakan produk makanan seperti whipped cream atau cokelat dengan kondom karena makanan tersebut berbahan dasar minyak, dimana pelumas berbasis minyak mudah merobek lateks. 
  • Menggunakan kawat gigi memudahkan kejadian kondom robek, karena itu sebaiknya hindari orang tersebut memberikan seks oral, atau pilihan lain orang tersebut yang menerima oral seks. 
  • Untuk seks oral pada wanita atau untuk stimulasi oral-anal, bisa menggunakan dental dam, plastik pembungkus makanan, atau kondom dipotong memanjang. 
  • Jika memberikan oral seks hindari ejakulasi pasangan Anda ke dalam mulut Anda.

Hindari memberikan seks oral bila anda ada dalam situasi berikut:  

  • Anda memiliki penyakit gusi, luka, lecet/sariawan, atau ada gejala sedang radang tenggorokkan.  
  • Baru saja dari perawatan gigi dari dokter gigi atau setelah sikat gigi dan setelah menggunakan dental floss.
  • Pemasangan tindik di dalam mulut. Sebaiknya tunggu setelah 6 minggu sampai benar-benar sembuh. Tindik menyebabkan luka terbuka dan memudahkan bakteri dan virus masuk.
  • Tidak melakukan seks oral pada seorang wanita yang sedang haid, karena darah haid bisa membawa virus HIV.

 

Sumber
www.avert.org
www.ashasexualhealth.org
www.brown.edu
www.cdc.gov

You may also like

Leave a comment