Mengenali Trikomoniasis

Trikomoniasis adalah infeksi menular seksual yang umum terjadi. Penyakit ini dapat mengenai siapa saja, baik perempuan maupun laki-laki. Akan tetapi, perempuan lebih sering mengeluhkan adanya gejala ketimbang laki-laki. Data ilmiah menunjukkan kalau trikomoniasis paling sering dialami oleh perempuan muda yang aktif secara seksual.

Cara Penularan

Trikomoniasis disebabkan oleh infeksi protozoa parasit yang bernama Trichomonas Vaginalis. Vagina merupakan tempat infeksi yang tersering pada perempuan, dan uretra (saluran kencing) adalah lokasi infeksi paling sering pada laki-laki.

Parasit biasanya ditularkan secara seksual melalui hubungan seks penis ke vagina atau dari vulva ke vulva (area vagina bagian luar) yang kontak dengan pasangan yang terlebih dulu mengalami infeksi. Perempuan bisa tertular dari perempuan atau laki-laki yang terinfeksi parasit Trichomonas, tetapi biasanya laki-laki tertular dari perempuan yang sudah terinfeksi.

Apa tanda dan gejala Trikomoniasis?

Umumnya pada laki-laki tidak ada tanda atau gejala, tetapi kadang pada laki-laki bisa terjadi iritasi dalam penis, keluarnya sekret dengan derajat ringan, atau ada rasa terbakar ringan setelah buang air kecil atau ejakulasi.

Pada perempuan yang mengalami tanda dan gejala, keluhan akibat infeksi misalnya sekret berbusa, keputihan berwarna kuning kehijauan dengan bau menyengat. Kadangkala infeksi dapat mengakibatkan ketidak nyamanan saat buang air kecil atau saat melakukan hubungan seks, ada pula keluhan iritasi dan gatal pada area kelamin perempuan. Ada juga yang mengeluhkan nyeri perut bagian bawah. Gejala biasanya timbul pada perempuan 5 – 28 hari setelah terpapar.

Komplikasi apa yang dapat terjadi?

Radang pada kelamin yang disebabkan Trichomonas akan meningkatkan kerentanan perempuan terhadap infeksi HIV bila terpapar dengan virus. Menderita trikomoniasis dapat pula meningkatkan kemungkinan perempuan terinfeksi HIV dan menularkan pada pasangan seksualnya.

Dampak terhadap Kehamilan dan Persalinan

Perempuan hamil yang menderita trikomoniasis berisiko melahirkan bayi dengan kondisi lahir prematur atau dengan berat badan rendah (kurang dari 2500 gr).

Cara Mendiagnosis

Infeksi trikomoniasis dapat didiagnosis melalui pemeriksaan fisik dan laboratorium. Parasitnya sendiri sulit dideteksi pada laki-laki dibandingkan pada perempuan. Pada saat melakukan pemeriksaan pelvis (rongga panggul) dapat ditemukan ulkus kecil kemerahan, teraba sakit pada dinding vagina atau serviks.

Mengobati Trikomoniasis

Trikomoniasis biasanya dapat diobati dengan obat yang diminum satu kali saja (oral single dose).Trikomoniasis pada laki-laki dapat hilang beberapa minggu walaupun tanpa pengobatan. Meski tidak ada gejala atau gejalanya sudah hilang, laki-laki tersebut tetap bisa menginfeksi ulang pasangan perempuannya sampai ia diobati. Pada prinsipnya, pengobatan Trikomoniasis sama dengan pengobatan IMS lainnya, pasangan ini harus diobati pada saat bersamaan hingga parasit hilang. Seseorang yang sedang dalam pengobatan Trikomoniasis harus menghindari melakukan hubungan seks sampai pasien dan pasangannya diobati secara tuntas. Obat yang diberikan sifatnya aman untuk perempuan yang sedang hamil.

Pernah mengalami infeksi Trikomoniasis tidak menjadikan seseorang kebal selamanya dari infeksi ini. Meski telah berhasil diobati, seseorang tetap saja dapat mengalami infeksi ulangan bila perilakunya berisiko tinggi.

Pencegahan Trikomoniasis

Cara yang terbaik menghindari IMS adalah dengan abstinensia atau tidak melakukan kontak seksual jangka panjang. Atau bisa juga setia dengan satu pasangan yang setatusnya sudah diketahui alias clean alias yang terbukti tidak terinfeksi Trikomoniasis. Cara lain adalah dengan menggunakan kondom lateks untuk laki-laki. Bila kondom digunakan secara konsisten dan benar akan mengurangi risiko terkena Trikomoniasis.

Semua gejala terkait dengan kelamin seperti keputihan, atau sensasi rasa terbakar saat buang air kecil, atau rasa nyeri yang tidak biasa, atau bercak kemerahan bisa menjadi tanda untuk berhenti melakukan hubungan seks. Segera setelah seseorang menyadari adanya ketidaknyamanan tersebut, maka lakukan konsultasi pada tenaga medis atau dokter sesegera mungkin. Seseorang yang didiagnosa dengan Trikomoniasis (atau IMS lainnya) harus mendapat pengobatan dan perlu menginformasikan semua pasangan seksnya agar mereka juga dapat berobat. Pengobatan bagi kedua belah pihak akan mengurangi risiko komplikasi dan infeksi ulangan. Hubungan seks harus dihentikan hingga penderita trikomoniasis dan semua pasangannya mendapat pengobatan hingga tuntas dan sudah tidak mengalami gejala lagi.

 

Sumber
CDC fact sheet

You may also like

Leave a comment