Masyarakat jaman sekarang bisa dibilang sudah sangat akrab dengan istilah USG. USG memang sudah diperkenalkan sejak tahun 1991 dan sejak itu semakin popular sebagai sebuah metode pemeriksaan yang tidak invasif. Apalagi bagi mereka yang sudah punya anak. Kunjungan rutin ke dokter kandungan disertai pemeriksaan USG untuk mengetahui kondisi sang jabang bayi menjadikan sebagian besar orang beranggapan bahwa guna USG hanya untuk melihat jenis kelamin.

USG atau ultrasonografi merupakan alat bantu dokter untuk menegakkan diagnosis melalui pencitraan tubuh bagian dalam yang menggunakan gelombang ultrasound. Jadi alat ini tidak hanya bisa menilai perkembangan janin di dalam kandungan, melainkan juga memberikan gambaran tentang kondisi organ-organ tubuh manusia.

Alat ini bekerja dengan memancarkan gelombang suara untuk kemudian ditangkap kembali pantulannya berdasarkan waktu dan frekuensi. Gambaran pantulan yang didapat inilah yang dinilai dan tampak berbeda-beda tergantung kepadatan jaringan yang memantulkan gelombang suara tersebut. Gelombang suara yang digunakan masuk dalam rentang ultrasound, artinya di luar jangkauan pendengaran manusia. Frekuensi yang biasa digunakan yakni antara 2-18 MHz. Pemilihan frekuensi sangat tergantung pada lokasi tubuh mana yang akan dilakukan pemeriksaan. Biasanya dengan frekuensi rendah, gambar akan memiliki resolusi rendah tapi bisa dipakai untuk melihat bagian tubuh yang dalam. Sebaliknya dengan frekuensi tinggi, gambar tampak jelas untuk organ yang kecil dan terletak tidak terlalu dalam.

Penggunaan USG sangat luas dalam dunia kedokteran. Yang paling lazim ditemui tentu saja untuk memeriksa kondisi kehamilan. Selain itu USG juga bisa untuk menilai kondisi pembuluhdarah, kelenjar, jaringan payudara, kondisi liver, alat reproduksi pria maupun wanita (ya, termasuk testis), bahkan bola mata. Pemeriksaan payudara dengan USG juga sekarang menjadi pilihan banyak wanita yang ingin melakukan skrining awal terhadap benjolan di payudara dibanding langsung melakukan mamografi.

Pemeriksaan dengan USG biasanya dilakukan oleh dokter radiologi atau dokter spesialis lain semisal dokter kandungan dan dokter jantung. Pemeriksa (sonografer) memegang sebuah probe yang berbentuk seperti stik dengan ujung tumpul (disebut transducer) yang diletakkan di atas tubuh pasien sesuai dengan lokasi organ yang ingin diperiksa. Alat ini kemudian digerak-gerakkan untuk mencari gambaran yang diinginkan.

Keuntungan USG adalah alat ini praktis untuk digunakan bahkan dalam klinik rawat Jalan dan aman. Dengan menggunakan USG dalam praktek sehari-hari, pemeriksaan dokter-pasien bersifat efisien, murah, dan aman, karena USG bebas dari radiasi ionisasi dibandingkan dengan pemeriksaan seperti x-ray.Tentu saja seperti pemeriksaan medis lainnya, pemeriksaan dengan USG juga harus dilakukan dengan indikasi. Konsultasikan dulu kondisi Anda dengan dokter dan berikutnya bila diperlukan maka jangan ragu untuk dilakukan USG.

Artikel lainnya terkait kehamilan

  1. Ibu hamil dan minum susu
  2. Morning Sickness 
  3. Periksa kesehatan saluran telur dengan HSG 
  4. Keputihan karena jamur pada masa kehamilan
  5. Remaja dan Kehamilan
  6. Hubungan sex aman di masa kehamilan 
  7. Merencanakan Kehamilan dengan Status HIV positif
  8. Seputar Kehamilan dan Infeksi HIV
  9. Pengaruh rokok pada kehamilan 
  10. Kehamilan Resiko Tinggi
  11. Menangani keluhan pada kehamilan
  12. Sedih saat hamil, apakah anda mengalami depresi?
  13. 14 Tips untuk wanita hamil
  14. Mioma – Benjolan rahim, atau hamil, atau kedua-duanya?
  15. Hamil Anggur (Mola Hidatidosa)
  16. Vitamin D dan vaginosis bakteri pada wanita hamil 
  17. USG tak melulu untuk ibu hamil

You may also like

Leave a comment