Halo dok,
Saya seorang ibu yg sedang hamil usia saya 26 tahun, menikah pada april 2017. Pada bulan agustus 2017 saya hamil sehingga dilakukan pemeriksaan hiv hasilnya adalah non reaktif, sayangnya janin saya keguguran.
Setelah hamil kembali pada bulan maret 2018 saya periksa hiv lagi hasil masih non reaktif, kemarin ketika usia kandungan 36 weeks saya periksa dan hasilnya reaktif memakai metode rapid test di puskesmas.
Suami saya di cek hasilnya non reaktif. Akhirnya saya dicek kembali dgn metode yang sama dan hasilnya masih reaktif. Padahal saya tdk berhubungan seks beresiko sejak april 2016. Dan saya tdk pernah transfusi darah ataupun memakai narkoba dan suntikan diluar dgn petugas kesehatan.
Pertanyaan saya apa mungkin virus ini sudah ada didalam tubuh saya hanya baru reaktif setelah saya hamil? Apakah sebaiknya saya melakukan pemeriksaan ulang dengan metode lain dan di lab lain? Apakah ada kemungkinan ini adalah positif palsu? Saya sudah minum ARV jika ini adalah positif palsu apa akibatnya bagi kesehatan saya dgn meminum obat ini dan apakah saya bisa langsung menghentikan pengobatannya?
Salam mbak, bila hasil pemeriksaan reaktif maka harus diikuti dengan tes konfirmasi menggunakan metode atau alat lain. Bila memang seluruh metode dan alat yang digunakan menunjukkan hasil reaktif maka memang anda terinfeksi.
ARV relatif aman bagi kehamilan. Jadi ikuti saran dari dokter yang merawat.