Author

Dr. I Gusti Ngurah Agastya, Sp.KJ

Editor

Adiksi Cybersex

Adiksi atau kondisi ketergantungan adalah kondisi yang memengaruhi fisik dan mental serta menimbulkan perubahan pada pola pikir, perasaan, dan perilaku seseorang. Adiksi dapat bekaitan dengan obat/zat/alkohol dan juga dapat berkaitan dengan berbagai perilaku seperti cybersex/pornografi, seksual, gaming, gambling, media sosial/smartphone, dan perilaku-perilaku lainnya. Kondisi adiksi dapat menimbulkan hendaya dan penderitaan dalam kehidupan sehari-hari seseorang.

Adiksi cybersex adalah salah satu kondisi ketergantungan terhadap perilaku  yang berkaitan dengan aktivitas seskual di internet untuk mencari konten seksual. Aktivitas seksual di internet dapat berupa mengakses gambar/video bertema seksual, membaca cerita bertema seksual, melakukan chatting dengan tema percakapan seksual, sampai melakukan masturbasi saat mengaskses konten seksual tersebut. Adiksi cybersex ini juga dapat berkembang hingga mencari pasangan seksual di internet dan melakukan hubungan seksual di dunia nyata. Hubungan seksual di dunia nyata ini juga dapat menjadi suatu masalah dikarenakan kemungkinan mengalami infeksi menular seksual terutama pada saat melakukan hubungan seksual tanpa proteksi.

Perkembangan teknologi menimbulkan kemudahan seseorang untuk mengakses konten bersifat seksual atau pornografi. Konten ini dapat diakses dengan smartphone, tablet, laptop, atau teknologi lainnya yang biasa dibawa orang berpergian ke mana pun. Pada saat seseorang mengakses konten pornografi, hal ini dapat mengaktifkan reward system di otak sehingga orang itu akan merasa senang serta bergairah saat mengakses konten seksual. Aktivitas seksual melalui media sosoial atau internet yang dilakukan dalam jangka waktu lama serta berulang dapat memengaruhi reward system dan bagian otak lainnya, seperti amigdala, hipokampus, dan korteks frontal. Hal ini dapat mengakibatkan masalah pada pengaturan emosi, memori, kemampuan untuk fokus, serta koordinasi antara perilaku dan kemampuan seseorang dalam mengambil keputusan. Kondisi dapat berkembang menjadi suatu kondisi ketergantungan, sehingga seseorang untuk mengakses konten seksual untuk mendapatkan pengalaman yang menyenangkan untuk dirinya.

Tanda seseorang telah mengalami kondisi adiksi terhadap cybersex adalah kesulitan untuk mengendalikan perilakunya dalam mengakses konten seksual di internet, kesulitan untuk menjauhi perilaku untuk mengakses konten seksual, tetap melakukan aktivitas mengakses konten seksual meskipun mengetahui dampak yang buruk dari mengakses konten seksual. Orang yang telah mengalami adiksi cybersex dapat mengalami keinginan untuk kembali mengakses konten seksual di internet dan sulit untuk mengendalikannya. Pada saat tidak mengakses konten seksual, ia dapat mengalami gejala withdrawal, biasanya berupa perasaan tidak nyaman, marah, sedih, kecewa, dll. Selain itu, adiksi cybersex juga ditandai dengan aktivitas mengakses konten seksual yang semakin sering atau semakin lama dan berdampak terhadap hubungan sosial, hubungan keluarga, pekerjaan atau pendidikan orang tersebut.

Adiksi cybersex dapat berdampak besar untuk kehidupan seseorang. Kondisi adiksi cybersex juga dapat meningkatkan kemungkinan untuk mengalami kecemasan yang tinggi dan depresi. Orang yang mengalami adiksi cybersex dapat merasa bersalah, kecewa, putus asa, terhadap perilakunya namun  terus mengulangi perilakunya mengakses konten seksual serta tidak dapat mengendalikannya. Pada beberapa kondisi hal ini dapat berkembangan menjadi kondisi depresi hingga ada keinginan untuk mengakhiri hidup.

Dampak adiksi cybersex ini tidak hanya memengaruhi individu yang mengalaminya namun juga memengaruhi kehidupan pasangannya, anak, keluarga, serta kehidupan sosial di sekitarnya. Adiksi ini dapat memengaruhi berkuranganya kepuasan dalam berhubungan seksual hingga menimbulkan masalah dalam hubungan dengan pasangan atau hubungan dalam pernikahan, hal ini terutama terjadi karena terbentuk harapan yang berlebihan terhadap aktivitas seksual sehingga memengaruhi kepuasan dalam berhubungan seksual.

Dampak adiksi cybersex juga dapat berpengaruh di bidang pekerjaan, pendidikan, atau sosial. Orang dengan adiksi cybersex dapat mengggunakan waktu lebih banyak untuk mengakses konten seksual dan menggunakan waktu yang seharusnya dipakai untuk bekerja atau belajar. Kondisi ini juga dapat membuat orang dengan adiksi cybersex menjadi tidak fokus hingga menimbulkan masalah dalam hasil kerja atau belajarnya. Tingkat kecemasan juga meningkat, dapat ada kekhawatiran bahwa perilakunya mengakses konten seksual diketahui oleh orang lain. Kecemasan ini dapat mengakibatkan seseorang mengakses dengan cara bersembunyi agar tidak diketahui oleh orang lain dan menjadi masalah dalam hubungan sosialnya.

Salah satu cara mengetahui kemungkinan mengalami adiksi cybersex, adalah dengan berkonsultasi dengan profesional di bidang kesehatan, yaitu psikiater atau psikolog dan experts berkompetensi dalam penanggulangan kesehatan mental dan adiksi. Tatalaksana dalam menangani kondisi adiksi cybersex dapat dengan cara psikoterapi, farmakoterapi, serta rehabilitasi. Perubahan perilaku sampai dapat berkurang atau berhenti mengakses konten seksual menjadi langkah yang penting dalam sesi terapi. Dengan teratasinya kondisi adiksi cybersex yang dialami seseorang, kesehatan fisik dan mental, serta fungsi kehidupan sehari-hari pun dapat meningkat menjadi lebih baik.

Artikel Terkait

Apakah Vagina Saya Normal?

HPV 101

Yang terjadi pada overdosis

Webinar

Mengenal Berbagai Jenis Kecanduan

Kriteria diagnosis gangguan penggunaan ZAT (menurut DSM V)

12 Infeksi Menular Seksual Yang Perlu Diwaspadai

Sebelumnya
Selanjutnya

Buat janji dokter sekarang

Hubungi Kami

Silahkan gunakan formulir ini kapan saja untuk menghubungi kami dengan pertanyaan, atau untuk membuat janji.

Anda juga dapat menghubungi kami melalui WhatsApp atau telepon pada jam klinik di +62 8111 368 364.