Bersiap Menuju Persalinan

Bersiap Menuju Persalinan

Penantian terhadap lahirnya sang jabang bayi tak pelak membuat debar jantung terasa lebih cepat. Sepanjang proses kehamilan dipenuhi dengan kesibukan untuk mempersiapkan kehadiran si buah hati. Tak hanya pemeriksaan fisik rutin ke dokter, tapi juga membeli segala perlengkapan untuk membuah si kecil merasa nyaman di dunia luar.

Ada sebuah istilah untuk meringkas apa saja yang perlu disiapkan dalam menyongsong kelahiran sang pelengkap keluarga, yakni BAKSOKU:

B : Bidan/dokter /tenaga kesehatan penolong persalinan.

A : Alat; seperti kain ibu, perlengkapan baju bayi, pembalut, dan lain-lain.

K : Keluarga. Proses persalinan adalah proses yang tak kurang menegangkan bagi seorang ibu, maka ia perlu pendampingan dari keluarga. Kalau ayah mungkin tak tahan melihat darah, maka persiapkan pengganti untuk senantiasa menunggui ibu dala melewati proses antara hidup dan mati ini.

S : Surat. Persalinan memang proses alamiah, tapi kita tak bisa lepas dari urusan administratif. Ada baiknya surat ini disiapkan dalam satu map berisi kartu identitas, kartu keluarga, surat nikah, hingga kartu kunjungan selama hamil (Antenatal Care-ANC). Semua surat ini diperlukan untuk pembuatan akte kelahiran ataupun rujukan bila terjadi komplikasi saat bersalin.

O : Obat yaitu mempersiapkan obat-obatan pribadi untuk ibu.

K : Kendaraan. Siapa yang menduga kalau si kecil akan lahir pada tengah malam atau di waktu fajar menjelang. Maka penting untuk mempersiapkan kendaraan apa yang akan digunakan untuk mengantar ibu bersalin.

U : Uang. Money is not everything, but everything needs money.

Dalam hidup ini memang tidak ada yang pasti, termasuk kapan sang buah hati akan hadir ke dunia luar. Akan tetapi, segala sesuatu dapat diperhitungkan, begitupun dengan perkiraan tanggal persalinan. Tanggalan menjadi penting dalam menentukan usia kehamilan dan taksiran tanggal persalinan.

Dengan mengetahui usia kehamilan, seorang ibu hamil dapat mengetahui perkembangan atau pertumbuhan organ apa yang sedang terjadi pada janinnya, kebutuhan apa yang diperlukan oleh janinnya dan hal apa yang boleh atau tidak boleh dilakukan selama usia kehamilan tersebut. Selain itu, dengan mengetahui usia kehamilan, seorang ibu hamil dapat mengetahui kapan jadwal pemeriksaan yang harus dilakukan baik ke dokter maupun ke bidan. Dengan begitu, keadaan ibu dan bayi akan dapat dipantau dan terus dipelihara untuk luaran yang sehat bagi keduanya.

Untuk menghitung usia kehamilan, terdapat banyak cara. Contoh saja USG, yang dengan alat ini dapat mengukur berapa panjang badan janin, besar lingkar kepala, dan ukuran lainnya. metode lain misalnya dengan mengukur tinggi rahim yang membesar saat hamil. Dokter, bidan, atau tenaga kesehatan lainnya dapat memperkirakan usia kehamilan dengan mengetahui tinggi rahim ibu. Ada pula cara yang dapat dipraktikkan sendiri oleh ibu di rumah, yakni dengan menghitung hari pertama haid terakhir (HPHT).

Metode ini membutuhkan pengetahuan ibu tentang siklus menstruasi. Berdasarkan siklus, seseorang dapat memperkirakan usia kehamilan dan tanggal kelahiran si kecil yang dihitung berdasarkan rumus Naegele. Cara menghitungnya adalah sebagai berikut:

1. Tentukan hari pertama menstruasi terakhir. Angka ini dihitung dari hari pertama menstruasi terakhir (Periode Menstruasi Terakhir/Last Menstrual Period).

2. Kemudian dengan menggunakan rumus:

(Tanggal + 7 hari), (bulan + 9), (tahun + 0) untuk ibu yang haid terakhirnya jatuh pada bulan Januari-Maret

(Tanggal + 7 hari), (bulan – 3), (tahun + 1) untuk ibu yang haid terakhirnya jatuh pada bulan April-Desember

Contoh:

1. Bila hari pertama haid terakhir didapat tanggal 10 Januari 2010, maka perkiraan lahir bayi jatuh pada tanggal:

(10+7), (1+9), (2010 + 0) = 17-10-2010 atau 17 Oktober 2010.

2. Bila HPHT terjadi pada 10 Oktober 2010, maka perkiraan lahir adalah tanggal:

(10 + 7), (10 – 3), (2010 + 1) = 17-7-2011 atau 17 Juli 2011.

Sebagai catatan, rumus ini hanya bisa diterapkan pada wanita yang siklus haidnya teratur yaitu antara 28-30 hari. Selain itu, perkiraan tanggal persalinan dapat meleset antara 7 hari sebelum atau setelahnya. Hanya sekitar 5% bayi yang akan lahir sesuai perhitungan ini. Untuk mengurangi kemungkinan terlalu melesetnya perhitungan pada wanita yang siklus haidnya pendek, akan ditambahkan beberapa hari dari hari-H. Sedangkan bagi mereka yang siklus haidnya panjang, akan dikurangi beberapa hari. Tertarik mencoba?



Sumber
bidanku.com
Bobak, 2009. Keperawatan Maternitas. Jakarta, EGC.
Liewellym. Jones, 2007. Dasar-dasar Obstetri & Ginekologi. Jakarta, EGC.
Wiknjosastro. 2010. Ilmu Kebidanan. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Jakarta.

Artikel Terkait

Mengenal Endometriosis

Apakah Vagina Saya Normal?

Trikomoniasis

Remaja Dan Kehamilan

Morning Sickness

Memahami hasil Pap Smear

Previous
Next

Buat janji dokter sekarang

Hubungi Kami

Silahkan gunakan formulir ini kapan saja untuk menghubungi kami dengan pertanyaan, atau untuk membuat janji.

Anda juga dapat menghubungi kami melalui WhatsApp atau telepon pada jam klinik di +62 8111 368 364.