Dari Harapan ke Tekanan: Judi Online, Pinjol, dan Krisis Kesehatan Mental

Pada saat ini  judi online di Indonesia sudah menjadi trend Adiksi.  Sama halnya dengan adiksi zat seperti alkohol atau napza, Judi online juga masuk ke dalam adiksi. 

Adiksi atau kecanduan adalah keadaan ketika seseorang tidak memiliki kendali untuk berhenti melakukan, mengambil, atau menggunakan sesuatu bahkan ketika hal tersebut sudah membahayakan diri sendiri dan mengganggu aktivitas normal keseharian.

Secara umum, adiksi dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu adiksi zat dan adiksi perilaku (non-substance addictions). Adiksi perilaku terjadi ketika seseorang kecanduan untuk melakukan suatu aktivitas secara berlebihan. Contohnya antara lain kecanduan pornografi, belanja, game online, hingga berjudi, baik secara daring/online maupun luring/onsite.

Mengapa Seseorang Mulai Berjudi?

Ada berbagai faktor yang mendorong seseorang mulai berjudi, di antaranya:

  • Sekadar coba-coba atau iseng
  • Merasa kesepian atau sendirian
  • Tekanan ekonomi atau rasa kekurangan
  • Upaya melarikan diri dari kecemasan atau perasaan depresi

Namun, seiring waktu, perilaku ini dapat berkembang menjadi pola yang merusak. Judi dapat menimbulkan gangguan serius dalam kehidupan pribadi, keluarga, sosial, pendidikan, hingga pekerjaan.

Keterkaitan Judi Online, Pinjaman Online dan Kesehatan Mental

Mengapa Judi Online begitu menarik?

  • Mudah diakses kapan saja
  • Persyaratan sangat ringan
  • Proses cepat dan praktis
  • Banyak metode pembayaran
  • Minim atau tanpa batasan usia

Mengapa pinjaman online sering menjadi “jalan keluar”?

  • Proses instan dan mudah
  • Persyaratan ringan
  • Akses cepat tanpa prosedur rumit

Kombinasi keduanya menciptakan lingkaran masalah tanpa ujung.

Ketika seseorang yang berjudi mengalami kerugian, ia mencoba kembali berjudi untuk menutup kerugian. Ketika uang habis, ia mulai mengadaikan atau menjual barang, meminjam dari keluarga atau teman, hingga akhirnya beralih ke pinjaman online sebagai solusi instan.

Perilaku ini dikenal sebagai “bailout behaviour”—usaha menutup kerugian dengan sumber dana baru. Sayangnya, ini justru memperbesar masalah dan memperdalam krisis, baik secara finansial maupun mental.

Mengapa Kecanduan?

Mengapa Judi Bisa Menyebabkan Kecanduan?

Pada kecanduan judi, terjadi gangguan pada sirkuit saraf otak, mirip dengan yang terjadi pada adiksi zat. Hal ini membuat seseorang sangat sulit berhenti.

Gangguan tersebut meliputi:

  • Ketidakseimbangan zat kimia otak (dopamin, serotonin, dll)
  • Perubahan pada area otak yang mengatur pengambilan keputusan dan emosi

Akibatnya, individu:

  • Kehilangan kontrol terhadap perilaku berjudi
  • Menjadikan judi sebagai prioritas utama
  • Tetap berjudi meskipun sudah mengalami dampak negatif

Saat mencoba berhenti, sering muncul gejala seperti gelisah, mudah marah, dan stres, yang semakin memperburuk kesehatan mental.

Distorsi Pikiran pada Kecanduan Judi

Orang dengan kecanduan judi sering mengalami distorsi kognitif, yaitu memiliki pola pikir yang tidak rasional, otomatis dan menyimpang yang mendistorsi realitas.

Beberapa contohnya:

  • Chasing losses: terus berjudi untuk menutup kekalahan sebelumnya
  • Superstitious beliefs: percaya pada “keberuntungan” tanpa dasar
  • Near miss: ketika kalah, merasa dekat dengan kemenangan
  • Concept luck: merasa pada posisi, waktu dan kondisi yang tepat
  • Persepsi: merasa judi sebagai keahliannya bukan karena kebetulan.

Tanda-tanda yang perlu Diwaspadai

Beberapa tanda seseorang mengalami gangguan judi online dan gangguan kejiwaan

  • Terus memikirkan berjudi (preokupasi)
  • Kebutuhan jumlah uang untuk berjudi semakin besar
  • Berungkali gagal untuk mengendalikan, mengurangi atau menghentikan berjudi
  • Berjudi sebagai cara untuk meloloskan diri dari masalah
  • Berjudi untuk mendapatkan kembali yang hilang
  • Berbohong untuk menutupi kebiasaan berjudi
  • Meminjam uang orang lain untuk membayar hutang
  • Membahayakan atau kehilangan hubungan personal dan pekerjaan karena berjudi
  • Melakukan perbuatan ilegal untuk berjudi
  • Mengalami kecemasan, depresi, atau kesepian

Dalam kondisi yang lebih serius, gangguan ini dapat berkaitan dengan:

  • Gangguan bipolar
  • Gangguan kepribadian antisosial
  • Bahkan ide atau percobaan bunuh diri

Sebagai catatan, hingga 50% individu dengan gangguan judi memiliki ide bunuh diri, dan sekitar 17% pernah melakukan percobaan bunuh diri.

Tatalaksana Adiksi Judi

Penanganan kecanduan judi memerlukan pendekatan profesional. Beberapa metode yang efektif antara lain:

  • Cognitive behaviour therapy (CBT) → Pendekatan utama untuk mengenali distorsi kognitif yang dialami dan berlatih untuk membuat alternatif pikiran dan perilaku yang lebih sehat.
  •  Motivational Interviewing → Ketrampilan ini bertujuan untuk mendorong individu mau berbicara , menggali ambivalensi mereka terhadap judi dan menjelaskan alasan mereka untuk mengurangi atau berhenti berjudi.
  •  Exposure therapy →Digunakan untuk mengurangi hasrat dan keparahan perjudian, serta melmahkan keyakihan keyakinan yang salah terkait perjudian,

Penutup

Judi online dan pinjaman online bukan hanya masalah finansial, tetapi juga masalah kesehatan mental yang serius. Keduanya dapat membentuk lingkaran yang sulit diputus tanpa kesadaran dan bantuan yang tepat.

Mengenali tanda-tandanya sejak dini adalah langkah penting untuk mencegah dampak yang lebih besar, baik bagi diri sendiri maupun orang-orang di sekitar kita.

Referensi

  • Exposure Therapy for Gambling Disorder: Systematic Review and Meta-analysis, Current Addiction Report Volume 9, 2022
  • Kristiana Siste, Adiksi Perilaku (Adiksi Internet), Universitas Indonesia Publishing, 2023
  • Viknesan SB & Alex Lim, Gambling Disorder, the Hidden Addiction, Gambling Addiction Workshop, 24-07

Artikel Terkait

Kenali kokain

Resource

Kegawatan Daruratan Adiksi Napza

Seluk beluk marijuana

Yang terjadi pada overdosis

Kecanduan Seks?

Keuntungan dan Tantangan Kencan Online

Sebelumnya
Selanjutnya

Buat janji dokter sekarang

Hubungi Kami

Silahkan gunakan formulir ini kapan saja untuk menghubungi kami dengan pertanyaan, atau untuk membuat janji.

Anda juga dapat menghubungi kami melalui WhatsApp atau telepon pada jam klinik di +62 8111 368 364.