Author

Pfizer Indonesia

Deteksi Dini Disfungsi Ereksi

Disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan persisten untuk mencapai atau mempertahankan kekerasan ereksi yang memadai untuk mendapatkan pengalaman seksual yang memuaskan. Disfungsi ereksi dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan psikososial, serta dapat memiliki dampak signifikan pada kualitas hidup pria dan pasangannya. Di sisi yang lain, semakin banyak bukti menunjukkan bahwa Disfungsi Ereksi dapat merupakan manifestasi awal dari penyakit kardiovaskular. Dengan demikian, keberadaan disfungsi ereksi merupakan indikator peringatan yang penting terhadap risiko penyakit kardiovaskular yang mendasarinya1.

Dalam suatu studi yang dilakukan di 8 negara disebutkan bahwa secara umum, prevalensi pria yang mengalami disfungsi ereksi sebesar 16%. Namun demikian, pria dengan penyakit penyerta tertentu memiliki risiko yang lebih besar untuk menderita disfungsi ereksi. Berdasarkan hasil studi tersebut disfungsi ereksi diderita oleh 31% pria dengan penyakit kardiovaskular, 26% pria dengan hipertensi dan 26% pria dengan kolesterol tinggi2. Dalam suatu studi yang lain, disebutkan bahwa prevalensi disfungsi ereksi pada pria dengan diabetes bahkan mencapai 52.5%3.

Berdasarkan fakta-fakta tersebut, deteksi disfungsi ereksi secara dini menjadi hal yang penting. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan secara mandiri untuk mengetahui apakah Anda mengalami disfungsi ereksi atau tidak. Diantaranya, adalah dengan menggunakan kuesioner Sexual Health Inventory for Men (SHIM) dan Erection Hardness Score (EHS)4,5.

Kuesioner SHIM adalah serangkaian pertanyaan dengan skor tertentu yang dirancang untuk membantu Sahabat dan Dokter Sahabat dalam mengidentifikasi apakah Sahabat mungkin mengalami disfungsi ereksi. Kuesioner ini bahkan memungkinkan untuk mengetahui tingkat keparahan kondisi disfungsi ereksi yang dialami. Pertanyaan dalam kuesioner tersebut adalah sebagai berikut:

Total Score

Selain kuesioner SHIM, disfungsi ereksi juga dapat dideteksi melalui Erection Hardness Score (EHS). EHS dikembangkan pada tahun 1998 untuk mengukur tingkat kekerasan ereksi berdasarkan hasil observasi mandiri. Menurut EHS, kekerasan ereksi penis terbagi dalam empat derajat atau tingkatan, yaitu:

DERAJAT 1

Berangsur lebih besar tapi tidak keras

DERAJAT 2

Keras, namun tidak cukup keras untuk melakukan penetrasi

DERAJAT 3

Cukup Keras untuk melakukan penetrasi tapi tidak sepenuhnya keras

DERAJAT 4

Sepenuhnya keras dan sepenuhnya tegang

Singapore’s Society for Men’s Health mengusulkan skala kekerasan ereksi yang dianalogikan dengan kekerasan empat jenis makanan. Analogi tersebut untuk memudahkan para pria menilai sendiri tingkat kekerasan ereksinya. Tingkat kekerasan ereksi tersebut, mulai dari yang paling tidak keras hingga yang paling keras, yaitu6:

Tofu

Pisang
Sudah dikupas

Pisang
Belum dikupas

Mentimun

Kuesioner SHIM dan Erection Hardness Score (EHS) dapat membantu Sahabat untuk mendeteksi secara dini ada atau tidaknya kondisi disfungsi ereksi. Jangan biarkan permasalahan ereksi menghalangi Sahabat mendapatkan pengalaman seksual yang lebih memuaskan. Disfungsi ereksi dapat ditangani secara medis. Segeralah konsultasikan kepada Dokter Sahabat apabila Sahabat mengalami kondisi tersebut.

Referensi

  1. Hatzimouratidis K, et al. Guidelines on male sexual dysfunction: erectile dysfunction and premature ejaculation. Eur Urol. 2010;57(5):804-14.
  2. Rosen RC, et al. The multinational Men’s Attitudes to Life Events and Sexuality (MALES) study: I. Prevalence of erectile dysfunction and related health concerns in the general population. Curr Med Res Opin. 2004;20(5):607-17.
  3. Kouidrat Y, et al. High prevalence of erectile dysfunction in diabetes: a systematic review and meta-analysis of 145 studies. Diabetic Med. 2017;34(9):1185-92.
  4. Cappelleri JC, Rosen RC. The Sexual Health Inventory for Men (SHIM): a 5-year review of research and clinical experience. Int J Impot Res. 2005;17(4):307-19.
  5. Goldstein I, et al. The erection hardness score and its relationship to successful sexual intercourse. J Sex Med. 2008;5(10):2374-80.
  6. Gentlemen, rate yourselves: cucumber or banana? Reuters 2007. https://www.reuters.com/article/us-erections/gentlemen-rate-yourselves-cucumber-or-banana-idUSSIN2671420070424. Accessed on 4 September 2020.

GCMA Code No.: PP-VIA-IDN-0075-SEP-2020

Artikel ini disponsori oleh:
Pfizer Indonesia
World Trade Center 3, 28th Floor
Jl. Jend. Sudirman Kav 29-31
Jakarta 12920 – Indonesia

Artikel Terkait

The Silent Syphilis

Sunat Pada Pria Dewasa

Fraktur Penis/Penis Patah?

Sunat bikin penis jadi makin pendek? Mitos atau fakta?

The Return of The Living Dead

The Penis Book 2, Chapter 7

Mengenal Infeksi Menular Seksual

Sebelumnya
Selanjutnya

Buat janji dokter sekarang

Hubungi Kami

Silahkan gunakan formulir ini kapan saja untuk menghubungi kami dengan pertanyaan, atau untuk membuat janji.

Anda juga dapat menghubungi kami melalui WhatsApp atau telepon pada jam klinik di +62 8111 368 364.