Author

Gerd dan Kecemasan

Kecemasan atau anxiety merupakan reaksi alami manusia Ketika menghadapi stress atau tekanan, seperti masalah keuangan, pekerjaan, keluarga atau yang lainnya. Namun bila kecemasan ini menjadi berat dan mengganggu kehidupan sehari-hari dan atau berlangsung berbulan-bulan maka keadaan tersebut merupakan indikasi gangguan cemas yang menjadi masalah Kesehatan mental.

Ada sebuah studi tahun 2015 menemukan bahwa kecemasan dan depresi meningkatkan risiko GERD, dan penelitian lain telah menemukan bahwa efek negatif GERD pada kualitas hidup meningkatkan kecemasan dan depresi, menciptakan lingkaran setan. Hal ini didukung oleh studi lain di tahun 2019, para peneliti di Pakistan mencatat bahwa orang dengan GERD yang mengalami nyeri dada memiliki tingkat depresi dan kecemasan yang jauh lebih tinggi daripada mereka yang tidak mengalami keluhan tersebut karena rasa nyeri di dada membuat para pasien GERD takut akan penyakit parah lainnya, sehingga itu meningkatkan kecemasan mereka.

Gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah kondisi kronis di mana cairan lambung mengalir kembali ke mulut. GERD disebabkan karena sfingter esofagus atau otot yang melingkar di kerongkongan bagian bawah tidak menutup dengan baik, sehingga asam lambung bisa naik kembali. Sfingter esofagus normalnya akan menutup pada saat tidak makan untuk mencegah aliran balik. Hal yang umum ada orang yang mengalami refluks cairan lambung, tetapi jika keadaan tersebut terjadi minimal dua kali dalam seminggu, kondisi ini disebut GERD.

Menurut penelitian di Korea Selatan (Korsel) pada 2018, ada beberapa alasan mengapa kecemasan bisa berhubungan dengan GERD, yaitu:

  • Kecemasan mengurangi tekanan pada sfingter esofagus bawah, sehingga asam lambung naik ke esofagus.
  • Stres dan kecemasan menyebabkan tegangan otot. Jika terjadi di otot perut, maka asam lambung bisa terdorong ke atas.
  • Tingkat kecemasan yang tinggi dapat meningkatkan produksi asam lambung.
  • Selain itu, gejala GERD dapat meningkatkan kecemasan.
  • GERD anxiety juga bisa menyebabkan pengidap sulit tidur. Hal itu karena refluks asam bisa bertambah buruk saat berbaring, sehingga bisa membuat pengidap sering terbangun. Sementara anxiety juga bisa memengaruhi pola tidur seseorang.

Selain obat-obatan yang membantu mengontrol produksi asam lambung, dokter mungkin akan memberikan obat untuk membantu mengontrol kecemasan. Terapi kognitif pada kasus ini dapat mendukung proses perbaikan.

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantu mengatasi GERD dan kecemasan:

  1. Mengonsumsi makanan dan minuman bergizi seimbang.
  2. Menghindari makanan atau minuman yang dapat memicu peningkatan produksi asam lambung dan refluks cairan lambung.
  3. Berolahraga rutin (dengan intensitas ringan) seperti jalan santai atau joging.
  4. Mempraktikkan teknik relaksasi seperti pernapasan dalam, yoga, taici, atau meditasi.
  5. Menghindari kafein, alkohol, atau zat-zat adiktif.

Berhadapan dengan kombinasi refluks asam dan kecemasan bisa membuat frustrasi. Dalam beberapa kasus, seseorang mungkin tidak tahu apakah mereka mengalami refluks asam atau gejala fisik kecemasan.

Jika GERD dibiarkan, maka dapat menyebabkan komplikasi yang serius dan bukan tidak mungkin muncul gejala sakit jantung yang dikira sebagai GERD. Hal tersebut juga berlaku untuk kecemasan. Oleh karena gejala-gejala GERD dan anxiety bisa saling tumpang tindih, pemeriksaan dokter sangat diperlukan untuk mendapat diagnosis yang akurat.

Perlu penanganan yang holistik untuk menemukan cara untuk mengelola kecemasan dan mengambil langkah-langkah untuk mengobati refluks asam sehingga dapat mengakhiri lingkaran setan tersebut dan membantu untuk mengendalikan gejalanya.

Referensi

  1. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4394093/
  2. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6175551/
  3. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6858267/
  4. https://www.medicalnewstoday.com/articles/acid-reflux-and-anxiety/
  5. https://www.healthline.com/health/gerd-and-anxiety/

Artikel Terkait

Gula Darah yang Tinggi

Sirosis Hati

Contoh Kasus Penyakit

Serba-serbi Vitamin B

Bakteri ikut ke kantor

Obesitas dan Gaya Hidup (bagian 1)

Tuberkulosis (TB)

Sebelumnya
Selanjutnya

Buat janji dokter sekarang

Hubungi Kami

Silahkan gunakan formulir ini kapan saja untuk menghubungi kami dengan pertanyaan, atau untuk membuat janji.

Anda juga dapat menghubungi kami melalui WhatsApp atau telepon pada jam klinik di +62 8111 368 364.