Author

Junita Komalasari, A.Md.Kep.

Editor

Jamur Yang Tumbuh Di Setiap Musim

Jamur Yang Tumbuh Di Setiap Musim

Candida adalah salah satu jamur yang dapat menyebabkan infeksi pada manusia. Jamur candida dapat hidup normal tanpa menimbulkan masalah atau keluhan di kulit, saluran cerna, vagina. Infeksi baru terjadi bila ada perubahan keseimbangan mikroba di tempat tersebut sehingga pertumbuhannya menjadi tidak terkendali dan dapat menginvasi organ lain bahkan masuk ke aliran darah dan menyebabkan infeksi yang lebih serius di bagian tubuh lain, seperti usus, ginjal, jantung, dan otak.

Infeksi jamur yang disebabkan oleh jamur Candida disebut dengan candidiasis. Sampai saat ini ada sekitar 150 spesies Candida dan hanya 15 yang dapat menyebabkan infeksi, yaitu Candida albicansCandida glabrataCandida tropicalisCandida parapsilosisCandida kruseiCandida guilliermondiiCandida lusitaniaeCandida dubliniensisCandida pelliculosaCandida kefyrCandida lipolyticaCandida famataCandida inconspicuaCandida rugosa, dan Candida norvegensis.

Lima spesies pertama paling sering ditemukan. Setiap spesies Candida memiliki kemampuan menginfeksi, respon terhadap pengobatan, dan epidemiologi yang berbeda-beda. Candida parapsilosis lebih banyak terjadi pada bayi baru lahir dan orang yang menggunakan kateter untuk berkemih. Candida glabrata lebih banyak pada lansia dan orang dengan leukemia. Candida albicans lebih luas sebarannya sehingga paling banyak ditemukan. Penggunaan antijamur tanpa pemeriksaan dan indikasi yang tepat meningkatkan potensi Candida menjadi kebal terhadap pengobatan.

Walaupun Candida bisa menginfeksi seluruh organ tubuh namun ada organ tubuh tertentu yang lebih sering terkena, yaitu mulut, vagina, dan kulit. Keluhan dan gejala yang muncul akibat infeksi Candida tergantung pada lokasinya. Berikut adalah Candidiasis yang paling sering terjadi.

1. Candidiasis mulut (thrush)

  • Bercak putih seperti dadih di dalam mulut, terutama di lidah dan langit-langit dan di sekitar bibir.
  • Di bawah bercak tersebut tampak kemerahan dan mungkin sedikit berdarah.
  • Pecah-pecah di sudut mulut.
  • Kadang terasa nyeri namun umumnya tidak.
  • Bila infeksi mencapai kerongkongan, ada gangguan dan nyeri saat menelan.

2. Candidiasis vulvovaginal

  • Rasa gatal yang ekstrem sampai nyeri di vagina.
  • Rasa nyeri dan terbakar saat buang air kecil.
  • Rasa tidak nyaman dan sakit selama berhubungan seks.
  • Pembengkakan pada vagina dan vulva.
  • Keputihan yang menggumpal.
  • Sekitar 75% wanita pernah sekali dan 45% pernah dua kali mengalami infeksi candidiasis selama hidupnya.

3. Candidiasis kulit (cutaneous candidiasis)

  • Ruam yang gatal di lipatan kulit, seperti ketiak, selangkangan, sela jari, atau di bawah payudara. Bisa juga tertutup dan lembab seperti pusar, area kelamin. Ruam popok atau diaper rash juga dapat disebabkan oleh Candidiasis.
  • Muncul ruam kemerahan, rapuh, muncul pustul disekitar ruam.
  • Ruam bisa terasa gatal, nyeri, dan rasa terbakar.
  • Jika terjadi infeksi sekunder (infeksi kuman lain termasuk bakteri pada area kulit).

Penyebab dan Faktor Risiko Candidiasis

Pertumbuhan dan perkembangan jamur candida yang tidak terkendali paling sering disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang lemah, kelembaban yang meningkat, terganggunya keseimbangan mikroba, dan kurangnya kebersihan diri. Beberapa kondisi yang bisa melemahkan daya tahan tubuh adalah:

  • Menderita diabetes, HIV/AIDS, kanker, atau menjalani kemoterapi.
  • Menggunakan obat kortikosteroid dalam jangka yang lama.
  • Menggunakan antibiotik dalam jangka waktu yang lama.
  • Menderita obesitas atau malnutrisi.
  • Orang yang memiliki penyakit kronis dan memerlukan tindakan tertentu seperti hemodialisa atau menggunakan pipa lambung.

Selain itu, beberapa faktor berikut juga bisa meningkatkan risiko terjadinya candidiasis pada kulit dan area kelamin:

  • Cuaca yang hangat dan lembap.
  • Kebiasaan jarang mengganti pakaian dalam.
  • Kebiasaan menggunakan pakaian ketat dan yang tidak menyerap keringat.
  • Kebersihan pribadi yang buruk.
  • Menggunakan kateter untuk berkemih.
  • Sering melakukan cuci vagina (vaginal douching).
  • Menggunakan gigi palsu yang tidak pas.
  • Kehamilan.

Pengobatan dan Pencegahan Candidiasis

Tujuan pengobatan candidiasis adalah untuk mengatasi infeksi dan mencegah terjadinya komplikasi. Saat sudah didiagnosis mengalami candidiasis, dokter akan memberikan obat antijamur, sesuai dengan lokasi dan tingkat keparahan infeksi.

Candidiasis dapat dicegah dengan menjaga kebersihan pribadi dan menjaga sistem kekebalan tubuh tetap baik. Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah infeksi Candida:

  • Jaga kebersihan mulut dan gigi dengan rutin menggosok gigi dan melakukan pemeriksaan ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali.
  • Hentikan kebiasaan merokok.
  • Gunakan pakaian yang nyaman dan menyerap keringat.
  • Ganti pakaian, pakaian dalam, dan kaos kaki, secara teratur.
  • Ganti pembalut secara rutin saat menstruasi.
  • Konsumsi makanan bergizi seimbang dan probiotik.
  • Bersihkan area vagina dengan air mengalir, dan keringkan dengan baik. Hindari penggunaan panty liner dan sabun pembersih kewanitaan tanpa anjuran dokter.
  • Bagi pria yang tidak disunat, perlu rajin membersihkan area yang tertutup kulup dan mengeringkannya.
  • Popok bayi perlu sering diganti agar tidak menimbulkan kelembaban.
  • Lakukan kontrol rutin ke dokter, jika Anda menderita penyakit yang bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh, seperti diabetes, kanker, atau HIV/AIDS.
  • Kontrol rutin juga perlu dilakukan bila Anda menjalani kemoterapi atau menggunakan obat kortikosteroid untuk waktu yang lama.
  • Tidak menggunakan obat kortikosteroid dan antibiotik di luar anjuran dokter.

Referensi

  1. https://www.cdc.gov/std/tg2015/candidiasis.htm
  2. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3928396/
  3. http://jurnalpenyakitdalam.ui.ac.id/index.php/jpdi/article/viewFile/104/115

Artikel Terkait

Direct Acting Antiviral: Terobosan Dalam Hepatitis C

Pelayanan berkualitas dimulai dengan pelayanan primer

Suara harapan komunitas pada penyedia layanan kesehatan oleh Setia Perdana

Vitamin D dan vaginosis bakteri pada wanita hamil

Getting Comfortable Talking About the Uncomfortable

Anal Pap

Previous
Next

Buat janji dokter sekarang

Hubungi Kami

Silahkan gunakan formulir ini kapan saja untuk menghubungi kami dengan pertanyaan, atau untuk membuat janji.

Anda juga dapat menghubungi kami melalui WhatsApp atau telepon pada jam klinik di +62 8111 368 364.