Kenali Emosi dan Marahmu

Kemarahan adalah salah satu emosi dasar manusia, sering terlihat atau dirasakan, sama seperti kebahagiaan, kesedihan, kecemasan, dan rasa jijik. Emosi ini terkait dengan kelangsungan hidup dasar dan diasah sepanjang sejarah manusia. Kemarahan terkait dengan respon “melawan, melarikan diri, atau membekukan” dari sistem saraf simpatik, suatu respon mempersiapkan manusia untuk bertarung dan mempertahankan diri.

Marah tidak selalu dengan menggerakan otot anggota tubuh, seperti memukul, menendang, merusak benda. Kemarahan yang terlalu mudah atau dengan memobilisasi otot dapat merusak hubungan antar manusia dan merusak tubuh dalam jangka panjang. Pelepasan hormon stres berkepanjangan yang menyertai kemarahan dapat menghancurkan neuron (baca: sel saraf) di area otak yang terkait dengan penilaian dan memori jangka pendek, serta melemahkan sistem kekebalan tubuh. Sesungguhnya emosi berupa ketakutan dan kesedihan dapat menyertai kemarahan. Ketakutan mendorong emosi berupa kecemasan dan kekhawatiran. Kesedihan berasal dari pengalaman kehilangan, kekecewaan, atau keputusasaan.

Kemarahan adalah emosi manusia yang sepenuhnya normal, biasanya sehat. Tetapi ketika kemarahan menjadi tidak terkendali dan bersifat destruktif, hal ini dapat menyebabkan masalah di tempat kerja, hubungan pribadi, hingga penurunan kualitas hidup.

Pencetus marah

Pencetus utama marah adalah lingkungan orang tersebut. Stres, masalah keuangan, kekerasan, situasi sosial, dan situasi keluarga yang buruk, serta banyaknya hal-hal yang membanjiri hidup dapat menguras habis tenaga dan mencetuskan marah. Pada peminum alkohol, marah sering tampak lebih menonjol, terutama bagi mereka yang dibesarkan oleh orangtua pengguna alkohol. Secara genetik dan kemampuan tubuh, terdapat zat kimia dan hormon yang berperan terhadap kemarahan serta pengendaliannya. Ketika otak bereaksi tidak normal terhadap serotonin, maka sulit individu mengendalikan emosi.

Orang yang bersalah seringkali mudah marah atau emosional ketika berhadapan dengan sesuatu yang memicu rasa bersalahnya. Biasanya, pengakuan atau rasa bersalah muncul dalam bentuk penolakan cepat. Kebanyakan orang yang merasa bersalah, mudah ditangkap emosinya; mereka merasa malu, sehingga mereka cepat menyangkal dan menjadi marah.

Umumnya akar kemarahan adalah rasa ketakutan, rasa sakit, dan frustrasi. Sebagai contoh, beberapa orang menjadi marah sebagai reaksi ketakutan terhadap ketidakpastian, takut kehilangan pekerjaan, atau takut gagal. Lainnya marah ketika mereka terluka dalam suatu hubungan atau sakit hati tersinggung oleh ucapan teman dekat.

Marah juga dapat berasal dari trauma masa lalu ketika proses terjadinya pembentukan kepribadian seseorang. Dalam beberapa kasus, perubahan hormon juga dapat menyebabkan kemarahan, seperti pada pra-menstruasi.

Gejala emosi terkait marah

Gangguan emosi bukan hanya marah, bisa juga mudah tersinggung, mengamuk dan cemas. Ketika merasa beban bertubi-tubi datang atau pikiran sedang memproses berbagai hal, sehingga Anda mudah tersinggung, bahkan sembat membayangkan untuk membunuh/melukai orang lain, maka ini dapat diartikan sebagai gangguan kemarahan. Bergegaslah mengendalikan emosi Anda, serta berbicara dengan profesional di bidang psikologi dan psikiatri.

Gejala fisik terkait masalah kemarahan

Emosi yang kuat seringkali membawa perubahan pada fisik. Melampiaskan kemarahan tanpa arah akan membuat risiko bagi kehidupan anda. Beberapa gejala fisik meliputi:

  • Gejala pada kulit dan otot: gatal-gatal, kesemutan, nyeri, tegang, kaku, lelah lemas, sakit kepala.
  • Gejala pada sistem peredaran darah: jantung berdebar atau dada terasa tertekan, tekanan darah naik.
  • Gejala pada sistem pernapasan: sesak napas, mudah terengah-engah, asma kambuh.
  • Gejala pada sistem pencernaan: mual, muntah, sakit ulu hati.
  • Gejala pada sistem urogenital: gangguan kencing, sulit ereksi, gangguan ejakulasi, gangguan gairah seksual.

Kemarahan yang tidak terselesaikan akan membuat kecemasan yang berdampak panjang dalam kehidupan. Cemas dapat membuat kepala pening, berat, tegang, sakit kepala, otot kaku, sulit konsentrasi dan sulit mengingat. Beberapa gejala bisa mengganggu aktivitas sehari-hari, bahkan mungkin merambat ke banyak hal dalam hidup.

Kecemasan jangka panjang akan mengganggu kesehatan fisik dan mental. Jika ditabung untuk jangka panjang membuat gangguan pembuluh darah dan darah seperti serangan stroke. Paling sering dikeluhkan adalah gangguan tidur, gangguan mengingat, gangguan relasi.

Perbedaan marah perempuan dan laki-laki

Menurut penelitan longitudinal di Tennessee pada tahun 1982, tidak terdapat perbedaan antara amarah pada laki-laki dan perempuan usia paruh baya. Pada laki-laki kemarahan lebih banyak diekspresikan melalui fisik. Pada perempuan dikatakan lebih banyak gejala kemarahan diarahkan keluar dan menyalahkan orang lain.

Adakah obat anti-marah?

Para psikiater dan psikolog klinis merekomendasikan konseling, baik individu maupun kelompok. Pada kasus berat diperlukan medikasi untuk mengendalikan emosi.

Jenis obat yang diresepkan tergantung pada diagnosis yang ditegakkan, mungkin diberikan:

  • Antidepresan.
  • Perelaksasi otot.
  • Penstabil mood.

Sumber

  1. American Psychiatric Association. Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders. 5th ed. Arlingon, VA: American Psychiatric Publishing. 2013
  2. Gender differences, anger expression, and cardiovascular risk: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19597365

Artikel Terkait

Demensia

Tingkatan Gangguan dan Jenis Tesnya

Lupa di Usia Muda

Manfaat dan Jenis-Jenis Hipnoterapi

Mengenal Skizofrenia Lebih Dalam

10 Juta lebih Penduduk Indonesia Alami Gangguan Mental Emosional

ADHD

Bisa Dialami Orang Dewasa Juga, loh!

Previous
Next

Buat janji dokter sekarang

Hubungi Kami

Silahkan gunakan formulir ini kapan saja untuk menghubungi kami dengan pertanyaan, atau untuk membuat janji.

Anda juga dapat menghubungi kami melalui WhatsApp atau telepon pada jam klinik di +62 8111 368 364.