Author

Valeria Sandova, S.ST

Editor

Illustration

Kurnia Dwijayanto

Ketika Sang Tamu Mengganggu

Menstruasi atau haid adalah peristiwa luruhnya lapisan endometrium atau lapisan terdalam dari dinding rahim yang mengandung banyak pembuluh darah karena tidak terjadi proses kehamilan.

Pada umumnya wanita yang sudah pubertas akan mengalami menstruasi atau haid.

Siklus menstruasi setiap wanita biasanya berbeda-beda. Normalnya siklus menstruasi berkisar antara 21 hingga 35 hari, namun ada yang mencapai hingga 45 hari.

Umumnya menstruasi berlangsung selama tiga hingga delapan hari setiap siklusnya, dengan volume darah rata-rata sekitar 20-80 mililiter per hari, biasanya volume darah banyak di hari pertama hingga hari ketiga dan berangsur-angsur volume tersebut berkurang.

Bila siklus menstruasi Anda tidak sesuai dengan angka tersebut, bisa jadi Anda mengalami gangguan menstruasi.

Gangguan menstruasi dapat disebabkan:

  • Usia
  • Berat Badan kurang atau berlebih
  • Faktor genetik atau keturunan
  • Ketidakseimbangan hormon
  • Pola makan yang tidak teratur
  • Gaya hidup yang tidak sehat dan stress
  • Mengonsumsi obat tertentu atau adanya penyakit

Setiap wanita sebaiknya memiliki catatan siklus menstruasi, untuk mengetahui apakah dirinya memiliki menstruasi yang normal atau tidak normal. Dengan begitu Anda dapat segera menghubungi dokter bila mengalami gangguan menstruasi, untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Beberapa jenis gangguan menstruasi yang bisa terjadi, adalah:

Metrorrhagia

Yaitu menstruasi yang terjadi tidak teratur dengan adanya perdarahan di antara siklus menstruasi.

Menorrhagia

Yaitu keadaan saat darah menstruasi yang keluar sangat banyak. Segera temui dokter bila mengalami salah satu keadaan di bawah ini:

  • Mengganti satu atau lebih tampon, pembalut, atau menstrual cup per jam selama 1-2 jam
  • Harus menggunakan perlindungan ganda, seperti tampon dan pembalut, untuk mencegah bocor
  • Mengalami perdarahan selama lebih dari tujuh hari
  • Terdapat gumpalan darah lebih besar dari seperempat volume darah yang keluar
  • Harus membatasi aktivitas harian karena haid Anda
  • Mudah lelah, sesak napas, pucat atau tanda-tanda anemia lainnya

Oligomenorrhea dan Polymoenorrhea

Siklus haid sangat jarang dan sedikit. Wanita dengan oligomenorrrhea mungkin saja hanya mengalami menstruasi tiga kali dalam setahun. Sedangkan wanita dengan polymoenorreha mengalami  menstruasi lebih sering dari siklus normal.

Amenorrhea

Amenorrhea adalah menstruasi terhenti sama sekali. Kondisi ini bisa terjadi karena mengonsumsi obat tertentu atau penyakit atau penyebab alami atau normal seperti kehamilan, sedang menyusui atau menopause.

Dysmenorrhea

Dysmenorrhea atau nyeri haid adalah hal biasa yang pernah dirasakan tiap wanita. Rasa nyeri tersebut juga bisa disertai sakit kepala, mual hingga muntah dan diare. Keadaan ini lebih banyak dialami oleh remaja dan wanita yang belum pernah melahirkan. Penyebabnya bisa karena kontraksi rahim saat mengeluarkan darah, endometriosis, alat KB dalam rahim (AKDR/IUD), kista ovarium, dan yang lainnya. Obat pereda nyeri dapat digunakan untuk mengatasi dysmenorrhoea. Tetapi bila nyeri terasa makin lama makin berat intensitasnya, tidak berkurang dengan obat nyeri yang diminum, membuat anda tidak dapat beraktivitas, maka perlu untuk melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis kandungan untuk mencari penyebab dan mengatasinya.

Pada saat pemeriksaan, dokter akan bertanya keluhan dan gejala yang dirasakan dan sudah berapa lama anda mengalami hal tersebut. Membawa catatan siklus menstruasi berisi keteraturan siklus, lama hari menstruasi, banyaknya darah yang keluar dengan melihat berapa sering mengganti pembalut dan gejala-gejala lainnya dapat membantu dokter untuk menegakkan diagnosa. Sebagai tambahan dari wawancara dan pemeriksaan fisik, dokter juga juga akan melakukan tes panggul dan duh tubuh vagina. Tes ini diperlukan dokter dalam menilai keadaan organ reproduksi anda dan melihat apakah vagina atau serviks Anda mengalami infeksi atau peradangan. Pap smear juga perlu dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan kanker atau penyebab lainnya.

Berikut adalah hal-hal yang dapat membantu Anda mengatasi gangguan menstruasi:

  • Pengaturan pola makan yang baik yang dimulai sekitar 14 hari sebelum menstruasi dapat membantu beberapa orang mengatasi gangguan menstruasi ringan, seperti kram. Antara lain dengan mengonsumsi makanan biji-bijian utuh, buah dan sayuran segar, menghindari makanan berlemak dan makanan cepat saji. Membatasi konsumsi garam,  kafein, gula, dan alkohol juga dapat bermanfaat.
  • Olahraga. Berolahraga ringan dapat mengurangi nyeri saat menstruasi.
  • Aktivitas seksual. Terdapat laporan bahwa orgasme dapat mengurangi kram akibat haid.
  • Menempelkan kompres hangat pada perut, atau berendam air hangat, dapat meringankan nyeri dan kram akibat haid.
  • Menjaga kebersihan area kewanitaan. Ganti pembalut setiap 4-6 jam. Hindari menggunakan pembalut atau tampon berparfum sebab dapat mengiritasi bagian kewanitaan Anda. Douching, penggunaan pembersih kewanitaan tidak disarankan karena dapat membunuh bakteri alami yang hidup di vagina. Mandi seperti biasa sudah cukup.

Referensi

  1. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5885123/
  2. https://www.mountsinai.org/health-library/report/menstrual-disorders
  3. https://www.healthline.com/health/how-much-blood-do-you-lose-on-your-period

Artikel Terkait

Masih bingung pilih metode kontrasepsi yang paling cocok?

Masa Menyusui

Apakah Berpengaruh Terhadap Kesehatan Seksual Perempuan?

Ibu Hamil dan Minum Susu

Sudah pernah periksa payudara sendiri belum?

Kegel Exercise

Apa Itu Pap Smear (Skrining Kanker Serviks)

Sebelumnya
Selanjutnya

Buat janji dokter sekarang

Hubungi Kami

Silahkan gunakan formulir ini kapan saja untuk menghubungi kami dengan pertanyaan, atau untuk membuat janji.

Anda juga dapat menghubungi kami melalui WhatsApp atau telepon pada jam klinik di +62 8111 368 364.