Author

Klara Rebeka Wea, S.ST

Editor

Illustration

Kurnia Dwijayanto

Kontrasepsi Darurat

Mengenal kontrasepsi darurat sebagai metode pencegahan kehamilan.

Penggunaan alat-alat kontrasepsi, seperti kondom, pil KB, KB suntik atau implan KB dapat diandalkan untuk mencegah kehamilan.

Namun, jika Anda berhubungan seksual dan mengalami keadaan dibawah ini, Sahabat dapat mempertimbangkan untuk menggunakan alat kontrasepsi darurat atau yang biasa disingkat dengan kondar, agar bisa mencegah kehamilan:

  • Kondom yang digunakan rusak atau bocor atau lepas
  • Lupa minum pil KB lebih dari 2 hari berturut-turut
  • Terlambat lebih dari 1 minggu untuk suntik KB 1 bulanan
  • Terlambat lebih dari 2 minggu untuk suntik KB 3 bulanan
  • Wanita korban perkosaan

Perlu diketahui bahwa kondar tidak efektif bila digunakan sebelum melakukan hubungan intim dan juga tidak dapat digunakan untuk menggugurkan kandungan.

Jika sel telur telah dibuahi dan sudah tertanam di rahim, maka kondar tidak akan berfungsi lagi.

Dianjurkan untuk digunakan sebelum lima hari atau 120 jam sejak berhubungan seksual dan akan lebih baik lagi sebelum 24 jam, saat sel telur belum dilepaskan dari ovarium dan sperma belum membuahi sel telur. Kondar tidak dapat melindungi dari kemungkinan tertular infeksi menular seksual.

Mengenal Macam-macam Kontrasepsi Darurat

Kontrasepsi darurat atau biasa disingkat dengan kondarmemiliki dua jenis yang berbeda berdasarkan cara penggunaan dan cara kerjanya, yaitu jenis mekanik dan medikamentosa atau obat.

1. Kondar mekanik

Satu-satunya kondar mekanik adalah alat KB dalam rahim (AKDR) yang mengandung tembaga. AKDR mencegah terjadinya pertemuan antara sel telur dan sperma dan mencegah tertanamnya hasil pembuahan pada dinding rahim.

Kontrasepsi darurat IUD dinilai lebih efektif dalam mencegah kehamilan dengan risiko kehamilan dapat dicegah hingga kurang dari 1%.

Namun AKDR tidak dapat diberikan pada wanita  yang memiliki Infeksi Menular Seksual (IMS) yang tidak diobati, infeksi area panggul, kanker mulut rahim, kehamilan,dan perdarahan vagina abnormal yang tidak diketahui penyebabnya.

Pada kasus perkosaan sebaiknya menghindari penggunaan AKDR karena ada kemungkinan terjadi penularan infeksi menular seksual.

2. Kondar medikamentosa

Kondar dengan jenis medik merupakan kondar dengan kandungan hormon, salah satunya biasa disebut dengan Pil Kondar atau lebih dikenal dengan morning after pil atau emergency pill.

Penggunaan morning after pil mampu mengurangi resiko kehamilan hingga 95 persen.

Bekerja memperlambat pelepasan sel telur dari indung telur dan mengganggu pergerakan sel telur sehingga sel telur tidak bertemu dengan sperma dan tidak terjadi pembuahan.

Ada beberapa pil kondar yang direkomendasikan WHO sebagai alat kontrasepsi darurat, salah satunya adalah levonorgestrel.

Levonorgestrel yang merupakan hormon progestin untuk menghambat pelepasan sel telur, hormon ini juga menyebabkan perubahan pada tekstur dinding rahim agar tidak ada sel telur yang dapat menempel, serta mengentalkan cairan vagina untuk mencegah sel sperma mencapai sel telur sehingga tidak terjadi pembuahan.

Oleh karena itu levonogestrel harus segera diberikan, sebelum 72 jam dari hubungan seks terakhir yang berpotensi terjadi kehamilan. Tentunya akan ada efek samping dari penggunaan obat ini, dan efek samping yang ditimbulkan biasanya rasa mual, sakit kepala, pusing, muntah atau payudara tegang.

Pada beberapa orang akan mengalami gangguan haid. Ini diakibatkan karena morning after pil ini mengandung hormon dengan dosis tinggi.

Kondar mekanik memiliki potensi pencegahan kehamilan lebih tinggi  tetapi kontrasepsi darurat berupa pil lebih praktis dan mudah untuk digunakan.

Dengan keuntungan dan kerugian tersebut maka pertimbangan untuk memutuskan pilihan kondar memerlukan bantuan dokter.

Sumber

  1. Postinor-2 Tablets – NPS MedicineWise. (2018). Retrieved February 19, 2020, from https://www.nps.org.au/medicine-finder/postinor-2-tablets
  2. NHS.https://www.nhs.uk/conditions/contraception/emergency-contraception/diakses , 05 Agustus 2019
  3. Ayu, Ida dkk. 2010. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, dan KB untuk Pendidikan Bidan Edisi 2. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran (EGC)
  4. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/emergency-contraception

Artikel Terkait

Feminisasi HPV

Kandidiasis

IUD Cu 375 Sleek

Kehamilan Berisiko Tinggi

Keputihan karena jamur pada masa kehamilan

Mengapa ibu hamil perlu tes HIV?

Sebelumnya
Selanjutnya

Buat janji dokter sekarang

Hubungi Kami

Silahkan gunakan formulir ini kapan saja untuk menghubungi kami dengan pertanyaan, atau untuk membuat janji.

Anda juga dapat menghubungi kami melalui WhatsApp atau telepon pada jam klinik di +62 8111 368 364.