Author

Angsamerah Articles Lari dan seks indikator hidup sehat

Lari dan Seks: Indikator Hidup Sehat

Olah raga lari sedang booming akhir-akhir ini khususnya bagi warga Jakarta. Di ajang car free day yang digelar tiap minggu, orang ramai berlari baik individu maupun berkelompok. Pemandangan riuhnya masyarakat bersepeda mulai tergeser dengan ayunan kaki manusia dengan usia yang beragam. Ya, lari merupakan olah raga yang murah meriah, bisa dibilang tidak perlu modal kecuali niat dan tekad untuk menyelesaikan sesi di lintasan lari.

Maraknya informasi yang beredar di dunia maya maupun propaganda mengenai hidup sehat di media massa, menyebabkan orang berbondong-bondong memodifikasi gaya hidup ke arah yang lebih sehat. Olah raga rutin seperti lari, meski terlihat sederhana, tapi memiliki banyak manfaat. Dengan berlari, tubuh juga melepaskan hormon endorfin yang dapat membuat seseorang merasa bahagia.

Mungkin tak banyak yang tahu, bahwa seorang pelari yang baik bisa dijamin memiliki kualitas kehidupan seks yang baik pula. Dengan kombinasi latihan teratur, diet seimbang, dan gaya hidup yang bebas rokok, seorang pelari pria dapat memiliki performa seks seperti orang yang usianya 10 tahun lebih muda. Berikut penjelasan selengkapnya:

1. Lari dapat membuat otot tubuh kencang, terutama di bagian bokong

Sebuah survei yang dilakukan oleh perusahaan kondom pada tahun 2009 mengatakan bahwa bokong adalah bagian ketiga terseksi setelah mata dan wajah. Tak heran bila dengan bokong yang kencang, ketertarikan fisik akan meningkat.

2. Optimalisasi stamina

Dengan rutin berlari, daya tahan tubuh seseorang terhadap beban latihan akan meningkat. Pelari juga terbiasa mengatur irama aktifitas agar tidak mudah lelah. Dalam berhubungan seks, hal ini membantu seseorang untuk mampu mengeksplorasi berbagai posisi dan menemukan cara baru mencapai kenikmatan. Menurut dr. Ted Fenske, kardiolog dari Amerika, seorang pelari memiliki fungsi vaskuler (sistem peredaran darah) yang baik, dan untuk dapat berhubungan seks diperlukan sirkulasi yang baik pula. Tak heran bila para pelari marathon seringkali dianggap sebagai dewa seks.

3. Booster testosteron

Olah raga lari yang dilakukan dalam dosis yang tepat akan membuat testosteron meningkat. Hal ini berimbas pada meningkatnya rasa percaya diri, merasa bernergi, dan secara keseluruhan membuat hidup terasa luar biasa. Menurut penelitian yang dipublikasikan di The British Journal of Sports Medicine tahun 1996, lari yang dilakukan kurang dari 2 jam akan meningkatkan level testosteron. Akan tetapi, lari yang berlebihan justru menekan produksi testosteron, bahkan hingga 40%.

4. Singset!

Umum diketahui bahwa lari adalah metode menurunkan berat badan yang sangat efektif. Mereka yang memiliki tubuh fit diketahui memiliki percaya diri yang lebih tinggi disbanding mereka yang tidak berolah raga. Tahukah Anda bahwa lari dapat membakar hingga 200 kalori per jamnya?

5. Panjang umur

Rajin berolah raga tentu saja akan membuat badan fit. Dan badan fit memungkinkan kita untuk tetap menikmati seks hingga usia paruh baya. Sudah bukan rahasia lagi bahwa seks yang baik dan orgasme teratur dapat memperpanjang hidup seseorang. Pria usia 50 tahun atau lebih yang berlari sekitar tiga jam per minggu, memiliki risiko 30% lebih rendah untuk mengalami impotensi, berdasarkan penelitian di Harvard University tahun 2003.

Seks dan lari saling memberi efek positif bagi satu sama lain. Namun berhati-hatilah, karena lari bisa menjadi sebuah obsesi-kompulsi, dan sesuatu yang berlebihan tak pernah membawa kebaikan.

Referensi

therunningbug.co.uk
canada.com

Artikel Terkait

Disfungsi Seksual Pada Orang Muda

Ragam Makanan Pencegah Kanker

Serba-serbi Vitamin B

Direct Acting Antiviral: Terobosan Dalam Hepatitis C

The Silent Infection

Anal Pap

Sebelumnya
Selanjutnya

Buat janji dokter sekarang

Hubungi Kami

Silahkan gunakan formulir ini kapan saja untuk menghubungi kami dengan pertanyaan, atau untuk membuat janji.

Anda juga dapat menghubungi kami melalui WhatsApp atau telepon pada jam klinik di +62 8111 368 364.