Angsamerah Articles Lika-liku seks

Lika-liku Seks

Fungsi seksual adalah fungsi yang di masyarakat kita didominasi oleh pria. Dalam lingkup pembahasan mengenai kegiatan seksual, seolah wanita hanya menjadi objek. Padahal wanita dan pria sama-sama merupakan mahluk seksual. Dalam banyak hal, wanita tidak diajarkan untuk mengenali tubuhnya, dan kapasitas seksual apa yang dimilikinya. Bagaimana tubuhnya berkembang seiring pubertas, fungsi seksual apa saja yang dimilikinya, konsekuensi apa yang timbul dari perubahan seksualnya, dan masih banyak lagi. Bayangkan saja jika kegiatan seksual hanya dilakukan sendiri, tentu tidak akan ada generasi penerus manusia, bukan?

Ekspresi seksual seseorang tampak bermacam-macam, ada yang merasa perlu menjadi pribadi tertutup terkait fungsi seksnya, namun ada pula yang secara bebas mengekspresikannya. Satu hal yang sama adalah ekspektasi semua orang untuk dapat berfungsi seksual secara baik. Sepanjang hidup, fungsi seksual seorang wanita mengalami perubahan, dan ini menimbulkan makna yang berbeda-beda bagi masing-masing individu. Perubahan inilah yang juga berpotensi memunculkan ketegangan di masing-masing orang.

Manusia yang sehat adalah manusia yang bebas dari penderitaan, baik fisik maupun mental. Begitupun dengan kondisi seksual, perasaan yang nyaman mengenai kondisi seksual akan memberikan perasaan sehat. Rasa sehat juga ditunjang oleh kesesuaian ekspresi seksual pasangan. Akan tetapi, permasalahan fungsi seksual juga bukanlah suatu ketidaknormalan, bukan pula bermakna kurangnya kepuasan seksual.

Beberapa contoh permasalahan yang dirasakan oleh kebanyakan orang tergambar dari sebuah survei di Australia. Masalah tersebut berupa kurangnya minat terhadap seks, kecepatan ejakulasi, pencapaian orgasme, tidak mampu menikmati hubungan seks, nyeri saat berhubungan, sampai urusan kecemasan mengenai bentuk badan. Kurangnya minat terhadap seks bisa berlangsung sampai satu bulan lamanya. Padahal yang namanya hasrat untuk berhubungan seks pada wanita sering kali hanya didapat setelah adanya rangsangan. Aktifitas seksual tidak selalu dilakukan karena adanya hasrat, tapi juga karena berbagai alasan lain.

Ketidakmampuan untuk menikmati hubungan seks juga ditemukan pada sekitar 1 dari 4 wanita. Hal ini kadang tampak sebagai nyeri fisik saat melakukan hubungan seksual. Nyeri lebih banyak ditemui pada wanita yang berusia lebih muda. Kemudian kecemasan akan bentuk tubuh juga sangat sering ditemukan. 1 dari 3 wanita diketahui mengalami hal ini. Akibatnya, libido dan respon terhadap rangsangan seksual berkurang signifikan. Ada anggapan pula yang menyatakan bahwa kecemasan mempengaruhi kecepatan ejakulasi.

Meski banyak permasalahan yang berkaitan dengan seks, bagi kebanyakan orang (lebih dari 80%) tetap menyatakan bahwa seks adalah sesuatu yang sangat menyenangkan. Kenikmatan seksual yang dirasakan secara fisik diketahui berhubungan erat dengan kepuasan psikologis. Satu lagi yang pelu diingat bahwa bertambahnya usia, tidak serta merta membuat seseorang akan mengalami masalah seksual. Jadi, kenali diri Anda, dan buatlah Anda nyaman dengan status sebagai mahluk seksual, niscaya seks akan membawa kesenangan dalam hidup Anda.

 

Sumber 
mshc.org.au

Artikel Terkait

Masters and Johnson

Getting Comfortable Talking About the Uncomfortable

Seks dalam Perkawinan

Bagian 3

Angsamerah di Praktik Dokter Mandiri Depok, Dr. Lamsaria Siburian

Anak-anak, Pacaran, dan Seks

Fantasi Seksual dan Mimpi Erotis

Previous
Next

Buat janji dokter sekarang

Hubungi Kami

Silahkan gunakan formulir ini kapan saja untuk menghubungi kami dengan pertanyaan, atau untuk membuat janji.

Anda juga dapat menghubungi kami melalui WhatsApp atau telepon pada jam klinik di +62 8111 368 364.