The Penis Book, Introduction

The Penis Book

The Penis Book, Chapter 1

The Singer Not The Song

The Penis Book, Chapter 2

Moby Dick

The Penis Book, Chapter 3

Godzilla

The Penis Book, Chapter 4

Gentlemen Prefer Blondes

The Penis Book, Chapter 5

Mandingo

The Penis Book, Chapter 6

The River of No Return

The Penis Book, Chapter 7

Diamonds Are Forever

The Penis Book, Chapter 8

Dr. Jekyll and Mr. Hyde

The Penis Book, Chapter 9

The Proud Ones

The Penis Book, Chapter 10

The Incredible Journey

The Penis Book, Chapter 11

Pocketful of Miracles

The Penis Book, Chapter 12

Tea and Sympathy

The Penis Book

The Penis Book 2

Angsamerah Penis Book Mandingo

Mandingo

The Penis Book, Chapter 5

Film ini sangat popular di Indonesia pada era 70an; menceritakan kekejaman perbudakan, eksploitasi terhadap mereka yang berkulit gelap. Peternakan budak, demikian masa kelam itu dikenal. Dan memang budak-budak itu diternakan dalam arti sebenarnya. Dari soal pakan, kandang, sampai kawin, supaya anak-anaknya dapat dijual sebagai budak. Istilah Mandingo mengacu salah satu ras unggul budak-budak ini, ras petarung. Dan budak dari ras ini dihargai mahal karena dipertarungkan satu sama lain, seperti ayam. Tentunya praktek ini lekat dengan perjudian dan taruhan.

Membahas Mandingo berarti bicara soal warna kulit, bicara soal kelamin, bicara soal penampilan lahiriah. Dan kita juga membicarakan soal yang sama dalam bagian ini, yakni variasi dalam penampilan penis.

Warna

Warna kulit penis biasanya lebih gelap dari warna kulit sang pemilik, meskipun tentu ada pengecualian pada orang-orang tertentu. Pada umumnya, kulit penis memiliki lebih banyak pigmen. Orang-orang kaukasian atau berkulit pucat pun memiliki penis yang berwarna gelap. Meskipun senantiasa ditutupi dan dilindungi dari sinar matahari, penis tetap saja berwarna demikian. Daerah paha dan pantat boleh jadi lebih terang, tapi penis tetap lebih kelam.

Pada beberapa pria, kulit penisnya bisa nampak belang-belang. Bisa jadi ini memang bawaan sejak lahir. Atau pria tersebut mengalami vitiligo, yakni suatu kelainan pigmen. Atau tentu saja yang paling tidak cool, belang karena jamur.

Warna glans (kepala) penis memiliki berbagai variasi. Mulai dari pucat, merah muda, merah tua, ungu, hingga hitam. Warna glans penis juga berubah pada saat pria ereksi, karena pada saat itu darah banyak terkumpul di sana.

Bentuk

Pada dasarnya, bentuk penis terdiri dari dua bagian, batang dan kepala. Namun karena pria di dunia terbagi menjadi dua, yang disunat dan tidak disunat, maka pembagian untuk yang tidak disunat ditambah dengan bentuk kulup.

Kulup (kulit penutup glans penis) memiliki berbagai macam gaya. Dari model tutup pasta gigi, moncong ikan, terompet, sampai ulat sutra. Kulup akan tertarik saat ereksi hingga glans penis mencuat keluar. Beberapa pria ditakdirkan memiliki kulup pendek, nyaris seperti disunat, dan mereka tetap pamer glans dalam keadaan lunglai sekalipun. Namun beberapa pria ditakdirkan memiliki kulup panjang, sehingga meskipun ereksi, kulupnya masih menutupi glans. Kulup dengan lubang kecil membuat glans tak dapat menyembul keluar dan biasanya menyebabkan kesulitan si pemilik untuk membersihkan penisnya. Keadaan ini disebut phymosis. Kadang-kadang phymosis menyebabkan pemilik penis mengeksplorasi kulupnya secara berlebihan, terlalu bersemangat, sehingga akhirnya glans mampu menyembul keluar dengan susah payah. Celakanya, glans kemudian tak dapat dimasukkan kembali karena “tercekik” lubang kulup yang sempit. Keadan ini disebut paraphymosis; suatu keadaan gawat darurat dimana harus ditangani segera, karena the kulup strangler ini akan semakin membengkak dan lubang kencing akan terjepit.

Glans penis memiliki bermacam-macam variasi bentuk dan ukuran. Ada yang memiliki glans lebih kecil dari diameter batang, sehingga memberi kesan bentuk keseluruhan penis seperti botol Evian. Ada yang glansnya ekstra besar, dengan diameter batang kecil tak sebanding, seperti payung. Bentuk glans juga bermacam-macam. Kebanyakan memang seperti helm tentara jerman pada Perang Dunia ke-dua, yaitu dengan corona (bagian yang berbentuk seperti cincin pembatas) tebal. Banyak pula yang bahkan nyaris tampak tak punya corona, seperti jantung pisang. Ada juga yang memiliki moncong seperti anak anjing.

Batang penis juga bermacam-macam bentuknya. Ada yang mirip pohon, menjulang dengan bagian akar besar lalu makin melangsing ke puncaknya. Ada yang justru sebaliknya, memberi kesan pohon yang ditanam terbalik. Ada batang penis yang lurus-lurus saja tak berlekuk, dan ada yang memiliki lekuk seperti seruling sopran. Batang bisa tampak dengan urat-urat menyembul, dan ada batang yang nyaris mulus polos. Diameter batangpun bermacam-macam, dari yang berkesan langsing macam korek api sampai tambun macam kaleng kornet.
Sesederhana itukah tampilan penis? Tentu saja tidak! Dari kedua atau ketiga bagian di atas, terjadilah berbagai macam kombinasi yang menyebabkan setiap penis memiliki ciri khas masing-masing. Maka bila dikatakan, tak ada satu penispun yang sama serupa di dunia, percayakah Anda? Dan bila dikatakan penis dapat menjadi salah satu pengganti sidik jari, yang berarti bernama sidik penis, percayakah Anda?

Artikel Terkait

Buat janji dokter sekarang

Gonore

Pocketful of Miracles

The Penis Book, Chapter 11

Apakah Penis Saya Normal?

Prostat dan Penuaan

Hepatitis B (Bagian 1)

Sponsored

Deteksi Dini Disfungsi Ereksi

Sebelumnya
Selanjutnya

Hubungi Kami

Silahkan gunakan formulir ini kapan saja untuk menghubungi kami dengan pertanyaan, atau untuk membuat janji.

Anda juga dapat menghubungi kami melalui WhatsApp atau telepon pada jam klinik di +62 8111 368 364.