Mengenali Kegagalan Dan Melatih Kesadaran Diri

Mengapa Kita Cenderung Gagal Mengenali Diri dan Cara Melatih Kesadaran Diri?

Apakah Sahabat merasa bahwa Sahabat sudah sangat mengenali diri sendiri? nyatanya, kita lebih banyak tidak menyadari kenyataan tentang diri kita. Dr. Eurich, dalam risetnya menemukan 95% manusia menyadari dirinya sendiri, namun hanya 10–15% yang sungguh-sungguh memahami dirinya sendiri. Alasannya adalah bahwa kita mempunyai titik buta, kita tidak menyadari bagaimana kita berperilaku dan mengapa kita berperilaku demikian. Kita hampir selalu memandang diri kita dari sisi positif, namun sebenarnya kita mementingkan diri sendiri akibat pengaruh populer media sosial.

Sebuah studi oleh Daniel Gilbert melaporkan bahwa dalam hampir 50% dari waktu yang ada, ternyata kita beroperasi secara autopilot—artinya kita tidak menyadari apa yang kita lakukan. Orang terdekat dan tersayang pun cenderung melihat kita lebih baik. Umpan balik mengungkap titik-titik buta, hal yang tidak dapat kita lihat sendiri. Terdapat sebuah distorsi terhadap cara kita memandang diri sendiri, tetapi kita tidak menyadarinya. Inilah yang disebut dengan Ilusi Introspeksi oleh Emily Pronin, seorang psikolog sosial dari Universitas Princeton. Contoh sederhana, sebagian besar dari kita sangat pandai melihat kesalahan orang lain, betapa tidak etis atau tidak adilnya orang lain. Tetapi kita memiliki masalah dalam memandang diri kita sendiri sebagai tidak etis atau tidak adil.

Ketika orang memutuskan apakah orang lain bias, mereka menggunakan perilaku yang terlihat. Saat menilai diri mereka sendiri, mereka melihat ke dalam—mereka mencari apakah nilai, pikiran, atau perasaan mereka bias atau tidak. Akibatnya, citra diri kita tidak ada hubungannya dengan tindakan kita. Misalnya, kita benar-benar yakin bahwa kita berempati dan murah hati tetapi mengabaikan seorang tunawisma yang meminta uang kepada kita. Kita melihat bias pada orang lain, tetapi tidak pada diri kita sendiri, sehingga dapat disimpulkan bahwa Ilusi Introspeksi merusak kesadaran diri kita.

Bagaimana Cara Melatih Kesadaran Diri?

  • Mendidik Pikiran. Menurut Emily Pronin, informasi dapat membantu mengatasi Ilusi Introspeksi. Namun, ini bukan tentang memperingatkan orang, tetapi memberi tahu mereka dan menekankan pikiran bawah sadarnya. Mindfulness terbukti sangat efektif untuk meningkatkan introspeksi.
  • Meditasi, tentu saja, adalah cara paling ampuh untuk membangun kesadaran diri. Sahabat juga dapat melatih perhatian sambil mengurus pekerjaan sehari-hari.
  • Berlatihlah untuk memperhatikan tubuh Sahabat. Kesadaran diri memiliki komponen mental dan fisik. Jika Sahabat mengalami rasa sakit, mungkin itu adalah sebuah sinyal di mana Sahabat merasakannya dan mengapa. Jadi, sediakan waktu dua atau tiga kali sehari untuk membawa perhatian ke seluruh tubuh Sahabat, misalnya dengan merenggangkan otot tubuh atau melatih pernafasan.
  • Pelabelan Emosi. Teknik sederhana ini akan membantu Sahabat membiasakan diri dengan perasaan yang Sahabat alami. Berlatihlah melabeli emosi Sahabat saat itu terjadi. Semakin Sahabat mengenal perasaan, semakin sedikit perasaan itu akan mengaburkan perilaku Sahabat.
  • Jurnal. Menangkap pengalaman, pikiran, atau perasaan Sahabat adalah cara yang efektif untuk “mengobjektifkan” mereka. Sahabat juga bisa memantau perkembangan reaksi Sahabat—jangan hanya mencari peningkatan, tetapi “mengapa” di balik perubahan tersebut. Selain itu, jurnal rasa syukur tidak hanya akan membuat Sahabat merasa lebih positif tetapi juga lebih rendah hati.
  • Meminta Umpan Balik. Karena kita adalah makhluk sosial, orang-orang terdekat kita melihat apa yang kita lewatkan. Baik di tempat kerja atau dalam kehidupan pribadi, umpan balik adalah sumber kejelasan yang tak ternilai. Cobalah meminta umpan balik secara teratur, bisa dalam bentuk dialog.
  • Melatih Diri Mengamati Anda. Saat Sahabat tersesat dalam pikiran, Sahabat kehilangan kehidupan di masa sekarang.

Cobalah latihan berikut untuk melatih diri Anda yang mengamati:

  • Berhenti sejenak dan tarik napas dalam-dalam.
  • Lihatlah ke sekeliling dan perhatikan lima hal/benda yang ada di sekitar kita, sebutkan.
  • Dengarkan baik-baik dan perhatikan lima hal yang terdengar.
  • Perhatikan lima hal yang dapat dirasakan saat bersentuhan dengan tubuh.
  • Terakhir, lakukan semua hal di atas secara bersamaan.

Mengenal diri sendiri itu seperti mengupas lapisan bawang—seperti yang dikatakan Walt Whitman. Kesadaran diri adalah praktik yang tidak pernah berakhir, Sahabat akan selalu memiliki lapisan lain untuk dikupas. Mengenal diri sendiri adalah bagaimana Sahabat berdamai dengan diri sendiri.

“Kamu berbicara ketika kamu berhenti berdamai dengan pikiranmu.” —Kahlil Gibran

Artikel Terkait

Demensia

Tingkatan Gangguan dan Jenis Tesnya

Buat Sahabat Remajaku yang Galau

Memahami kerja otak melalui efek Stroop

Gangguan Panik: Ketakutan Hebat dan Ancaman Kematian

Kecanduan Seks

Komunitas Memimpin dan Berkolaborasi Mewujudkan Kesetaraan dan Peningkatan Kualitas Hidup ODHIV!

Previous
Next

Buat janji dokter sekarang

Hubungi Kami

Silahkan gunakan formulir ini kapan saja untuk menghubungi kami dengan pertanyaan, atau untuk membuat janji.

Anda juga dapat menghubungi kami melalui WhatsApp atau telepon pada jam klinik di +62 8111 368 364.