Obat Ada Aturannya. Yuk Gunakan Obat dengan Benar

Mengatasi masalah kesehatan umumnya dilakukan dengan menggunakan obat-obatan. Namun, sudahkah kita memahami cara menggunakan obat dengan benar? Apa itu obat-obatan, bagaimana cara menggunakannya dengan benar, dan apa saja yang perlu kita perhatikan dalam menggunakan obat? Yuk kita bahas!

Apa itu obat?

Obat adalah zat yang dapat menyebabkan perubahan fisik atau psikis saat dikonsumsi. Perubahan inilah yang diharapkan dapat membantu proses penyembuhan atau meningkatkan kondisi kesehatan. Obat-obat dapat masuk ke tubuh dapat melalui berbagai cara, seperti diminum, dihirup (inhalasi), disuntikan, diserap melalui kulit, atau dimasukkan ke rektum atau vagina (suppositoria).

Setiap obat digunakan sesuai dengan penyakit yang diderita, dilengkapi dengan dosis, aturan pakai, dan metode penggunaan tertentu. Karena obat merupakan zat kimia yang dapat menimbulkan efek samping, sangat penting untuk mengikuti anjuran pada kemasan atau petunjuk dari tenaga kesehatan, baik untuk obat bebas maupun obat resep.

Penggunaan obat yang baik harus:

  • Tepat dosis.

Obat harus diminum sesuai dosis yang dianjurkan. Mengubah dosis tanpa anjuran dokter, misalnya dengan mengurangi atau menggandakan dosisnya, dapat mengakibatkan masalah yang lebih besar di kemudian hari. Menggandakan dosis obat tidak akan mempercepat waktu penyembuhan, justru dapat menyebabkan kerusakan organ dan overdosis.

  • Tepat waktu.

Konsumsi obat yang tidak sesuai dengan aturan pakainya dapat mengganggu efektivitas dan penyerapan obat. Oleh karenanya, penting untuk memerhatikan aturan pakai obat. Misalnya, jika obat memiliki aturan pakai 3x sehari, artinya obat tersebut perlu dikonsumsi setiap 8 jam sekali. Begitu pula aturan ‘sesudah makan’ atau ‘sebelum makan’ atau ‘pada saat makan’ perlu diperhatikan. Karena waktu konsumsi karena berkaitan erat dengan penyerapan obat dan efek obat di tubuh.

  • Tepat cara penggunaan.

Seperti aturan pakai, cara penggunaan obat juga harus sesuai petunjuk. Mengabaikannya dapat memengaruhi efektivitas obat atau meningkatkan risiko efek samping.

  • Mencermati makanan, minuman, atau obat lain yang dikonsumsi bersamaan.

Beberapa obat dapat berinteraksi buruk dengan makanan zat-zat tertentu yang kita konsumsi. Lebih aman meminum obat dengan segelas air putih dibandingkan dengan teh, susu, atau jus buah. Tanyakan kepada dokter makanan, minuman, dan obat-obatan atau pun suplemen apa saja yang harus dihindari saat mengonsumsi obat yang diresepkan kepada Anda.

Beberapa obat dapat berinteraksi buruk dengan makanan atau minuman tertentu. Lebih aman mengonsumsi obat dengan air putih dibandingkan teh, susu, atau jus. Konsultasikan pada dokter mengenai makanan, minuman, atau suplemen yang perlu dihindari selama menggunakan obat tertentu.

  • Dihabiskan (untuk antibiotik).

Jika diberikan antibiotik, pastikan untuk menghabiskan seluruh dosis yang diberikan meskipun sudah merasa lebih baik. Hal ini sangat penting untuk mencegah terjadinya resistensi, yaitu kondisi ketika kuman menjadi kebal terhadap obat tersebut.

Jenis-jenis obat

Karena obat tersedia dalam berbagai bentuk atau sediaan, cara penggunaannya pun berbeda-beda. Berikut beberapa jenis obat berdasarkan cara pemakaiannya.

Obat oral

Obat oral adalah obat yang dikonsumsi melalui mulut. Bentuknya bisa berupa tablet, kapsul, obat cair, atau suspensi. Jenis obat ini paling umum ditemukan, baik sebagai obat bebas maupun obat resep.

Obat topikal

Obat topikal adalah obat yang hanya ditujukan untuk pemakaian luar, yaitu di permukaan kulit dan selaput lendir. Obat ini dapat berbentuk obat tetes, salep, krim, dan lainnya. Beberapa obat topikal seperti tetes mata atau salep kulit dengan dosis rendah sering ditemukan dijual bebas, tetapi obat-obatan dengan dosis lebih tinggi biasanya dikategorikan sebagai obat keras dan hanya boleh dikonsumsi dengan resep dokter.

Suppositoria

Suppositoria adalah jenis obat semipadat yang dapat larut atau melunak pada suhu tubuh. Obat jenis ini biasanya diberikan melalui anus/rektum, vagina, atau uretra. Biasanya, obat ini terbuat dari minyak sayuran yang mengandung obat. Salah satu contoh obat suppositoria adalah obat penenang yang diberikan melalui anus untuk menangani epilepsi pada bayi atau balita. Selain itu, ada pula Ovula yang digunakan untuk menangani infeksi vagina. Dikarenakan sifatnya yang lebih berisiko, obat-obatan ini biasanya sangat ketat dan terbatas ketersediaannya, dan hanya dapat dikonsumsi dengan resep dokter.

Injeksi

Obat injeksi diberikan dengan cara disuntikkan langsung ke jaringan tubuh agar efeknya bekerja lebih cepat. Sediaannya dapat berupa larutan, emulsi, suspensi, atau serbuk. Pemberian obat injeksi umumnya dilakukan oleh tenaga medis di fasilitas kesehatan, namun dapat juga diberikan oleh tenaga medis terlatih seperti bidan saat kunjungan rumah.

Berhati-hati dalam menggunakan obat

Memahami jenis obat dan cara penggunaannya adalah langkah awal. Berikut hal-hal penting yang perlu diperhatikan sebelum, selama, dan setelah menggunakan obat.

  1. Sebelum menggunakan obat
    • Pastikan obat yang akan dikonsumsi sudah sesuai dengan kebutuhan.
    • Periksa kondisi obat: kemasan masih tersegel, tidak bocor, tidak rusak.
    • Baca peringatan atau informasi penting pada kemasan.
    • Perhatikan aturan pakai dan cara penggunaannya.
  2. Selama menggunakan obat
    • Gunakan obat sesuai aturan pakai atau anjuran dokter.
    • Konsumsi obat tepat waktu.
    • Amati kondisi tubuh; perhatikan jika keluhan atau kondisi memburuk atau semakin parah.
    • Hubungi dokter jika muncul reaksi yang tidak terduga.
  3. Sesudah menggunakan obat
    • Segera konsultasikan ke dokter jika kondisi tidak membaik setelah durasi pengobatan yang dianjurkan.
    • Perhatikan jika ada efek samping yang terus berlangsung setelah obat dihentikan.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, serta memahami bahwa obat-obatan tidak dapat dikonsumsi sembarangan, maka Anda telah menerapkan penggunaan obat yang benar. Ingat, keamanan dan kesehatan Anda adalah yang utama. Mengambil keputusan tanpa berkonsultasi dengan tenaga medis dapat mengakibatkan dampak negatif, bahkan membahayakan nyawa.

Artikel Terkait

Kenali Benzodiazepin (The BZDs): Apa, Bagaimana Cara Kerja dan Efeknya

Obat

Pilih Gunanya, Pilih Cara Konsumsinya

Sponsored

Deteksi Dini Disfungsi Ereksi

Perluasan Layanan ART Lewat Kolaborasi Fasilitas Layanan Kesehatan Pemerintah dan Swasta

Cara Mengecek dan Membuang Obat Kedaluwarsa!

Hati-hati obat rusak!

Sebelumnya
Selanjutnya

Buat janji dokter sekarang

Hubungi Kami

Silahkan gunakan formulir ini kapan saja untuk menghubungi kami dengan pertanyaan, atau untuk membuat janji.

Anda juga dapat menghubungi kami melalui WhatsApp atau telepon pada jam klinik di +62 8111 368 364.