Question #24974

views

12043

Apakah memang sy positif HIV? Apakah memang harus Tes Viral Load?

Dok, kami sangat mohon diberikan penjelasan, sy lagi dalam keadaan kalut dan dipenuhi rasa ketakutan bahwa sy terinfeksi HIV, karena saya menyadari latar belakang sy di masa dahulu memang buruk selalu berganti-ganti pasangan, dan sering terprajan dengan PSK dijalannan yg keadaannya tidak jelas kena HIV atau tidaknya, dan sy pernah kena Penyakit Seksual Menular Raja singa, dimana tahun 2004 sy tidak bisa kencing dan jika kencing terasa sakit, yg kemudian setelah berobat jadi sembuh, dan di tahun 2007 sy menikah dan diawal kelahiran anak pertama saya di tahun 2011, anak sy keadaannya cacat dg bibir sumbing, dan sering sakit-sakitan sehingga sering dirawat di rumah sakit, dan istri sy juga sering sakit kepala, dan sering pingsan mendadak, dan istri jg pernah keputihan dan kena radang pinggang, dan rambut selalu rontok, dan setelah pada Tahun 2013 lahirlah anak ke dua, dan alkhamdulilah keadaannya normal, namun setelah baru lahir kata dokter spesialis ada terdapat Virus didalam tubuhnya tpi tdk diketahui jelas apa virusnya karena ada semacam seperti herpes di tubuhnya setelah lahir, dan mengharuskan anak sy harus di laboratorium di tes, namun sy tdk lakukan, dan mencoba untuk konsul ke dokter spesialis lain, dan dokter yg baru menyatakan tdk perlu di lab lgi, yg kemudian tidak timbul gejala-gejala lagi, dan anak sy di bawa pulang.
Pada Tahun 2013 sy Terakhir kali mengulangi kembali terprajan dg seorang perempuan tapi bukan dengan PSK, dan pada bulan 9 Tahun 2014 tiba2 saya sakit flu tidak sembuh-sembuh karena ketakutan sy pun priksa ke dokter umum apakah penyebab flu sy adalah HIV, yg kemudian oleh dokter diberikan rujukan untuk tes anti bodi pada bulan 9 tahun 2014 pada laboratorium swasta, dengan hasil Test Non Reaktif 0.18, dan setelah test tsb sy tdk lgsg konsul kembali kepada dokternya karena saya pikir hasilnya sudah negative, namun tiba-tiba dengan melihat keadaan istri yg sering tidak haid berbulan-bulan, dan keadaan anak yg ke I mudah sakit flu dan sakit infeksi yang lainnya, dan pada Bulan Mei 2015 sy menderita flu tidak sembuh-sembuh, dan atas keadaan tsb sy pun coba berobat kembali kepada dokter umum yg awal, dan memerintahkan sy tes anti body kembali dan hasilnya pun non reaktif 0.20, dan dokter menyatakan tidak terinfeksi HIV, tpi sy tidak yakin, dan kemudian sy minta di rujuk kepada Rs Hasan sadikin Bandung di Poliklinik Teratai, dan setelah sampai di Poliklinik Teratai sy diperintahkan untuk tes HIV ulang pada bulan Juni 2015, dengan hasil Non reaktif 0.322, dan menurut konsuler sy tdk perlu cemas dan tidak perlu test ulang kembali karena sdh tiga kali tes hasilnya tetap non reaktif, dan sy sempat menanyakan bagaimana dengan kenaikan angka tsb, konsuler bilang ga usah dipikirkan, namun atas penjelasan tsb sy msh kurang yakin dan kemudian sy ke dokter THT untuk menyembuhkan Pileknya, dan dokter THT bilang sy kena sinusitis, dan dikasih obat, namun sampai sekarang jg belum sembuh, dan akhirnya sy coba konsul kembali kedokter umum yg lain, dan dokter bilang hasil test HIV kemaren menurutnya ada Virus HIV, dan sy diperintahkan untuk Tes Viral Laod, Tapi sy tdk lakukan, dan sy coba konsu lagi ke Dokter spesialis dalam, dan setelah menunjukan data-data hasil tes HIV yang ada dokter spesialis dalam bilang tidak ditemukan Virus, dan sampai sekarang flu sy tidak sembu2, dan anak-anak juga kena flu tertular sy, dan sy merasa berdosa kepada istri dan anak2, jika memang gara2 sy mereka harus menanggung sakit, mohon kami diberikan penjelasan biar kami tenang dok.
Apakah memang sy positif HIV? Apakah memang harus Tes Viral Load?

Answer

Saya turut prihatin dengan kekuatiran bapak. Dari cerita yang disampaikan terkesan informasi yang bapak terima/mengerti tidak konsisten, dan membingungkan sehingga membuat anda bingung dan sangat kuatir.

Saran saya, bapak sebaiknya bertemu dengan dokter yang biasa menangani kasus HIV dan juga terpenting dokter tersebut mempunyai cukup waktu untuk berdiskusi dengan bapak, sehingga bapak mengerti dengan baik. Sebagian besar, para dokter sudah cukup terpapar dengan baik bagaimana mendiagnosis HIV dan juga perawatan lanjutannya. Apalagi di Klinik Teratai di RS Hasan Sadikin, kasus HIV yang ditangani sudah sangat banyak. Namun demikian, jelas dari cerita bapak informasi yang diterima masih membingungkan. Bapak perlu mendiskusikan kembali secara lengkap hasil tes HIV yang sudah bapak jalani, apa yang tertulis di hasil lab dan apa arti sebenarnya, demi memastikan apakah bapak terinfkesi HIV atau tidak.

Seorang dokter akan mendiagnosa seseorang terinfeksi HIV bila hasil tes darah laboratorium terhadap antibodi HIV dari orang tersebut tertulis REAKTIF, dan ditunjang dengan adanya faktor resiko yang memudahkan penularan HIV seperti misalnya situasi bapak yaitu berganti pasangan seks dan riwayat terkena IMS.

Saran saya untuk situasi anda adalah:
1. Sebaiknya segeralah konsultasikan kembali situasi anda ini dengan salah dokter yang anda rasa mempunyai cukup waktu untuk berdiskusi dengan anda. Jangan lupa bawa kembali hasil lab yang anda sudah lakukan.

2. Bila anda masih merasa kurang jelas dengan keterangan yang diberikan oleh dokter tersebut, janganlah ragu untuk menunjukkan keraguan atau kebingungan anda. Karena kebingungan akan membuat anda semakin kuatir dan membuat anda semakin stress dan memudahkan terkena berbagai penyakit.

3. Tes viral load biasanya disarankan oleh dokter untuk seseorang yang sudah terdiagnosa HIV. Tujuan pemeriksaan Tes Viral Load adalah untuk memonitor bagaimana replikasi virus HIV tersebut terkontrol dengan baik atau tidak, dan juga melihat progresifitas perjalanan penyakit HIVnya, termasuk efektifitas pengobatan ARV yang diminum.

4. Selain itu, penting anda ketahui bahwa saat ini perawatan bagi orang dengan HIV tidak sesulit seperti dahulu. Semakin banyak Dokter sekarang ini sudah berpengalaman dalam menangani pasien dengan HIV. Selain itu, sekarang ini sudah tersedia obat HIV (yang disebut obat Antiretroviral) yang disubsidi oleh pemerintah, sehingga bisa di akses secara gratis oleh siapa saja. Sampai dengan saat ini saya banyak sekali menyaksikan contoh dari para sahabat yang terinfeksi HIV bisa tertolong dan hidup berkualitas, termasuk memiliki keturunan yang sehat.

5. Bila anda membutuhkan second opinion, saya bisa kirimkan nama dokter yang tinggal di Bandung untuk anda bisa datang ke tempat praktek beliau. Saya akan kirimkan lewat email.

6. Atau anda bisa juga datang ke klinik Angsamerah di Jakarta - di Klinik Panglima Polim atau di Klinik yang di Blora Menteng. Pelayanan di klinik kami melalui perjanjian. Kontak info bisa dilihat di link ini http://angsamerah.com/contact.html

Harapan saya informasi ini bisa membantu bapak.

Teriring doa untuk kesehatan dan kasih berlimpah untuk anda dan keluarga.

Buat janji dokter sekarang

Artikel Populer

Memahami hasil Pap Smear

Bagaimana dokter mendiagnosa keputihan?

Seks, Seksual dan Seksualitas

HIV dan Nutrisi

Kondom Wanita

Demam, Gejala atau Penyakit?

Sebelumnya
Selanjutnya

Hubungi Kami

Silahkan gunakan formulir ini kapan saja untuk menghubungi kami dengan pertanyaan, atau untuk membuat janji.

Anda juga dapat menghubungi kami melalui WhatsApp atau telepon pada jam klinik di +62 8111 368 364.