Question #25158

views

3763

Cairan vagina terkena luka terbuka

Selamat pagi Dokter di Angsamerah.

Saya ingin menanyakan tentang permasalahan yang saya alami. Jadi begini, pada tanggal 6 maret 2016 saya melakukan hubungan seks dengan seorang wanita psk. 3 Jam sebelum melakukan hubungan tersebut saya mencukur bulu kemaluan saya, dan tidak sengaja pada bagian testis saya tersilet sedikit sehingga mengeluarkan darah sedikit, walaupun tidak banyak. Setelah itu saya cuci dan bersihkan dengan alkohol. Nah kemudian tiga jam setelahnya saya berhubungan dengan wanita psk dengan menggunakan kondom. Kondisi luka pada saat itu sudah mengering dan tidak mengeluarkan darah (saya yakin).
Berikut pertanyaan nya dok :

1. Sekarang sudah berjalan 2 minggu sejak kejadian tersebut, dan saya terus"an kepikiran tentang kejadian tersebut, takut saya kena hiv ini. Setiap pagi sehabis saya bangun tidur langsung kepikiran. Dan tepat 2 minggu setelah kejadian tersebut saya terkena flu akut. walaupun pada saat saya menuliskan ini kondisi saya sudah membaik (demam sudah reda, batuk masih sedikit). Saya mau menanyakan apakah daya tahan tubuh dapat dipengaruhi dari pikiran yang tidak tenang? saya sangat stress menunggu waktu 3 bulan untuk melakukan tes VCT.

2. Apakah mungkin saya terkena hiv dok? sebelum saya melakukan penetrasi, saya melakukan oral ke wanita tersebut, dan saya tidak menemukan kelainan apapun dan tidak berbau sama sekali. Ketika penetrasi pun saya menggunakan kondom, dengan posisi diatas dan waktu yang sangat singkat (kurang lebih 2 menit). Saya yakin dari vagina wanita tersebut tidak ada perlukaan maupun darah, tetapi yang saya takutkan ada sedikit cairan vagina yang terkena luka yang saya sebutkan sebelumnya, walaupun luka tersebut sudah tidak mengeluarkan darah (saya cek ketika setelah melakukan hubungan).

3. Saya belum paham betul yang dimaksud cairan vagina ini dok, karena setelah penetrasi pun ketika melepas kondom permukaan luar tidak terlalu basah, jadi saya pun tidak yakin jikalau luka saya terkena cairan vagina tersebut. Apakah cairan vagina bewarna dan berbau? sementara selama berhubungan saya tidak menemukan cairan yang keluar yang bewarna dan berbau.

Mohon bantuannya Dok, saya sangat stress memikirkan hal ini. Saya masih muda dan sangat menyesali perbuatan tersebut. Setiap bangun tidur saya langsung kepikiran dan jantung menjadi berdebar. Saya sangat takut terkena HIV dok. Karena dari yang saya cari, harus konsumsi obat ARV dan itu berdampak besar ke organ tubuh yang lain.
Mohon dijawab ya Dok, saya sangat berterimakasih jika dokter berkenan menjawab pertanyaan saya ini. Semoga Dokter di Angsamerah diberikan kesehatan dan keberkahan selalu.

Answer

Selamat malam. Terima kasih atas pertanyaannya. Menjawab pertanyaan yang diajukan, dapat saya jelaskan sbb:

  1. Betul sekali, daya tahan tubuh seseorang dapat dipengaruhi pikiran yang tidak tenang.
  2. Sebelum ini mas pernah test HIV? Kalau hasilnya negatif dan saat periksa sudah melewati periode jendela, berarti mas tidak kena HIV. Oral sex adalah aktivitas seks yang paling kecil resiko menularkan HIV. sementara saat penetrasi mas gunakan kondom yang artinya resiko kecil. Melihat luka mas sudah kering maka resiko virus masuk melalui bekas luka tersebut juga kecil yang artinya resiko tertulah HIV juga kecil.
  3. Cairan vagina tidak berbau dan berwarna. Bila terjadi perubahan warna dan ada bau berarti pasangan wanita mas ada infeksi.

Seseorang yang tertular HIV baiknya minum ARV tujuannya mengurangoi jumlah virus dalam tubuh pasien. Memang betul Bila konsumsi ARV ada kemungkinan efek samping ke organ lain. Itu sebabnya seseorang yang tertular HIV dan sudah minum ARV wajib melakukan pemeriksaan lab rutin agar dapat deteksi dini bila ada efek samping ke organ lain. Penelitian yang pernah dilakukan seseorang yang minum ARV secara rutin, diciplin kemungkinan hidupnya panjang karena rutin memeriksakan dirinya.
Demikian jawaban saya atas pertanyaan yang diajukan, semoga ini dapat mengurang kekhawatiran yang dirasa.

Buat janji dokter sekarang

Artikel Populer

Memahami hasil Pap Smear

Bagaimana Dokter Mendiagnosa Keputihan?

Seks, Seksual dan Seksualitas

HIV dan Nutrisi

Kondom Wanita

Demam, Gejala atau Penyakit?

Previous
Next

Hubungi Kami

Silahkan gunakan formulir ini kapan saja untuk menghubungi kami dengan pertanyaan, atau untuk membuat janji.

Anda juga dapat menghubungi kami melalui WhatsApp atau telepon pada jam klinik di +62 8111 368 364.