Question #25410

views

713

Diduga HIV, bagaimana ini dok?

Hallo Dok. Saya seorang ODHA dan teman saya yg (diduga) terinfeksi hiv, dia melakukan tes darah cepat di suatu kecamatan dan diduga reaktif. Dia mendapat rujukan lab untuk cek di RS, namun dia enggan utk melakukan cek tsb karena takut. Saya trs meyakinkan dia utk sgera memastikan apakah dia benar2 terinfeksi/tidak. DIA pernah mengalami bengkak kelenjar getah bening (dibelakang telinga) dan ruam di seluruh tubuh bbrp bulan sebelumnya, namun sekarang telah hilang.. yg saya duga itu awal dr infeksi virus hiv.

Pertanyaan saya dok:
1. Bagaimana yg harus saya lakukan lagi agar dia mau tes hiv? Sedangkan yg dia rasakan skrg dia sehat2 saja.. tdk seperti saya yg sdh minum ARV
2. Dia tdk mau minum obat ARV jika dia dikatakan positif. (Dia berkata begitu) Dan apakah dianjurkan untuk menunda ARV selama dia masih sehat2 saja?
3. Yang saya ketahui, virus hiv terus berkembang jika dia tidak memulai arv, (mau tidak mau maka harus minum ARV) saya khawatir dengan kondisinya dok.. Bagaimana utk menjaga kondisi tubuh tetap sehat dg status hiv positif tp blm terapi ARV?
Thanks dok.. sukses selalu utk anda

Answer

Salam mas/mbak, terima kasih untuk pertanyaan yang bagus dan saya menghargai kepedulian anda terhadap teman. Saya akan mencoba menjawabnya

  1. Memang orang dengan HIV positif sering tidak mempunyai keluhan, tidak menampakkan suatu gejala tertentu karena sistem kekebalan tubuhnya masih cukup untuk melawan kuman-kuman penyebab infeksi oportunistik. Keluhan dan gejala-gejala akan muncul ketika kekebalan tubuh yang di rusak oleh virus HIV menurun jumlahnya dan tidak mampu melawan kuman-kuman dalam tubuhnya. Itulah sebabnya orang sulit merasakan ada sesuatu dalam tubuhnya. Selain itu stigma buruk dalam masyarakat menyebabkan banyak penderita HIV positif mau memeriksakan dirinya dan mencari pengobatan. Coba motivasi terus teman anda bahwa dia memiliki banyak kesempatan bila memeriksakan diri lebih awal. Tunjukkan bahwa diri anda makin baik kondisinya dan dapat melakukan pekerjaan anda dengan baik saat mengkonsumsi ARV.
  2. ARV lebih baik diberikan saat masih sehat untuk menghindari terkena infeksi oportunistik. Bila infeksi muncul terlebih dahulu maka lebih difokuskan untuk mengobati infeksi tersebut. Efek samping yang timbul biasanya lebih terasa dibanding mengkonsumsinya saat kondisi masih baik.
  3. Benar sekali pendapat anda. Satu-satunya cara menjaga cara tetap sehat adalah mengkonsumsi ARV sesuai aturan. Pendukung keadaan itu adalah pola hidup sehat. 

Sukses juga untuk anda

Buat janji dokter sekarang

Artikel Populer

Memahami hasil Pap Smear

Bagaimana dokter mendiagnosa keputihan?

Seks, Seksual dan Seksualitas

HIV dan Nutrisi

Kondom Wanita

Demam, Gejala atau Penyakit?

Sebelumnya
Selanjutnya

Hubungi Kami

Silahkan gunakan formulir ini kapan saja untuk menghubungi kami dengan pertanyaan, atau untuk membuat janji.

Anda juga dapat menghubungi kami melalui WhatsApp atau telepon pada jam klinik di +62 8111 368 364.