Question #25891

views

518

Kemungkinan False Positive

Salam.
Sebelumnya saya mengucapkan apresiasi sebesar2nya kepada angsamerah yang selalu mengedukasi pembacanya tentang HIV/Aids.
Ada hal yg ingin saya tanyakan mengenai hasil false positive. Saya melakukan VCT di Klinik Mawar Bandung sekitar akhir bulan September 2015 dan hasilnya reaktif. Sebelum saya melakukan tes tsb. Seminggu sebelumnya saya melakukan hub sexual tanpa pengaman dengan teman pasangam sesama jenis saya (pria) dimana saya yg menjadi top nya. Kami melakukan hubungan anal sebanyak 2 kali.
Setelah hasil keluar, saya segera informasikan keteman saya tsb dan Puji Tuhan dia sangat tegar dan selalu mensupport saya. Tapi selama beberapa bulan stelah itu saya selalu dihantui ketakutan bahwa teman sy itu bs jd terinfeksi juga.
Tapi akhirnya setelah melakukan tes sebanyak 2 kali, dalam periode 6 bulan hasil VCT teman saya negatif. Saya selalu ikut ketika bertemu dengan konselor di RSHS. Bahkan bbrp bulan yg lalu dy tes juga hasilnya juga negatif.

Yang ingin saya tanyakan, dan ini juga belakangan ini terpikirkan oleh saya. Karena teman sy tsb juga yg menyinggung hal ini. Seberapa besar kemungkinan seorang yg negatif ketika melakukan hub sex bareback dan berperan sbg bottom tidak terinfeksi HIV dari pasangan yg positif.
Apakah mungkin hasil tes saya itu false positive karena setelah hasil tes itu keluar, saya langsung terapi ARV tanpa ad confirmatory test.
Mohon pencerahannya. Terimakasih.

Answer

Salam mas, bila seseorang didapati reaktif pada pemeriksaannya maka akan dilakukan konfirmasi dengan 3 metode. Biasanya akan tertera langsung reagent atau metode yang digunakan atau bila hanya menampilkan kesimpulan, akan ada catatan bahwa pemeriksaan tersebut sudah dikonfirmasi dengan menggunakan 3 metode. Sebelum minum ARV tentu anda dianjurkan melakukan beberapa pemeriksaan untuk melihat kondisi kesehatan anda. Hal tersebut menggambarkan keadaan kesehatan anda saat itu.
 
Hubungan seks tanpa kondom tentu berisiko tertular. Hubungan seks melalui anus juga menempati risiko penularan paling tinggi dalam hubungan seks. Namun ada kemungkinan juga tidak tertular. 

Buat janji dokter sekarang

Artikel Populer

Memahami hasil Pap Smear

Bagaimana Dokter Mendiagnosa Keputihan?

Seks, Seksual dan Seksualitas

HIV dan Nutrisi

Kondom Wanita

Demam, Gejala atau Penyakit?

Sebelumnya
Selanjutnya

Hubungi Kami

Silahkan gunakan formulir ini kapan saja untuk menghubungi kami dengan pertanyaan, atau untuk membuat janji.

Anda juga dapat menghubungi kami melalui WhatsApp atau telepon pada jam klinik di +62 8111 368 364.