Question #24931

views

2541

Saya melakukan perbuatan berisiko dengan kondom

selamat pagi,saya William umur 21 tahun.pada tanggal kira-kira 16 Januari saya melakukan perbuatan berisiko dengan kondom.tapi saya juga melakukan oral ke psk tanpa kondom.kira kira 3 minggu setelahnya tenggorokan saya panas dan mata saya memerah.mata merah saya tidak hilang pas bangun tidur,saya juga kena Chlamydia.Kira-kira 4 Februari saya langsung test anti HIV dan test hepatitis b dan c dan diberi obat untuk mata saya dan tenggorokan saya.hasil testnya semuanya non reaktif.pada tanggal 22 Februari sepertinya saya tertular radang tenggorokan dari ibu saya.saya memang rentan dengan radang tenggorokan.tapi setelah diberi obat tetap tidak manjur malah saya besoknya batuk-batuk tapi tidak bisa dikeluarkan dahaknya terkadang tanpa dahak.dan hidung saya tersumbat dan sesak napas.pas saya menarik napas dari mulut saya juga seperti mendengar bunyi dari tenggorokan saya,saya juga mencret.saya test anti hiv lagi dan test anti hbsg untuk hasil test anti hiv ya non reaktif sedangkan hbsg nya reaktif.kedua test tersebut saya lakukan pada tanggal 1 Maret.semua test tersebut saya lakukan di rumah sakit pondok indah puri indah.pertanyaan saya mungkinkah penyakit saya(radang,batuk yang dahaknya tidak bisa dikeluarkan,sesak napas,mencret)yang biasanya langsung sembuh setelah dikasih obat sekarang tidak sembuh sembuh walaupun sudah lewat satu minggu disebabkan oleh HIV walaupun hasilnya pas 1 Maret non reaktif mengingat saya masih di masa jendela?mungkinkah radang tenggorokan saya telah jadi TBC/SARS/influenza?menurut dokter sebaiknya saya periksa ke bagian paru-paru atau tenggorokan dan dironzent gak?Berapa persen kemungkinan hasil test HIV saya yang non reaktif jadi reaktif bila saya mengambil test HIV lagi bulan April mengingat pada bulan April telah lewat masa jendela?

Answer

Dear William, Keputusan untuk melakukan tes HIV merupakan langkah yang tepat, dan saya sarankan untuk kemudian diulang kembali kembali di April ini setelah lewat masa jendela. Mohon maaf saya tidak bisa menjawab pertanyaan William secara pasti terkait berapa besar kemungkinan hasil test HIV William yang non-reaktif menjadi reaktif setelah masa jendela. Namun bila berdasarkan informasi yang disampaikan oleh William tersebut di-atas bahwa William menggunakan Kondom, maka kemungkinan hasil Tes HIV menjadi reaktif menjadi sangat kecil. Penularan HIV melalui oral seks berisiko juga tetapi, risikonya sangat kecil sekali.

Kepada pasien-pasien kami yang kemudian terdiagnosa HIV berikut informasi baik yang selalu kami sampaikan:

a) HIVnya bisa segera tertangani, dan penanganan HIV saat ini tidaklah sesulit seperti dahulu,

b) sekarang banyak obat antiretroviral (ART) yang tersedia mempunyai efek samping sangat kecil,

c) ART disubsidi oleh pemerintah Indonesia, sehingga bisa tersedia dengan gratis bagi siapa saja,

d) banyak contoh pengidap HIV masih bisa terus bekerja dengan vitalitas yang prima dan menikmati hidup, bahkan ada yang menikah, dan memilki anak,

e) penularan HIV tidak terus berlanjut kepada orang-orang lain khususnya orang-orang yang mereka kasihi.

Saran saya akan lebih baik bila William kemudian mendiskusikan pertanyaan2 tersebut pada dokter yang memeriksa William, khususnya keterkaitan berbagai gejala yang muncul dan hubungannya dengan TBC, SARS dan Influenza, termasuk kebutuhan untuk berobat kebagian paru-paru atau pemeriksaan Rongent. Semoga ini membantu. Salam Sehat

Buat janji dokter sekarang

Artikel Populer

Memahami hasil Pap Smear

Bagaimana Dokter Mendiagnosa Keputihan?

Seks, Seksual dan Seksualitas

HIV dan Nutrisi

Kondom Wanita

Demam, Gejala atau Penyakit?

Previous
Next

Hubungi Kami

Silahkan gunakan formulir ini kapan saja untuk menghubungi kami dengan pertanyaan, atau untuk membuat janji.

Anda juga dapat menghubungi kami melalui WhatsApp atau telepon pada jam klinik di +62 8111 368 364.