Question #25095

views

1163

seberapa bahaya herpes genitalis untuk wanita?

dear dokter,
saya ingin bertanya, sebelumnya saya terinfeksi virus HSV2 sekitar setahun lalu. setelah pertama kali diobatin namun beberapa kali timbul seperti lepuhan lagi setahun belakangan kemarin namun rasanya tidak sakit seperti pertama kali. saya pernah cek ke dokter spkk, saya lepuhan itu muncul dan dokternya blang kalo memang jika herpes muncul lagi setelah pertama kali tidak sakit, namun dokter tersebut bilang kalo lepuhan itu bukan herpes. Yang ingin saya tanyakan, apakah lepuhan lain itu bukan herpes atau hanya trauma atau yg lain? seberapa bahayakah virus HSV2 dan berpotensi hiv kah? Kalau saya ingin melakukan cek hsv saya, benarkah saya harus cek IgG anti HSV2 saja?
terima kasih.

Answer

Selamat malam. Bila yang dimaksud lepuhan adalah blister (bentuk seperti jerawat yang berisi cairan bening) di genital ( HSV 2) atau bibir (HSV1) biasanya ini adalah tanda dari Herpes simpleks. Pada umumnya outbreak Herpes setelah yang pertama tidak menimbulkan rasa sakit. Untuk memastikan lepuhan itu herpes atau bukan seorang dokter harus melihat secara fisik blister tesebut. Terjadi outbreak Herpes berarti kekebalan tubuh seseorang sedang rendah, bisa karena HIV, bisa juga karena sistim kekebalan pasien sedang rendah bisa karena stress berat atau kecapean. HIV menyebabkan sistim kekebalan rendah karena virus akan merusak sistim kekebalan penderita yang terinfeksi HIV. Bila sedang outbreak baiknya diperiksa IgM. Untuk mengetahui apakah sebelumnya sudah ada Herpes, biosa diperiksa IgG.
Semoga jawaban ini bisa menambah pengetahuan dan mengurangi rasa khawatir. 

Buat janji dokter sekarang

Artikel Populer

Memahami hasil Pap Smear

Bagaimana dokter mendiagnosa keputihan?

Seks, Seksual dan Seksualitas

HIV dan Nutrisi

Kondom Wanita

Demam, Gejala atau Penyakit?

Sebelumnya
Selanjutnya

Hubungi Kami

Silahkan gunakan formulir ini kapan saja untuk menghubungi kami dengan pertanyaan, atau untuk membuat janji.

Anda juga dapat menghubungi kami melalui WhatsApp atau telepon pada jam klinik di +62 8111 368 364.