Question #25610

views

16238

stress berat karena takut tertular hiv

Selamat malam dok, saya tanggal 10 februari 2017 melakukan seks beresiko dengan wanita yang saya tidak tahu status hiv nya, pada saat itu saya dioral oleh wanita tsb, kemudian saya melakukan penetrasi menggunakan kondom, kemudian pd tanggal 17 februari s/d 20 februari 2017 saya demam dan diare, karena khawatir kemudian pd tanggal 21 februari 2017 saya periksa di dokter spesialis penyakit dalam dan saya minta surat pengantar untuk tes hiv, kemudian pd tanggal 22 februari 2017 saya tes darah lengkap + tes urin dan tes hiv di prodia dengan hasil tes hiv non reaktif dan hasil tes darah lengkap leukosit saya 13.200, eosinofil 0.7 (normal 2.0-4.0) neutrofil 70.6 (normal 50-70), limfosit 21.0 (normal 25.0-40.0), sedangkan hasil tes urinalisa saya leukosit estrase 100(+2), albumin 25(+1), sedimen mikroskopis eritrosit 5-10, leukosit 5-9, kristal normal Ca.oxalat (+), kemudian dokter spesialis penyakit dalam tersebut bilang saya terkena infeksi saluran kemih dan asam lambung, kemudian sekitar awal maret saya ganti dokter spesialis penyakit dalam untuk second opinion dengan membawa hasil tes darah lengkap+urin dan hasil tes hiv dari prodia dokter tersebut bilang saya terkena infeksi saluran kemih berdasarkan hasil lab prodia tsb dan saya di suruh USG dan memang ada batu ginjal di sebelah kiri berdasarkan hasil USG, saya sangat ketakutan sekali apalagi saya sempat flu selama seminggu dan kemudian badan dan kepala saya terkena bentol2 folikulitis, telapak kaki terkena kutu air, kuku jari kaki seperti terangkat seperti mau lepas, karena saya kepikiran terus kemudian pd tanggal 22 mei 2017 saya kembali ganti dokter spesialis penyakit dalam di rumah sakit B dan saya sempat diopname selama 4 hari dan dilakukan tes darah+urin dan USG ulang dengan hasil leukosit 7.400, neutrofil batang 1 (normal 2-8), neutrofil segmen 70 (normal 50-70) dan menurut diagnosa dokter tersebut saya mengalami penyakit asam lambung dan psikosomatik mengingat saya memang ada riwayat anxietas sejak tahun 1999. Karena saya masih penasaran saya kemudian pada tanggal 27 Mei 2017 malam (lewat dari 3 bulan dari waktu saya melakukan seks beresiko) saya tes hiv di rumah sakit A (rumah sakit swasta yang cukup ternama di kota saya) namun saya kaget kenapa yg keluar hasilnya tes HCV Hepatitis negatif kemudian saya dan istri protes ke rumah sakit A tersebut dan kemudian pihak rumah sakit A minta maaf karena kesalahan pada kasir di tempat pendaftaran di rumah sakit A tsb di dalam mengklik komputer, kemudian pihak laboratorium rumah sakit A tersebut menguji ulang darah saya menggunakan sisa darah saya yg digunakan untuk tes HCV sebelumnya tanpa mengambil ulang darah saya lagi dan setelah saya tunggu sekitar 30 menit hasilnya tes hiv saya keluar dengan hasil non reaktif, tapi yg saya heran kenapa di kertas hasil tes hiv saya tersebut tertulis Imunologi Hepatitis dan di bawahnya tertulis HIV Non Reaktif ketika saya tanyakan kenapa tulisan di kertas hasil tes HIV saya ada tulisan Imunologi Hepatitis dan dijawab oleh petugas laboratorium rumah sakit A mesin pemeriksaan di laboratorium tsb memang jadi satu antara tes HCV Imunologi Hepatitis dangan tes HIV dan pihak rumah sakit A tersebut bilang mereka sudah biasa melakukan tes HIV dan mereka bilang tidak akan main-main dengan hasil tes laboratorium yang menyangkut hidup orang dan mereka menjamin dengan hasil tes HIV saya tersebut sudah benar dan pihak rumah sakit siap dituntut apabila terdapat kesalahan pada hasil tes HIV saya tsb. yang jadi pertanyaan saya apakah hasil tes hiv non reaktif yang dikeluarkan rumah sakit A tersebut dapat dipercaya, mohon penjelasan dari dokter karena saya sampai saat ini sangat cemas dan khawatir sekali. sebelumnya saya ucapkan terimakasih atas perhatian dan waktu dari dokter,,

Answer

Salam mas, bila test HIV dilakukan sudah melewati 12 minggu dari aktivitas berisiko tertular HIV terakhir maka hasil tersebut bisa diterima sebagai hasil akhir. Jadi anda tidak perlu kuatir lagi.

Buat janji dokter sekarang

Artikel Populer

Memahami hasil Pap Smear

Bagaimana Dokter Mendiagnosa Keputihan?

Seks, Seksual dan Seksualitas

HIV dan Nutrisi

Kondom Wanita

Demam, Gejala atau Penyakit?

Sebelumnya
Selanjutnya

Hubungi Kami

Silahkan gunakan formulir ini kapan saja untuk menghubungi kami dengan pertanyaan, atau untuk membuat janji.

Anda juga dapat menghubungi kami melalui WhatsApp atau telepon pada jam klinik di +62 8111 368 364.