Sudah 2 bulan sy cemas hiv, gejala selalu muncul pasca hubungan beresiko, magh, panas dingin dan ruam, sebulan pasca kejadian sy test hiv dipuskesmas dan hasilnya non reaktif, tpi gejala ttg hiv selalu muncul, misal bintik meeah dan badan lemas, kenapa doktee puskesmas tidak memberikan obat PrEP pasca swbulan pajanan? Menurut sumber yg sy baca bahwa org yg mempunyai resiko 6 bulan terakhir bisa diberi kan PrEP. Dan adakah virus lain yg bisa tertular selain hiv dari seorang psk, karna saya frennkiss dan dioral oleh psk tersebut tanpa kondom, apakah sy bisa tertular meskipun sumber mengatakan air liur tidak menular kan hiv, mohon balasannya dok
Selamat siang. Terima kasih atas pertanyaan yang diajukan.
PrEP adalah pencegahanĀ agar tidak terinfeksi HIV sebelum terekspos virusnya denganĀ sedangkan PEP adalah pemberian ARV setelah terekspos HIV dalam kurang dari 72 jam untuk mencegah agar tidak terinfeksi.
Di Indonesia pemberian ARV yang disubsidi pemerintah untuk PEP maupun PeEP belum ada ketentuannya. PEP bisa diberikan pada tenaga medis yang terpajan akibat kecelakaan kerja. Yang diutamakan mendapat ARV adalah pasien yang sudah terinfeksi HIV.
Demikian penejelasan saya semoga ini membantu. Salam Angsamerah.