Question #25116

views

6493

terpajan hiv

selamat sore doc.
Saya ingin menanyakan mengenai hiv.
Jadi ceritanya begini. Saya punya pacar, yang dimana kita sudah pacaran dari bulan Januari 2015 sampai sekarang. Saya sebagai TOP, dan pacar saya sebagai bottom. Ketika berbuhubungan sex saya sering tidak menggunakan kondom dari awal sampai sekarang. Sekitar tanggal 27 November 2015, pacar saya tersebut mengatakan bahwa dia didiagnosa HIV positif sebulan lalu. Sekitar bulan Oktober 2015 dia mengambil tesnya. Saya bagaikan disambar petir tengah bolong. Di hari yang sama dia memberitahu tentang status HIV nya, saya langsung pergi ke klinik HIV dan melakukan tes. Di hari itu saya perkirakan sudah sekitar 2 bulan yang lalu saya melakukan hubungan tanpa pengaman. Dan ketika keluar hasilnya, jasil saya NEGATIF. Tetapi saya harus tes ulang 3 bulan kemudian dari terakhir tes
ada beberapa hal yang saya ingin saya tanyakan:

  1. Bagaimana mungkin saya berhubungan sex tanpa pengaman selama hampir 10 bulan dengan orang HIV positif, tetapi saya masih negativ.
  2. Bagaimana tingkat keakuratan hasil tes dari 2 bulan dari kemungkinan kontak dengan virus.
  3. Apakah saya 100% akan ikut menjadi positif di tes saya selanjutnya karena saya berhubungan sex tengan HIV+
  4. Apakah di tes saya selanjutnya (Februari 2016, 3 bulan dari terakhir tes, dan 5 bulan dari pajanan terakhir) hasil dari tes tersebut sudah merupakan hasil final yang dapat dipercaya?
  5. Apakah di angsamerah melayani konsultasi pasangan seperti saya ini.
  6. Saya sangat menderita sekali selama menunggu tes selanjutnya ini. mohon dibantu dengan pertanyaannya. Terimakasih

Answer

Selamat sore. Terima kasih untuk pertanyaannya. Menjawab pertanyaan yang diajukan dapat saya jelaskan sebagai berikut.

  1. Hasil test HIV dalam kasus yang dialami dapat saya jelaskan bahwa besar resiko tertular dipengaruhi oleh: seberapa sering melakukan hubungan seks dengan partner, bentuk kontak seks, anal atau vaginal, ada atau tidaknya Infeksi Menular Seksual; faktor imunitas seseorang dan kondisi yang jarang sekali terjadi adalah tidak adanya koreseptor HIV.
  2. Keakuratan suatu pemeriksaan/test HIV tergantung regimen / jenis pemeriksaan yang dilakukan. Di Angsamerah kami menggunakan metode rapid test dimana reagen yang kami gunakan sensitivitas dan spesifitasnya adalah 99 - 100%
  3. Pengalaman kami seseorang yang mempunyai partner HIV positif selama menjaga dirinya dengan selalu gunakan kondom yang benar saat melakukan hubungan seks bisa terproteksi, tidak terinfeksi HIV. Tapi bila sering melakukan hubungan seks tanpa kondom, maka berpotensi tertular HIV besar.
  4. Menurut guideline dari WHO, window periode sejak berperilaku beresiko , misalnya melakukan hubungan seks tanpa kondom adalah 3 bulan. Bila dokter merasa pasien nya beresiko tertular HIV besar, untuk memastikan bahwa benar tidak tertular HIV, seringkali dokter meminta pasien melakukan test lagi 3 bulan sesudah melewati window periode.
  5. Kami di angsamerah dapat memberikan konseling pada pasangan seperti Anda.
  6. Menunggu adalah hal yang tidak enak untuk dilakukan, tetapi bila ini untuk suatu yang pasti, maka bersabar menunggu hasil test adalah suatu yang bijaksana.                                                                                                                                                                                                                                                                                                         Saya berharap jawaban saya ini bisa menenangkan Anda. 

Buat janji dokter sekarang

Artikel Populer

Memahami hasil Pap Smear

Bagaimana Dokter Mendiagnosa Keputihan?

Seks, Seksual dan Seksualitas

HIV dan Nutrisi

Kondom Wanita

Demam, Gejala atau Penyakit?

Previous
Next

Hubungi Kami

Silahkan gunakan formulir ini kapan saja untuk menghubungi kami dengan pertanyaan, atau untuk membuat janji.

Anda juga dapat menghubungi kami melalui WhatsApp atau telepon pada jam klinik di +62 8111 368 364.