Risiko Masalah Jantung Pada Orang Muda

Di penghujung bulan ini, tepatnya 29 September 2016, kita akan memperingati Hari Jantung Sedunia. Masih segar di ingatan kita beberapa waktu yang lalu ada penyanyi jebolan kompetisi bergengsi meninggal dunia secara mendadak, padahal usianya belum lagi 35 tahun. Kita juga ingat beberapa tahun yang lalu ada seorang mantan bintang sinetron yang beralih profesi menjadi anggota dewan meninggal dunia di usianya yang baru 40-an tahun. Berita yang beredar di media mengatakan bahwa mereka mengalami serangan jantung. Siapa yang tidak terkaget-kaget mendengarnya? Dalam benak banyak orang mungkin terlintas, “Serangan jantung itu kan penyakitnya orang tua, nggak mungkin lah saya kena…”

Penyakit jantung merupakan sekelompok penyakit yang memengaruhi kerja jantung dan pembuluh darah terkait. Ada beberapa jenis penyakit jantung, namun yang paling terkenal adalah penyakit jantung coroner (PJK) dan gagal jantung. Serangan jantung merupakan suatu kondisi akut ketika jantung tidak mendapatkan suplai darah selama 20 menit atau lebih akibat adanya sumbatan di pembuluh darah jantung. Hal ini kemudian memicu timbulnya nyeri dada yang disebut sebagai angina.

Serangan jantung merupakan penyebab kematian nomer satu di Amerika Serikat, mencapai 800 ribu kematian tiap tahunnya. Di Indonesia penyakit jantung merupakan penyebab kematian kedua, di bawah stroke. Serangan jantung pada orang tua biasanya berkaitan dengan PJK, yang mana erat juga kaitannya dengan permasalahan metabolik seperti kadar kolesterol dan gula darah yang tinggi. Bedanya, pada orang tua biasanya PJK terjadi pada 2-3 pembuluh darah arteri, sementara pada orang muda mungkin hanya melibatkan satu pembuluh darah saja.

Pada kebanyakan kasus, kematian akibat penyakit jantung pada orang muda biasanya berkaitan dengan abnormalitas jantung seperti:

  • Kardiomyopati hipertropik

Seseorang dengan kardiomyopati hipertropik mengalami penebalan otot jantung sehingga mempersulit pemompaan darah. Kondisi ini tidak bersifat fatal bagi sebagian besar orang, namun merupakan penyebab kematian terbanyak pada orang berusia di bawah 30 tahun. Seringkali kondisi ini dimiliki oleh olahragawan dan pada banyak kasus tak terdeteksi.

  • Abnormalitas pembuluh coroner

Meski penyakit jantung coroner banyak ditemukan pada usia lanjut, orang berusia muda juga bisa mengalaminya. Bedanya, pada kelompok usia yang lebih muda, penyakit jantung coroner berkaitan dengan abnormalitas struktur pembuluh darah. Misalnya saja karena kelainan sejak lahir.

  • Sindrom QT panjang pada gambaran rekam jantung

Gangguan ini terjadi pada irama jantung yang tampak melalui pemeriksaan rekam jantung. Sindrom QT panjang menyebabkan jantung berdenyut dengan cepat, tidak teratur, dan dapat mengakibatkan hilang kesadaran. Adanya sindrom ini perlu diwaspadai karena bisa mengancam nyawa seseorang.

  • Peradangan otot jantung

Seperti bagian tubuh lainnya, jantung pun dapat mengalami infeksi, baik oleh virus maupun bakteri. Infeksi pada jantung bisa menyerang otot maupun selaput pembungkus jantung sehingga mengganggu fungsi pompa jantung dan mengurangi aliran darah yang disalurkan ke otak.

  • Commotio cordis

Terjadi akibat trauma (benturan) pada dinding dada yang biasa dialami orang berusia muda yang rajin berolah raga seperi baseball. Benturan ini mengakibatkan gangguan denyut ventrikel jantung sehingga irama jantung berubah dan bisa menyebabkan kematian.

Mitos yang banyak diyakini adalah “saya masih muda, nggak mungkin lah kena sakit jantung…”. Tampaknya di zaman ketika makan enak adalah sebuah kebiasaan, ungkapan ini harus kita waspadai betul. Gaya hidup seseorang memengaruhi risiko munculnya penyakit kardiovaskular di kemudian hari. Kita perlu pahami bahwa penumpukan plak kolesterol di pembuluh darah jantung terjadi sejak masa kanak dan remaja, hingga kemudian menyebabkan sumbatan saat seseorang berusia lanjut. Orang berusia muda tak lagi bisa mengabaikan risiko penyakit jantung, apalagi dengan tingginya angka obesitas dan makin banyaknya kasus diabetes tipe 2 pada usia muda.

Hal lain yang juga banyak diamini masyarakat adalah bahwa darah tinggi pasti terasa gejalanya. Kebanyakan orang yakin mereka bebas dari ancaman darah tinggi (hipertensi) karena tidak ada keluhan pusing atau leher tegang. Nah, sekarang kita perlu rutin melakukan cek tekanan darah, karena tekanan darah tinggi merupakan “silent killer”. Hampir sebagian besar kasus tidak menunjukkan gejala. Kalau kita tahu tekanan darah kita, maka upaya menjaga kesehatan yang kita lakukan akan lebih tepat sasaran ketimbang mengasumsikan diri sendiri sehat, ternyata tekanan darahnya tidak terkontrol.

Selain tekanan darah, beberapa kondisi metabolik lainnya juga perlu dikontrol teratur. Misalnya kadar gula darah dan kolesterol. Zaman sekarang banyak kasus metabolik terjadi pada usia muda, hal ini berkaitan dengan perubahan gaya hidup sedenter dan semakin baiknya sistem deteksi kesehatan.

Tak hanya itu, kita juga perlu tahu tentang tanda dan gejala serangan jantung sehingga bisa memberikan atau meminta pertolongan segera bila menemukan kejadian serangan jantung. Serangan jantung tak selamanya memunculkan nyeri dada, tapi bisa tampil lebih ringan seperti sesak nafas, mual, sempoyongan, rasa nyeri atau pegal di lengan hingga bahu dan rahang, bahkan hingga ke punggung. Jangan ragu untuk mencari bantuan jika mendapatkan keluhan tersebut.

Ada baiknya kita waspada bila kita atau orang di sekitar kita memiliki riwayat pingsan berulang atau riwayat kematian akibat serangan jantung di keluarga. Lakukan pemeriksaan penapisan kepada dokter ahli dan jaga gaya hidup tetap sehat agar kita tetap bugar. Aktivitas fisik seperti olahraga tetap dapat dilakukan tentunya dengan arahan dari dokter sesuai dengan kondisi fisik masing-masing. Dan pada orang yang memiliki riwayat serangan jantung, tak berarti kita harus berhenti berolahraga. Justru berolahraga secara teratur dapat meningkatkan derajat kesehatan orang tersebut, tentunya dengan memertimbangkan pilihan olah raga yang aman.

Your Heart is Your Power.

Artikel Terkait

Get Up and Move

Smartphone for Smart People?

Nyeri Saat Berkemih

Keloid

Lupa di Usia Muda

Osteoporosis

Previous
Next

Buat janji dokter sekarang

Hubungi Kami

Silahkan gunakan formulir ini kapan saja untuk menghubungi kami dengan pertanyaan, atau untuk membuat janji.

Anda juga dapat menghubungi kami melalui WhatsApp atau telepon pada jam klinik di +62 8111 368 364.