Author

S. Setya Ningsih Umagap

Saat Jam Biologis Berhenti

Tubuh wanita memiliki persediaan sel telur dengan jumlah yang terbatas dan masa menopause itu terjadi ketika ovarium atau indung telur telah kehabisan sel telur, hal ini menyebabkan produksi hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh terganggu. Penurunan hormon tersebut akan menyebabkan terjadinya penurunan beberapa fungsi tubuh dan gejala-gejala menopause mulai muncul. Pada awalnya terlihat adanya perubahan pada haid yang mungkin menjadi lama atau lebih singkat dan  jumlah darah menstruasi yang dikeluarkan menjadi tidak konsisten, relatif menjadi lebih banyak dari sebelumnya.

Menopause adalah proses biologis penuaan yang terjadi secara alami, biasanya terjadi pada usia antara 45 – 55 tahun, ketika ketika kadar hormon estrogen wanita menurun. Ada sekitar 1 dari 100 wanita mengalami menopause sebelum 40 tahun, hal ini disebut sebagai menopause dini.

Keluhan atau gejala yang dialami pada saat menopause berbeda dan unik pada tiap wanita. Gejala biasanya lebih berat ketika menopause terjadi secara tiba-tiba atau dalam periode waktu yang lebih singkat. Gejala tersebut antara lain:

  • Gangguan menstruasi
  • Vagina terasa kering
  • Hot flushes – perasaan hangat atau panas yang menyebar diseluruh tubuh
  • Menggigil
  • Berkeringat saat malam hari
  • Masalah dalam tidur
  • Perubahan mood
  • Penambahan berat badan dan metabolisme yang melambat
  • Rambut menipis dan kulit kering
  • Kepadatan payudara berkurang

Secara alami, menopause akan terbagi dalam 3 fase:

  1. Perimenopause. Fase ini biasanya dimulai beberapa tahun sebelum menopause, ketika ovarium atau indung telur secara perlahan mengalami penurunan dalam memproduksi  estrogen. Perimenopause berlangsung hingga menopause, titik saat indung telur berhenti mengeluarkan telur. Dalam 1 hingga 2 tahun terakhir di tahap ini, kadar estrogen turun lebih cepat. Banyak wanita sudah mulai mengalami gejala menopause.
  2. Menopause merupakan saat indung telur berhenti melepaskan telurnya. Perubahan dan keluhan psikologis dan fisik semakin menonjol.
  3. Pascamenopause. Ini adalah masa setelah menopause. Gejala menopause seperti hot flash biasanya mereda. Tetapi risiko kesehatan terkait dengan hilangnya estrogen meningkat seiring bertambahnya usia.

Sekitar 50% faktor genetik berperan dalam menentukan usia timbulnya menopause. Wanita yang ibunya memasuki menopause pada usia dini memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengalami menopause dini juga. Dalam banyak penelitian, telah ditunjukkan bahwa wanita yang merokok memasuki menopause pada usia lebih awal daripada yang bukan perokok.

Minum minuman beralkohol juga akan mempengaruhi waktu terjadinya menopause. Hal ini dipengaruhi adanya kemungkinan gangguan ovulasi pada wanita yang mengkonsumsi alkohol. Sehingga kadar konsumsi alkohol yang dikonsumsi akan mempengaruhi waktu terjadinya menopause.

Aktivitas fisik yang berat juga memiliki hubungan dengan menopause dini namun aktivitas fisik ringan dan sedang menunda menopause hingga usia lanjut. Mengonsumsi makanan berlemak tinggi mempercepat menopause sementara buah-buahan dan protein memperlambat munculnya menopause. Indeks masa tubuh (IMT/BMI) yang tinggi atau obesitas, juga akan mempengaruhi munculnya waktu menopause seseorang hingga lebih cepat.

Wanita yang jarang mendapatkan sinar matahari dan yang sering mendapat paparan logam berat seperti dari asap kendaraan bermotor akan memasuki menopause pada usia lebih dini.

Siklus menstruasi yang tidak teratur, usia yang lebih muda saat mendapat menstruasi pertama kali, kehamilan yang sering dan hamil pada usia yang lebih tua, hingga penggunaan kontrasepsi hormonal menurut penelitian juga memiliki keterkaitan dengan menopause yang lebih lambat muncul.

Tingkat pendidikan dan sosial ekonomi yang rendah juga memiliki keterkaitan dengan menopause yang lebih cepat.

Selain itu ada keadaan – keadaan tertentu yang juga menyebabkan terjadinya menopause seperti:

  • Kegagalan ovarium prematur. Ketika ovarium secara prematur berhenti mengeluarkan sel telur, karena alasan yang tidak diketahui, kadar estrogen dan progesteron berubah. Ketika ini terjadi sebelum berusia 40 tahun, disebut kegagalan ovarium prematur. Tidak seperti menopause dini, kegagalan ovarium prematur tidak selalu permanen.
  • Menopause yang diinduksi. Ini terjadi ketika dokter mengeluarkan indung telur untuk alasan medis, seperti kanker rahim atau endometriosis. Bisa juga terjadi ketika melakukan radiasi atau kemoterapi merusak ovarium.
  • Cedera serius atau infeksi berat di area panggul yag menyebabkan kerusakan indung telur.

Menopause adalah proses alami. Banyak gejala akan hilang seiring waktu. Tetapi jika gejala yang dialami terasa sangat mengganggu, ada beberapa hal yang dapat dilakukan, antara lain:

  • Jika mengalami hot flash, minum air dingin, duduk atau tidur di dekat kipas angin atau pendingin ruangan, dan berpakaian berlapis-lapis.
  • Cairan pelumas yang dibeli bebas dapat membantu vagina yang kering.
  • Berolahraga secara teratur membantu agar memiliki tidur lebih baik, meningkatkan energi dan mencegah kondisi seperti penyakit jantung, diabetes, dan osteoporosis.
  • Latihan Kegel dapat membantu memperkuat otot dasar panggul sehingga dapat mencegah kebocoran kandung kemih.
  • Tetap aktif secara sosial dan mental untuk mencegah gangguan daya ingat.
  • Hindari paparan asap rokok karena dapat menyebabkan menopause dini dan membuat keluhan lebih terasa.
  • Batasi jumlah alkohol yang Anda minum, untuk menurunkan peluang terkena kanker payudara dan membantu Anda tidur lebih baik.
  • Makan makanan yang sehat dan bervariasi untuk  menjaga berat badan yang sehat dan mengurangi keluhan hot flash.
  • Latih hal-hal seperti yoga, meditasi, atau pijatan untuk membantu Anda rileks.

Namun ada kalanya keluhan yang muncul pada menopause memerlukan bantuan dokter. Konsultasi dan pemeriksaan rutin dapat membantu mengatasi ketika gejala mulai terasa mengganggu.

Sumber

  1. https://www.nhs.uk/conditions/menopause/
  2. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Volume 4, Nomor 1, Januari 2016, Faktor–Faktor Yang Berhubungan dengan Usia Menopause
  3. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5558404/

Artikel Terkait

Ibu Hamil dan Minum Susu

Kandidiasis

Orgasme

Why So Many Women Don’t Have Orgasms

Hepatitis B: Gejala dan Penanganannya

Keputihan, Normalkah?

Imunisasi Orang Dewasa

Previous
Next

Buat janji dokter sekarang

Hubungi Kami

Silahkan gunakan formulir ini kapan saja untuk menghubungi kami dengan pertanyaan, atau untuk membuat janji.

Anda juga dapat menghubungi kami melalui WhatsApp atau telepon pada jam klinik di +62 8111 368 364.