Sehat Berpuasa selama Pandemi

Saat ini kita memasuki bulan Ramadhan. Pada bulan ini umat Islam diwajibkan untuk menjalankan puasa selama sebulan penuh. Diawali dengan makan sahur sebelum imsak dan diakhiri dengan berbuka puasa saat azan maghrib mulai berkumandang. Pada saat itu selain melakukan ibadah dan meningkatkan keimanan, tentu saja menahan rasa haus dan lapar selama lebih dari 12 jam.

Puasa kali ini memang terasa berbeda karena dijalankan ketika sedang ada pandemi COVID-19 sehingga beberapa kegiatan tertentu tidak dapat dilakukan bersama-sama di tempat ibadah namun dilakukan di rumah saja, seperti ibadah shalat tarawih.

Di bawah ini ada beberapa tips untuk menjaga agar tubuh tetap sehat ketika berpuasa, antara lain:

1. Tetap melakukan aktivitas fisik
Aktivitas fisik tetap dapat dilakukan dengan intensitas ringan sampai sedang seperti berjalan kaki selama 30 menit, berkebun, melakukan aktivitas rutin rumah tangga.
Menurut Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan RI, aktivitas fisik olahraga dengan intensitas sedang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga tidak mudah sakit.
Aktivitas ini perlu dilakukan secara konsisten setiap hari, jangan dipaksakan. Bila aktivitas fisik berlebihan justru akan menurunkan sistem kekebalan tubuh. Parameter aktivitas tersebut masuk sebagai intensitas sedang adalah masih dapat berbicara walau terengah-engah.

2. Memperhatikan kebutuhan cairan yang dibutuhkan oleh tubuh. Kebutuhan cairan ini tergantung pada:

  • Aktivitas fisik. Semakin berat, semakin banyak berkeringat maka kebutuhan cairan juga semakin banyak. Orang yang hanya duduk saja di ruangan sejuk, memerlukan cairan sekitar 1,5 liter. Sedangkan untuk orang yang beraktivitas berat seperti tukang bangunan bisa memerlukan cairan sekitar 4 liter.
  • Lingkungan dan cuaca. Pada saat cuaca kering dan panas kita memerlukan lebih banyak air dibandingkan saat hujan dan dingin. Ruangan ber-AC merupakan lingkungan yang kering namun karena sejuk, kita tidak menyadari bahwa kebutuhan cairan juga meningkat.
  • Sedang sakit. Keadaan demam, diare, muntah, gangguan saluran pencernaan memerlukan lebih banyak asupan cairan.

Bila tubuh kita cukup mendapatkan cairan maka kita jarang merasa haus, air seni berwarna kuning muda sampai bening. Kekurangan cairan bisa menyebabkan suhu tubuh menjadi meningkat.

3. Makan makanan yang sehat
Dengan mengonsumsi makanan segar dan memperhatikan asupan gizi makanan kita, maka dapat meminimalkan risiko untuk jatuh sakit.
Makanan segar, baik dari sumber nabati maupun hewani memiliki vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah cukup dan lebih mudah diserap tubuh.
Makanan yang mengandung gula tinggi akan membuat cepat lemas dan menurunkan kekebalan tubuh. Walaupun berpuasa seharian, tidak dianjurkan makan sekaligus banyak saat berbuka.
Mulailah dengan makanan porsi kecil dengan beberapa kali makan agar pencernaan kita tidak kaget dan terpaksa bekerja keras.

4. Cukup tidur
Bangun untuk menyiapkan makanan sahur membuat jam tidur menjadi berkurang namun kita dapat menggantinya dengan tidur lebih awal. Cukup istirahat dengan tidur yang berkualitas juga dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh.

5. Kurangi stres
Stres dapat menurunkan kekebalan tubuh. Kebosanan, rutinitas yang terbatas dan terbatasnya ruang gerak, informasi tentang virus yang sangat banyak membuat kita menjadi lebih mudah stres.
Batasi informasi yang masuk, tetap terhubung dengan saudara dan teman, beribadah bersama melalui aplikasi, bermain dengan keluarga serumah atau dengan hewan peliharaan, relaksasi dengan meditasi, melakukan perawatan diri sendiri di rumah bisa membantu untuk mengurangi stres.

6. Jaga kebersihan
Walaupun hampir seluruh hari dihabiskan di dalam rumah namun kebersihan diri juga perlu diperhatikan. Terlebih bila kita melakukan belanja melalui aplikasi. Terapkan pembatasan jarak, pakai masker, cuci tangan, dan mandi bersih untuk mengurangi risiko kita tertular penyakit infeksi.

Dengan menerapkan pola hidup sehat saat berpuasa maka bukan saja keimanan yang meningkat namun juga kesehatan kita.

Selamat menjalankan ibadah puasa.
Tetap sehat berpuasa di masa pandemi.

Artikel Terkait

Sirosis Hati

Contoh Kasus Penyakit

Serba-serbi Vitamin B

Smartphone for Smart People?

The 2019 Novel Coronavirus

Nyeri Saat Berkemih

Nanti Saja deh Buang Airkecilnya…

Sebelumnya
Selanjutnya

Buat janji dokter sekarang

Hubungi Kami

Silahkan gunakan formulir ini kapan saja untuk menghubungi kami dengan pertanyaan, atau untuk membuat janji.

Anda juga dapat menghubungi kami melalui WhatsApp atau telepon pada jam klinik di +62 8111 368 364.