Author

Valeria Sandova, S.ST

Editor

The Silent Infection

Chlamydia,The Silent Infection

Klamidia adalah infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri bernama Chlamydia trachomatis. Penyakit ini bisa menyerang baik laki-laki maupun perempuan melalui kontak seksual. Menurut data WHO diperkirakan ada 127 juta kasus baru klamidia di seluruh dunia yang terjadi pada tahun 2016. CDC memperkirakan kasus sebenarnya bisa lebih besar dari angka  yang muncul pada laporan karena banyak kasus klamidia seringkali tidak bergejala. Namun walaupun tidak bergejala, klamidia dapat menimbulkan masalah serius seperti radang panggul (PID) dan menjadi penyebab kehamilan di luar rahim bila tidak ditangani dengan benar. Oleh karena itu CDC menganjurkan bagi mereka yang sudah aktif secara seksual diharapkan untuk melakukan pemeriksaan rutin terhadap klamidia sekali setiap tahun. Begitu juga ibu hamil perlu melakukan pemeriksaan ini pada kunjungan pertama agar tidak menulari bayinya ketika bersalin nanti dan mengurangi risiko kelahiran prematur. Klamidia pada bayi dapat menyebabkan infeksi mata atau pneumonia.

Klamidia dapat ditularkan melalui kontak dengan cairan tubuh yang mengandung bakteri Chlamydia trachomatis. Klamidia seringkali dikenal sebagai “silent infection” karena kebanyakan infeksi ini tidak bergejala dan pemeriksaan fisik tidak menunjukkan adanya kelainan. Pada sebagian orang yang terinfeksi bisa baru muncul gejalanya setelah beberapa minggu terinfeksi. Keluhan yang muncul tergantung pada area yang terinfeksi.

Selain di area kelamin dan mulut, klamidia bisa menembus kulit dan menyebabkan limfogranuloma venereum atau infeksi pada kelenjar getah bening di sekitar lipat paha sehingga terjadi pembengkakan hingga menimbulkan infeksi bernanah di area tersebut, area sekitar kelamin dan anus.

Bila cairan tubuh yang mengandung bakteri Chlamydia trachomatis mengenai mata maka akan menyebabkan infeksi mata yang bila tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan kebutaan. Gejala yang dirasakan umumnya mirip dengan infeksi mata lain seperti mata merah, gatal, sensitif terhadap cahaya (fotofobia), muncul cairan mata yang berlendir atau mungkin bernanah.

Klamidia diketahui dengan mencari materi genetiknya dengan metode PCR dari air seni, cairan vagina atau serviks, cairan anus dan cairan nanah pada limfogranuloma venereum.

Gejala klamidia pada wanita

  • Nyeri disekitar panggul
  • Keputihan yang tidak normal seperti berbau busuk, bewarna kuning kehijauan, dan banyak
  • Perdarahan yang terjadi di antara siklus haid
  • Nyeri saat berhubungan seksual
  • Perdarahan setelah berhubungan seks
  • Rasa terbakar atau perih saat buang air kecil
  • Pembengkakan di vagina atau sekitar anus

Gejala klamidia pada pria

  • Rasa sakit dan terbakar saat buang air kecil
  • Penis mengeluarkan cairan berupa nanah, cairan yang encer, atau putih dan kental seperti susu
  • Bengkak pda salah satu atau kedua testis / buah zakar.
  • Kemerahan pada mulut penis

Komplikasi infeksi klamidia

  • Radang sendi atau artritis reaktif
  • Penyakit radang panggul
  • Infeksi saluran kemih
  • Kemandulan
  • Kehamilan ektopik

Bagaimana cara mengobati klamidia (chlamydia)?

Dokter akan memberikan antibiotik yang merupakan pilihan utama. Selain itu dokter juga akan menyesuaikan kondisi pasien, seperti adanya alergi, kehamilan. Satu sampai dua minggu kemudian, dianjurkan untuk melakukan evaluasi pengobatan dengan melakukan pemeriksaan ulang. Bila klamidia masih ditemukan pada pemeriksaan tersebut maka dokter akan memberikan antiobiotik yang mungkin masih peka untuk mengobati infeksi tersebut. Bila tetap ditemukan klamidia pada pemeriksaan berikutnya maka perlu dilakukan tes kepekaan obat.

Pasangan seks perlu dilakukan pemeriksaan dan mendapatkan pengobatan juga agar tidak terjadi infeksi ping-pong atau infeksi bolak-balik.

Pastikan untuk menghabiskan antibiotik sesuai anjuran dokter. Tidak dianjurkan mengobati sendiri infeksi ini. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah terkena infeksi kembali dan bakteri resisten terhadap antibiotik.

Aktivitas seksual bisa dilakukan kembali bila hasil pemeriksaan menunjukkan hasil negatif. Infeksi berulang chlamydia merupakan hal yang umum namun pencegahan agar tidak tertular adalah hal yang paling penting.

Sumber

  1. https://www.cdc.gov/std/chlamydia/stdfact-chlamydia.htm
  2. http://emedicine.medscape.com/article/214823-overview#a3
  3. http://emedicine.medscape.com/article/214823-workup#c11

Artikel Terkait

Key and Fact Hepatitis C

Memahami hasil Pap Smear

Apa yang dilakukan virus HIV di dalam tubuh manusia

Seks dalam Perkawinan

Bagian 3

Tentang Pendidikan Seks Bagi Anak

Fantasi Seksual dan Mimpi Erotis

Previous
Next

Buat janji dokter sekarang

Hubungi Kami

Silahkan gunakan formulir ini kapan saja untuk menghubungi kami dengan pertanyaan, atau untuk membuat janji.

Anda juga dapat menghubungi kami melalui WhatsApp atau telepon pada jam klinik di +62 8111 368 364.