Author

Paryati, S.FARM, APT & Dr. Inlicia Cutami

Vitamin C

Apa itu vitamin C?

Vitamin C, atau asam askorbat, adalah vitamin yang larut dalam air. Karena sifatnya yang larut dalam air tesebut, maka ketika vitamin C dikirim ke seluruh jaringan tubuh, ia tidak akan bertahan terlalu lama karena akan segera dikeluarkan melalui urin. Oleh karena itu, vitamin C sebaiknya dikonsumsi setiap hari melalui makanan atau suplemen.

Di dalam tubuh, vitamin C bertindak sebagai antioksidan, membantu melindungi sel dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Tubuh juga membutuhkan vitamin C untuk membuat kolagen, protein yang dibutuhkan untuk membantu menyembuhkan luka. Selain itu, vitamin C meningkatkan penyerapan zat besi dari makanan nabati dan membantu sistem kekebalan tubuh bekerja dengan baik untuk melindungi tubuh dari penyakit.

Di beberapa penelitian, vitamin C bermanfaat dalam mencegah dan menyembuhkan flu biasa, mengurangi kejadian kelahiran prematur dan pre-eklampsia, penurunan risiko kanker dan penyakit jantung, serta meningkatkan kualitas hidup dengan menghambat kebutaan dan demensia.

Berapa sih vitamin C yang kita butuhkan?

Asupan vitamin C yang ditetapkan Recommended Daily (RDA) setiap harinya sebagai berikut:

UsiaDosis yang direkomendasikan
0 – 6 bulan40 mg
7 – 12 bulan50 mg
1 – 3 tahun15 mg
4 – 8 tahun25 mg
9 – 13 tahun45 mg
14 – 18 tahun (laki – laki)75 mg
14 – 18 tahun (perempuan)65 mg
≥ 19 tahun (laki – laki)90 mg
≥ 19 tahun (perempuan)75 mg
Wanita hamil85 mg
Wanita menyusui120 mg

Merokok dapat mengurangi kadar vitamin C di dalam tubuh, sehingga tambahan 35 mg di luar RDA disarankan untuk perokok.

Dimana kita bisa mendapatkan vitamin C?

Vitamin C dapat ditemukan pada bahan makanan nabati maupun hewani. Sumber utama vitamin ini adalah buah-buahan dan sayur-sayuran seperti melon, jeruk, kiwi, lemon, tomat, paprika, stroberi, aspargus, brokoli, kubis, dan kembang kol. Sedangkan bahan makanan yang berasal dari hewan seperti daging dan susu kandungan vitamin C nya lebih sedikit.

Apa yang terjadi jika saya kekurangan vitamin C?

Kekurangan vitamin C jarang sekali terjadi karena vitamin C mudah sekali didapatkan dari makanan yang kita konsumsi. Seseorang yang mendapat sedikit atau tanpa vitamin C (di bawah sekitar 10 mg per hari) selama beberapa minggu bisa terkena penyakit skorbut. Gejala dari skorbut adalah kelelahan, radang gusi, pembengkakan dan perdarahan gusi, bintik-bintik merah atau ungu pada kulit, nyeri sendi, penyembuhan luka yang buruk, dan rambut terpilin. Orang dengan penyakit skorbut dapat menjadi anemia. Skorbut dapat berakibat fatal jika tidak diobati.

Apa saja efek vitamin C bagi kesehatan tubuh?

Selain berperan sebagai antioksidan, untuk menetralkan radikal bebas, vitamin C juga terlibat dalam sistem kekebalan tubuh dengan merangsang aktivitas sel darah putih sehingga dapat melindungi tubuh dari beberapa penyakit, seperti:

  1. Kanker

Orang dengan asupan vitamin C tinggi dari buah-buahan dan sayuran memiliki risiko lebih rendah terkena berbagai jenis kanker, seperti kanker paru-paru, payudara, dan usus besar.

  1. Penyakit jantung

Konsumsi vitamin C dapat menurunkan resiko untuk terkena penyakit jantung. Para peneliti percaya bahwa kandungan antioksidan dari makanan ini mungkin ikut bertanggung jawab atas hubungan ini karena kerusakan oksidatif adalah penyebab utama penyakit kardiovaskular.

  1. Penyakit degenerasi pada mata

Vitamin C dapat untuk melindungi dari penyakit mata seperti katarak dan degenerasi makula. Penelitian pada manusia yang menggunakan suplemen vitamin C belum menunjukkan manfaat yang konsisten, meskipun tampaknya ada hubungan yang kuat antara asupan buah dan sayuran yang tinggi setiap hari dan penurunan risiko katarak.

  1. Common cold

Penelitian menunjukkan bahwa bagi kebanyakan orang, suplemen vitamin C tidak mengurangi risiko terkena flu. Namun, orang yang mengonsumsi suplemen vitamin C secara teratur memiliki gejala yang lebih ringan dan lebih pendek masa penyembuhannya.

Apa saja efek vitamin C bagi kesehatan kulit?

Ketika kita masih muda, kadar vitamin C di kulit sangat berlimpah, tetapi seiring bertambahnya usia, kadar ini secara alami akan berkurang. Paparan sinar matahari (sinar ultraviolet) dan polusi, seperti asap rokok, dapat mempercepat penurunan kadar vitamin C ini, yang menyebabkan kulit tampak dan terasa kusam, tidak cerah, dan kurang kenyal daripada sebelumnya. Berikut beberapa efek vitamin C bagi kulit kita:

  1. Proteksi dari sinar ultraviolet (UV)

Vitamin C mengurangi kerusakan yang disebabkan oleh paparan sinar UV. Vitamin C bukanlah “tabir surya” karena tidak menyerap UVA atau UVB. Sebaliknya, aktivitas antioksidan vitamin C melindungi terhadap kerusakan akibat UV yang disebabkan oleh radikal bebas sehingga dapat mengurangi kerutan dan bintik – bintik hitam yang disebabkan karena terpapar sinar UV.

  1. Anti – penuaan

Selain perannya sebagai antioksidan, vitamin C dapat merangsang pembuatan kolagen dan elastin, protein yang berperan dalam menjaga kekenyalan dan kelenturan kulit, sehingga dapat meningkatkan tekstur dan kualitas kulit, mengurangi munculnya garis-garis halus dan kerutan. Oleh karena itu, untuk merangsang pembentukkan kolagen dan elastin, maka vitamin C dibutuhkan untuk mencegah penuaan dini.

  1. Mencerahkan kulit

Vitamin C dapat menghambat produksi melanin kulit, yang menyebabkan perubahan warna kulit seperti bintik hitam dan hiperpigmentasi. Dengan penggunaan vitamin C yang berkelanjutan dapat membantu mencegah terbentuknya bintik-bintik hitam, memudarkan bintik hitam, dan mencerahkan kulit.

  1. Pertumbuhan rambut

Radikal bebas dapat menghambat pertumbuhan rambut dan menyebabkan rambut menua. Vitamin C adalah antioksidan kuat yang membantu melindungi terhadap radikal bebas. Selain itu, tubuh membutuhkan vitamin C untuk membuat protein yang dikenal sebagai kolagen, bagian penting dari struktur rambut. Vitamin C juga membantu penyerapan zat besi, mineral yang diperlukan untuk pertumbuhan rambut.

Bisakah vitamin C menjadi berbahaya?

Terlalu banyak konsumsi vitamin C dapat menyebabkan diare, kembung, mual, dan kram perut. Pada orang dengan kondisi hemochromatosis, yang menyebabkan tubuh menyimpan terlalu banyak zat besi, vitamin C dosis tinggi dapat memperburuk kelebihan zat besi dan merusak jaringan tubuh. Selain itu konsumsi vitamin C yang berlebihan dapat juga menyebabkan terjadinya kerusakan ginjal (termasuk di dalamnya batu ginjal) dan hancurnya sel darah merah (hemolisis) pada pasien dengan defisiensi Glucose-6-Phosphate-Dehydrogenase. Pemberian vitamin C secara intravena harus diberikan perlahan – lahan, jika tidak dapat menimbulkan pingsan, mual, penurunan kesadaran, flushing, pusing, dan sakit kepala.

Dosis maksimal konsumsi vitamin C per hari sebagai berikut:

UsiaDosis Maksimal
1 – 3 tahun400 mg
4 – 8 tahun650 mg
9 – 13 tahun1200 mg
14 – 18 tahun1800 mg
≥ 19 tahun2000 mg

Apakah ada interaksi dengan vitamin C yang harus saya ketahui?

  1. Antibiotik

Vitamin C dapat menurunkan fungsi obat eritromisin, kanamisin, streptomisin, doksisiklin, dan linkomisin. Bleomisin menjadi tidak aktif karena vitamin C pada beberapa penelitian.

  1. Amfetamin dan obat lain yang dipengaruhi oleh asidifikasi atau pengasaman pada urin

Vitamin C menyebabkan asidifikasi urin yang berakibat menurunnya kadar amfetamin dan berefek pada ekskresi dan konsentrasi plasma pada obat-obatan yang sensitif terhadap pH urin (contohnya fluphenazine). Kadar fluphenazine dapat menurun di dalam tubuh karena pemberian vitamin C secara intravena.

  1. Warfarin

Dosis tinggi vitamin C dapat menurunkan efek anti penggumpalan darah dari warfarin.

Referensi

  1. Anonim, 2014. Farmakope Indonesia edisi V, Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia, hal: 150
  2. Dewoto HR 2007. Vitamin dan Mineral. dalam Farmakologi dan Terapi edisi kelima.Departemen Farmakologi dan Terapeutik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Percetakan Gaya Baru, Jakarta.
  3. Kamiensky M, Keogh J 2006. Vitamins and Minerals.In: Pharmacology Demystified.Mc.GrawHill Companies Inc.,USA.
  4. Levine, M, K.R., Dhariwal, R.W. Welch, Y. Wang, dan J.B. Park 1995. Determination of Optimal Vitamin C Requirements in Humans. dalam: The WA MERICAN Journal of Clinical Nutrition.
  5. Mitmesser, S.H., Ye, Q., Evans, M., Combs, M., 2016. Determination of plasma and leukocyte vitamin C concentrations in a randomized, double-blind, placebo-controlled trial with Ester-C®. SpringerPlus 5. doi :10.1186/s40064-016-2605-7
  6. PMK, No. 28, 2019, Tentang Angka Kecukupan Gizi yang diajurkan untuk masyarakat Indonesia,
  7. Whitney, E. Dan Rolfes, S.R., 2005. Understanding Nutrition (Tenth ed.). Wadsworth: Thomson Wadsworth
  8. Gropper, S.S., Smith, J.L. and Groff, J.L., 2005. Advanced Nutrition and Human Metabolism (Fourth ed.). wadsworth: Thomson Wadsworth
  9. Institute of Medicine (US) Panel on Dietary Antioxidants Related Compounds (2000-04-11). Dietary Reference Intakes for Vitamin C, Vitamin E, Selenium, and Carotenoidsdoi:10.17226/9810ISBN 9780309069359PMID 25077263.
  10. Poljšak B, Ionescu JG. Pro-oxidant vs. antioxidant effects of vitamin C. Handbook of Vitamin C Research: Daily Requirements, Dietary Sources and Adverse Effects (pp.153-183). January 2009. Nova Science Publishers, Inc.
  11. Huang G, Wu L, Qiu L, Lai J, Huang Z, Liao L. Association between vegetables consumption and the risk of age-related cataract: a meta-analysis. Int J Clin Exp Med. 2015 Oct 15;8(10):18455-61.
  12. Douglas RM, Hemila H, Chalker E, Treacy B. Vitamin C for preventing and treating the common cold. Cochrane Database Syst Rev. 2007:CD000980.
  13. Darr D, Combs S, Dunston S, Manning T, Pinnell S. Topical vitamin C protects porcine skin from ultraviolet radiation-induced damage. Br J Dermatol, 1992, 127:247-253.
  14. Peterkofsky B. Ascorbate requirement for hydroxylation and secretion of procollagen: relationship to inhibition of collagen synthesis in scurvy. Am J Clin Nutr, 1991,54:1135S-1140S.
  15. Pullar J M, Carr A C, Vissers M C M. The Roles of Vitamin C in Skin Health[J]. Nutrients, 2017, 9(8):866.
  16. Trüeb, Ralph Michel. Oxidative Stress in Ageing of Hair[J]. International Journal of Trichology, 2009, 1(1):6 – 14.

Artikel Terkait

Mengapa Orang Dewasa pun Perlu Imunisasi?

Perluasan Layanan ART Lewat Kolaborasi Fasilitas Layanan Kesehatan Pemerintah dan Swasta

Bijak Mengonsumsi Junk Food

Gizi Seimbang di Masa Pandemi Covid-19, Seberapa Penting?

Perlukah Mengkonsumsi Suplemen Tambahan di masa Pandemi?

Apakah Saya Memiliki Hipertensi?

Sebelumnya
Selanjutnya

Buat janji dokter sekarang

Hubungi Kami

Silahkan gunakan formulir ini kapan saja untuk menghubungi kami dengan pertanyaan, atau untuk membuat janji.

Anda juga dapat menghubungi kami melalui WhatsApp atau telepon pada jam klinik di +62 8111 368 364.