Apakah Anda baru saja menikah dan ingin sekali mempunyai seorang anak, atau apakah Anda ternyata sekarang sedang hamil yang pertama? Sungguh sebuah anugerah bagi setiap pasangan mempunyai buah hati sebagai penerus keluarga. Dalam menghadapi kehamilan, kebutuhan gizi menjadi salah satu perhatian utama para ibu hamil. Akan tetapi bagi sebagian ibu hamil, hal ini menjadi sulit karena tiada hari terlewati tanpa perasaan mual dan muntah terutama di pagi hari, atau dikenal sebagai morning sickness. Hal ini membuat sang ibu malas untuk makan dan calon ayah pun uring-uringan. Padahal seperti kita semua ketahui, ibu hamil harus mencukupi kebutuhan gizinya untuk perkembangan si janin di dalam kandungan. Yuk, kita kenal lebih dalam tentang morning sickness.

Apa sih itu Morning Sickness?

Morning Sickness adalah gejala mual – biasanya disertai muntah – yang umumnya terjadi pada awal kehamilan, biasanya pada trisemester pertama. Kondisi ini umumnya dialami oleh lebih dari separuh wanita hamil yang disebabkan karena meningkatnya level hormon estrogen. Gejala ini biasanya timbul di pagi hari dengan frekuensi yang akan menurun setiap harinya sering dengan bertambahnya usia kehamilan.

Hingga saat ini penyebab atas gejala ini belum diketahui secara pasti, namun perkiraan beberapa penyebab yang menimbulkan gejala ini antara lain adalah:

1. Meningkatnya kadar sirkulasi hormon estrogen dalam tubuh tubuh pada masa kehamilan.
2. Kadar gula dalam darah yang rendah (hipoglicemia) yang disebabkan penyerapan energi yang dilakukan oleh plasenta,
3. Meningkatnya kadar hormon hCG.
4. Meningkatnya sensitivitas terhadap bau.
5. Peningkatan kadar bilirubin yang disebabkan karena meningkatnya kadar enzim dalam hati.

Mengatasi Rasa Mual

Beberapa tips berikut dapat Anda coba untuk menghilangkan rasa mual pada pagi hari:

1. Jangan sampai anda merasa lapar, lambung yang kosong akan meningkatkan rasa mual.
2. Gunakan jahe pada menu sehari-hari, bisa juga berupa minuman.
3. Jangan lupa banyak minum air putih.
4. Pastikan perut anda tidak kosong ketika minum vitamin.
5. Pada saat sedang tidak mual, gunakan waktu ini sebaik-baiknya untuk makan makanan bergizi dan sedikit berolah raga, mungkin anda bisa mencoba untuk melakukan yoga.
6. Selalu siapkan crackers kemanapun anda pergi, makan satu buah sebelum anda mulai beranjak dari tempat tidur di pagi hari.
7. Hindari makan makanan yang pedas dan berlemak tinggi, terutama goreng-gorengan.
8. Perbanyak konsumsi makanan yang mengandung vitamin B, karena vitamin B diketahui dapat mengurangi rasa mual.

Apabila sudah ada gejala seperti: mual muntah hebat, keadaan umum ibu lemah, apatis (reaksinya datar bila di ajak berkomunikasi), nadi teraba cepat dan lemah, lidah kering dan kotor, suhu badan meningkat (dehidrasi), mata cekung dan ikterik ringan/ sedikit terlihat kuning, sedikit buang air kecil dan konstipasi, nafas bau aseton (seperti penghapus kuteks) dan aseton dalam urin saat pemeriksaan lab segera ke tenaga kesehatan untuk mendapatkan penanganan segera.

Artikel lainnya terkait kehamilan

  1. Periksa kesehatan saluran telur dengan HSG
  2. Keputihan karena jamur pada masa kehamilan
  3. Remaja dan Kehamilan
  4. Hubungan sex aman di masa kehamilan 
  5. Merencanakan Kehamilan dengan Status HIV positif
  6. Seputar Kehamilan dan Infeksi HIV
  7. Pengaruh rokok pada kehamilan 
  8. Kehamilan Resiko Tinggi
  9. Menangani keluhan pada kehamilan
  10. Sedih saat hamil, apakah anda mengalami depresi?
  11. 14 Tips untuk wanita hamil
  12. Mioma – Benjolan rahim, atau hamil, atau kedua-duanya?
  13. Hamil Anggur (Mola Hidatidosa)
  14. Vitamin D dan vaginosis bakteri pada wanita hamil 
  15. USG tak melulu untuk ibu hamil
  16. Ibu hamil dan minum susu
  17. Morning Sickness

Sumber
Morning Sickness: A Comprehensive Guide to the Causes and Treatments, Nicky Wesson, Vermilion (1997), ISBN 0-09-181538-X
Morning Sickness – A Medical Dictionary, Bibliography, and Annotated Research Guide to Internet References, Icon Health Publications (2004), ISBN 0-597-84043-1
Fadlun, dkk. 2011. Asuhan Kebidanan Patologis. Jakarta: Salemba Medika.
Rustam, Mochtar. 2009. Sinopsis Obstetri. Edisi 2. Jakarta: EGC.

You may also like

Leave a comment