Author

Fraktur Penis/Penis Patah?

Istilah fraktur penis/penis patah bisa jadi membingungkan karena kata patah identik dengan tulang, namun penis bukanlah tulang. Secara teknis fraktur adalah patah/pecahnya benda keras apapun. Dalam hal ini fraktur penis bisa terjadi ketika penis dalam kondisi ereksi yang menyebabkannya menjadi organ yang keras.

Beruntungnya kejadian patahnya penis jarang terjadi. Kejadian patahnya penis sering dialami pada pada dewasa muda ketika berhubungan seksual. Diantara hal-hal yang menyebabkan penis bisa patah adalah sebagai berikut:

  • Ketika berhubungan seksual: terjadi ketika penis terlepas dari vagina dan membentur perineum atau simfisis pubis (penyebab umum di negara barat)
  • Ketika mastrubasi yang terlalu ekstrim
  • Kecelakaan pada saat ereksi (penis yang ereksi terkena benturan)
  • Praktik “taqaandan”: praktik membengkokan penis yang ereksi untuk menghilangkan ereksi (penyebab umum di negara timur tengah)
  • Digigit hewan

Patahnya penis bisa terjadi karena mekanisme kerja penis yang mirip seperti pompa ketika ereksi. Penis mengandung dua struktur tabung besar yang dikenal sebagai “corpus cavernosa”. Corpus Cavernosa dikelilingi oleh membran yang kuat dan tebal yang dikenal sebagai “tunica albuginea”. Saat penis ereksi, corpus cavernosa terisi darah dan menjadi kaku mirip seperti balon yang terisi air. Ada juga tabung ketiga yaitu “corpus spongiosum” yang mengelilingi uretra. Ujung dari tabung ketiga itu adalah glans penis/kepala penis. Namun tabung ini jauh lebih kecil daripada corpus cavernosa dan hanya menampung sebagian kecil darah yang ada di penis selama ereksi.

Tunica albuginea adalah lapisan yang sangat kuat. Fungsinya agar mampu menahan darah yang terkumpul ketika ereksi, tetapi lapisan tersebut juga bisa robek/pecah. Tunica albuginea yang robek/pecah itulah yang dikenal sebagai fraktur penis. Fraktur penis lebih sering terjadi selama ereksi karena, seperti balon yang dipompa, tunica meregang dan menipis saat penis menjadi ereksi sehingga membuatnya lebih rentan robek/pecah.

Fraktur penis adalah cedera yang biasanya terjadi pada dua pertiga bagian bawah penis. Gejala dari patahnya penis meliputi:

  • Pendarahan dari penis
  • Memar berwarna gelap pada penis
  • Kesulitan buang air kecil
  • Adanya suara retak atau letupan ketika patah
  • Ereksi hilang tiba-tiba
  • Rasa nyeri yang bervariasi dari minimal hingga berat

Penis patah sering kali menyebabkan apa yang disebut “eggplant deformity” atau “cacat terong”, dimana penis tampak ungu dan bengkak. Cacat terong memungkinkan diagnosis penis patah hanya melalui visual langsung. Ketika tunika pecah, darah mengalir ke jaringan sekitarnya dan menyebabkan peningkatkan tekanan di jaringan sekitarnya. Sehingga bentuk penis menjadi bengkok menjauh dari lokasi patahnya. Penis juga jadi bengkak dan berwarna keunguan, akibat penggumpalan darah di bawah kulit. Kombinasi warna, pembengkokan, dan pembengkakan menyebabkan penis yang patah memiliki kemiripan dengan bentuk terong.

Dokter akan mendiagnosa penis patah melalui anamnesis, pemeriksaan fisik dan penunjang. Pemeriksaan penunjang yang dilakukan meliputi:

  • Rontgen kavernosografi disertai penyuntikan pewarna khusus ke dalam pembuluh darah penis
  • USG penis
  • Magnetic resonance imaging (MRI)
  • Tes urin

Penanganan utama dari kondisi ini adalah tindakan bedah untuk menyambungkan kembali jaringan penis yang robek. Perawatan bedah dapat bervariasi tergantung tingkat cedera pria. Contoh perbaikan yang dapat dilakukan setelah patah tulang penis meliputi:

  • menyingkirkan hematoma atau bekuan darah
  • menghentikan pendarahan dari setiap pembuluh darah yang rusak
  • menutup setiap luka pada penis yang menyebabkan pendarahan
  • Jika uretra/saluran kencing ikut rusak maka perlu perbaikan

Jika tidak segera ditangani maka dapat menyebabkan disfungsi ereksi, kelainan bentuk penis permanen dan gangguan kencing.

Pemulihan setelah tindakan pembedahan tergantung pada tingkat keparahan cedera. Dokter biasanya akan menyarankan untuk menahan diri dari aktivitas seksual setidaknya selama 1 bulan hingga sembuh total. Dalam beberapa kasus bila pasien mengalami kesulitan menghindari ereksi selama masa pemulihan, maka akan diberikan obat tambahan untuk mengurangi kemungkinan ereksi.

Perawatan yang tepat untuk penis yang patah sangat penting agar fungsi penis sebagai organ seksual dan organ seluran kencing dapat kembali normal.

Artikel Terkait

Midnight Express

The Penis Book 2, Chapter 8

Darah dalam air mani

The Incredible Journey

The Penis Book, Chapter 10

The Cassandra Crossing

The Penis Book 2, Chapter 4

Dr. Jekyll and Mr. Hyde

The Penis Book, Chapter 8

Infeksi Menular Seksual

Sebelumnya
Selanjutnya

Buat janji dokter sekarang

Hubungi Kami

Silahkan gunakan formulir ini kapan saja untuk menghubungi kami dengan pertanyaan, atau untuk membuat janji.

Anda juga dapat menghubungi kami melalui WhatsApp atau telepon pada jam klinik di +62 8111 368 364.