Question #24988

views

13056

Takut tertular setelah terpapar cairan tubuh pasien secara langsung

Halo,
saya adalah mahasiswi kedokteran yang sedang menjalani kepaniteraan klinik (koas).
Pada hari Sabtu, 12 September 2015, mata & wajah saya terkena cipratan darah pasien saat sedang mencabut infus (saya merasakan darah pasien memang masuk ke mata saya).
Saya tidak tahu riwayat penyakit pasien tersebut karena pasien tersebut hanyalah pasien IGD.
Beberapa menit setelah terciprat darah, saya hanya mencuci mata saya dengan memasukkan mata ke air di gayung, karena saya panik dan tidak tahu apa yang harus saya lakukan.
Saya sangat ketakutan kalau-kalau pasien tersebut mengidap HIV atau penyakit menular lain. Sebagai info tambahan, pasien tersebut adalah seorang kuli bangunan.
Saya sangat takut sekali sampai-sampai saya tidak bisa memikirkan hal lain.
Beberapa bulan sebelumnya juga saya tidak sengaja menginjak darah (saya hanya memakai sendal karet/Crocs) pasien HIV di ruang operasi.

Apa yang harus saya lakukan?
Haruskah saya meminum ARV sebagai profilaksis?
Dan mengenai tes, kapan sebaiknya saya melakukan tes? Dan apakah saya bisa melakukan tes HIV tanpa surat dari dokter?
Terima kasih banyak atas perhatiannya.

Answer

Answer

Halo,

Melihat kejadian yang dialami ini, sebaiknya sesegera mungkin melakukan konsultasi untuk mendapatkan Post-Exposure Prophylaxis (PEP), tindakan profilaksis dengan regimen Anti Retroviral ini dinilai cukup efektif untuk pencegahan HIV setelah terjadi pajanan, PEP dapat diberikan sebelum 72 jam pasca pajanan. Sehingga bila merunut kasus diatas, hari ini juga sebaiknya mulai dikonsumsi. PEP hingga saat ini memang belum dijual secara bebas, dan hanya terdapat di sentra tertentu.

Untuk pemeriksaan HIV yang dilakukan atas inisiasi diri sendiri dikenal dengan VCT (Voluntary Counseling and Testing), dan biasanya sekalipun tidak berhadapan dengan dokter, pasien akan diarahkan untuk berkonsultasi dengan konselor terlatih yang akan membantu mengarahkan kebutuhan pasien dan memberi informasi terkini mengenai HIV. Namun tentu saja konfidensialitas/kerahasiaan pasti akan dijaga. Jadi tidak perlu khawatir. Tes HIV sebaiknya dilakukan pasca window periode (2minggu-3bulan) untuk mendapatkan hasil yang valid.

Bila memungkinkan pasien yang sempat Anda tangani tersebut juga diarahkan untuk memeriksakan status HIV nya, mungkin saja hasilnya non-reaktif, hingga tidak perlu terlalu khawatir.

Saya sangat menyarankan untuk Anda agar tetap tenang, agar dapat berpikir dengan baik, kemudian sesegera mungkin berkonsultasi dengan ahli, agar memperoleh informasi yang tepat dan bisa mendapat jalan keluar. Saya yakin di rumah sakit pendidikan pasti memiliki protap untuk kejadian yang demikian. Namun bila Anda enggan, Anda dapat menghubungi klinik kami untuk membuat janji, dan akan kami bantu untuk menjawab semua informasi yang dibutuhkan dan akan dibantu pula untuk mendapatkan tindakan yang dapat dilakukan untuk membantu permasalahan ini oleh dokter dan staf kesehatan kami yang telah terlatih.

Demikian yang bisa saya bantu jawab, semoga cukup membantu.

Buat janji dokter sekarang

Artikel Populer

Memahami hasil Pap Smear

Bagaimana dokter mendiagnosa keputihan?

Seks, Seksual dan Seksualitas

HIV dan Nutrisi

Kondom Wanita

Demam, Gejala atau Penyakit?

Sebelumnya
Selanjutnya

Hubungi Kami

Silahkan gunakan formulir ini kapan saja untuk menghubungi kami dengan pertanyaan, atau untuk membuat janji.

Anda juga dapat menghubungi kami melalui WhatsApp atau telepon pada jam klinik di +62 8111 368 364.