Vasektomi

Kontrasepsi pria yang efektif dan mudah

Vasektomi adalah salah satu metode kontrasepsi pada pria. Vasektomi dilakukan dengan memotong atau mengikat vas deferens (saluran penghantar sperma) sehingga sel sperma yang diproduksi skrotum tidak keluar bersama cairan semen ketika ejakulasi dan mencegah kehamilan.

Prosedurnya termasuk kategori bedah elektif dan minor, prosesnya pun relatif mudah dan cepat.

Vasektomi adalah bentuk kontrasepsi permanen, jadi perlu dipikirkan sebelum menjalani prosedur ini apakah masih ada keinginan untuk memiliki anak atau tidak.

Sejarah Vasektomi

Sebelum menjadi sebuah prosedur kontrasepsi pria, ternyata vasektomi memiliki sejarah panjang dan kelam dalam perjalanannya. Pada tahun 1899 seorang dokter bedah bersama Henry Clay Sharp melakukan vasektomi kepada seorang remaja berusia 19 tahun untuk menghentikan kebiasaannya melakukan masturbasi berlebihan. Dalam catatannya Sharp melaporkan setelah divasektomi remaja tersebut menjadi lebih ceria, cerdas dan berhenti masturbasi. Yang mana pada saat ini kita ketahui bahwa masturbasi biasanya adalah hasil perkembangan seksualitas seseorang.

Tahun 1909 Sharp kemudian mempublikasikan karyanya tersebut dengan judul “Vasectomy as a Means of Prevention Procreation in Defectives”. Pada saat itu banyak ilmuwan dan tokoh pendukung gerakan eugenika (sebuah pemahaman filosofi sosial dimana mereka berupaya memperbaiki ras manusia dengan cara membuang dan menyikirkan orang-orang berpenyakit dan cacat serta memperbanyak individu sehat) yang terpengaruh oleh tulisan Sharp.

Waktu itu ada konsep bahwa perilaku kriminal dan penyakit jiwa dapat diturunkan. Berdasarkan konsep inilah kemudian Sharp mengeluarkan teori bahwa pelaku kriminal dan orang dengan gangguan jiwa harus disterilisasi dengan vasektomi untuk mencegah banyaknya kriminalitas dan penyakit jiwa dimasyarakat. Sehingga pada tahun 1909-1924 lebih dari 6000 orang disterilisasi paksa dengan alasan meraka adalah pelaku kriminal dan orang dengan gangguan jiwa.

Setelah fase pergerakan eugenika, pada tahun 1923 seorang psikolog terkenal Sigmund Freud menjalani vasektomi sebagai terapi awet muda. Prosedurnya dilakukan oleh Eugen Steinach yang berteori vasektomi menyebabkan testikel berhenti memproduksi sperma dan mulai memproduksi lebih banyak hormon testosteron dan hasilnya pasien akan menjadi muda kembali.

Dalam catatannya pasien dilaporkan mengalami penurunan tingkat kelelahan dan peningkatan gairah seksual. Jadi yang awalnya vasektomi dapat meredam seksualitas berubah menjadi meningkatkan seksualitas seseorang. Tahun 1935 terbukti bahwa vasektomi tidak meningkatkan produksi testosteron dan kemudian Eugen Steinach diasingkan.

Barulah pada tahun 1971 vasektomi menjadi metode kontrasepsi yang lebih disukai daripada sterilisasi pada wanita karena risiko yang lebih kecil dan waktu pemulihan yang lebih singkat.

Tahun 1974 seorang dokter China bernama Li Shunqiang mengembangkan metode vasektomi tanpa pisau bedah. Tahun 1985 metode No-Scalpel (tanpa pisau bedah) masuk ke Amerika setelah seorang dokter Amerika pergi ke China untuk mempelajari metode tersebut.

Saat ini vasektomi menjadi sebuah metode kontrasepsi pria yang aman, efektif dan dapat diterima setelah sebelumnya adalah sebuah prosedur tanpa persetujuan dengan berbagai macam alasan yang salah.

Prosedur

Sel sperma yang diproduksi testis ketika ejakulasi akan keluar menuju uretra melalui saluran vas deferens bercampur bersama cairan tambahan lain hingga membentuk cairan semen ketika diejakulasikan. Sel sperma dalam semen itulah yang dapat menyebabkan kehamilan.

Vasektomi bekerja dengan cara memutus saluran transportasi (vas deferens) sel sperma dari testi ke uretra, sehingga cairan semen yang diejakulasikan tidak mengandung sel sperma dan tidak dapat menyebabkan kehamilan. Sel sperma yang tidak dikeluarkan akan tetap berada di testis dan lama kelamaan akan terserap tubuh.

Ada dua metode vasektomi:

  1. Vasektomi konvensional
  2. No-scalpel vasektomi

Perbedaan keduanya terletak pada adanya sayatan atau tidak. Pada vasektomi konvensional dilakukan sayatan kecil pada skrotum untuk mengambil, memotong atau mengikat vas deferens. Kemudian luka sayatan direkatkan dengan beberapa jahitan. Sedangkan pada No-scalpel vasektomi tidak dibuat sayatan tapi dengan membuat lubang kecil. Melalui lubang tersebut vas deferen dikeluarkan kemudian dipotong atau diikat. Kedua metode menggunakan anastesi lokal, singkat dan dilakukan tanpa rawat inap.

Baca juga: 5 Mitos Seks dan Kesehatan Seksual Laki-Laki

Efek samping setelah tindakan

Vasektomi termasuk prosedur bedah minor dengan efek samping minimal. Sedikit nyeri, memar dan bengkak pada area sayatan setelah tindakan adalah hal yang wajar. Kondisi tersebut dapat berlangsung 2-3 hari dan nyeri yang timbul dapat ditangani dengan pereda nyeri. Namun tidak menutup kemungkinan terjadi efek samping lain seperti: pendarahan skrotum, muncul darah pada semen, pembengkakan skrotum dan infeksi area sayatan.

Ada juga efek samping yang timbul setelah beberapa lama seperti: nyeri kronis, penumpukan cairan pada testis, radang karena sperma yang bocor (granuloma), kehamilan (kegagalan vasektomi), kista pada epididimis (spermatokel) dan pembentukan kantung berisi cairan pada testis (hidrokel).

Efektivitas vasektomi

Vasektomi adalah salah satu metode kontrasepsi yang hampir 100% efektif namun tidak segera memberikan hasil. Diperlukan waktu untuk mencapai kondisi semen yang bebas sperma (sperm-free semen). Kurang lebih 8-16 minggu setelah vasektomi pasien dianjurkan analisa sperma untuk melihat apakah masih ada sel sperma pada cairan semen atau tidak. Dipastikan pasien sudah ejakulasi paling tidak 20 kali sebelum dilakukan analisa sperma tersebut. Bila hasil analisa sperma menunjukkan sperm-free semen maka prosedur berhasil dan pasien sudah dapat berhubungan tanpa kontrasepsi lain. Selama belum dinyatakan sperm-free semen maka wajib menggunakan kontrasepsi tambahan.

Baca juga: Apakah Itu Cek Sperma?

Kelebihan dan kekurangan Vasektomi

Kelebihan:

  • Efektifitas yang tinggi mendekati 100% dalam mencegah kehamilan
  • Jarang efek samping jangka panjang
  • Tidak mempengaruhi hormon dan gairah seks
  • Lebih mudah dilakukan daripada sterilisasi wanita

Kekurangan:

  • Permanen
  • Butuh waktu untuk mencapai sperm-free semen. Selama belum mancapai hal tersebut diperlukan kontrasepsi lain.
  • Mungkin timbul komplikasi
  • Bisa timbul kegagalan dimana vas deferens kembali terhubung (jarang)
  • Tidak mencegah infeksi menular seksual

Perlu diingat bahwa vasektomi adalah bentuk kontrasepsi permanen. Sehingga perlu benar-benar dipikirkan konsekuensi kedepannya. Namun tidak menutup kemungkinan setelah dilakukan vasektomi pasien berubah pikiran ingin memiliki anak kembali. Prosedur pengembalian fungsi vas deferens sulit dilakukan, kemungkinan gagal lebih besar dengan biaya yang lebih mahal. Bila tetap ingin memiliki anak maka pilihannya adalah melalui IVF (bayi tabung) dengan mengambil sperma langsung dari testis.

Referensi

  • Vasectomy.Mayo Clinic Staff. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/vasectomy/about/pac-20384580. Accessed Aug. 2, 2023
  • The History of the Vasectomy and its modern convenience. Alyssa Morterud.  https://sexualhealthalliance.com/nymphomedia-blog/the-history-of-the-vasectomy-and-its-modern-convenience. Accessed Aug.1, 2023
  • Vasectomy. WebMD Editorial Contributor. https://www.webmd.com/sex/birth-control/vasectomy-overview. Accessed Aug. 2, 2023
  • No Scalpel Vasectomy Open Ended The Gold Standard. Dick Beatty. https://thevasectomist.com.au/no-scalpel-vasectomy. Accessed Aug. 2, 2023
  • Vasectomy. Planned Parenthood. https://www.plannedparenthood.org/learn/birth-control/vasectomy. Accessed Aug. 3, 2023
  • Vasectomy male sterilisation. NHS.  https://www.nhs.uk/conditions/contraception/vasectomy-male-sterilisation/. Accessed Aug. 4,2023

Artikel Terkait

Kondom Wanita

Susuk Bikin Aman: KB Implan

Kontrasepsi Darurat

Kontrasepsi: Myths & Facts

Kondom

Perjalanan panjang dari dinding gua hingga ke ruang pribadi

Story of Condom

Sebelumnya
Selanjutnya

Buat janji dokter sekarang

Hubungi Kami

Silahkan gunakan formulir ini kapan saja untuk menghubungi kami dengan pertanyaan, atau untuk membuat janji.

Anda juga dapat menghubungi kami melalui WhatsApp atau telepon pada jam klinik di +62 8111 368 364.