Author

Editor

Strategic Leadership Program: Menjadi Pemimpin yang Strategis, Bukan Cuma Bossy!

Sahabat pasti sering melihat perusahaan yang sedang merekrut pekerja mencantumkan kriteria “memiliki skill kepemimpinan”. Tapi apa sih makna sesungguhnya dari “jiwa kepemimpinan”? Apakah sekadar bisa berbicara di depan publik mewakili sekelompok organisasi? Atau hanya menginisiasi program kerja saja untuk dilakukan oleh anggota lain?

Kemampuan kepemimpinan memang cukup luas, bahkan di dalamnya terdapat Kepemimpinan Strategis. Apa itu kepemimpinan strategis? Bagaimana caranya untuk bisa menjadi pemimpin strategis? Mari kita simak lebih lanjut!

Kepemimpinan strategis (Strategic Leadership) saat ini didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk mengantisipasi, membayangkan, mempertahankan fleksibilitas, berpikir secara strategis, dan bekerja dengan orang lain untuk melakukan perubahan yang akan menciptakan masa depan yang layak bagi organisasi.[1]

Kepemimpinan strategis juga bisa diartikan sebagai pemanfaatan strategi dalam pengelolaan karyawan. Hal ini merupakan sebuah potensi untuk mempengaruhi anggota organisasi dan mewujudkan perubahan dalam organisasi.

Baca juga: Transformative Leadership Program: Model Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki!

Pemimpin strategis mampu bekerja dalam lingkungan yang tidak pasti dan mengatasi situasi sulit melalui cara-cara kreatif yang mengedepankan visi dan fokus pada kesuksesan jangka panjang, serta memberikan tim mereka arahan yang jelas untuk berkolaborasi mencapai tujuan bersama.[2]

Tujuan utama dari sistem kepemimpinan strategis adalah untuk melahirkan produktivitas kerja yang strategis. Selain itu, kepemimpinan strategis secara tidak langsung bisa menghidupkan lingkungan yang mendorong karyawan untuk secara mandiri memperkirakan kebutuhan organisasi dalam konteks pekerjaan mereka sendiri.

Dengan demikian, sistem kepemimpinan strategis akan memotivasi karyawan dalam suatu organisasi untuk mengikuti ide-ide mereka sendiri dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan, dengan memberikan perspektif yang lebih luas kepada SDM yang ada.[3] Pada akhirnya, sistem ini tidak lain merupakan salah satu seni dalam pengelolaan SDM dengan cara memaksimalkan kemampuan untuk mencapai tujuan bersama dengan efisien dan tepat.

Dalam sistem kepemimpinan strategis, sistem penilaian/evaluasi juga dimanfaatkan untuk mendorong produktivitas SDM yang berkualitas dalam rangka menghasilkan kinerja yang jauh lebih baik bagi organisasi mereka.

Kepemimpinan strategis, secara fungsional adalah tentang penemuan, persepsi, dan perencanaan untuk membantu individu dalam mewujudkan tujuan dan sasarannya.[4] Hal ini dapat terlihat dalam struktur organisasi dimana atasan lebih berperan sebagai pemimpin yang benar-benar merangkul dan membangun hubungan dengan tim kerja, membantu menganalisa masalah serta mencari solusi, ketimbang atasan yang hanya berperan sebagai “boss” dan memerintah bawahan tanpa kemauan untuk terlibat dalam mencari solusi atas permasalahan yang mereka hadapi.

Tim kerja/SDM pastinya akan lebih menghargai dan merasa nyaman untuk bekerja bersama atasan yang berjiwa pemimpin dibandingkan “bossy”, sehingga rasa percaya antara pemimpin dan SDM akan lebih terbangun. SDM akan bisa merasa lebih berkomitmen karena mereka dapat membangun relasi secara lebih baik dengan setiap tugas dan fungsi yang mereka jalankan di organisasi.

Manfaat lain yang dapat timbul adalah SDM mampu memahami reaksi perubahan lingkungan terhadap organisasi dan merefleksikan kemungkinan tanggapan organisasi dengan bantuan manajemen strategis.[5] Hasilnya, karyawan dapat menilai dampak dari perubahan tersebut pada pekerjaan mereka sendiri dan dapat secara efektif menghadapi perubahan tersebut. Baik pihak manajemen maupun karyawan harus mampu melakukan hal-hal yang tepat dengan cara yang pas dan efektif sekaligus efisien dalam menghadapi tantangan dalam berorganisasi.

Nah, berdasarkan penjelasan contoh di atas dapat disimpulkan bahwa kemampuan yang harus dimiliki sebagai pemimpin yang strategis di antaranya adalah; kemampuan berkomunikasi dan mendengarkan secara aktif, berdedikasi, inovatif, optimis, transparan, reflektif, dan mendorong pengembangan berkelanjutan.

Jika Sahabat merasa belum memenuhi kriteria ini, jangan berkecil hati! Melalui berbagai metode dan pendekatan, kemampuan-kemampuan ini tentunya bisa ditanam dan dilatih pada setiap individu dari waktu ke waktu. Teknik pelatihan ini bisa Sahabat dapatkan dalam Strategic Leadership Program, yang dapat membentuk pola pikir dan karakteristik pemimpin yang bertanggung jawab.

Karena pada akhirnya seorang pemimpin strategis tidak hanya harus pintar tapi juga, bijaksana dalam melakukan tugasnya. Jadi, sudahkah Sahabat memiliki jiwa kepemimpinan strategis? Yuk, bergabung dalam Strategic Leadership Program bersama Kacapikir!

Referensi

[1] Ireland, R., & Hitt, M. (1999). Achieving and Maintaining Strategic Competitiveness in the 21st Century: The Role of Strategic Leadership. Academy of Management Executive, 13, 43-57.

[2] Fulmer, R., Stumpf, S., & Bleak, J. (2009). The strategic development of high potential leaders. Strategy & Leadership, 37(3), 17-22.

[3] Kim, W. C., & Mauborgne, R. (1999). Strategy, value innovation, and the knowledge economy. Sloan Management Review, Spring: 41-54.

[4] Watkins, M.D. (2012). How managers become leaders. Harvard Business Review, June:65-72.

[5] Schoemaker, P.J.H.; Krupp, S., & Howland, S. (2013). Strategic leadership: the essential skills. Harvard Business Review, January–February.

Artikel Terkait

Membangun dan Mengelola Klinik, Mahal atau Murah?

Layanan Angsamerah Ada Loh di Klinik Kiera di Cimahi

Apa Manfaat Kontribusi Kita sebagai Rakyat Mandiri pada Negara?

Sudah lengkapkah komponen Self Leadership yang Sahabat miliki? yuk lengkapi bersama di IG @kacapikir

Dunia bergerak sangat cepat, sudah siapkah?

Bagaimana Kami Memulai Investasi Mandiri yang Berdampak Sosial?

Sebelumnya
Selanjutnya

Hubungi Kami

Silahkan gunakan formulir ini kapan saja untuk menghubungi kami dengan pertanyaan, atau untuk membuat janji.

Anda juga dapat menghubungi kami melalui WhatsApp atau telepon pada jam klinik di +62 8111 368 364.